Corat-coret Anto S. Nugroho

Paper survey, Trip Report, Summary

Arsip untuk April, 2007

Weekend di Solo

Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada April 30, 2007

Hari kamis malam saya berangkat ke Solo naik kereta Argo Lawu. Kesan saya kereta eksekutif ini cukup bersih-terawat dan perjalanannya menyenangkan. Tika saat bicara di telpon selalu mengingatkan “balon”, karena saya sudah menjanjikan akan meniupkan balon sesudah sampai di Solo. Sekitar pk.5.30 pagi saya sampai di rumah. Tika keliatan senaaang banget, dan minta digendong terus. Waah, saya serasa jadi primadona.:D

Bapak-Ibu dan kami bertiga makan pagi ke warung soto triwindu, favorite keluarga kami untuk masakan soto. Pulangnya, kami mampir ke pasar nongko, untuk membeli rumput. Ine ingin agar space yang kosong di halaman belakang ditanami dg rumput jepang, agar jadi tempat main Tika.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam keluarga | 1 Komentar »

Kakeibo (Catatan Kas Rumah Tangga)

Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada April 26, 2007

Mencatat pengeluaran dan pemasukan kas rumah tangga (家計簿 “kakeibo”) adalah satu kebiasaan baru bagi saya, yang dilakukan sejak menikah th.2000 yll. Sebelumnya, saya hanya membuat klasifikasi sederhana : menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan, dan selebihnya dipakai untuk belanja sehari-hari. Istri sayalah yang membawa kebiasaan ini ke rumah tangga kami.

Dalam membuat pembukuan, kami membagi pos pengeluaran ke 7 item : (1) makan-minum/konsumsi (2) peralatan dan buku (3) komunikasi (4) transportasi (5) barang habis pakai (6) kesehatan (7) hiburan. Salah satu manfaat yang terasa dari kebiasaan ini adalah kami bisa memperkirakan berapa sebenarnya kebutuhan hidup dalam sebulan, berapa besarnya pengeluaran untuk konsumsi, berapa kemampuan kami dalam menabung. Informasi ini kami rasakan bermanfaat untuk merancang belanja terutama belanja besar, dan membuat planning ke depan.

Awalnya, dalam membuat catatan, saya tuliskan detail tiap item belanja. Misalnya telur 1 kg berapa yen (saat itu kami masih di Jepang), beras berapa yen, susu, dsb. Tetapi lama-lama saya tidak tahan untuk terlalu detail dalam mencatat pengeluaran. Sehingga, akhirnya catatan dibuat lebih sederhana. Misalnya: “belanja bahan makan di Seiyu ….. 2000 yen, baju Tika…. 2000 yen”, dsb., dan tidak perlu dirinci satu per satu.

Saat masih tinggal di Jepang, kebiasaan ini dapat kami pertahankan. Tidak ada masalah yang kami dapatkan dengan kebiasaan pencatatan ini, karena setiap belanja selalu ada nota pembeliannya. Kalau lupa minta nota, biasanya kami masih ingat apa saja belanja dalam satu dua hari terakhir.

Tetapi, hampir sebulan sejak kami pulang ke Indonesia kebiasaan ini terhenti. Kami belum sempat melakukannya. Penyebab pertamanya adalah frekuensi belanja yang sangat tinggi. Belanja kebutuhan kami semua mulai dari nol, sehingga piranti rumah tangga dan keperluan yang lain harus dibeli satu persatu dan kadang sering mendadak, tidak direncakan lebih dahulu. Penyebab kedua adalah seringkali kami tidak mendapat nota belanja. Dapat nota belanja sekalipun, seringkali hurufnya tertulis tipis atau bahkan kadang tidak dapat terbaca. Penyebab terakhir adalah kami jarang membuka komputer, demi menghemat pemakaian listrik. Saat di Jepang kakeibo kami buat memakai Excel, sehingga mengandalkan listrik yang saat di Jepang relatif tidak terasa terlalu mahal. Mau dicatat di media analog (kertas/buku), terbentur dengan sempitnya waktu.

