Corat-coret Anto S. Nugroho

Paper survey, Trip Report, Summary

Rokok

Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada Desember 23, 2007

Tika tanya ke saya, “Itu tangan bapak kenapa ?” Saya jawab, kalau tangan bapak luka kena rokok. Saat berdesak-desakan naik kereta di pasar Senen hari Selasa kemarin, ada seorang penumpang yang rokoknya belum habis. Dia ikut berdesak-desakan dan rokoknya ditenteng di bawah. Mak nyuss ! Bukannya enak makanan seperti acara Pak Bondan, tapi tangan saya tersengat api rokok. “Mas, matiin dong !” begitu saya bilang.

Saya sering dibuat jengkel oleh para perokok. Kalau merokoknya di ruang tersendiri, atau jauh dari mereka yang tidak merokok sih tidak masalah. Tapi seringkali mereka merokok tanpa mempedulikan kalau sekelilingnya banyak orang yang tidak merokok. Asapnya itu lho yang tidak mereka pedulikan akan terhisap oleh orang lain. Kadang anak kecil atau bayi pun dipaksa menghirup asap rokok itu. Istri saya yang punya asma pun akan terpaksa menghirup rokok. Dan masih banyak masyarakat lain yang terganggu oleh asap rokok mereka. Kalau mau merokok sih silakan saja. Tapi seharusnya mereka berempati kepada orang lain, misalnya dengan mencari tempat yang sekiranya asap itu tidak mengganggu bayi, anak-anak dan orang yang tidak merokok.

Satu Tanggapan ke “Rokok”

  1. Mardies berkata

    Tapi seharusnya mereka berempati kepada orang lain, misalnya dengan mencari tempat yang sekiranya asap itu tidak mengganggu bayi, anak-anak dan orang yang tidak merokok.

    Ah, seperti mimpi.

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>