Minggu-minggu ini cukup banyak agenda saya yang mengharuskan presentasi. Senin dan Selasa jelas “presentasi”, karena harus mengajar di SGU. Kamis kemarin, saya presentasi di rapat rutin internal untuk melaporkan kemajuan proyek yang kami kerjakan di kantor. Setelah itu disambung dengan presentasi ttg. bioinformatika di rapat yang sama. Sabtu besok saya mendapat kehormatan diundang pak Satrio untuk beramah-tamah dengan adik-adik kelas saya di SMA 1 Solo, dan rencananya akan cerita sedikit tentang suka duka selama tinggal di Jepang. Senin dan Selasa depan mengajar lagi, dan sekarang sedang sibuk menyiapkannya. Sedangkan Kamis depan diminta pak Chaidir untuk presentasi mengenai aplikasi TI dalam dunia kesehatan. Audiens-nya menurut beliau akan diundang dari peneliti dan praktisi kesehatan dari Depkes, RS, dsb. Wah, ini perlu energi ekstra, karena di depan ekspert yang berlainan bidang dengan kompetensi saya. Presentasi sebenarnya menyenangkan, tetapi kadang saya kerepotan juga menyiapkan materinya. Harus ada sesuatu yang baru yang disajikan ! Malu rasanya kalau “kaset lama” diputar lagi….he he
Arsip untuk September, 2007
Presentasi mode ON
Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 28, 2007
Ditulis dalam talk & seminars | 2 Komentar »
Catatan Tika
Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 26, 2007
- Kemarin seharian Tika sibuk, menghias perut ibunya dengan baju bayi. Katanya, “Dik, pakai baju ya..biar nggak dingin. Aduuh cantiknya“. Terus dia melipat baju-baju bayi. Katanya, “Tika lipat baju adik yaa“…
- Sebelum berangkat ke Jakarta, saya biasa berulang-ulang berkata ke Tika, “Tika, bapak nanti mau berangkat kerja. Entar di stasiun bilang ke bapak : Pak, titip beliin donat dan nata de coco“. Maksud saya agar Tika sudah siap-siap, dan nggak menangis waktu saya pergi karena bisa nitip makanan kesukaannya. Biasanya sih, selama ini Tika nggak nangis dan tersenyum melambaikan tangan saat saya masuk ke stasiun Solo Balapan. Tetapi hari Minggu kemarin ceritanya agak lain. Saat saya bilang “bapak nanti mau berangkat kerja ya“, Tika menjawab “Iya. Tika juga mau kerja“. Lho, Tika kerja mau cari apa ? “Cari donat“, gitu katanya
Minggu malam, saya berangkat ke stasiun diantar Tika, Ine dan ibu. Sampai di stasiun, Tika mulai rewel. Tika tidak mau saya cium, karena cium itu berarti mau ditinggal pergi. “Tika mau kerja, Tika mau kerja“…begitu teriak Tika sambil menangis keras, saat saya berpamitan. Wah, berat deh rasanya (^^; Untung kata Ine, akhirnya Tika mau mengerti dan tidak bete saat sampai di rumah. Oh ya, kali ini titipan Tika ke saya nambah: donat pooh-san, donat warna hijau, nata de coco warna hijau 2 dan rasa strawberi, dan biskuat bolu. Yang terakhir ini sih gara-gara iklan biskuat ! Karena produk baru, adanya mungkin cuma di kota besar. Kami sudah cari di Solo, tapi belum ada. Donat pooh san ? Emangnya ada ? Kata Ine, ternyata itu hanya imajinasi Tika saja. Malah katanya, Tika juga pesan donat piglet ke bapak. Ha ha ha
(Piglet itu karakter babi di winnie the pooh, yang warna pink lucu) - Tika akhir-akhir ini sepertinya kangen sama saya. Di rumah sering menyanyi-nyanyi tapi diplesetkan dengan kata-kata “bapak”. Misalnya lagu “Mari pulang, mari lah pulang, marilah pulang bersama-sama“, dinyanyikan “Mari bapak, marilah bapak, marilah bapak, bersama-sama“.
