Corat-coret Anto S. Nugroho

Catatan kehidupan

  • Corat-coret Terbaru

  • Mei 2013
    S S R K J S M
    « Apr    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
  • Kategori

  • Arsip

Press Conference Teknologi e-KTP

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Mei 15, 2013

15 Mei 2013 diselenggarakan press conference teknologi e-KTP di BPPT yang dihadiri sekitar 37 wartawan mass media cetak dalam negeri. Dalam kesempatan ini disosialisasikan hal-hal teknis terkait e-KTP yang terdiri dari 6 hal: (1) teknologi e-KTP, (2) pemanfaatan e-KTP memakai e-KTP reader, (3) Card Reader e-KTP, (4) Manfaat e-KTP bagi masyarakat, (5) pemanfaatan e-KTP masa depan: e-KTP multifungsi, (6) BPPT dalam program penerapan dan pemanfaatan e-KTP nasional. Detail dari press release dapat dilihat di http://www.bppt.go.id/index.php/berita/press-release/press-release-2013/1664-press-release-pusat-teknologi-informasi-dan-komunikasi-bppt

Dalam kesempatan ini, selain dibahas secara detail berbagai aspek teknologi dalam e-KTP, juga didemonstrasikan prototipe e-KTP reader. Kepada para hadirin dipersilakan untuk mencoba membaca chip e-KTPnya. Beberapa wartawan/wati yang e-KTP nya sudah berulangkali difotocopy juga dipersilakan untuk menguji kualitas e-KTP dengan membacanya lewat e-KTP reader. Untuk dapat menampilkan data dalam chip, harus melewati pemadanan sidik jari yang bersangkutan. Pengenalan sidik jari ini sekaligus memastikan bahwa e-KTP tersebut dibawa oleh penduduk yang identitasnya tercantum pada kartu. Dalam percobaan ini, semua e-KTP berhasil dibaca dengan baik.
1

Left to right: Dr. Husni Fahmi (ketua Tim Teknis e-KTP), Dr. Marzan Azis Iskandar (Ka.BPPT), Dr. Hammam Riza (Direktur Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi BPPT), Dr. Muh. Mustafa Sarinanto (Kepala Bidang Sistem Elektronika, PTIK BPPT)

2

Left to right: Ir. Gembong S. Wibowanto, M.Sc. (Kepala Program Rekomendasi Teknologi e-KTP BPPT), Dr. Anto S. Nugroho (Chief Engineer), Dipl.Ing.Meidy Layooari (Group Leader Teknologi Biometrics )

3a

Menjelaskan cara e-KTP reader membaca data pada chip e-KTP

Liputan Media massa:

  1. kompas.com “e-KTP: Apa saja teknologi di dalamnya ?”
  2. detik.com: “Perhatikan! Ini Cara Membaca Data e-KTP di Card Reader”
  3. Detik: “BPPT: e-KTP Tak Rusak Meski Difotocopy dan Dibengkokkan 3.000 Kali”
  4. Antara News: “BPPT kaji e-KTP generasi kedua”
  5. Kompas: “e-KTP dimana sih cip-nya ?”
  6. Kompas: “Difotokopi atau “Kecemplung” ke Air, E-KTP Takkan Rusak”
  7. Viva News: BPPT: e-KTP Indonesia Lebih Canggih dari Malaysia
  8. Viva News: Pelayanan Publik Wajib Sediakan Card Reader e-KTP
  9. Situs BPPT: BPPT Dorong Industri Dalam Negeri Produksi Card Reader e-KTP (1)
  10. Situs BPPT: BPPT Dorong Industri Dalam Negeri Produksi Card Reader e-KTP (2)
  11. Liputan 6 pagi, 16 Mei 2013

catatan: urutan penulisan link adalah berdasarkan urutan saya menemukan berita tsb.

Video saat mendemokan Card Reader e-KTP (sayang, karena kesalahan teknis, videonya terotasikan.

Ditulis dalam bppt, research | Tinggalkan sebuah Komentar »

Teknologi apa saja yang berada dalam kartu kecil “e-KTP” ?

