Mengunjungi korban banjir di Joyotakan dan Mojolaban
Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Januari 2, 2008
Pagi ini, saya dan beberapa orang tua murid playgroup Mutiara (tempat Tika sekolah) beserta ibu-ibu guru mengunjungi dua tempat di Surakarta yang terkena banjir. Lokasi pertama adalah Kelurahan Joyotakan Kecamatan Serengan. Lokasi tsb. sempat tergenang banjir lebih dari 1 m, karena bobolnya tanggul. Bantuan berupa bahan makan & pakaian kami serahkan ke posko yang didirikan di pinggir jalan. Sayang kami tidak sempat melihat langsung kondisi penduduk di daerah tsb. Dari Serengan, kami melanjutkan perjalanan ke Mojolaban yang termasuk kabupaten Sukoharjo. Desa ini berada di tepi bengawan Solo, yang tentu saja tergenang oleh banjir. Pak SBY belum lama ini (30 Des 2007) mengunjungi daerah ini melihat langsung kondisi korban. Di tempat kedua ini, alhamdulillah kami bisa bertemu langsung dengan korban banjir, sehingga bantuan bisa langsung diserahterimakan kepada mereka. Rumah tinggal penduduk ternyata terletak pada posisi yang lebih rendah daripada jalan, sehingga tidak mungkin terhindar dari banjir. Di sana-sini lumpur belepotan, dan banyak rumah yang terlihat rusak. Saat banjir, untung air tidak mencapai jalan, sehingga para penduduk memanfaatkan jalan tsb. untuk membangun tempat pengungsian. Saya sempat ngobrol sebentar dengan seorang nenek, yang rumahnya rusak diterjang banjir. Untung tidak ada korban jiwa, hanya saja diantaranya ada yang jatuh sakit. Kondisi di tempat tsb. memang parah. Dimana-mana tercium bau busuk sampah yang menyengat. Lingkungan yang tidak sehat ini tentunya memperparah keadaan. Beberapa satgas berbaju hijau terlihat bergotong royong membersihkan jalanan yang berlumpur. Entah berapa lama waktu yang diperlukan untuk memperbaiki kondisi tsb.
Foto dokumentasi kegiatan : http://picasaweb.google.co.id/asnugroho/KunjunganKeKorbanBanjir
garasibu berkata
Anto, tanpa mengurangi rasa prihatin saudara2 kita yang kena musibah banjir dan tanah longsor, mba Jullie sekeluarga ingin menyampaikan Selamat Tahun Baru 2008. Wish u all the best.
Kata Asistenku ada telp dari Anto. Kok dari Solo?
Kata bang Lukman Anto di Serpong
sarjono berkata
di negeri rekeblik, hidup jadi penuh bermakna.
terasa bahwa kita tidak sendiri. tidak sebagaimana saat di jepun, yg penuh dengan buaian yume no sekai.
mungkin sudah waktunya dilakukan pengedukan dan pendalaman, serta pembuatan lereng tanggul sungai bengawan solo secara sistematis dari hulu sampai hilir.
reaktif seperti itu sangat diperlukan.
selamat bekerja.
regsa berkata
semoga bencana itu cepat berlalu
via berkata
semoga tidak akan ada bencana lagi
amiiinnn…
semua ini adalah peringatan bagi kita semua
itu semua bukanlah apa2, akan ada yang lebih dahsyat dari itu………..
Setuju PERANGI nonMuslim? (PR untuk Aktivis Parpol) « Islamkah ini? berkata
[...] Mengunjungi korban banjir di Joyotakan dan Mojolaban [...]