Corat-coret Anto S. Nugroho

Catatan kehidupan

  • Corat-coret Terbaru

  • Februari 2008
    S S R K J S M
    « Jan   Mar »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    2526272829  
  • Kategori

  • Arsip

Arsip untuk Februari, 2008

J dan 7

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Februari 29, 2008

Apa hubungan antara J dan 7 ? Nggak ada yang bisa menjawab, kecuali Tika. Emaknya pusing, bapaknya juga pusing. Tika diajari membaca A, B, C, sampai Z. Tapi setiap dikasih tebakan, ini huruf apa ? Jawabnya selalu “J”. Demikian juga untuk angka. Setiap dikasih tebakan, ini angka berapa ? Jawabnya selalu “7″. :D Sepertinya harus ada strategi khusus mengenalkan huruf dan angka ke Tika.

Sebenarnya sih, saya sendiri tidak terlalu khawatir, karena Tika masih umur 3.5 tahun. Saya dulu belajar membaca juga kelas 1 SD. Tapi beban pelajaran SD di Indonesia saat ini yang terlalu berat membuat para orang tua stress juga. Kalau dulu pelajaran baca tulis diberikan saat kelas 1 SD, saat ini sudah diberikan sejak playgroup, dan saat masuk SD sudah bisa baca tulis. Kenapa ya, mata pelajaran di SD jaman sekarang demikian beratnya ? Apakah karena orang ingin melihat anak-anak itu di waktu kecil sudah demikian “cerdas”-nya, demikian “genius”-nya ?

Ataukah pelajaran SD dibuat sangat berat, karena untuk menyesuaikan dengan perkembangan jaman, yang makin lama makin menuntut penguasaan ilmu tinggi di usia dini. Tapi kalau melihat mata kuliah di universitas rasa-rasanya tidak jauh berbeda. Dari dulu sampai sekarang juga hampir sama. Berarti kalau dibandingkan dengan katakanlah 10 atau 20 tahun yang lalu, peningkatan beban terlihat paling besar pada kurikulum SD. Mengapa demikian ? Entahlah, saya belum tahu jawabannya.

Ditulis dalam Indonesiaku, keluarga | 1 Komentar »

Bermalam di surau

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Februari 29, 2008

Kamis sore kemarin saya telah berada di surau Qutubul Amin, di daerah Bogor. Saya rasakan suasana yang sama sekali berbeda dengan kantor yang terletak di pusat kota Jakarta. Hawa di surau terasa sejuk, bebas polusi dan segar. Setelah ziarah ke makam Ayahanda Guru, saya menikmati tenangnya suasana, menunggu tibanya saat Maghrib. Suasana hening dan khusyuk. Petang pun datang, matahari tenggelam di ufuk Barat. Tiba saatnya shalat Maghrib, adzan berkumandang dan kemudian kami sholat berjamaah. Betapa suasana seindah ini telah lama saya rindukan. Ah, serasa saya telah sampai di surga dunia. Usai shalat Maghrib, saya berzikir sebentar, memutar tasbih dan berzikir kepada Allah, mohon ampun kepada-Nya. Setelah itu, saya cari makan malam di kantin surau, sambil menunggu datangnya saat Isya, ngobrol dengan teman-teman lama. Akhirnya waktu sholat Isya pun tiba. Saat shalat Isya’ pun demikian juga. Suasana yang tenang dan khusyu’ membuat hati taslim.

Semalam saya tidur di surau, hanya beralaskan karpet di atas lantai, dan berbantal handuk dan baju yang saya lipat. Herannya, kepala saya tidak terasa berat, tidak terasa sakit sebagaimana kalau saya tidur di kantor. Padahal di kantor, saya sudah pakai kasur lipat dan tidur berbantal. Biasanya sakit kepala saya terasa kalau tensi sedang naik. Tetapi kemarin, setelah berbalur obat anti nyamuk, semalam saya alhamdulillah bisa tidur nyenyak, sampai menjelang saat subuh. Tiba saat shalat Subuh, kami pun mengambil air wudlu. Shalat Subuh walau jamaah yang ikut tidak sebanyak semalam, tapi khusyu’ nya sama.

Alhamdulillah, hari Jumat ini telah saya mulai dengan sesuatu yang indah. Semoga hari ini dan hari esok pun indah dan bermakna, atas rahmat-Nya.

