“Rejibukuro ga kieru hi” artinya hari menghilangnya kantong plastik (di Indonesia kita sebut “tas plastik”) yang di kasir (supermarket). Aksi ini baru saja mulai dilakukan di beberapa supermarket Jepang. Saat membayar belanjaan di kasir, kantong plastik untuk membawa belanjaan tidak diberikan secara gratis, melainkan dikenakan harga 5 yen per unit. Pelanggan diminta untuk membawa kantong sendiri (マイバッグ) jika tidak ingin mengeluarkan uang untuk membeli plastik. Aksi ini dilatarbelakangi oleh masalah pemborosan natural resources (資源) , disamping juga masalah gomi (sampah) yang merupakan isu serius di Jepang. Acara SuperMorning Nagoya TV pagi ini melaporkan, menurut survey pemakaian kantong plastik selama satu tahun di Jepang sebanyak 30.5 milyar lembar, atau rata-rata per orang memakai 300 lembar kantong plastik dalam setahun. Di Aeon dilaporkan bahwa rasio pengunjung membawa mybag (マイバッグ持参率) saat ini sekitar 22%, dan diprediksi akan mencapai 50% di tahun 2010.
Oh ya, dulu saya pernah salah mengucapkan tas plastik sebagai “purasuchikku kaban” karena langsung menterjemahkan dari “tas plastik”dalam bahasa Indonesia. Kasirnya bingung, karena di Jepang tas plastik itu disebut dengan purasuchikku bukuro (kantong plastik).
Related Links
- http://www.asahi.com/life/update/0111/004.html
- http://www.yomiuri.co.jp/atmoney/news/20070111ib01.htm
- http://mytown.asahi.com/toyama/news.php?k_id=17000000701120003