Kenapa ya ? Dulu saat pulang dua minggu sekali, sepertinya Tika tidak terlalu kangen seperti sekarang. Belakangan ini saya memang pulang ke Solo tiap akhir pekan. Mungkin Tika sedang beradaptasi dengan kondisi yang baru. Setiap pulang, Tika selalu menagih ke saya untuk diajak mandi di “tweety”. Itu lho, bak mandi dari plastik bergambar tweety, yang ditiup sehingga jadi kolam renang kecil, ditaruh di kebun belakang. Tika senang banget kalau mandi di situ.
Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »
Memilih buku Datamining
Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 26, 2007
Beberapa saat yll. saya dan beberapa rekan ingin mulai rinkoh mengenai datamining, tetapi kesibukan di kantor belum memungkinkan hal tsb. terlaksana. Daripada menunda-nunda, lebih baik saya mulai sendiri saja terlebih dulu. Barangkali nanti ada yang mau ikut.
Ada beberapa buku yang sedang saya pertimbangkan untuk ditelaah : Datamining Practical Machine Learning Tools and Technique (Ian H. Witten & Eibe Frank), Principles of Data Mining (David Hand dkk), dan Data Mining no kiso (Hiroshi Motoda). Mana sebaiknya yang dipilih ? Ketiga-tiganya sama : menekankan fundamental daripada sisi aplikasinya. Jadi cocok buat dipakai belajar, karena general, nggak tailored ke salah satu aplikasi.
Buku David Hand dimulai dengan membahas hal-hal dasar seperti visualisasi, analisa data dan ketakpastian, dan berbagai teori dasar yang lain. Paruh kedua membahas materi inti seperti Descriptive Modeling, Predictive Modeling, Finding patterns and rules, dsb. Buku Motoda sensei lebih sederhana pembagiannya: teknik dasar dalam datamining, teknik advanced, preprocessing, evaluasi knowledge dan diakhiri dengan knwoledge discovery. Adapun buku Witten-Frank, membagi diskusinya ke dalam beberapa bab. Dimulai dari konsep input (instances, attributes), knowledge representation sebagai output, algoritma dasar, implementasi, dan paruh keduanya menjelaskan Weka. Buku ini sepertinya disiapkan untuk mendampingi software Weka yang mereka kembangkan.
Semuanya menarik.Tetapi dari sisi kebutuhan, sepertinya buku David Hand lebih saya perlukan. Saya ingin memperkuat fondasi teori datamining terlebih dahulu, agar nanti saat mengerjakan aplikasi nggak angin-anginan. Baru nanti setelah selesai, saya coba lanjutkan dengan buku-buku yang lain.
Yosss….hajimeyo !
Ditulis dalam reading, research | Tinggalkan sebuah Komentar »
Puspa Adinda Muthmainnah
Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 26, 2007
Foto USG Puspa 23 Agustus 2002
Hari ini, 26 September 2007, anak saya kedua genap berusia 5 tahun. Fisik-nya tidak dapat saya lihat, tapi saya percaya ruh-nya saat ini telah bahagia di sisi Allah SWT. Barangkali juga sedang bermain-main dengan kakaknya, Sarah Sekar Kinanti, di taman bunga yang mekar indah dan abadi.
Lima tahun yll., hari Rabu 25 September 2002, saya dan Ine pergi ke RS Nagoya City University Hospital di daerah Sakurayama, Nagoya, untuk periksa rutin kandungan. Saat itu usia kandungan Ine sekitar 14 minggu. Sesampai di RS, kami menunggu antrian periksa. Setelah tiba giliran, kami berdua masuk dan kandungan diperiksa sebagaimana biasa. Tetapi dokter menyampaikan informasi yang mengejutkan : anak kami telah tiada (tidak ada detak jantung). Berita ini sangat mengejutkan kami, karena sebelumnya tidak ada tanda-tanda seperti misalnya perdarahan yang mengindikasikan adanya kelainan janin dalam kandungan. Dokter menjelaskan bahwa keguguran tidak selalu disertai dengan perdarahan, seperti misalnya kasus yang terjadi pada kami. Secara statistik keguguran terjadi kira-kira 1 dari 10 kehamilan, dan semua resiko ini sama untuk semua orang. Selama ini rasanya kami sudah cukup berhati-hati. Ine tidak melakukan pekerjaan yang berat atau melelahkan. Tetapi barangkali memang sudah demikian takdirnya, bahwa anak kami dipanggil kembali ke hadirat-Nya. Kami tanyakan kepada dokter, apakah kasus ini ada kaitannya dengan kasus kehamilan sebelumnya (Sekar). Menurut dokter, keguguran ini tidak ada kaitannya dengan kasus Sekar. Untuk mengetahui lebih detailnya kami disarankan untuk mengikuti tes kromosom terhadap janin. Barangkali saja ada yang tidak normal secara genetik. Selanjutnya Ine dijadwalkan untuk dikuret pada tgl. 26 September 2007. Dengan rasa tak karuan, kami pun pulang ke rumah (saat itu masih tinggal di Marutake shataku). Sampai di rumah kami beristirahat. Berat sekali rasanya menerima cobaan ini.
