Minggu ini saya agak sutris, karena banyak agenda yang harus diselesaikan. Rasanya saya belum bisa me-manage waktu dengan baik. Berikut catatan kegiatan saya dalam minggu ini
- Senin ternyata libur nasional ya ? Saya nggak ingat kalau libur. Padahal udah siap-siap berangkat. Kalau libur berarti saya nggak bisa ke kampus karena school bus juga libur. Padahal bus ini satu satunya alat transportasi dari josui eki ke kampus. Alternatif lain tentunya memakai taxi, tetapi cukup mahal. Sampai kampus 1500 yen. Akhirnya saya kerja di rumah saja. Eh..nggak jadi kerja ding. Tapi mendadak mengajak Tika dan Ine ke Aquarium di Nagoya Port. Waaah….Tika takjub melihat ikan lumba-lumba yang mlayu-mlayu ke sana ke mari (note : mlayu-mlayu artinya lari-lari, dipakai Tika untuk menyebutkan sesuatu yang jalan cepat, seperti mobil yg sedang lari cepat dsb).
- Selasa siang hadir di kyoujukai (rapat jurusan), jam 3 siang s/d sekitar 7 malam.
- Menyelesaikan koreksi ujian akhir struktur data dan algoritma I (Bachelor semester ke-2). Taihen bener rasanya memeriksa satu demi satu tulisan 132 anak. Apalagi kalau nilainya nggak memuaskan. Sebenarnya koreksi sudah saya lakukan sedikit demi sedikit. Tetapi ternyata tidak efektif, dan lebih baik dikebut Karena kalau kerja di rumah saya nggak bisa konsentrasi, akhirnya saya ijin ke Tika dan emaknya untuk bermalam di kampus Rabu malam. Hari Kamis siang akhirnya saya selesai juga koreksinya.
- Kamis siang diskusi ttg. riset dengan mas Evri
- Jumat pagi ujian ulang matakuliah Struktur Data & Algoritma untuk anak-anak tingkat II. Siangnya saya menyelesaikan penilaian aktifitas studi siswa melalui PR dan latihan yang saya berikan. Hari Jumat sore baru selesai memberi penilaian. Cukup banyak juga yang rontog kali ini, dan harus mengulang lagi tahun depan. Policy saya dalam kuliah memang agak kibishii, karena mata kuliah saya wajib. Jadi aturannya sbb.
- Saat masuk hari pertama kuliah, mahasiswa harus menyusun PR musim panas (natsu kadai) yang diberikan oleh sensei yang mengajar mata kuliah Dasar Pemrograman. Tujuannya agar selama liburan musim panas yang hampir 2 bulan mahasiswa tetap mengulang materi pemrograman, sehingga siap mengikuti mata kuliah saya.
- Tiap pertemuan selalu ada PR programming (shukudai) dan harus disusun minggu berikutnya
- Tiap pertemuan selalu ada latihan (enshuu) dan harus disusun pada hari itu juga
- Ujian diselenggarakan 2 kali : mid semester (chuukan shiken) pada pertemuan ke-8 dan ujian akhir di bulan Januari (kimatsu-shiken)
- Nilai akhir : 5 point dari natsu kadai + 5 point dari shukudai + 5 point dari enshuu + 35 point dari chuukan shiken + 50 point dari kimatsu shiken
- Kriteria penilaian : S (90-100), A (80-89), B (70-79), C (60-69), D (kurang dari 60) dan F (tidak ikut ujian, atau kehadiran kurang dari 2/3 nya).
- Nilai D dan F berarti tidak lulus, dan harus mengulang lagi tahun berikutnya. Saya tidak mengadakan ujian ulang bagi mahasiswa tingkat I, karena mata kuliah saya bukan yang dapat difahami dengan sistem kebut semalam. Jadi pendapat saya, siswa yang tidak lulus, lebih baik mengulang lagi tahun depan.
- Perkecualian untuk anak-anak tingkat II dan IV. Bagi anak-anak tingkat II dan IV saya akan mengadakan ujian ulang jika siswa gagal pada ujian akhir bulan Januari, sesuai dengan aturan kampus. Hal itu dikarenakan tingkat II dan IV adalah tingkat penentuan, apakah siswa boleh naik ke tingkat III dan masuk zemi atau tidak. Sedangkan untuk anak tingkat IV ujian tsb. adalah penentuan mereka boleh lulus atau tidak. Bobot soal tidak saya bedakan, walaupun untuk ujian ulang. Saya buat agar kira-kira levelnya sama dengan soal ujian akhir. Saya tidak ingin kualitas kuliah dan ujian diturunkan hanya untuk mendongkrak angka kelulusan. Tetapi, saya sampaikan ke siswa kalau saya bersedia memberikan bimbingan di luar jam kuliah sampai siswa benar-benar faham. Sayangnya yang konsultasi ke saya adalah justru anak-anak yang relatif bagus nilainya. Anak-anak yang mengkhawatirkan justru diam saja. Atau konsultasi ke saya beberapa menit menjelang ujian.
- Jumat siang saya ngutak-atik server kampus yang memakai Vine Linux untuk mengubah port No. untuk SSH, agar saya bisa login dari luar kampus. Tapi koq nggak ketemu yah ?
- Jumat malam membereskan file-file kuliah untuk diberikan ke sensei yang menggantikan saya tahun depan. Sampai di rumah mengerjakan PR ngoprek blog-nya OssyBonny-san
- Sabtu packing barang. Saat istirahat saya menemani Tika melihat rekaman chibimaruko-chan. Bagus banget memang film ini. Menggambarkan perkembangan ideal emosi seorang anak, seperti apa anak harus tumbuh dan berkembang wajar dalam dunia-nya, bagaimana pertengkaran antara Maruko-chan dengan Tama-chan, tapi kemudian mereka berdamai dan bersahabat kembali. Saya serasa melihat lukisan yang indah. Walaupun ini cerita anak-anak tapi saya sangat menikmatinya. Mungkin mirip dengan Little House of the Prairie, yah ? Film-film ini digarap dengan serius oleh pakar yang bertangan dingin. Kalau saya ingat, sebenarnya film Unyil pun awalnya bagus ceritanya, sayang belakangan ceritanya kurang wajar perkembangannya. Harapan saya sih, film-film Maruko-chan ini lah yang mestinya disiarkan di Indonesia. Kasihan anak-anak Indonesia kalau dijejali dengan tontonan Shin-chan yang tidak edukatif. Saat saya membahas film Maruko-chan dengan Ine, eee…Tika ternyata bobok di pangkuan saya. Oalah Nduuk….