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Mei 12, 2013

e-KTP bukan semata kartu penduduk dengan smart card berisi data nama, foto, dan data kependudukan lainnya. Komponen teknologinya tidak hanya teknologi chip dan smart card. Itu baru satu sisi saja. Tetapi di sisi lain, ada teknologi biometrics yang mampu membersihkan database kependudukan, sedemikian hingga data yang direkam di dalam chip tersebut adalah tunggal. Apakah ini saja cukup ? Masih belum. Apa gunanya data penduduk yang valid direkam dalam chip kalau masih bisa dihack. Karena itu ada teknologi security yang melindungi data tersebut. Masih banyak sisi teknologi canggih yang lain yang berada di balik sebuah kartu e-KTP di genggaman tangan kita. Kecanggihan teknologi itu baru bisa dinikmati melalui alat baca yang tepat, dan bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan demi kemaslahatan masyarakat. Bantuan bagi rakyat miskin bisa disampaikan dengan efektif dan mengurangi/menghilangkan penyalahgunaan identitas, perbankan bisa memanfaatkannya untuk verifikasi calon nasabah atau pengajuan kredit, pemilu bisa berjalan lebih jujur dan adil karena data kependudukan sudah valid, dan berbagai manfaat yang lain.

Untuk mencoba keunggulan teknologi biometrics ini pada tanggal 30 Juli 2012, saya mencoba menemukan data saya lewat sidik jari kanan, di Data Center e-KTP Kementrian Dalam Negeri. Gambar pertama di bawah adalah saat saya melakukan perekaman di Kecamatan Colomadu tanggal 21 Juli 2012. Gambar berikutnya adalah saat saya mengecek data saya di Data Center. Dari tampilan yang lebih jelas di gambar ketiga, status data saya adalah “PRINT_READY_RECORD”. Artinya telah teridentifikasi tunggal, sehingga saat itu berada di antrian untuk dicetak. Dari proses tersebut dapat diketahui, bahwa identitas seseorang bisa secara lengkap di-retrieve dari database, lewat sebuah jari dengan memanfaatkan teknologi biometrics. Kebetulan saja saat itu saya memakai baju batik yang sama dengan saat enrollment. Demonstrasi ini yang dilakukan oleh tim teknis Kementrian Dalam Negeri ke berbagai pihak untuk mendiseminasikan keunggulan teknologi biometrics di balik proses penerbitan sebuah kartu kecil e-KTP.

enrollment

Gambar 1  Saat melakukan enrollment e-KTP di Kecamatan Colomadu Karanganyar, 21 Juli 2012

found1

 

Gambar 2  Berhasil menemukan data identitas, hanya dengan men-scan dan melakukan matching sebuah sidik jari terhadap puluhan juta data sidik jari penduduk di Data Center e-KTP Kementrian Dalam Negeri

found2

 

Gambar 3  Tampilan yang lebih besar, dengan alamat dan tanggal lahir disensor

Ditulis dalam research | 2 Komentar »

Diskusi seputar Smart Card e-KTP

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Mei 12, 2013

Saya kutipkan di sini diskusi seputar smartcard e-KTP, dari diskusi Dr.M.Mustafa Sarinanto (Kepala Bidang Sistem Elektronika, Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi BPPT)  dengan komunitas maya. Diskusi ini berasal dari https://plus.google.com/100962982694612785370/posts/AUFaS4Zk73v

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam research | 1 Komentar »

Membedah teknologi e-KTP

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Mei 10, 2013

Disclaimer :

Tulisan ini sifatnya pribadi, dan bukan dimaksudkan sebagai penjelasan resmi dari institusi tempat saya bekerja. Tujuan saya adalah merangkum tulisan-tulisan mengenai e-KTP agar bisa tersampaikan dengan benar.