Kamis 26 September 2002, sekitar pk.08.40 am, kami berangkat ke RS naik kereta. Sesuai anjuran dokter, saat itu Ine sudah mulai puasa, tidak makan/minum apa-apa setelah makan pagi. Pk.09.30 kami sampai di RS dan masuk ke kamar pasien. Sebagaimana lazimnya prosedur nyuuin (opname), Ine ditanya macam-macam mengenai data kesehatan dan data pribadi. Dokter yang menangani operasi saat itu dua orang : dr.Tsukishiro (wanita, kira-kira usia 35 tahun) dan dr. Ozaki (pria). Suster yang bertugas saat itu namanya Miyake-san. Sebelum operasi dilakukan, dokter sekali lagi memeriksa kondisi anak kami, untuk mengkonfirmasikan bahwa dia telah meninggal. Pk.13.30 Ine disuntik bius, tetapi saat itu belum terasa mengantuk. Pk.14.00 Ine masuk ke ruang operasi, dan dibius lagi (bius total). Proses kuret berlangsung selama 40 menit, dari pk.14.00 hingga 14.40. Setelah itu Ine dibawa ke kamar. Dr. Tsukishiro menyampaikan bahwa proses kuret berlangsung lancar. Ine mulai sadar sekitar pk.15.00.
Saya minta izin ke dokter, agar diperbolehkan melihat janin anak kami, sebelum diserahkan ke bagian pemeriksaan kromosom. Anak kami tsb. masih kecil, dan tentu saja belum berbentuk manusia utuh, karena usianya masih 2 bulan dalam kandungan. Kami membuat beberapa foto sebagai kenangan. Pk.17.00 dokter sekali lagi memeriksa kondisi Ine, dan akhirnya diperbolehkan pulang hari itu juga. Pk.17.40 makan malam datang, dan Ine makan malam dulu sebelum pulang. Sekitar pk.18.30 mas Bibil -tetangga kami seapartemen yang tinggal di lantai yang sama- menjemput ke RS, dan kami diantar pulang. Teman-teman Nagoya banyak yang datang ke rumah, tapi sayang tidak dapat bertemu karena kami masih berada di RS. Terima kasih sebesarnya atas bantuan rekan-rekan di Nagoya, sehingga kami dapat tabah dalam menghadapi cobaan ini. Semoga amal baik rekan-rekan mendapat balasan dari Allah SWT.
Beberapa minggu kemudian kami mendapat kabar dari RS, bahwa tes kromosom terhadap janin menunjukkan bahwa kondisinya secara genetik normal, tidak ditemukan kelainan kromosom. Dengan demikian, faktor genetik bukan sebagai penyebab terjadinya keguguran tersebut. Dijelaskan juga oleh dokter, bahwa hal itu tidak ada kaitannya dengan kasus yang terjadi pada kehamilan sebelumnya (kasus Sekar). Jadi kami tidak perlu terlalu khawatir. Dari tes kromosom itu juga diketahui bahwa anak kami berjenis kelamin perempuan, karena kromosom sex nya XX.
Kami pilihkan nama untuk puteri kami kedua : Puspa Adinda Muthmainnah. Insya Allah saat ini Puspa telah bahagia di sisi-Nya. Hanya saja kami kadang berfikir, kalau saja Sekar dan Puspa ada, barangkali rumah kami lebih meriah. Sekar saat ini usianya enam setengah tahun, Puspa satu tahun di bawahnya. Tentunya mereka nggak beda banyak dengan Tika. Ribut dan banyak ulah …ha ha ha
Maaf ya Sekar dan Puspa.Insya Allah nanti bapak dan ibu juga akan menimang dan menggendong kalian, kalau kita suatu saat semua sudah berkumpul di sisi-Nya. Amiin.
