Corat-coret Anto S. Nugroho

Paper survey, Trip Report, Summary

Mengajar Tika membaca

Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada November 15, 2009

Kemarin waktu ke Gramedia, saya beli buku “Belajar Membaca” tulisan Nur Khoiriyah. Saya lihat bukunya sepintas menarik dan mudah diikuti anak. Kemarin Ine mencoba mengajar Tika belajar mengeja ba-bi-bu-be-bo…sa-si-su-se-so, .. Tetapi kelihatannya Tika tidak tertarik dan keburu capek. Sama alasannya dengan kalau belajar berhitung, yang begitu masuk belasan, Tika langsung bilang “Bu…Tika ngantuk” hahahaha :-)

Pagi ini saya mencoba mengajar Tika, tetapi bagian awal yang sifatnya mengeja dari kombinasi konsonan+vokal saya lewati. Saya coba langsung lompat ke bagian yang membentuk kata-kata. Misalnya “ba-ju”, “ba-ru”, “ba-tu”,
“ca-ri”, “ca-ci”, “co-ro”, dst. Tika kelihatan lebih berminat, karena kata-kata yang dibentuk sudah memiliki makna. Saya amati, ternyata Tika lebih berminat lagi belajar kalau tiap kata-kata diikuti dengan gerak badan yang lucu. Misalnya “ca-ri co-ro”, langsung saya gedubrakan pura-pura mencari coro. Tika terpingkal-pingkal ketawa, dan dia bersemangat meneruskan membaca yang lain.

Mengajarkan membaca tidak perlu di-drill seperti jaman dulu, tetapi disertai dengan gerak, lagu atau cerita, dan hal-hal yang menyenangkan anak. Dengan begitu, dia tidak merasa kalau telah diajak belajar membaca.

Ditulis dalam edukasi anak | 1 Komentar »

Suatu siang di hari Jumat

Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada November 13, 2009

Berangkat ke masjid untuk sholat Jumat dengan menggandeng Tika dg tangan kiri, dan menggendong Alya dg tangan kanan. Alhamdulillah…..Semoga berpuluh tahun ke depan, anak-anakku masih ingat dengan momen-momen indah seperti ini.

Ditulis dalam edukasi anak | Leave a Comment »

Seminar Beasiswa S2/S3 ASIST: Asian IT Student Career Route in Japan

Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada Oktober 22, 2009

Dear rekan2,

Mohon dapat disebarluaskan di lingkungan anda.

Dengan hormat disampaikan informasi mengenai Seminar Beasiswa S2/S3 ASIST (Asian IT Student Career Route in Japan) http://www.asist.tohoku.ac.jp/en/
yang akan diselenggarakan pada

Hari/Tanggal: Jumat, 23 Oktober 2009
Pukul: 10:00 sd selesai
Tempat: Ruang Seminar, Gedung C, Lantai 2, Fakultas Ilmu Komputer (fasilkom) Universitas Indonesia,
Kampus Depok, Depok, Jawa Barat http://www.cs.ui.ac.id/
Pembicara: Dr. Yuko Sato, ASIST Coordinator, Tohoku University, Japan

Abstract:
ASIST program is a program carried out by Tohoku University, which is one of the work within project for training advanced specialized international students in Cooperative Support Program for Asian IT Student Career Route in Japan, a cooperated work by the Ministry of Economy, Trade and Industry and the Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology. In order to educate excellent human resources that act as a bridge between companies overseas and Japan, we are in need of measures which acquire excellent Asian students as future executives for such Japanese companies and industrial-academic cooperated programs which include professional, Japanese education and career support to cultivate foreign human resources.

Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Salam

Rahmat Widyanto
Fasilkom UI

Ditulis dalam kuliah | Leave a Comment »

Anak-anakku sudah makin besar

Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada Oktober 4, 2009

Siang ini saya menikmati indahnya kebersamaan di tengah keluarga. Alya sudah makin besar, dan lancar menyusun kata. SPO-nya sudah mulai lengkap, bukan hanya kata kunci terpatah-patah. Beberapa saat yang lalu, saat kami lewat Manahan, Alya nyeletuk “Ibu naik kuda”, “Alya naik Tika”, “Bapak Kuda naik gendong”…waduh, yang terakhir berabe nduk. he he he.

