Corat-coret Anto S. Nugroho

Catatan kehidupan

  • Corat-coret Terbaru

  • Januari 2008
    S S R K J S M
    « Des   Feb »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Kategori

  • Arsip

Arsip untuk Januari, 2008

Kliping pekan ini

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Januari 30, 2008

Minggu (27 Jan 2008)

Kami berdarmawisata (aduh..kata-2 ini jadul yah) ke Pandawa Waterpark yang terletak di Solo Baru. Awalnya waktu diajak Oom Andut, kami sebenarnya enggan. Penginnya sih berenang saja, kalau nggak di Agas ya di Quality. Tapi setelah melihat foto-foto di internet, waah…kayaknya perlu dicoba nih, walau cuma sekali setahun. Sampai di tempat tsb. kami bayar tiket masuk, Rp 50 ribu,- per orang, baik berenang atau sekedar mengantar. Cukup mahal sebenarnya kalau untuk hiburan di Solo. Tika bayar full, karena tinggi badan lewat 80 cm. Saat masuk, isi tas diperiksa. Makanan/minuman tidak diperkenankan dibawa ke dalam. Sampai di dalam kami berenang-renang, bermain air, ombak buatan. Wah..pokoknya asyik deh. Mirip Nagashima sparland di Nagoya. Tika senang sekali saya ajak berkeliling masuk lorong-lorong air, main luncuran. Oom Andut agak terlambat, tapi akhirnya datang juga beserta keponakannya, Amara-chan. Tante Rusma datang terlambat, karena ada panggilan tugas (operasi..he he he). Ine, Alya dan Rusma nggak ikut nyemplung. Empat jam lebih kami bermain di air. Kulit saya jadi hitam kemerahan, terbakar. Perih rasanya. Tika senang banget. Tapi jangan minta piknik ke sini sering-sering ya, Nduk. Soalnya sejak 1 Februari tiket masuk sudah naik menjadi Rp 100 ribu,- Muaahaal banged buat kantong bapak.

Senin (28 Jan 2008)

Pemakaman Pak Harto. Rumah kami kebetulan dekat dengan jalan Adisucipto, sekitar 200 meter. Saat saya ke jalan besar, pertigaan gang yang biasanya sepi, saat itu penuh dengan orang, bagaikan pasar malam. Sulit banget kendaraan lewat.

Selasa (29 Jan 2008)

Pk. 14.00, saya mengisi acara pengenalan IT yang diselenggarakan oleh WidyaKelana SMA1 Surakarta. Materi yg saya sampaikan mengenai peranan teknologi informasi dalam pembelajaran. Sorenya dikontak bu Rina dari SoloPos, mengkonfirmasikan materi yang saya sampaikan pada acara tsb. Katanya sih, acaranya akan dimuat di Solo Pos.

Ine kena flu, batuk-pilek. Aduuh, kasihan. Padahal masih ada tugas mulia lagi, yaitu menyusui Alya. Hm…siapa bilang ibu rumah tangga itu bukan satu profesi. Pendapat saya, ibu rumah tangga itu adalah profesi yang paling mulia. Dalam kondisi badan capek, flu, Ine tetap harus menyusui Alya.

untuk Alya & Tika : Nduk…besok kalau sudah besar, semoga dapat membaca tulisan bapak ini ya, agar kalian ingat, betapa besar kecintaan ibu-mu pada kalian.

Rabu (30 Jan 2008)

Muncul di SoloPos, hlm. X, bagian Pendidikan. Tapi nama dan afiliasi saya salah tertulis. Mestinya pakai “y”di bagian Satrio, dan afiliasi seharusnya BPPT.

Malamnya kami ke dr. Bambang Purwanto, karena Ine kena flu agak berat, dan asthmanya juga kambuh. Oleh beliau diberikan beberapa obat, yang aman untuk ibu menyusui.

