Corat-coret Anto S. Nugroho

Paper survey, Trip Report, Summary

Arsip untuk Januari 24th, 2007

Diproteksi: Catatan Kegiatan Mingguan 22-28 Januari 2007

Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada Januari 24, 2007

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:


Ditulis dalam scheduler | Masukkan kata sandi Anda untuk melihat komentar

Berburu Tikus

Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada Januari 24, 2007

Tikus adalah binatang yang cerdik. Waktu kecil salah satu kartun favorit saya adalah Speedy Tikus, aslinya Speedy Gonzales: “arriba arriba…andale..andale….”. Tapi di dunia nyata, sang Gonzales ini bukanlah teman yang menyenangkan sama sekali . Saya jadi ingat saat masih tinggal di Jakarta, saya pernah memasang perangkap tikus, berupa kertas dengan lem yang kuat warna hitam. Jebakan itu saya taruh di depan cermin. Tapi yang pertama kali masuk perangkap justru saya sendiri. Saat mau menyisir rambut di depan kaca, saya tak sengaja menginjak perangkap itu. Ehm…malu-maluin aja…hi hi :)

Di Jepang pun mister Speedy Gonzales ini pun membuat masalah juga. Beberapa bulan terakhir ini, rumah kami terganggu olehnya. Bukan hanya roti atau makanan kecil, bahkan sabun, kabel pun diterjang dan digigitinya. Awalnya kami tidak ingin membunuh tikus itu dengan racun, karena khawatir kalau mati akan berbau busuk. Kalau mudah diambil sih sebenarnya nggak masalah. Yang repot kalau matinya berada di kolong yang sulit dijangkau. Wah, bakalan sulit untuk mengeluarkannya.

Tetapi karena gangguan itu tak kunjung reda, akhirnya saya pasang racun tikus di balik almari es. Saya coba produk Dethmor. Racun tikus ini ternyata kawaii, berwarna pink (orang Jawa bilang “jambon”). Mungkin tikus termasuk binatang genit ya, sehingga senang warna pink. :-) Racun ini berbentuk butir-butir yang ukurannya cocok untuk mulut tikus, dan terbuat dari bahan yang disukai tikus. Jenis racun yang dipakai di produk ini adalah warfarin. Jika termakan oleh tikus, warfarin akan bekerja dengan cara membuat perdarahan pada bagian dalam retina, sehingga menurunkan daya pandang tikus. Hal ini menyebabkan tikus ke luar, mencari tempat yang terang. Selang beberapa hari kemudian tikus akan mati karena perdarahan di dalam perut. Tikus sengaja dibuat agar tidak segera mati begitu makan racun ini. Hal itu karena tikus sangat sensitif dan mudah curiga. Kalau ada kawannya yang mati begitu menyantap satu makanan, teman-teman tikus itu akan mengetahui bahwa makanan itu beracun dan berusaha menghindarinya. Begitu penjelasan yang tertulis di bungkus.

Gambar di bawah, sebelah kiri adalah saat racun itu ditaruh (20 Jan 07, 09:15 am), sedangkan sebelah kanan adalah selang sekitar 4 hari kemudian (24 Jan 07, 01:16 am). Sepertinya sih belum ada perubahan signifikan terhadap volume pil pink. Malah sepintas terlihat racun-nya bertambah.. hm..racun dibalas racun nih, amigo :(

Ditulis dalam keluarga | 2 Komentar »