Corat-coret Anto S. Nugroho

Catatan kehidupan

  • Corat-coret Terbaru

  • Maret 2007
    S S R K J S M
    « Feb   Apr »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • Kategori

  • Arsip

Arsip untuk Maret 22nd, 2007

Pindahan barang : dari lab. ke rumah, dari rumah ke pelabuhan

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Maret 22, 2007

Tiga hari belakangan ini saya hampir tidak sempat mengerjakan hal lain kecuali packing, packing dan packing. Mabuk rasanya melihat barang yang begitu banyak harus dikemas satu per satu, diteliti mana yang harus dibawa, mana yang harus dibuang. Setelah di-pack, di-lakban, ditali dan diberi nama dan nomer. Rasanya koq nggak selesai-selesai, padahal waktu sudah mepet. Pantas saja ada teman yg tanya ke Ine, “Mas Anto udah sampai menjerit belum ?”. Teman kami tsb. dulu pernah seperti ini juga, sampai menjerit. Bagaimana tak akan menjerit, kalau dari pagi sampai tengah malam, mengerjakan hal yang sama. Badan sakit, kepala pusing, pinggang sakit. Lengkap sudah deh, he he he. :D

Untuk mengangkut barang, bisa memakai beberapa alternatif : unsogaisha (perusahaan pengangkutan), hikkoshi gaisha (perusahaan yg mengkhususkan pada pindah rumah/kantor), takkyubin (pengiriman paket kilat), dsb. Unsogaisha biasanya hanya membantu pengangkutan barangnya saja, tetapi umumnya tidak membantu proses memasukkan barang dari dalam rumah ke mobil. Sedangkan hikkoshi gaisha, tarif yg ditetapkan sudah termasuk di dalamnya tenaga untuk memasukkan barang dari dalam rumah ke mobil mereka.

SENIN (19 Maret 2007)

Senin (19 Maret 2007) saya mengangkut barang dari lab. di kampus Chukyo di kota Toyota ke rumah (Showa-ku Nagoya) memakai jasa Akabo (Takeuchi san). Jarak kedua tempat sekitar 30 km. Pak Takeuchi datang di kampus sekitar pk.10 pagi, dan kami langsung mulai memasukkan barang ke mobil beliau. Kardusnya bervariasi, yang paling besar berukuran 49cmx45cmx35 cm. Berat rata-rata 25 kg, total 10 kotak. Saya sempat ditegur oleh pak Takeuchi, mestinya kalau bawa buku seperti ini jangan pakai kotak ukuran besar, tetapi pakailah ukuran kecil. Saya jelaskan ke beliau, kalau terpaksa saya harus pakai kardus besar, karena mengikuti petunjuk pengepakan dari perusahaan yg saya pakai untuk pengiriman barang kali ini. Menurut aturannya, kardus diusahakan agar volumenya sekitar 0.1 m3. Ternyata informasi ini kurang begitu mudah difahami oleh perusahaan pengangkutan (unsogaisha), karena mereka umumnya terbiasa membicaran ukuran kotak dari sisi volume, tetapi lebih memperhatikan panjang x lebar x tinggi-nya. Bagi unsogaisha, informasi ini sangat vital untuk menentukan berapa kardus yang bisa dimuat dalam satu kali jalan.

Foto-foto lab. saya setelah barang-barang dipindah ke Nagoya:

1. Ruang kerja saya di kampus Chukyo

2. Ruang kerja Nugroho-zemi yang sudah dikosongkan

Sesampai di rumah, rasanya lega. Tahap pertama sudah terlewati. Hanya saja rumah kami yang sempit ini jadi mirip kapal pecah. :D

SELASA (20 Maret 2007)

Hari Selasa, saya ke Sakae mentransfer pembayaran uang pengiriman barang. Di sini saya ketemu masalah juga. Ternyata untuk penarikan uang dari rekening di bank atau post office, sehari maksimal 500 ribu yen, padahal saya harus juga membayarkan untuk teman-teman yg lain, yang totalnya lebih dari jumlah tersebut. Terpaksa saya harus mengambil dari dua rekening yang berlainan. Selasa malam saya mulai me-lakban kotak, mengikat, dan memberi label nama. Wah, kasihan Tika. Berulangkali Tika saya marahi karena ikutan memeriahkan festival packing bapak-ibu nya. :D Gomen yo, nduuk. Setelah selesai sekitar 7 kotak (dari total 28), tengah malam saya ikutan tidur.

