Hari ini kuliah saya isi dengan latihan membuat program memakai linked-list. Kelas Jumat relatif lebih tenang dan serius daripada kelas Senin. Tapi kadang-kadang ketenangan ini berarti lain. Sebagian anak kadang surfing internet pada saat kuliah sedang berjalan. Untuk membuat suasana lain, hari ini saya tantang mereka : “Ayo..siapa yang berani maju dan menjelaskan jawaban kuis yang saya berikan ini di depan kelas, akan saya kasih nilai bonus.” Saya lihat anak-anak terkejut. Ekspresi mereka bermacam-macam. Ada yang tertarik, tapi malu-malu. Yah…karakter orang Jepang kan sama dengan orang Indonesia : sama-sama pemalu dan cenderung pasif. Saya tambahkan lagi “Mencoba nggak ada ruginya, koq. Salah nggak didenda, nggak dikurangi nilainya. Kalau benar, dapat bonus. Ayo..siapa mau coba. Kalau merasa nggak perlu bonus point, nggak usah mencoba nggak apa-apa.” Anak-anak masih belum bereaksi. “Kalau kalian tidak merasa khawatir dengan nilai ujian mid minggu depan, nggak usah mencoba nggak apa-apa.” Dan anak-anak pun sama cengar-cengir. Bukannya mereka nggak khawatir dengan nilai ujian mid minggu depan, tetapi mereka malu kalau salah di depan kelas. ha ha ha. Saya lihat trik ini berhasil mengubah suasana kelas menjadi menyenangkan. Mereka saling ragu-ragu. Gatal-gatal ingin maju, tapi khawatir kalau salah akan jadi bahan tertawaan. Akhirnya satu anak berani mencoba ke depan. Saya suruh agar menjelaskannya memakai suara keras : “Ooki koe de minna-ni yutte ne !“.
Minggu depan rencananya akan ujian mid. Ujian mid ini nanti untuk memperoleh 30 sampai 35 point dari keseluruhan total 100 point mata kuliah ini. 50 point diperoleh dari hasil ujian akhir, dan 15 atau 20 point dari latihan dan PR mingguan. Selama 2 tahun kemarin saya tidak mau mengadakan ujian ulang bagi yang gagal. Saya tekankan kalau kesempatan memperoleh nilai hanya sekali. Kalau gagal, silakan mengulang tahun depan. Nggak akan ada ujian ulang !
Ujian mid minggu depan sekitar 6 atau 5 soal, dalam waktu 1 jam. Salah satu soalnya saya beritahukan hari ini, agar mereka siap-siap : “Jelaskan dengan gambar bagaimana implementasi queue memakai linked-list ! Apakah kelebihan dan kekurangannya kalau queue tersebut diimplementasikan memakai array ?”.