Ditulis dalam keluarga | 2 Komentar »
Foto keluarga di Nugroho Laboratory Chukyo University (2004)
Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 25, 2007
Saat merapikan file, saya temukan foto kami sekeluarga saat masih di Jepang. Kami buat saat Ine dan Tika berkunjung menemani saya di laboratorium. Senang rasanya mengingat kembali saat-saat itu. Kapan ya, kami dapat membuat foto keluarga lagi di tempat kerja saya sekarang ?
Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »
Haruskah kita (tidak) memberinya ?
Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 24, 2007
Kalau anda berjalan kaki di Jakarta, di sana sini banyak terlihat ibu-ibu menggendong anak meminta belas kasihan dari pejalan kaki yang lewat. Anaknya masih usia balita, bahkan kadang ada yang masih disusui. Pemandangan ini bagi saya sangat mengharukan, dan selalu mengingatkan pada anak saya yang masih usia balita juga. Tika -anakku sayang- bisa tidur nyenyak, makan kenyang di rumah. Sedangkan anak-anak balita seusia Tika ini diajak “ibu”-nya mengemis di jalanan. Kalau udara sejuk sih tidak mengapa, tetapi mereka lebih sering dibawah teriknya sang mentari. Banyak juga yang menginformasikan kalau anak-anak itu diperalat, dimanfaatkan untuk mengundang belas kasihan orang agar memberi sedekah kepada “ibu”-nya. Katanya hal seperti ini terorganisir. Entahlah, informasi ini benar atau tidak. Tapi yang jelas, rasanya saya tidak tega untuk tidak memberi barang seratus dua ratus perak, atau syukur bisa lebih. Bukan untuk ibu-nya sih, tetapi lebih cenderung karena kasihan melihat nasib si anak. Entah berapa banyak anak-anak yang tidak bernasib baik, sehingga melewatkan masa balitanya dalam kondisi demikian.
Ditulis dalam potret Indonesiaku | Tinggalkan sebuah Komentar »
Minggu ke-29
Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 23, 2007
Sabtu 22 September 2007 kemarin, kami ke RS.Triharsi, periksa rutin kandungan. Usia kandungan adek-nya Tika saat ini melewati minggu ke-29. Saat diperiksa, si adek aktif banget geraknya, sampai saat mau diambil gambar USG-nya bu dokter Sulis agak kerepotan. Soalnya si adek nggak mau diam…he he he. Berat badan saat ini diperkirakan sekitar 1.4 kg dan posisi kepala berada di bawah. Menurut bu Sulis, standar saat lahir, berat bayi minimal 2,5 kg, dan maksimal 4 kg. Saat ini berat badan normal dan sesuai dengan usianya. Semoga saja saat lahir pun demikian juga. Yoteibi-nya Insya Allah sekitar awal Desember 2007.
Ditulis dalam keluarga | 2 Komentar »
Nasi Goreng mana yang paling enak ?
Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 22, 2007
Membuat peringkat makanan sangat subjektif, dan posting saya ini tentu saja demikian adanya. Yang jadi standar adalah lidah saya, jadi bisa saja berbeda dengan selera yang lain. Malam minggu, kami sekeluarga buka puasa di warung Harjo Bestik, di daerah Baron, Solo. Ini gara-gara dipanas-panasi mas Andut, katanya nasi goreng krukup di warung itu the best in the town. Setelah pesanan datang, kesan pertama adalah porsinya yang jumbo ! Buanyak banget nih. Nasi gorengnya berwarna pucat, kemudian ditutup dengan telur dadar. Rasanya tipis, tapi enak. Kalau dibuat rangking, menurut lidah saya tentunya, nasi goreng ini levelnya di atas nasi goreng yang saya makan di Es Teler 77, maupun warung Mie Menteng, tetapi masih kalah tipis dengan nasi gorengnya Bakmi GM. Cuma saja, kalau ditinjau dari sisi harga dan porsinya, nasi goreng Harjo bestik ini yang paling OK punya. Harga satu porsi sekitar Rp 12 ribu an. Adapun nasgor bakmi GM enak, tetapi harganya mahal, sekitar Rp 20 ribu,-. Tetapi nasi goreng ini belum dapat mengalahkan cita rasa nasi goreng pak Kaleman. Saat masih tinggal di Solo dulu, tahun 80′an, kami sekeluarga nge-fans ke nasgor Pak Kaleman. Hampir tiap akhir pekan selalu beli nasigoreng di warung pak Kaleman. Rasanya mirip dengan nasgor bakmi GM. Warung-nya terletak di dekat perempatan, … aduuuh… apa namanya, yang dekat hotel Novotel itu lho. Sayang sekarang warung pak Kaleman sudah tidak ada, karena beliau meninggal akibat kecelakaan.
