- Farewell Party PPI Nagoya (17 Maret 2007)
Sabtu ini kami sekeluarga tidak melakukan ritual JJS (Jalan Jalan Sabtu). Barangkali karena sudah kecapaian packing hari sebelumnya (dan masih juga belum kelar), Sabtu siang kami menghadiri farewell party PPI Nagoya. Setelah presentasi Yogya Update dari Dr.Irwan Meilano, dan istirahat (makan-minum, sholat) acara dilanjutkan dengan farewell lectures. Saya mengawali sesi siang dengan presentasi “Sayonara Nagoya” (judulnya memang nge-dangdut, tapi biarin ah
soalnya nggak ketemu judul lain yg lebih pas), mengenai kesan saya selama tinggal di Jepang. Selanjutnya pembicara kedua adalah pak Risa Suryana(Fisika Material), dan ditutup dengan presentasi dari Pak Wisnu Jatmiko (Robotics), yg tahun ini mereka merampungkan doktornya di Nagoya University. Acara ditutup dengan foto-foto bersama dan penyerahan kenang-kenangan.



- Sanlat KMI Nagoya (18 Maret 2007)
Hari Minggu Tika mengikuti kegiatan pesantren kilat. Temanya adalah “Ayo Belajar Berhaji, Ayo Mengenal Tanah Suci” diasuh oleh Yanda Haji Dr. Gunawan. Antara lain acaranya berupa kamishibai (紙芝居), yaitu cerita bergambar. Salah seorang panitia, yaitu Ibu Nunun Hadiko, memperlihatkan gambar, dan diiringi dengan ceritanya. Tema ceritanya “Aji naik Haji”. Pengisi suara saya dan Ine (sebenarnya udah nggak sempat lagi rekaman. Tetapi apa boleh buat, terpaksa saya menyerah pada paksaan Ine agar mau mengisi suara Aji
). Tika kelihatan senang banget bertemu banyak teman-temannya, karena kalau di rumah biasanya cuma bertiga saja. Oom Gun kelihatan piawai banget mengajar anak-anak itu thawaf, sa’i dan melempar jumrah. Sepertinya KMI beruntung, yang memandu acara haji sekaliber pembina pramuka (dulu Oom Gun ini memang aktif di kepramukaan). Untuk kamishibai-nya mbak Nunun istrinya Oom Gun juga mahir memainkan gambar. Seperti Oom Gun juga, mbak Nunun juga aktif di kepramukaan. Bu guru Murni udah nggak perlu dijelaskan lagi, memang jagoan dalam urusan beginian. Bu Guru Nining di Indonesia berpengalaman jadi guru SD Al Firdaus Solo. Demikian juga teman-teman yg lain. Saya rasa nggak cukup deh blog ini untuk mengulas kepiawaian teman-teman dalam menyelenggarakan acara kemarin. Sebelum ditutup, tiap anak diminta menampilkan ketrampilannya. Kalau saya amati, sepertinya ketrampilan si anak itu nggak jauh beda dengan bakat ortunya. Rila yang main biola, memang ayahnya (ibunya juga kali) jago main gitar. Tika yang joget sakana (walau kemudian demam panggung), ini nurun ortunya yo nduk.
Azka main ayatori, juga nggak heran, karena ayah ibunya pramuka sejati (cinta bersemi di pramuka kanaa ?
). Putera-puteri pak Efendi & pak Doni yang mengaji, menyanyi lagu-lagu Islami, orang tuanya juga aktifis kerohaniahan. Fira puteri Roni-san menyanyi lagu Jepang, ortunya dosen bahasa Jepang dan suara ayahnya memang bagus. Semoga saja kelak anak-anak kami jadi anak sholeh, sholehat, bakti pada ayah bundanya.
Dokumentasi