Kamis (31 Jan 2008)

Email dari pak Tatang, kalau saya termasuk dari tim yang ditugaskan membangun laboratoria di Puspiptek Serpong. Diantara berbagai tema riset yang dilakukan di laboratoria tsb., antara lain memfokuskan ke arah webmining (& datamining) yang merupakan fokus dari pekerjaan saya saat ini di bppt.

Jumat (1 Feb 2008)

Ine sudah baikan, tapi Alya dan Tika demam.

Sabtu (2 Feb 2008)

Dini hari bangun, Alya dan Tika sudah relatif membaik.

Diajak Pete lari pagi di Manahan. Bisa nggak ya ?

Ditulis dalam keluarga | 1 Komentar »

Tertidur

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Januari 26, 2008




Ditulis dalam keluarga | 1 Komentar »

Gong Xi Fa Chai

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Januari 26, 2008

Ditulis dalam keluarga | 2 Komentar »

Dansa yuk Pak

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Januari 23, 2008

Malam ini saya belajar, nyiapin ujian SIM besok . Tika di ruang tengah sedang nyetel CD lagunya Gita Guttawa. Suara Gita bagus banget. Eh, tahu-tahu Tika narik-narik saya diajak ke ruang tengah. Rupanya saya diajak dansa. Dari mana Tika tahu ttg. dansa ya ? Apa dari TV ? Ini nih fotonya, Tika sedang putar-putar. Hm…genetik siapa yang menurun ke Tika ya ? Emaknya kali, bukan saya. Soalnya saya dulu walau belajar tari, tapi saat pentas selalu jadi monyet, prajuritnya Hanoman … ha ha ha. :D

Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

Lagu buat menidurkan anak

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Januari 15, 2008

Menidurkan Alya ternyata lain dengan Tika. Kalau Tika dulu cukup dengan ASI, tapi Alya nggak. Maunya digendong dan diayun-ayun. Sembari mengayun Alya, saya nyanyikan beberapa lagu pengantar tidur. Pagi ini surfing mencari teks lengkapnya. Some of them :

  1. Tooryanse 
    とおりゃんせ とおりゃんせ
    ここはどこの細道じゃ
    天神様の細道じゃ
    ちょっと通してくだしゃんせ
    ご用の無いもの通しゃせぬ
    この子の七つのお祝いに お札を納めに参ります
    行きはよいよい 帰りは怖い
    怖いながらも とおりゃんせ、とおりゃんせ
  2. Miagete goran (Kyu Sakamoto)
    Miagete goran yoru no hoshi wo.
    Shiisa na hoshi no, shiisana hikari ga,
    Sasayaka na shiawase wo utatteru.Miagete goran yoru no hoshi wo.
    Bokura no you ni na mo nai hoshi ga,
    Sasayaka na shiawase wo utatteru.Teo tsuna no boku to, oi kake you,
    yume o utarina ga kurushi kuna hunta na i so

    Miagete goran yoru no hoshi wo.
    Shiisa na hoshi no, shiisana hikari ga,
    Sasayaka na shiawase wo utatteru.

    Miagete goran yoru no hoshi wo.
    Bokura no you ni na mo nai hoshi ga,
    Sasayaka na shiawase wo utatteru.

  3. When you wish upon a star (Disney)
    When you wish upon a star
    Makes no difference who you are
    Anything your heart desires
    Will come to youIf your heart is in your dream
    No request is too extreme
    When you wish upon a star
    As dreamers doFate is kind
    She brings to those who love
    The sweet fulfillment of
    Their secret longing

    Like a bolt out of the blue
    Fate steps in and sees you through
    When you wish upon a star
    Your dreams come true

  4. Lullaby
  5. Menthog-menthog
    Menthog-menthog tak kandani
    Mung lakumu angisin-ngisini
    Mbok ya aja ngetok ana kandang wae
    Enak-enak ngorok ora nyambut gawe
    Menthog-menthog mung lakumu
    Megal-megol gawe guyu

Ditulis dalam keluarga | 2 Komentar »