DAFTAR ISI

  1. Informasi dari tweet e_KTPKemendagri  yang dikelola oleh tim teknis e-KTP Kementrian Dalam Negeri
  2. “Kemendagri tidak larang warga fotokopi e-KTP”, Kilas Politik & Hukum, Harian Kompas halaman 2, 13 Mei 2013
  3. Penjelasan Kemendagri: Larangan Fotocopy e-KTP Hanya untuk Instansi (source : http://news.detik.com/read/2013/05/13/174937/2244637/10/penjelasan-kemendagri-larangan-fotocopy-e-ktp-hanya-untuk-instansi?991101mainnews)
  4. Resume Hasil Seminar Pemanfaatan e-KTP dan Card Reader 2 Mei 2013 di Ruang Komisi Utama Gedung II BPPT Jl.Thamrin 8 Jakarta
  5. Academic paper:  ”Rancangan TIK untuk Penerapan KTP Elektronik secara Nasional”, H.Fahmi, H Riza, Gembong S.Wibowanto, A.S. Nugroho, Proc. of  e-Indonesia Initiatives (eII) Forum ke VII, Institut Teknologi Bandung, Bandung, 13 Juni 2011
  6. Pemanfaatan e-KTP untuk Pelayanan Publik #1 (http://www.bppt.go.id/index.php/teknologi-informasi-energi-dan-material/1648-pemanfaatan-e-ktp-untuk-peningkatan-pelayanan-publik-1)
  7. Pemanfaatan e-KTP untuk Pelayanan Publik #2 ( http://www.bppt.go.id/index.php/teknologi-informasi-energi-dan-material/1649-pemanfaatan-e-ktp-untuk-peningkatan-pelayanan-publik-2 )
  8. Inovasi untuk Kemandirian Bangsa di Bidang Teknologi Biometrik (http://www.bppt.go.id/index.php/teknologi-informasi-energi-dan-material/1645-inovasi-untuk-kemandirian-bangsa-di-bidang-teknologi-biometrik)
  9. NXP Security Technology at the Core of One of the World’s Biggest eID Programs (http://www.jp.nxp.com/news/press-releases/2013/04/nxp-security-technology-at-the-core-of-one-of-the-worlds-biggest-eid-programs.html)
  10. Dengan e-KTP Indonesia selangkah lebih maju dari Jepang http://luar-negeri.kompasiana.com/2013/05/11/dengan-e-ktp-indonesia-selangkah-lebih-maju-dari-jepang-558949.html
  11. Teknologi Biometrics dalam e-KTP (http://asnugroho.wordpress.com/2012/06/22/teknologi-biometrics-dalam-e-ktp/), Abstrak pidato untuk disampaikan dalam acara Wisuda STMIK JIBES Kelapa Gading, 25 Juni 2012
  12. Teknologi Biometrics hentikan pencurian ID, Suara Merdeka 10 September 2012 (http://www.suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&id_beritacetak=198227)
  13. Academic paper:  ”Iris Localization using Circular Hough Transform and Horizontal Projection Folding”, C. Valentina, R.N. Hartono, T.V. Tjahja, A.S. Nugroho, Proc. of International Conference on Information Technology and Applied Mathematics 2012, pp.64-68, 6 September 2012, September 6-7, 2012, Jakarta Indonesia
  14. Academic paper: ”Evaluation of Fingerprint Orientation Field Correction Methods”, A.A. K. Surya, A.S. Nugroho, and C. Lim, Proc. of International Conference on Advanced Computer Science and Information System 2011, pp.353-358, Jakarta, Indonesia, 17-18 December 2011 (http://ieeexplore.ieee.org/xpls/abs_all.jsp?arnumber=6140757)
  15. Student from IT Faculty Wins Second Place in Tokyo Tech Indonesian Committee Award, Source:  http://fit.sgu.ac.id/blog/student-from-it-faculty-wins-second-place-in-tokyo-tech-indonesian-committee-award/

Link ke tulisan di blog ini yang berkaitan dengan kegiatan e-KTP maupun biometrics

  1. Diskusi seputar Smart Card e-KTP
  2. Teknologi apa saja yang berada di dalam kartu kecil e-KTP ?
  3. Gagal absen setelah mesin absensi diganti
  4. Catatan Kunjungan Kerja ke Unique Identification Authority of India (UIDAI)
  5. Teknologi Biometrics dalam e-KTP
  6. Sekilas mengenai biometrics
  7. Our new Laboratory at Puspiptek Serpong dedicated to Image Processing & Computer Vision

