Mengoreksi ujian adalah pekerjaan yang melelahkan, apalagi kalau soalnya tipe essay. Tulisan yang enak dibaca adalah
- ukuran huruf cukup besar dan tebal
- ditulis rapi
- hurufnya bagus atau setidaknya dapat terbaca dengan jelas
- nama ditulis lengkap (bukan nama panggilan, atau hanya ditulis sepotong saja)
- mencantumkan nomer mahasiswa dengan benar
Yang paling bikin sulit dosen adalah mengoreksi tulisan siswanya yang tidak memenuhi satu pun dari kelima syarat di atas (^^; Tapi dari sisi siswa, adakalanya tulisan sengaja dibuat “tidak jelas terbaca”, untuk mengelabui dosen-nya. Saya jadi ingat dulu saat belajar bahasa Jepang, kami mengetahui sebuah trik : kalau lupa detail huruf Kanjinya, maka huruf ditulis seolah-olah tulisan cepat, sehingga tampak sekilas tertulis benar, padahal kalau dipandang dengan teliti, maka huruf itu sebenarnya salah tulis. Paling menyenangkan adalah kalau soal ujiannya berupa multiple choice. Proses koreksinya bisa ngebut
Sayangnya, saya sama sekali tidak ingin membuat soal yang bertipe demikian.
(tulisan ini dibuat gara-gara capek memicingkan mata membaca tulisan siswa saya yang keciiiil, jam 3 pagi )