Ditulis dalam Indonesiaku | 2 Komentar »
Tips mencari tema penelitian
Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 19, 2007
Sering saya menerima pertanyaan untuk mencarikan tema riset untuk tugas akhir. Saya agak heran, mengapa pertanyaan tsb. diajukan kepada saya ? Di Jepang, untuk menentukan tema riset, kita harus banyak berdiskusi dengan dosen pembimbing. Semenarik apapun tema yang kita ajukan, kalau tidak disetujui beliau (misalnya karena di luar kepakarannya) tentunya tidak akan dapat kita kerjakan. Jadi seharusnya tema riset tsb. bukan ditanyakan ke saya, melainkan didiskusikan dengan dosen pembimbing ybs.
Bagaimana kita mencari tema riset yang baik ? Berikut adalah beberapa tips yang pernah saya terima dari dosen pembimbing, saat saya masih kuliah dulu.
Ditulis dalam kuliah, research | 6 Komentar »
General Lecture on Soft Computing
Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 18, 2007
Hari ini ada permintaan agar saya memberikan general lecture mengenai soft-computing (SC). Alokasi waktu lebih kurang 100 menit. Saya baru fikir-fikir, tema apa sebaiknya yang harus disajikan ? Barangkali untuk lebih mudah, tema pembicaraan dibagi tiga saja:
- Sisi Teori SC : Neuro (MLP, Backprop, SOM), GA, dan SVM. Sebenarnya pengin mengulas ttg. Fuzzy juga, tetapi saya tidak punya pengalaman riset dalam fuzzy, dan pengetahuan saya sebatas telaah literatur.
- Aplikasi SC :
- Yang pernah dilakukan : Handwriting Character Recognition, Meteorological Prediction, CADx (Computer Aided Diagnosis) : analisa profile mRNA dan analisa data terapi interferon.
- Yang ingin dilakukan : Biometrika, Computer Vision untuk alat bantu tuna netra (sebenarnya bagian algoritma text-localization pernah saya kerjakan, hanya saja masih terlalu banyak masalah yang belum terpecahkan…hi hi hi)
- Dinamika Riset SC di Indonesia
- Aktifitas komunitas softcomputing Indonesia (sc-ina@yahoogroups.com)
- Komunitas yang berkaitan erat dengan sc : Komunitas Datamining Indonesia (indo-dm@yahoogroups.com)
Harapan saya, dari penjelasan no.1, pendengar akan memahami konsep dasar dalam SC, yang diikuti dengan contoh-contoh aplikasinya untuk masalah riil di bagian kedua. Jadi pendengar akan memahami manfaat dari teori yang dijelaskan. Selanjutnya informasi ke-3 diperuntukkan bagi mereka yang tertarik untuk berdiskusi dan mengetahui lebih jauh riset yang dilakukan di Indonesia. Ge’….100 punkan de, setsumei dekiru no kana ?
Ditulis dalam talk & seminars | Tinggalkan sebuah Komentar »
Book Reading : Pattern Matching (Chap 8 of Bioinformatics Computing)
Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 18, 2007
Tugas malam ini adalah “mengunyah” Chap 8 buku Bryan Bergeron “Bioinformatics Computing”, yang membahas mengenai pattern matching. Isi dari bab ini sebenarnya mengenai aplikasi pattern matching di bioinformatika, yaitu pada sequence alignment (pairwise & multiple). Urutan buku Bryan memang agak lain dengan buku bioinformatika yang lain. Umumnya, topik sequence alignment ini diletakkan di bagian awal, tetapi di buku Bryan topik ini dibahas di bagian mendekati akhir. Sayang buku ini tidak dilengkapi dengan slide-slide pendukung. Saya sudah kontak ke Dr. Bergeron, dan dijanjikan akan dikirimi file-file gambar yang dipakai dalam buku beliau.