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam research | 13 Komentar »

Attitude minimal kepada klien

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada April 29, 2013

Seorang teman cerita, saat ke bank X, staf yang menerima tamu tetap duduk dan melontarkan pertanyaan dengan kasar “mau apa ?”. Teman saya kaget dengan pelayanan semacam ini. Saat dijelaskan mau transfer ke mata uang asing, dijawab dengan kaku “tidak bisa”. Sampai akhirnya, petugas dari dalam keluar dan menjelaskan dengan bahasa yang ramah dan santun. Saran saya ke teman tsb. lain kali kalau ada pelayanan spt itu, tenang saja dan tanya ke ybs “Namanya siapa ? Baik. Saya akan telpon dan laporkan cara anda melayani saya seperti ini pada atasan anda !”. Syukur kalau bawa kamera, fotolah dia. Dengan gertakan semacam itu, saya kira ybs akan keder, karena nasibnya di ujung tanduk.  Sikap seperti itu menunjukkan bahwa dia adalah orang yang tidak bersyukur, bahwa dia sudah mendapat pekerjaan. Nasabah tidak memerlukan pelayanan yang lebay, tapi standar sopan santun minimal itu ada. Berdiri, tersenyumlah dan sapalah dengan baik-baik. Andaikan saya atasan si staf itu, dia akan saya suruh berdiri sampai malam, dan pasang senyum. Tiap orang masuk harus disapa dengan santun, selamat pagi, selamat siang, plus senyuman manis. Kalau tidak ada orang, dia tetap harus berdiri dan tiap 3 menit berlatih memberi salam dengan baik plus senyuman…biar kapok !

Ditulis dalam Indonesiaku | Tinggalkan sebuah Komentar »

Berenang berempat

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada April 28, 2013

Berempat berenang, ngajarin AlTik agar bisa berenang. Hari ini sudah berani mencelupkan kepala, sdgkan Tika belajar meluncur. Dua hari per minggu hrs dimanfaatkan dg efektif.
BTW, berenang itu membuat hati nyaman, karena perut tidak terlihat buncit, menahan nafas di air. Begitu selesai, lenyaplah kebanggaan itu, krn perut kembali spt semula. Apalagi saat pesan makanan…wah… *tepok perut*

Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

Ristek sudah tidak langganan IEEE lagi ?

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada April 22, 2013

Di http://pustaka.ristek.go.id/main/home tidak ada lagi link untuk ke IEEE. Tapi kalau saya klik http://pustaka.ristek.go.id/main/about di sana masih ada link ke IEEE (http://pustaka.ristek.go.id/ieee/) Saat saya coba download salah satu artikel di IEEE Transaction on Pattern Analysis & Machine Intelligence, ternyata tidak berhasil. Padahal bulan-bulan yang lalu tidak masalah. Apakah memang sekarang ristek sudah tidak berlangganan jurnal-jurnal IEEE lagi ? Sayang sekali, kalau subscription ke IEEE tidak dilanjutkan. Padahal saya sudah berharap, setelah sciencedirect, IEEE, dll, kelak akan dilanjutkan ke jurnal-jurnal di group Nature, Science, dst.

Ditulis dalam research | Tinggalkan sebuah Komentar »

Thesis

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada April 21, 2013

Thesis atau skripsi adalah dokumen “sakral”, dimana nama murid bersanding dengan nama pembimbingnya. Nama pembimbing menjadi jaminan ke dunia luar, bahwa siswa itu setelah lewat fase perjuangan berat, berhak lulus dan menyandang gelar sarjana. Dokumen itu jadi saksi seumur hidup, hubungan guru-murid, kasih sayang, dedikasi guru dan perjuangan murid dalam meraih ilmu.

