Corat-coret Anto S. Nugroho

Paper survey, Trip Report, Summary

Arsip untuk November, 2007

Terkena Hipertensi Esensial

Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada November 30, 2007

Melanjutkan konsultasi sebelumnya, kemarin siang saya ke RS.PKU untuk konsultasi hipertensi dengan dr.Suryo Aribowo, Sp.P.D. Mas Suryo menganalisa hasil periksa lab. saya, termasuk di antaranya rekam EKG dan foto rontgen thorax. Ringkasannya sbb.

  1. Foto rontgen thorax tidak memperlihatkan satu kelainan apapun
  2. Fungsi ginjal saya normal. Hal ini ditunjukkan dari nilai kreatinin yang normal (0.84).
  3. Kelainan awal ginjal juga tidak ditemukan. Biasanya awal perubahan ditunjukkan dari hasil periksa urine, terutama albumin. Tetapi albumin saya ternyata negatif.
  4. Satu-satunya yang tidak bagus adalah kolesterol LDL, tetapi ini pun tidak menjelaskan hipertensi
  5. Saya coba tanyakan mengenai perlu tidaknya periksa GFR (gromerular filtration rate) untuk memeriksa kemungkinan kalau hipertensi ini sekedar symptom dari penyakit lain (ginjal). Tetapi menurut mas Suryo, hasil periksa lab menunjukkan kalau ginjal saya berfungsi normal. GFR itu bisa juga diturunkan memakai formula tertentu. Tapi mestinya hasilnya nanti normal juga. Jadi tes GFR tidak diperlukan, walau kalau mau mencoba tentu saja tidak mengapa.
  6. Karena tidak ditemukan adanya kelainan yang dapat menjelaskan hipertensi, mas Suryo menyimpulkan kalau hipertensi yang saya idap ini sifatnya esensial. Berarti tidak dapat disembuhkan, karena penyebabnya tidak diketahui.
  7. Yang disarankan adalah agar saya berusaha untuk menekan tensi ke angka paling tinggi 140/90. Selain diet, mengatur pola hidup, juga olah raga. Olah raga yang disarankan misalnya aerobik, lari, jalan kaki, dsb. dan bukan olah raga yang sifatnya game.
  8. Obat yang saya konsumsi selama ini : captopril 12 mg dilanjutkan dan diamati. Kalau sekiranya tidak ada kemajuan, kadarnya ditingkatkan menjadi 25 mg. Efek samping captopril adalah batuk. Kalau batuknya ternyata sangat mengganggu, akan dicoba obat lain.
  9. Beberapa kali saya merasa sakit kepala yang cukup mengganggu aktifitas. Penyebabnya kemungkinan karena kecapekan dan kurang istirahat. Biasanya saya pakai untuk istirahat. Tetapi ada kalanya saya tetap harus bekerja, sehingga terpaksa minum obat. Mas Suryo merekomendasikan panadol atau parasetamol, yang relatif lebih ringan daripada obat “N” yg selama ini saya pakai.

Rencananya selama satu bulan ini saya coba untuk rutin dan tertib mengkonsumsi captopril dan berbagai terapi yg lain. Insya Allah satu bulan lagi saya akan konsultasi ke beliau.

BTW, sekali ke PKU Muhammadiyah kemarin alhamdulillah saya ketemu 3 teman se-angkatan di SMA1. Pertama dr.Suryo Sp.PD, kedua dr.Rusmawati Sp.A. (beliau dulu teman sekelas di Fisika 2, dan Tika kalau sakit ndokter ke tante Rusma), mas Arif Yusuf (beliau ini teman se-SMP di SMP2 dan juga se-SMA di SMA1). Senang rasanya melihat keberhasilan teman-teman saya. Semoga kesuksesan dan barakah senantiasa dilimpahkan Allah SWT kepada mereka. Amin.

Ditulis dalam gado-gado | 1 Komentar »

tiga = 6 ?

Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada November 28, 2007

Kalau anda berada di stasiun Gambir, coba naik ke jalur empat. Di sana ada sebuah papan pengumuman peringatan bagi mereka yang naik kereta tidak sesuai dengan peraturan (di atap, di masinis, dsb.). Bunyinya sbb.

“Sanksi pidana paling lama 6 (tiga) bulan”

Papannya besar dan tulisannya jelas banget. Kenapa ya, koq kesalahan tulis bisa demikian fatal. Padahal disebutkan juga bahwa ancaman itu termaktub dalam undang-undang no.23 tahun 2007 pasal 208 tentang perkeretaapian. Wah…jangan-jangan undang-undangnya salah tulis juga ?