Point-point penting :
Ditulis dalam biomedical eng. & bioinformatics, research | Tinggalkan sebuah Komentar »
Hunting tiket mudik lebaran : tiket kembali ke Jakarta
Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 17, 2007
Habiss !!! Itu kayaknya kata kunci pada saat-saat orang mencari tiket mudik lebaran sekarang ini.
Untuk tiket satogaeri (kembali ke kampung halaman Solo, dari Jakarta), saya sudah berhasil memperolehnya beberapa waktu yll. Yang jadi masalah adalah tiket balik ke Jakarta. Rencananya saya kembali ke Jakarta tgl. 17 Oktober 2007. Penjualan tiket dibuka sebulan sebelumnya, jadi saya baru bisa beli hari ini (17 September 2007). Pagi ini saya ke loket pemesanan tiket di stasiun Gambir. Antriannya nggak panjang. Walau datang terbilang pagi, ternyata sekitar pk.07.25 tiket untuk perjalanan Solo-Gambir pada 17 Oktober yad. sudah terjual HABISS !!! Gimana mungkin. Atau barangkali orang sudah antre sejak tadi sahur. Tapi mestinya kalau antre dari sahur, bekas-bekas antreannya masih kelihatan dong. Ini nggak kelihatan antrean panjang. Kata petugas di loket, tiket-nya sudah diborong habis di daerah (Solo, Surabaya dsb.).
Terpaksa saya minta bantuan Ine untuk membeli dari Solo. Ine telpon ke stasiun Balapan Solo, katanya tiket Bima masih ada. Adik saya segera mengantar ibu ke stasiun untuk antri tiket, sedangkan Ine mengantar Tika ke sekolah. Ternyata di stasiun, tiket Bima untuk tgl.17 juga sudah HABISS !!! Untunglah masih ada tiket Argo Lawu, tetapi untuk keberangkatan pagi dari Solo (pk.8 pagi 17 Oktober 2007). Nggak apa apa deh….Alhamdulillah. Setidaknya tiket kembali ke Jakarta sudah ada di tangan.
Medetashii…medetashii….
Update : siangnya tiket itu ditukar dengan Argo Dwi Pangga yang berangkat dari Solo malam hari. Untung masih ada.
Related links
Ditulis dalam Indonesiaku | Tinggalkan sebuah Komentar »
Terbalik lagi
Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 15, 2007
Tika lagi-lagi terbalik ngomong ke ibu-nya. Maksudnya mau minta gosok gigi, tapi bilangnya “Bu…sogok gigi ya…sogok gigi ya….”
Aduuh, nak. Sogok gigi itu sakit lho
Yang lain :
- lengkuas diucapkan melungkas
- jauh diucapkan jadi jahuu (Bapak kerja jahuu…maksudnya bapak kerja jauh)
- Bagian dari lagu ulang tahun: “…dan bahagia” diucapkan “pan dahagia” (udah dilatih berulangkali masih salah juga)
Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »
Ramadlan di Indonesia
Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 15, 2007
Tahun ini Insya Allah saya pertama kali melewatkan Ramadlan full 1 bulan di Indonesia. Terakhir puasa 1 bulan penuh di Indonesia tahun 96, setelah itu saya tinggal di Jepang. Kemarin sore menjelang buka puasa, saya jalan-jalan “ngabuburit” di Jalan Sabang. Di hari biasa, jalan Sabang ini pusat wisata kuliner, dengan tenda-tenda warung yang bertebaran di sana-sini. Ada gudeg, soto, sate, roti canay, sampai kue puthu. Kalau biasanya warung-warung itu buka mendekati jam 7 malam, kemarin sore-sore sudah ramai. Mungkin berlomba-lomba menyediakan santapan buka puasa ya. Yang menarik dan menyolok, dimana-mana orang jualan kolak dan es buah
Sulit banget dapat giliran, karena nggak ada sistim antrian di sini…he he
Saya dan teman-teman buka puasa di kantor rame-rame. Di hari pertama buka puasa, kami beli ayam goreng. Sedangkan untuk sahur-nya, kami ramai-ramai masak ayam nugget. Yaa…cari praktisnya saja. Rasanya seperti kembali ke masa-masa kuliah, deh. Bareng-bareng beramai-ramai belanja ke Hero di lantai bawah sarinah (cowok semua lho), dan diolah ramai-ramai di dapur.