Parto di NHK

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Januari 15, 2008

Ada salah satu karakter di acara NHK yang disukai Tika : Poruta. Poruta ini muncul di Puchi-puchi Anime “Sukima no Kuni Poruta” naik keledai-nya yang bernama Roba. Tika senang banget dengan karakter ini dan cerita ke emaknya “Bu…Parto…Parto..itu lho..Parto !” ..hoa ha ha ha ha. Wong Porta koq jadi Parto lho Nduk….yen Parto kuwi nak wong Jowo ! :D

Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

Imunisasi Japanese Encephalistis (Nihon nou-en)

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Januari 15, 2008

Dian Fitri:

Assalamualaikum Pak Anto,
saya seorang ibu yang sedang mencari informasi ttg imunisasi Japanese B Encephalitis (JE) dan secara tidak sengaja mengunjungi blog bpk(imunisasi Tika).
Kami sekeluarga tinggal di Bangkok dan imunisasi JE termasuk imunisasi wajib. sebelumya ketika bayi kami berusia 5 bulan kami sempat tinggal di Osaka selama 6 bln dan Dr anak di Osaka blm membicaraka imunisasi JE ini. Saya sangat tertarik dengan info anda bahwa sejak Mei 2005 vaksin JE sudah tidak dianjurkan lagi di Jepang. jika bapak berkenan saya ingin penjelasan yang lebih lengkap supaya saya bisa mendiskusikannya dengan Dr anak kami di Bangkok.
terima kasih dan semoga Bpk berkenan menjawabnya.

Jawab:

Ibu Dian Fitri yth.

Wa alaikum salam Wr Wb.

Japanese Encephalistis (JE) dicirikan oleh timbulnya demam sehingga menyebabkan kejang (cramp) dan gangguan saraf. JE ditularkan oleh nyamuk yang menghisap darah babi yang terkontaminasi oleh virus. Statistik melaporkan bahwa kasus JE ditemukan pada rasio 1 di antara 100-1000 orang. Angka kematian diperkirakan berkisar 15%, dan separuh dari yang terkena JE mengalami gangguan saraf. Pada tahun 1960 dilaporkan ada lebih dari 1000 kasus JE di Jepang, sedangkan di th.1992 kasus JE sudah jauh menurun, menjadi kurang dari 10. Tetapi di luar Jepang, hingga th.2007 kasus JE ditemukan lebih dari 10 ribu per tahun, berpusat di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Mungkin itu yang menyebabkan vaksin JE masih diwajibkan di Bangkok. Distribusi penyebaran penyakit ini dapat dilihat di situs wikipedia.

Adapun di Jepang, Vaksin JE memang tidak lagi dianjurkan sejak 30 Mei 2005. Hal ini dikarenakan ditemukan beberapa kasus efek samping ADEM (Acute Disseminated Encephalomyelitis) pada beberapa anak (ADEM adalah inflamasi yang terjadi pada sentral saraf sekitar spinal cord). Berita terkait di situs yomiuri melaporkan, probabilitas munculnya ADEM usai imunisasi JE diperkirakan 1 dari 100. Sebelumnya, sejak tahun 2001, ditemukan 13 kasus ADEM pasca imunisasi JE. Tetapi karena keterkaitannya dengan imunisasi JE tidak jelas, dan juga sebagian besar sembuh setelah demam sesaat, maka kementrian kesehatan Jepang tidak menghentikan, melainkan justru menyarankan agar vaksin JE diberikan (sebelum 2005).

Kebijakan itu berubah setelah pada tahun 2004 terjadi kasus ADEM yang cukup berat pada seorang anak SMP di Jepang. Pada July 2004, anak tsb. mendapatkan vaksin JE. Sebelas hari kemudian dia merasakan sakit kepala, dan merasakan inflamasi pada sentral saraf sekitar spinal cord, bahkan sampai memerlukan bantuan alat pernafasan. Secara medis, memang keterkaitannya dengan vaksin JE belum dapat dipastikan. Tetapi mengingat kondisi ybs. cukup berat dibandingkan dengan kasus-kasus yang ditemukan sebelumnya, maka pemerintah mengumumkan agar menghentikan pemberian vaksin JE.

