Setelah tak tersentuh hampir dua bulan, akhirnya hari ini saya sempat ngutak-atik lagi robot mindstorms-kun (sebut saja maindo-kun). Jumat kemarin setelah selesai dirakit, robot ini saya bawa pulang ke rumah. Maksudnya barangkali Tika tertarik dan bisa saya ajak main bareng. Tapi saat robotnya jalan, Tika justru ketakutan dan lari menjauh. Mungkin karena tampangnya yang nggak manis seperti Barbie, atau kawaii (lucu) seperti Snoopy, sehingga membuatnya takut. Saya lupa, kalau anak perempuan lebih suka main-main dengan boneka atau alat memasak, sedangkan robot mungkin menarik bagi anak laki-laki
Kesan saya, kit ini sangat menarik dan merangsang kreatifitas anak, maupun dewasa karena bisa dipakai pada berbagai tingkat kesulitan. Panduan dasar untuk merakitnya juga tidak sulit. Tidak ada tulisan satu baris pun ! Sebagai gantinya panduan itu memuat foto-foto yang menjelaskan secara urut, bagaimana satu komponen harus disambungkan dengan yang lain, sehingga bisa dipraktekkan bagi anak usia SD sekalipun. Adapun bagi usia remaja dan dewasa, kit ini dapat dipakai sebagai sarana belajar pemrograman robot. Misalnya bagaimana membuat program agar robot itu belok ke kiri jika mendengar tepuk tangan sekali, dan belok ke kanan jika mendengar tepuk tangan tiga kali. Untuk seri NXT, kit ini sudah dilengkapi dengan sensor suara, sensor sentuh, sensor cahaya, sensor ultrasonik dan 3 buah servo motor.
Di kampus saya, kit sejenis dipakai untuk praktikum mahasiswa tingkat II sebagai awal pengenalan robotika. Yang dipakai bukan Mindstorms NXT, melainkan versi sebelumnya. Mindstorm memang bagus untuk keperluan edukasi, tetapi tidak cukup kalau dipakai untuk keperluan riset. Saat saya konsultasi ke Kanoh-sensei, robot yang bisa dipakai untuk tujuan riset sangat mahal. Setidaknya seharga 500 ribu yen (5000 USD) agar dapat dipakai untuk programming yang “aneh-aneh”. Nggak pengin beli ah, kalau semahal itu, kecuali kalau dapat grant
Kit NXT yang dilengkapi dengan kit suplemen dapat dipakai untuk membuat robot yang berjalan dengan dua kaki. Mungkin yang dimaksud adalah AlphaRex. Kata teman saya yang sudah selesai merakitnya perlu waktu semalam suntuk. Katanya, lebih baik mengajak teman untuk merakit bareng komponennya agar bisa cepat selesai. Barangkali nanti saja kalau saya sudah khatam belajar dasar-dasarnya, baru akan mencoba jenis yg lebih sulit.
Pff…akhirnya ! Setelah semalaman nggak tidur, minggu pagi ini (06.45 am) saya berhasil membuat program sederhana. Kalau bertepuk tangan sekali, maindo-kun akan belok ke kiri dan maju jalan (melaju terus) hingga ada tepuk tangan lagi. Kalau tepuk tangannya dua kali, doi akan belok ke kanan. Sebenarnya mau saya tambahkan sedikit agar :
- Kalau saya tepuk tangan sekali, si maindo-kun akan bilang “Good Job !”, baru belok kiri dan maju jalan
- Kalau saya tepuk tangan dua kali, doi akan bilang “Thank you !”, baru belok kanan dan maju jalan
Tetapi ternyata kendalanya pada memory yang terlalu kecil untuk menerima perintah sederhana seperti itu …grrrh….
Hm…it’s time to bed, soalnya jam 11 siang nanti ada pengajian KMI di Lobby Meikodai. Have a nice dream.
Links & References
- http://mindstorms.lego.com/
- Mindstorm NXT Orange Book The jewel box of ideas
- http://www.legoeducation.jp/mindstorms/about/index.html