Dua oktober yang lalu, pertama kali Alya kena strap ibu. Awalnya dia sering menampar kepala kakaknya, atau kepala ibunya. Kami kaget, karena tidak ada seorangpun di rumah yang punya kebiasaan seperti itu. Darimana datangnya kebiasaan itu ? Kemarin sudah diingatkan oleh ibu…”Alya nggak boleh nampar kepala”. Tetapi karena diulang sampai 3x, akhirnya Alya dihukum, distraap di ruang dapur (ruang dapur dan ruang tengah terpisah oleh pintu berjaring, sehingga tetap bisa terpantau). Awalnya Alya heran saja, karena tidak menduga akan kena strap. Tetapi setelah pintu ditutup, dia baru sadar, dan langsung naik teriak…hoaaa..hooa….hukuman pun tetap dijalankan. Tapi cuma 1 menit saja. Yang penting, ada pembelajaran buat Alya, bahwa menampar kepala itu tidak sopan. Setelah itu, kalau ditanya “Adik nggak boleh mu….” (maksudnya “mukul”), Alya nggak mau meneruskan tapi langsung nangis….”hoaaa….”. Begitu juga kalau ditanya “kalau mukul, nanti di….” “hoaaaa…”.

Desember nanti Alya genap berumur 2 tahun. Saat ini sedang dilatih toilet training, agar bisa lepas diaper. Diajarin kalau mau pipis, bilang dulu. Tapi seringnya waktu udah terlanjur pipis baru lapor “aduooh…pipiiis….” padahal sedang nongkrong di pungggung ibu. *Cepat pintar ya nduk…*

Tika Oktober ini genap berusia 5 tahun. Dia makin kritis, dan pertanyaan-pertanyaannya kerap lucu. Misalnya beberapa saat yang lalu tanya ke ibu,
Tika: “Bu…kenapa mbak Sekar dan mbak Puspa pakai sayap ? itu lho…yang di komputer bapak (maksudnya facebook)”
Ibu: “Oh…itu karena mbak Sekar dan mbak Puspa sudah meninggal”
Tika: “Ooo….mbah Surip sekarang juga pakai s…ayap ?”
Ibu: “Waah…ibu nggak tahu ya” hihihihi

Kalau waktu malam menjelang tidur tiba Tika sibuk menyiapkan sikat gigi dan odol buat saya, Ine, Tika sendiri dan dik Alya. Semua diajak kontes gosok gigi. he he. Ada cerita lucu, waktu kemarin tika kursus nari di sekolah. Tika terburu-buru sehingga  nggak sempat gosok gigi. Usai menari tanya ke ibunya “Bu, Pingkan tadi kok nggak pingsan ya ?” hahaha. :-) (Pingkan adl teman tika di sekolah).  Ibu kalau nyuruh tika gosok gigi memang suka bilang “Ayo gosok gigi. kalau gak teman2nya nanti bisa pingsan”.

Anak-anak sudah makin besar. Kemarin saya bilang ke Ine, “Dik,..aku pengin suatu saat merealisasikan impianku. Nganter adek dan Tika-Alya belanja, kemudian aku nunggu di coffee shop sambil baca buku”….kata Ine, “Entar kalau anak-anak udah gede, Alya udah umur 5 tahun, Tika udah 8 tahun bar…u bisa mas.” (Iya sih…kalau sekarang aku bisa diomel-omelin krn lepas tanggung jawab,..hahahaha)

Siang ini saya sibuk menghibur Tika, agar dia tidak sedih karena sore ini saya berangkat ke Jakarta. Tika maunya saya diundur berangkat ke Jakarta, bukan minggu sore tapi selasa atau Rabu. Untuk mengambil hati barangkali, Tika kemudian menyiapkan makan siang saya, menyendukkan nasi ke piring, mengatur lauk (udang tepung) dan menyendokkan mayonaise. Sambil makan dia membujuk saya agar mau mengundurkan keberangkatan ke Jakarta. Ah….bapak sebenarnya ingin selalu bersama kalian sayangku.

Ditulis dalam keluarga | 2 Komentar »

Maaf: antara Bahasa Indonesia dan Jepang

Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada September 14, 2009

Kata-kata yang memiliki arti permintaan maaf dalam bahasa Jepang relatif lebih banyak daripada perbendaharaan kata dalam bahasa Indonesia. Untuk bahasa Indonesia, setahu saya hanya ada dua: maaf dan ampun. Dalam bahasa Jepang, kata-kata yang menyatakan permohonan maaf adalah:
1. gomen nasai
2. sumimasen (deshita)
3. moushi wakenai
4. owabi wo moushi agemasu
5. yurusu

gomen nasai relatif paling ringan, misalnya karena ketidak sengajaan, dsb. Kalau akibatnya cukup merepotkan kata sumimasen lah yang dipakai. Kalau untuk sopan santun dalam surat menyurat yang dipakai adalah moushi wakenai (no desuga…). Sedangkan untuk kesalahan yang berat/fatal owabi wo moushi agemasu. Yurusu artinya memaafkan, dan kata ini yang bisa dipakai untuk mengungkapkan ampunan dari Tuhan (kami no yurushi).

Kalau untuk Idul Fitri, kata apa yang dipakai untuk “mohon maaf lahir batin” ya ? Atau mungkin tidak ada padanan kata yang tepat, karena ini sudah masalah kultur ?

Ditulis dalam nihongo | 5 Komentar »