Vaksin JE yang lebih aman sedang dikembangkan. Saya belum temukan sumber resmi sejauh mana pengembangan vaksin tsb. Tetapi di wikipedia disebutkan: awalnya diperkirakan waktu 1 tahun cukup untuk pengembangan vaksin yang baru. Tetapi karena masih diperlukan berbagai tahap pengujian klinis untuk memastikan keamanannya, diperkirakan masih perlu menunggu 2 atau 3 tahun lagi setelah 2007.

Links:

  1. Situs Infectious Disease Surveillance Center mengenai JE
  2. Japan Times : Japanese encephalitis vaccination halt urged
  3. Yomiuri shimbun: Nihon Nouen Yoboushesshu chuushi
  4. Wikipedia bhs. Jepang

Ditulis dalam living in Japan | 1 Komentar »

Tulisan yang enak dibaca

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Januari 6, 2008

Mengoreksi ujian adalah pekerjaan yang melelahkan, apalagi kalau soalnya tipe essay. Tulisan yang enak dibaca adalah

  1. ukuran huruf cukup besar dan tebal
  2. ditulis rapi
  3. hurufnya bagus atau setidaknya dapat terbaca dengan jelas
  4. nama ditulis lengkap (bukan nama panggilan, atau hanya ditulis sepotong saja)
  5. mencantumkan nomer mahasiswa dengan benar

Yang paling bikin sulit dosen adalah mengoreksi tulisan siswanya yang tidak memenuhi satu pun dari  kelima syarat di atas (^^;   Tapi dari sisi siswa, adakalanya tulisan sengaja dibuat “tidak jelas terbaca”, untuk mengelabui dosen-nya. Saya jadi ingat dulu saat belajar bahasa Jepang, kami mengetahui sebuah trik : kalau lupa detail huruf Kanjinya, maka huruf ditulis seolah-olah tulisan cepat, sehingga tampak sekilas tertulis benar, padahal kalau dipandang dengan teliti, maka huruf itu sebenarnya salah tulis.  Paling menyenangkan adalah kalau soal ujiannya berupa multiple choice. Proses koreksinya bisa ngebut :D   Sayangnya, saya sama sekali tidak ingin membuat soal yang bertipe demikian.  :D

(tulisan ini dibuat gara-gara capek memicingkan mata membaca tulisan siswa saya yang keciiiil, jam 3 pagi )

Ditulis dalam kuliah | Tinggalkan sebuah Komentar »

Akhirnya punya rak buku

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Januari 4, 2008

Alhamdulillah rak buku pesanan saya akhirnya jadi juga. Saya pesan dua buah, masing-masing berukuran 0.4 x 1 x 2 m dari kayu. Harganya tidak terlalu mahal @Rp 750 ribu. Saya pesan agar dibuatkan masing-masing 6 rak: 4 diantaranya dengan ketinggian 30 cm dan dua sisanya 40 cm. Kalau dipenuhi, kira-kira bisa masuk hampir 1000 buku. Yang paling repot adalah mengatur penempatan buku-buku tsb. karena harus memikirkan klasifikasinya, agar saya bisa random access ke buku yang saya perlukan. Sementara saya bagi ke 4 kategori : computer science, serba-bio (biomedis, biologi, bioinformatika), matematika dan populer. Ternyata proses penempatan itu cukup makan waktu. Alhamdulillah Kamis sore hampir semua buku yang saya beli sejak mengikuti program S2 bisa masuk. Masih ada sekitar 2 rak yang nganggur, rencananya untuk menaruh buku-buku saat pendidikan S1 dulu. Saat S1 dulu saya masuk di jurusan electrical & computer engineering, sehingga sebagian bukunya berkaitan dg elektro (denkikairo, denshikairo, denjiki, dsb), dan sebagian lagi berkaitan dg komputasi (algorithm, signal processing, automaton, information theory, gazou shori, neuro, dsb). Buku-buku elektro hampir tidak pernah saya baca lagi, karena saat penjurusan, saya memilih komputasi. Tapi kalau dibuang rasanya sayang banget, karena bisa saja satu saat saya perlukan lagi. Ada juga buku teks Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi untuk SMA di Jepang. Kelak kalau anak-anak sudah besar, saya ingin mengenalkan kepada mereka “Gini lho, Nduk…pelajaran matematika di Jepang”, agar wawasan mereka luas.

