Di blog mas Sani, diceritakan kalau tulisannya dikutip harian Suara Pembaruan tanpa sepengetahuannya. Dalam kutipan di SP judulnya tidak diubah, sehingga isinya tetap tersampaikan. Hal yang sama juga saya alami, dan pernah saya ceritakan di sini. Ada dua persamaan antara artikel mas Sani dan artikel saya:
- Sama-sama dipublikasikan di beritaiptek
- Link ke artikel mas Sani
- Link ke artikel saya
- Dipublikasikan di SuaraPembaruan tanpa kontak dengan author-nya
- Link ke artikel mas Sani di SP
- Link ke artikel saya di SP
Sebenarnya kalau kontak ke authornya, saya kira tidak ada yang keberatan tulisannya dimuat ulang di tempat lain. Justru si penulis merasa senang karena tulisannya bisa bermanfaat bagi masyarakat luas. Hal yang mengganggu adalah mengapa pemuatan ulang itu tidak dimintakan izin terlebih dahulu ke penulis aslinya ? Apalagi judul artikel saya diubah sehingga maknanya tidak tepat.