Satu pemandangan yang khas di Indonesia, tapi aneh bagi saya, adalah banyak restoran-restoran yang menutup jendela kaca-nya dengan kain, sehingga orang luar tidak bisa melihat ke dalam. Barangkali maksudnya untuk menghormati mereka yang puasa. Pendapat saya, rasanya tidak mengapa kalau kain itu dibuka saja. Masak sih orang puasa tersinggung, kalau melihat orang lain yang tidak puasa (non muslim atau muslim yang sedang berhalangan puasa) makan dan minum. Rasanya nggak apa-apa deh.
Jumat sore saya pulang ke Solo naik kereta Bima. Berangkat dari Gambir pk. 17.00. Begitu tiba di dalam, ternyata ada kejutan lagi : pramugara dan pramugari semua memakai peci dan jilbab. Acara TV di kereta juga menyiarkan lagu-lagu muslim. Yang geli ada juga lagu rock, tapi lyricnya “Aku takut neraka…aku takut nerakaa…”. Aduuh…telinga serasa dikilik-kilik. Wah….nggak match nih. Mestinya kalau mau muter lagu yang nuansa Islami mendekati buka puasa gini, yang lembut-lembut ala lagu-lagu Bimbo lah. Jangan yang model rock kayak gini. (^^;
Mendekati bedug Maghrib, para pramugara dan pramugari berpeci dan berjilbab menawarkan hidangan kolak. “Silakan pak, silakan bu”, sapanya ramah. Tapi tentu saja nggak gratis. Harganya Rp 5 ribu,-. Lumayan enak rasanya. Setelah kolak, kami diberikan hidangan malam : nasi, gudeg, telur, kerupuk, pisang, aqua daaan…. goreng ikan (nggak match nih menunya). Kalau hidangan nasi ini servis, jadi tidak perlu membayar lagi karena sudah termasuk di harga tiket (Rp 200 ribu, dari Jakarta ke Solo). Secara keseluruhan, saya puas menikmati perjalanan kereta di bulan Ramadlan ini, kecuali satu hal: AC nya terlalu dingiiiin !!!!
Hmm…Ramadlan memang menyulap suasana Indonesia menjadi serba Islami. Seandainya saja perubahan busana dan suasana ini juga diikuti oleh perubahan akhlak, alangkah baiknya. Dan seandainya perubahan ini bukan hanya di bulan Ramadlan, melainkan sepanjang tahun, barangkali korupsi dan kriminal bisa jauh berkurang. Apa baiknya tiap bulan dibuat kayak Romadlon ya ? Tapi entar tiap sore ketemu kolak terus dong
Ditulis dalam Indonesiaku | 4 Komentar »
Mathematician vs Biologist
Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 14, 2007
Ketika mengajar bioinformatika Selasa kemarin, saya meng-quote ucapan dua orang tokoh: John Nash (mathematician, pemenang Nobel ekonomi 1994) dan Charles Darwin (biologist). Ucapan kedua tokoh tsb. menggambarkan bagaimana dua bidang: biologi dan matematika (atau computer science) dahulunya merupakan dua bidang yang sulit dipertemukan.
- John Nash: “This is the important thing about factually focusing in and comprehending the area that you dealing with Mathematics is very specific, and it is an art form. No matter what these people around here will tell you especially the people from biology, Don’t listen any of those people”
- Charles Darwin : “A mathematician is a blind man in a dark room looking for a black cat which isn’t there”
Ucapan John Nash itu disampaikan dalam pidato saat menerima hadiah Nobel, menurut film “Beautiful Mind”. Tetapi kalau diperiksa di sejarahnya, fakta itu tidak pernah ada. Kehidupan Nash yg sebenarnya, katanya lebih kompleks daripada yang diperlihatkan di film.
Pertemuan pertama antara computer science (atau matematika) dengan biologi adalah saat awal Human Genome Project, dimana teknologi www & internet dipakai sebagai media komunikasi dan pengarsipan data.
Ditulis dalam kuliah | Tinggalkan sebuah Komentar »