Sebagian besar buku yang saya miliki tsb. berbahasa Jepang. Baru sejak bekerja di Chukyo saya berani beli lebih banyak buku berbahasa Inggris – yang biasanya jauh lebih mahal- karena ada anggaran belanja buku dari kampus. Sayang juga sebenarnya, karena yang bisa membaca buku berbahasa Jepang tsb. cuma saya. Entah barangkali kelak kalau Tika atau Alya sekolah ke Jepang, dan mengambil bidang yang sama, barangkali buku-buku itu ada manfaatnya bagi mereka.

Tika senang banget saat saya kasih 1 rak. Dia langsung tempatkan buku-bukunya “Aku sayang ayah”, “Aku sayang ibu”, “Aku sayang adik”, “Aku mau minum obat”, “Kogepan”, dan berbagai buku ajaib-nya. Tak lupa bantal Pooh san dia tempatkan juga di rak itu. Saya ingin menumbuhkan cinta pada buku kepada Tika-Alya, dengan cara menempatkan buku-buku mereka pada rak yang sama dengan orang tuanya. Di situ ada kebersamaan, di situ ada teladan. “Kodomo wa oya no senaka wo mite sodatsu“, begitu kata orang Jepang dalam mendidik anak. Arti harfiahnya anak belajar dengan melihat punggung orang tuanya. Anak mengikuti tauladan dan contoh yang diberikan orangtuanya. Semoga saja anak-anak kami kelak juga mencintai buku dan ilmu.

Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

Mengunjungi korban banjir di Joyotakan dan Mojolaban

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Januari 2, 2008

Pagi ini, saya dan beberapa orang tua murid playgroup Mutiara (tempat Tika sekolah) beserta ibu-ibu guru mengunjungi dua tempat di Surakarta yang terkena banjir. Lokasi pertama adalah Kelurahan Joyotakan Kecamatan Serengan. Lokasi tsb. sempat tergenang banjir lebih dari 1 m, karena bobolnya tanggul. Bantuan berupa bahan makan & pakaian kami serahkan ke posko yang didirikan di pinggir jalan. Sayang kami tidak sempat melihat langsung kondisi penduduk di daerah tsb. Dari Serengan, kami melanjutkan perjalanan ke Mojolaban yang termasuk kabupaten Sukoharjo. Desa ini berada di tepi bengawan Solo, yang tentu saja tergenang oleh banjir. Pak SBY belum lama ini (30 Des 2007) mengunjungi daerah ini melihat langsung kondisi korban. Di tempat kedua ini, alhamdulillah kami bisa bertemu langsung dengan korban banjir, sehingga bantuan bisa langsung diserahterimakan kepada mereka. Rumah tinggal penduduk ternyata terletak pada posisi yang lebih rendah daripada jalan, sehingga tidak mungkin terhindar dari banjir. Di sana-sini lumpur belepotan, dan banyak rumah yang terlihat rusak. Saat banjir, untung air tidak mencapai jalan, sehingga para penduduk memanfaatkan jalan tsb. untuk membangun tempat pengungsian. Saya sempat ngobrol sebentar dengan seorang nenek, yang rumahnya rusak diterjang banjir. Untung tidak ada korban jiwa, hanya saja diantaranya ada yang jatuh sakit. Kondisi di tempat tsb. memang parah. Dimana-mana tercium bau busuk sampah yang menyengat. Lingkungan yang tidak sehat ini tentunya memperparah keadaan. Beberapa satgas berbaju hijau terlihat bergotong royong membersihkan jalanan yang berlumpur. Entah berapa lama waktu yang diperlukan untuk memperbaiki kondisi tsb.