RABU (21 Maret 2007)

Hari Rabu sebenarnya hari libur nasional. Tetapi kali ini kami tidak dapat kemana-mana selain nongkrongin kardus. Saat bangun pagi, pinggang saya terasa sakit. Barangkali karena kaget, seperti orang yang tanpa pemanasan langsung marathon. Hari Rabu adalah yang paling melelahkan. Dari pagi sampai malam, kami berkutat dengan packing. Kalau saat ujian, kata pak guru “selesai nggak selesai harus disusun”, maka kasus saya “mau nggak mau harus selesai hari ini, karena besok harus disusun” :( Agar pekerjaan bisa efektif, kami bagi tugas : saya yang mengepak dan menali, sedangkan Ine yang menempel label nama dan nomer kardus. Alhamdulillah, akhirnya selesai juga proses packing ini pk.23.30 malam.

Selain masalah packing, kami juga menerima kunjungan/inspeksi dari Ibu Yukie Masaki, oyasan (pemilik rumah). Setelah memeriksa kondisi rumah setelah kami tempati selama 4 tahun, beliau menginformasikan kalau tatami dan fusuma akan diganti. Dengan demikian, dari deposit yang kami bayarkan saat pertama kali masuk, akan diambil sebagian untuk perbaikan tsb. dan sisanya akan dikembalikan tgl.27 Maret, sehari sebelum check out. Ini pertama kali saya bertemu langsung dengan Bu Masaki, karena saat masuk rumah semua administrasi lewat fudosan (broker). Saya laporkan juga ke beliau beberapa masalah rumah kami, terutama berlubangnya beberapa tempat hasil karya tikus yang sejak 6 bulan yang lalu mulai berkeliaran di rumah kami.

KAMIS (22 Maret 2007)

Pagi hari saya ke seven eleven untuk memfotocopy beberapa dokumen. Pk.06.30 kawan Jepang saya datang ke rumah, untuk membantu mengangkat barang. Setelah minum teh hangat, pk. 7 pagi, kami berdua mulai menurunkan barang dari kamar saya di lantai 3 ke lantai 1, agar proses memindah barang ke mobil Akabo bisa berjalan lancar. Yang membuat pekerjaan ini jadi berat karena di rumah saya tidak ada elevator :D Sekitar pk.8 kerja kami selesai, dan kamar jadi longgar. Wah, Tika jadi senang, karena ruang bermainnya tambah luas. Pak Masuda, supir Akabo, datang sekitar pk.08.15 am. Kami mulai memasukkan barang ke mobil beliau. Total barang saya 28 kardus, 2.5 m3,kira-kira 530 kg. Untung semua barang bisa masuk ke mobil pak Masuda.

Foto kiri atas : mobil Akabo yang diparkir di depan tempat tinggal kami
Foto kanan atas : kardus Anto

Berangkat dari rumah pk.08.30, sampai di gudang pelabuhan sekitar pk.09.15 am. Barang segera diturunkan, dan kami mengambil barang teman-teman yg lain. Saat kloter kedua (terakhir) sampai di pelabuhan, waktu sudah pk.12 siang lewat sedikit. Sebenarnya saat itu sudah masuk jam istirahat siang, dan baru dibuka lagi pk.1 siang. Karena kloter terakhir, akhirnya staf gudang bersedia menerima barang kami. Alhamdulillah kami bisa menyelesaikan pengiriman barang ini pk.12.30 siang. Foto di bawah adalah suasana di gudang kontainer pelabuhan Nagoya. Semoga saja barang-barang tsb. bisa terkirim dg lancar dan selamat sampai di Indonesia. Pekerjaan yang masih tersisa adalah membersihkan lab. dan rumah. Semoga saja minggu ini bisa selesai semua.

Ditulis dalam living in Japan, persiapan pulang | 4 Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 75 pengikut lainnya.