Dalam membimbing tugas akhir, saya berorientasi kualitas. Murid saya harus rutin melaporkan kemajuan, dan saya menemaninya menyelesaikan masalah. Adakalanya saya temani mereka mengerjakan TA, sampai lewat tengah malam. Itu semua adalah bentuk kecintaan saya kepada siswa bimbingan saya, agar anak didik saya mampu mengambil pengalaman dan pengetahuan dari penyelesaian thesis tsb. Saya ajari mereka memformulasikan masalah, menyelesaikannya, sebagai ajang latih pola berfikir, kelak kalau mereka terjun ke masyarakat.

Karena itu, saya sering prihatin kalau melihat status-status di jejaring sosial, dimana mahasiswa merendahkan kesarjanaan, skripsi dll. Misalnya dengan memplesetkan sebutan, atau menulis berniat sekali menghapus file-file skripsi, setelah lulus. Begitu bodohkah anak-anak ini ? Bodoh sekali kalau tidak suka TA/skripsi, tapi rela mengerjakan skripsi cuma demi kelulusan. Kalau murid saya berani menulis spt itu, langsung saat itu juga saya hentikan bimbingan dan usir dari ruangan saya. Langsung saya beri nilai 0, karena tidak menghargai ilmu dan menghormati perjuangan gurunya. Nabi Sulaiman ditawarkan Allah SWT: harta, kekuasaan dan ilmu. Beliau memilih ilmu, yang kemudian ketiga-tiganya Beliau raih juga. Sadarlah Nak… Bangsa ini tidak akan maju kalau cara berfikir jahiliyah seperti di atas masih dipertahankan.

Ditulis dalam kuliah | Tinggalkan sebuah Komentar »

Nasehat untuk Alya dan Tika

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada April 21, 2013

ayahSaya ingin sampaikan ke Tika dan Alya….sayang mereka masih terlalu kecil. “Nduk…bekerjalah dengan tulus dan ikhlas. Cintailah ilmu, seperti matematikawan. Matematikawan itu bekerja dalam diam, tidak populer di kalangan masyarakat, dan ada juga yang justru menolak penghargaan yang diberikan dunia, seperti kasus Perelman. Apa yang mereka kerjakan kadang sering tidak difahami kalangan awam, tapi mereka mengubah cara pandang dunia terhadap masalah. Mereka punya ketekunan, istiqomah dan keikhlasan. Itu yang harus kalian tiru.” Saya catat saja di blog, biar kelak bermanfaat untuk Tika Alya sepuluh dua puluh tahun yad.

Ditulis dalam edukasi anak | Tinggalkan sebuah Komentar »

Puisi Alya di Hari Kartini 2013

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada April 20, 2013

Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

Teman seperjalanan yang mirip denganku

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada April 19, 2013

Kereta Argo Lawu. Di sebelah saya seorang bapak yang ramah menyapa. “Ke Solo dik ?” “Ya Pak”. Beliau bercerita bhw sudah bertahun-tahun pulang balik Jogja-Jakarta. Aslinya Solo di Purwonegaran, tapi karena beristri dengan org Jogja, beliau menetap di Jogja. * Dua hal yang sudah sama dg saya, pp tiap akhir pekan & beristri Jogja. * beliau melakoni ritual tsb sejak 97, sedangkan saya sejak 2007. *sama-sama berakhir angka 7* “Saya tinggal di mess kantor di Cikini..”, katanya. Wah, mirip juga pak. Saya tinggal di dekat kantor, mess-nya pak Masno Ginting, dekat dg kantor juga. Sudah 4 point yang saya mirip dengan sang Bapak.
Kereta pun siap untuk berangkat. Sang bapak mengeluarkan baju hangat dan memakainya. Ini yang beda, karena saat ini saya masih tahan dengan kaos tipis selapis. mungkin juga krn masih muda. Mungkinkah kelak saya spt beliau juga ? Di saat usia mendekati 60, kalau naik kereta juga mengenakan jaket ? Sepertinya tidak selalu demikian, karena setidaknya kami sudah berbeda pegangan. Beliau mengeluarkan galaxy note, sedangkan saya mengeluarkan iPad. Eh…jangan-jangan beliau dapat dari lucky draw…spt saya ? Hehehehe…. Eh…..beliau sedang membaca cersil. Koq samaaa… Saya juga biasa baca khopingho dari iPad. ┐(ˇ.ˇ”)┌