Setelah lewat sebulan, saya sering jadi waswas. Saya sering bertanya-tanya sendiri, berapa sebenarnya pengeluaran rata-rata dalam sebulan ? tertutup nggak dengan penghasilan ? Kalau tidak cukup bagaimana ? Usaha apa yang harus saya lakukan ? Saya rasa jeda sebulan ini sudah cukup lama, dan sudah saatnya memulai lagi menulis kakeibo lagi.

Ditulis dalam keluarga | 7 Komentar »

Ketika hujan turun lebat

Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada April 25, 2007

Sore ini hujan turun lebat di Jakarta, diiringi gelegar petir dan kilat. Rencana saya untuk cari makan sore di luar batal. Untung masih ada stock mie sedap buat makan malam.

Kalau hujan turun lebat begini, kasihan mereka yang berhujan-hujan menempuh perjalanan pulang, satu atau dua jam untuk sampai di rumah. Alangkah leganya kalau telah tiba di rumah, bertemu dan berkumpul kembali dengan keluarga tercinta, mandi air hangat, minum teh panas, bergurau bersama anak istri, melihat acara TV, sholat Maghrib berjamaah. Perjalanan berat menempuh hujan yang lebat itu, setelah terlewati, saya kira justru membuat saat-saat berkumpul kembali dengan keluarga menjadi demikian bermakna.

Lagu Chrisye “Selamat Jalan Kekasih” yg diputar teman sebelah, menyentuh hati saya, semakin menambah kerinduan untuk berkumpul kembali dengan Tika dan Ine. Ya Allah, peliharalah keluarga kami, dan satukanlah jiwa kami sekeluarga dengan kasih sayang-Mu.

resah rintik hujan
yang tak mungkin menemani
sunyinya malam ini
sejak dirimu jauh dari pelukan

selamat jalan kekasih
kejarlah cita-cita
jangan kau ragu tuk melangkah
demi masa depan
dan segala kemungkinan

jangan kau risaukan
airmata yang jatuh membasahiku
harusnya kau mengerti
sungguh besar artimu bagi hidupku

selamat jalan kekasih
kejarlah cita-cita
jangan kau ragu tuk melangkah
suatu hari nanti kita kan bersama lagi
bersama lagi
kita berdua

resah rintik hujan
yang tak henti menemani
sunyinya malam ini
sejak dirimu jauh dari pelukan

selamat jalan kekasih
kejarlah cita-cita
jangan kau ragu tuk melangkah
demi masa depan
dan segala kemungkinan

tiada yang harus kau ragukan
segalaku untukmu
walau kini kita berpisah
suatu hari nanti kita kan bersama lagi
bersama lagi
kita berdua

Ditulis dalam keluarga | 3 Komentar »

Perkembangan terbaru Tika

Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada April 25, 2007

Pagi ini saya telpon sekitar setengah jam dengan Tika dan emaknya. Selama dua minggu ini ternyata banyak perkembangan yg sudah dicapai Tika.

  1. Minta digambarkan Miffy, mobil, oleh ibunya, dan Tika kemudian yang mewarnai nya. Tapi namanya anak dua setengah tahun, bukannya gambarnya diwarnai, melainkan diusek usek shg gambar aslinya nggak kelihatan …hihihi
  2. Hafalan lagu tambahan
    1. panjang umurnya
    2. pelangi-pelangi
    3. maigo-maigo no oneko chan
    4. ookina kuri no ki no shita de
  3. Ngejar-ngejar dan nggebukin semut, tapi takut thd lalat
  4. Kalau dipamitin lewat telpon,ngajak salim (salaman)
  5. Kalau ada penjual ayam lewat sambil teriak “ayaam ayaamm”, ditirukan oleh Tika “mayaa…mayaaa” :D

Ditulis dalam keluarga | 6 Komentar »

Foto-foto Tika, ibu dan bapak

Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada April 24, 2007

Leaving Nagoya Station, diantar Asa-Alifa-Hani, 29 Maret 2007

Kansai Airport, 30 Maret 2007

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam keluarga | Leave a Comment »