Foto dokumentasi kegiatan : http://picasaweb.google.co.id/asnugroho/KunjunganKeKorbanBanjir

Ditulis dalam Indonesiaku | 5 Komentar »

Tahun Baru Manusia Gerobak

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Januari 1, 2008

Tahun 2008 telah tiba. Ada yang merayakannya dengan kembang api, pesta dan berbagai kegiatan cantik lainnya. Kebetulan semalam kami sekeluarga tertidur, sehingga tidak sempat “melek akhir tahun” saat kalender berganti ke angka 2008. Semalam cuma sempat melihat akting Julia Estelle di film Kuntilanak, tapi nggak sampai selesai. Nembang maning..nembang maning. :D Kami lebih suka melihat akting Dudee di sinetron “Cahaya”. Usai “Cahaya”, disambung sinetron “Kasih” dimana Giovani Tobing menampilkan kepiawaian aktingnya, dan kami pun terbang ke republik mimpi. Bangun pagi, langsung bayar hutang, kirim email ke teman Jepang sebagai pengganti “nengajo”. Selamat tahun baru !

Acara “Reportase Sore” TransTV ini menceritakan bagaimana berbagai lapisan rakyat menyambut tahun baru. Banjir bengawan Solo di akhir tahun membuat sebagian penduduk masih melewatkan malam-malam dingin dalam pengungsian. Kekurangan makan maupun obat-obatan ada dimana-mana. Yang tidak kebagian banjir pun, tidak semua merayakan dengan kegembiraan. Bagian akhir reportase menceritakan kehidupan “manusia gerobak”, demikian reporter TV menyebutnya. Sepasang suami istri -Wagimin- yang bekerja sebagai pemungut sampah di Jakarta, tidak merasakan perbedaannya dengan tahun kemarin. Mereka tetap saja melakoni profesinya yang sudah dijalani 10 tahun, mendorong gerobak ke sana kemari, memungut sampah. Sepertinya bapak/ibu Wagimin tidak memiliki tempat tinggal menetap di Jakarta. Di malam hari mereka beristirahat di gerobak-nya. Penghasilan mereka paling banter hanya Rp 20 ribu,- perhari. Itupun mereka kirimkan kepada anak semata wayang-nya di Cirebon, kota asal yang mereka tinggalkan 10 tahun yll. untuk mencari nafkah di Jakarta. Saya tidak bisa bayangkan, bagaimana mereka makan sehari-hari. Di Jakarta, mencari menu makanan dibawah Rp 5000,- pun sudah sangat sulit. Mie ayam pun sudah seharga Rp 4000,- Sedihnya, di Jakarta, orang seperti mereka pun ternyata tidak sedikit. Entah kapan mereka bisa tersenyum menatap pergantian tahun.

Shin Nen Akemashite Omedetou Gozaimasu. Kotoshimo yoroshiku onegai moushi agemasu.

Wish you a happy new year 2008.

Ditulis dalam potret Indonesiaku | 2 Komentar »

Catatan Akhir Tahun Tika

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Januari 1, 2008

1. Sushi aja
Tika : Ibu, Tika pengin salmon kayak (film) Kitty.
Ibu: Mahal tuh, Ka. Paling kamu nggak mau juga.
Tika: Ya udah, kalau gitu sushi aja ya bu.
Bapak: …pusing….Huaaa…dua duanya mahal !

2. Medok
Setelah berbulan tinggal di Indonesia, akhirnya logat Tika jadi benar-benar kayak orang Jawa. Medok beneran…ini lho rekamannya


3. Tidung sambil pegang tempe
Malam akhir tahun 2007, Tika terkantuk-kantuk melihat TV sambil pegang kripik tempe oleh-oleh Oom Arif Bijaksana. Tak tahan menahan kantuk, akhirnya tertidur sambil pegang tempe. :D

Ditulis dalam keluarga | 2 Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 75 pengikut lainnya.