Ditulis dalam gado-gado | Tinggalkan sebuah Komentar »

Alarm paginya Alya-Tika

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada April 15, 2013

Agar Tika dan Alya mudah bangun pagi, ibu merekam suara mereka, dan dipasang sbg alarm. Begini rekamannya:

Ibu: “Tika besok bangun jam berapa ?”
Tika: “aku besok mau bangun jam empat tiga puluh”
Ibu: “Ya sudah, sekarang bilang keras-keras”
Tika:”Aku mau bangun jam empat tiga puluh…banguuun….banguuuun…banguuuuuuuuuun” (teriak keras, membangunkan diri sendiri)
Ibu: “Mbul mau bangun jam berapa ?”
Alya: “mmm..jam satu”
Ibu & Tika : “waaaaaaaaaaaaaaaa……”

Rekaman itu jadi alarm, tiap jam empat tiga puluh pagi bunyi keras & berisik, sampai sekarang….tapi anak-anakku masih terlelap dg nyenyaknya :D

Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

Happy birthday, Mom

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada April 11, 2013

Hari ini almarhumah Ibu tepat berusia 70 tahun. Bapak dan Ibu mewariskan banyak kenangan, yang kalau kami teringat suka senyum-senyum sendiri. Kontras dengan Bapak yang pendiam, Ibu ramai ceritanya. Ibu juga hobby mencoba berbagai makanan kecil. Kalau kami datang, ibu akan menghidangkan beragam jajanan (makanan kecil), dan tak henti membujuk kami untuk mencoba yang ini dan yang itu. Kalau kami pamit pulang, Ibu dan bapak mengantar kami sampai ke pinggir jalan dan sabar melambaikan tangan sampai kami menghilang dari pandangan. Ibu juga dulu sabar menunggui saya saat sekolah di TK, walau datang ke sekolah selalu terlalu pagi. Di saat-saat terakhir ibu, karena sakit yang semakin berat, kadang beliau tidak ingat siapa saya, dan setelah bercakap-cakap lama, baru kemudian ingat kembali. Waktu saya lahir, masih lemah, tangan saya digenggam dan ditimang ibu. Saat beliau sakit, ganti saya yang menggenggam tangan ibu, memijat kaki beliau dan menjadi imam sholat. Cinta dan kasih sayanglah yang menyambungkan kami dengan ibu dan bapak. Sejak kami lahir, saat mereka berusia lanjut, dan juga setelah beliau berdua mendahului kami. Rumah berdinding anyaman bambu, lampu teplok dan petromax, jadi kenangan manis kami saat masih kecil. Rumah sederhana yang selalu ramai, jadi kenangan kami di hari tua mereka. Alhamdulillah, warisan mereka berdua masih kami nikmati hingga saat ini dan sampai sepanjang hayat. Yaitu cinta kasih dan kenangan manis dari mereka berdua. Ya Allah, sampaikan pada kedua orang tua kami salam dan tempatkanlah mereka di sebaik-baik tempat di sisi-Mu. Happy birthday, Mom…

Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

Menikah atau sekolah

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Maret 17, 2013

Suatu saat murid saya datang ingin konsultasi. “Pak, ….saya ingin tanya-tanya, tapi bapak jangan ribut-ribut dulu ya…” (astaga…berarti selama ini penampilan saya mirip dosen yang ribut ya ?…wkwkwkwkk ). Dia adalah murid saya, yang terkenal sangat cerdas dan jadi andalan di kampus. Sejak meraih prestasi nasional, dia saya sudah incar, agar kelak setelah selesai kuliah, bergabung dengan tim penelitian saya. Murid saya tersebut sedang ragu, apakah dia meneruskan sekolah pasca dulu atau menundanya, karena akan segera menikah dalam waktu dekat. Nasehat saya ke dia, dua-duanya adalah pilihan yang mulia. Pernikahan yang jelas tidak boleh diundur. Tinggal sekolah pascanya sekarang atau belakangan. Pilihan apapun selalu ada resikonya, tapi tidak boleh ragu. Harus berani mengambil keputusan, setelah melewati pertimbangan masak-masak. Melanjutkan sekolah pasca sarjana, sesudah menikah juga sangat bagus. Tidak mengapa diundur dulu sekolahnya. Memilih jadi ibu rumah tangga terlebih dulu pun adalah pilihan yang mulia. Kelak kalian berdua bisa sekolah bareng, sambil membina rumah tangga. Suka duka dijalani berdua. Pernikahan tidak akan mengganggu semangat belajar, maupun karir. Selama niat tolabul ilmi itu ada, Insya Allah akan selalu ada jalan. Memang sih, kalau sudah berkeluarga, cobaan itu selalu ada, perjuangan juga tidak mudah. Adakalanya sambil memegang anak yang masih bayi, mata harus melototi jurnal-jurnal penelitian yang demikian mendalam dan sulit dicerna. Adakalanya anak demam, sedangkan esok harinya harus menghadap professor dan dituntut memberikan laporan terbaik. Jangan menyerah, jangan menyerah dan jangan menyerah. Perjuangan jatuh bangun dalam meraih ilmu, memang kadangkala tidak lepas dari air mata. Ada contoh yang agak ekstrim. Saya pernah punya seorang teman, single parent. Malamnya masih menyusui anaknya, besok paginya sudah harus berangkat sendiri ke Jepang untuk menempuh S2-nya selama 2-3 tahun. Menyapih bayi itu adalah perjuangan berat, yang “menyakiti” dua-duanya, baik si anak maupun sang ibu. Anak merasa kehilangan kasih sayang dari ibunya, sedangkan sang ibu harus kehilangan kesempatan mencurahkan kasih sayang dengan menyusui anaknya. Apalagi kasus teman saya tsb., dia harus berangkat berpisah bertahun-tahun dengan anaknya. Alhamdulilllah, studinya yang penuh air mata tsb. akhirnya selesai dengan baik, dan dia telah berkumpul kembali dengan buah hatinya. Hidup ini kadangkala keras dan penuh pengorbanan demi mencapai kebahagiaan dan kesuksesan.
Kalau mengikuti perjalanan murid saya tersebut, saya ikut bahagia dan bersyukur. Semoga kalian berdua sukses di negeri seberang, meraih ilmu dan karir, sekaligus menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rohmah

Ditulis dalam kuliah | Tinggalkan sebuah Komentar »

Being Digital dan Senyum Istriku

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Maret 3, 2013

Membaca tulisan “Being Digital”-nya Negroponte, memang menarik. Dalam kehidupan, kompresi informasi itu adalah suatu hal yang lazim, terutama kalau object-nya sudah sehati. kadang-kadang 1 bit bisa merepresentasikan kalimat yang panjang. Kedipan (1 bit) di antara suami istri saat menghadapi argumentasi anak, bisa berarti “sst, jangan diprotes dulu. kita dengarkan apa yang dia mau”, yang kalau ditulis dengan ASCII code bisa lebih dari 20 byte (160 bits).
Nah…saat masih pacaran dulu, senyuman sang pujaan hati, bisa berarti “I love you.”. Tapi seiring dengan usia pernikahan,yang dua hari lagi akan genap menjadi 13 tahun, arti sebuah senyuman mengalami evolusi. “Udah ya mas….aku mau keluar dulu sama anak-anak”, dan istri saya memasang senyuman, termanis yang pernah saya lihat. Saya jawab, “iya dik. hati-hati ya..” tapi senyuman itu masih terpasang. Saya fikir mungkin apa hari ini saya terlihat begitu mempesona ya ? Oh ternyata bukan. Istri saya menyambung senyuman dengan tafsirnya… “maksudnya itu…..minta dikasih uang sakunya, dong….” * tepok jidat

Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 75 pengikut lainnya.