Ditulis dalam Indonesiaku | 2 Komentar »

kacamata ibu

Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada November 28, 2007

Tika : “Ibu itu pakai apa ?”
Ibu : “Ibu pakai kacamata”
Tika: “Kalau Tika ?”
Ibu: “Tika enggak (usah)”
Tika: “Tika matanya ajaaa”

Ditulis dalam keluarga | Leave a Comment »

Memilihkan mainan untuk anak

Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada November 28, 2007

SMS dari Ine: “Tika naruh 2 krupuk di kepalaku mesem2. katanya ibu jadi cantik“…hahahaha :D

Saat pulang kemarin, saya membawakan mainan Lego kotak merah untuk Tika. Tujuannya agar dapat mengalihkan perhatian Tika dari melihat acara NHK sepanjang hari ke permainan yang melibatkan saraf motorik. Selama ini, Tika memang banyak menghabiskan waktunya untuk melihat rekaman acara Okaasan to issho yang saya buat saat masih di Jepang. Rekaman itu cukup banyak , saya kira lebih dari 40 dibuat sepanjang tahun 2006, pada berbagai musim. Tiap ganti musim, tema yang diusung dalam Okaasan to issho berlainan, dan dikemas demikian apik, sehingga mampu memikat anak agar menonton acara tersebut. Saya lebih merasa safe, kalau Tika pada usia sekarang (hampir 3 tahun) melihat acara itu daripada melihat acara-acara TV di Indonesia, yang banyak mengumbar kata-kata yang tidak edukatif, seperti misalnya “bodoh kamu”, “kurang ajar”, dsb.

Walaupun demikian, terlalu lama menonton TV juga tidak baik buat si anak. Michiko Tsuchiya, seorang peneliti Hitachi Kategi Kyouiku Kenkyuujo, melakukan survey terhadap anak usia 3 tahun yang tidak pergi ke playgroup (hoikuen), melaporkan kesimpulan bahwa 62.2% anak melihat TV lebih dari 3 jam dalam sehari, bahkan 27.0% menghabiskan lebih dari 4 jam menonton TV. Ini jelas tidak baik. Sebuah penelitian mencoba menganalisa perbedaan pengaruh melihat TV dengan aktifitas motorik menunjukkan hasil yang signifikan. Hasil analisa MRI anak-anak yang menghabiskan waktu dengan melihat TV memperlihatkan aktifitas yang terlokalisasi pada satu tempat saja, sedangkan reaksi sel saraf pada anak yang melakukan aktifitas motorik lebih tersebar. Dengan kata lain, permainan motorik lebih merangsang aktifitas neuron pada anak.

Sayangnya anak-anak sekarang sepertinya lebih memilih menonton TV ataupun main game. Saya tidak lagi melihat anak-anak bermain gobak-sodor, main gundu, lompat tali, njuk-tali-njuk emping dibawah bulan purnama, sebagaimana halnya waktu saya masih kecil dulu. Game, DVD sepertinya lebih asyik dan menarik bagi mereka.

NHK di Jepang cukup jeli dalam meramu acara bagi anak. Di salah satu program ada pelajaran cara membuat permainan dari barang-barang di sekitar kita. Misalnya membuat burung dari kertas (origami), merangkaikan kaleng bekas dan mewarnai, dan berbagai macam permainan kreatif lain yang melibatkan aktifitas motorik. Di Indonesia, rasanya saya belum pernah melihat acara semacam ini di TV. Berarti ini tanggung jawab kita sebagai orang tua untuk menjadi teman main bagi si anak, dan tidak membiarkannya keasyikan melihat DVD maupun main game.

Tika sedang main kertas koran yang direndam air

Referensi:

[1] Zero Sai karano Ikuji, Lady Bird Shougakukan jitsuyou shiriizu

Ditulis dalam keluarga | 5 Komentar »

Jalan tol di Jakarta diblokade, angin puting beliung menerjang Solo

Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada November 28, 2007

Selasa kemarin seperti biasa, saya mengajar di kampus SGU Serpong. Salah satu mahasiswa saya memberitahu kalau jalur Jakarta-Serpong terhambat, karena ada blokade oleh warga di tol ulujami. Saya jadi was-was juga, karena jadwal mengajar selesai pk.18.00 dan saya harus mengejar kereta malam ke Yogya pk.20.45 di Gambir. Biasanya saya memakai feeder bus wayTransBSD yang melewati tol yang diblokade itu, dan hanya perlu waktu sekitar 90 menit untuk sampai ke Gambir. Tetapi dengan adanya blokade, saya dengar banyak kendaraan yang akhirnya tidak dapat melewati tol itu. Saya khawatir kalau-kalau malam itu tidak dapat tiba di Gambir, shg. ketinggalan kereta ke Yogya pk.20.45.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Indonesiaku | 2 Komentar »