Mewaspadai Hoax
Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Juli 10, 2006
Di beberapa milis yang saya ikuti, banyak beredar HOAX, yaitu berita tidak benar mengenai suatu hal dan diiringi
himbauan untuk menyebarluaskannya (surat berantai). Hoax ini memanfaatkan sisi psikologis dari pemakai internet,
misalnya
- menakut-nakuti ancaman dengan virus
- memberi janji/harapan hadiah tertentu jika email itu dikirim sebanyak-banyaknya
- sharing informasi memakai ayat-ayat suci (kadang dalam power point)
- kata-kata bijaksana dan berkesan, dan diikuti dengan himbauan menyebarluaskannya (seperti misalnya kalau dikirim ke 1 orang lain, akan mendapat ini, kalau dikirimkan ke 10 orang lain akan begitu, dsb.)
Ciri khas dari hoax adalah adanya himbauan untuk memforward berita itu sebanyak-banyaknya. Biasanya himbauan ini diletakkan di baris terakhir.
Sekiranya ada email yang berupa ancaman suatu virus, atau bahayanya suatu zat, dsb. walau mengaku berasal dari badan resmi atau kelihatannya penting sekalipun, perhatikan terlebih dahulu ciri berikut : jika diiringi dengan himbauan menyebarluaskan sebanyak-banyaknya besar kemungkinan berita tersebut adalah hoax dan tidak benar. Walaupun kadang mengaku berasal dari badan/perusahaan resmi.
Untuk mengecek kebenaran berita tsb. pertama kali silakan cari di internet dengan kata kunci yang sama dari email tsb.
dan tambahkan kata kunci “hoax”, atau nama perusahaan anti virus “symantec”, dsb. Misalnya kemarin saya terima
email yang menyebutkan ancaman sebuah email yang berjudul “Une Carte Virtuelle Pour Vous”. Jika searching dengan kata tsb. dan menambahkan “symantec”, sehingga ketemu informasi resmi dari symantec (perusahaan anti virus) kalau informasi itu adalah hoax.
Beberapa hoax lain yang populer (lagi) saat ini adalah:
- Di milis lain, ada juga email mengenai bahayanya aspartame, yang katanya diumumkan dari POM JKT. Setelah googling ternyata pemberitahuan itu adalah “daur ulang” hoax asli berbahasa Inggris tahun 1995.
- AIDS dari makanan
- Mars akan menjadi bintang yang paling terang (1,2)
- Temuan Dr.Khan mengenai DNA dan al quran
Jika himbauan semacam ini dipatuhi dan kita menyebarluaskannya, akan memboroskan bandwith dan padatnya traffic di internet dan kadang menimbulkan kolaps nya email system. Apalagi kalau informasi hoax itu berkaitan dengan “bukti kebenaran Al Quran”. Kalau disebarluaskan, akan membuat orang menertawakan Islam : “Ternyata orang Islam itu bodoh-bodoh, dan mereka mudah percaya terhadap berita bohong.“. Hal ini justru akan mendiskreditkan nilai-nilai luhur Islam.
Contoh-contoh hoax yang lain dapat dilihat di http://www.symantec.com/avcenter/hoax.html .
Dulu saya pernah membuat catatan ringkas mengenai hoax : http://asnugroho.blogspot.com/2003/08/virus-worm-dan-hoax.html
Moral of the story : Jangan terlalu percaya pada berita di internet, apalagi menyebarkannya sebelum ada bukti positif bahwa berita itu benar. Terlalu banyak berita bohong yang bertebaran, dan kadang memakai dalil ayat suci sehingga mudah mengaburkan kewaspadaan pembacanya.
Siksa Kubur dan Ndeso ! « Sains-Inreligion berkata
[...] Mewaspadai Hoax [...]
Etika mengutip artikel « Corat-coret Anto S. Nugroho berkata
[...] Mewaspadai hoax [...]
fatte berkata
Trims sangat bermanfaat!