Ditulis dalam gado-gado | 49 Komentar »

And I love you so

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Februari 28, 2008

Lagu favourite saya, sejak masih pacaran dulu. Dan sekarang mendengarnya membuat saya kangen dengan orang-orang tercinta di rumah :D

And I love you so
The people ask me how
How I’ve lived till now
I tell them I don’t know

I guess they understand
How lonely life has been
But life began again

The day you took my hand

And yes I know how lonely life can be
The shadows follow me
And the night won’t set me free
But I don’t let the evening get me down
Now that you’re around me

And you love me too
Your thought are just for me
You set my spirit free
I’m happy that you do

The book of life is breif
And once a page is read
All but love is dead
That is my belief

And yes I know how loveless life can be
The shadows follow me
And the night won’t set me free
But I won’t let the evening bring me down
Now that you’re around me

And I love you so
The people ask me how
How I’ve lived till now
I tell them – I don’t know

Links:

tab: http://www.azchords.com/m/mcleandon-tabs-5354/andiloveyouso-tabs-74354.html

Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

Kontaminasi pada susu formula

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Februari 26, 2008

Siang ini Ine menelpon ke saya minta agar dicarikan informasi mengenai susu formula yang tercemar oleh bakteri. Setelah searching sana-sini, akhirnya saya peroleh juga berita selengkapnya.

  1. Berita tsb. berasal dari hasil penelitian Dr.Estuningsih yang menemukan bahwa 22.73% dari 22 susu formula (hm…mestinya cara penulisan yang benar adalah “5 dari 22″ atau “23%” saja, tidak perlu sampai 2 angka di belakang koma), dan 6 dari 15 sampel (40%) makanan bayi yang dipasarkan antara April-Juni 2006 terkontaminasi Enterobacter sakazakii. Ujicoba kemampuan toksin dilakukan terhadap mencit, dan menghasilkan kesimpulan bahwa di Indonesia terdapat susu formula dan makanan bayi yang terkontaminasi oleh E. Sakazakii yang menghasilkan enterotoksin tahan panas da menyebabkan enteritis (peradangan saluran pencernaan), sepsis (infeksi peredaran darah) dan meningitis  (infeksi pada lapisan urat saraf tulang belakang dan otak) pada bayi mencit. Selengkapnya lihat berita di situs IPB.
  2. Menkes minta laporan dari BPOM mengenai signifikansi penelitian itu dan bahayanya bagi masyarakat. (detik.com)
  3. Metro TV news siang ini (26 Feb 2008) melaporkan kalau BPOM akan melakukan tes laboratorium dan meminta lini produk bersangkutan ditarik jika terbukti tercemar.

Ditulis dalam gado-gado | Tinggalkan sebuah Komentar »

Sinetron yang membosankan

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Februari 26, 2008

Akhirnya jadi juga deh, nulis ttg. sinetron. Sejak cuti besar yll. saya dan Ine hobby menonton sinetron malam hari. Apalagi yang ditonton kalau bukan sinetron “Cahaya” yang dibintangi oleh Naysilla Mirdad, Dude, Ririn, Glenn dsb. Awal ceritanya sih bagus, tapi dari diskusi penggemar sinetron ini, konon katanya cerita sinetron itu diadopsi dari komik Jepang “Yokohama”. Saya sendiri belum pernah membaca komik itu, tapi awalnya cerita memang mengalir dengan lancar dan menarik. Sinetron ini katanya tertinggi rating-nya. Entah apakah karena itu, kemudian belakangan cerita berkembang membosankan. Tampak sengaja dipanjang-panjangkan, karakternya dibuat oon semua, tidak ada konsistensi dalam pembentukan karakter. Ceritanya pun sama, tidak konsisten. Akhirnya penggemarpun jadi bosan, dan mereka pun bertanya-tanya, apa sih niat script writer ?

Membuat cerita yang bagus sampai akhir memang sulit. Sinetron yang lain pun demikian. Fuyu no sonata (winter sonata) misalnya. Awal ceritanya sangat bagus, tapi konflik di paruh kedua dibuat berbelit-belit dan tidak menarik. Serba plin-plan. Bagi saya, Tokyo Love Story lebih menarik. Walau akhirnya dibuat agak menggantung, tapi ceritanya tidak membosankan. Tidak terlalu banyak “ping-pong” nya. Juga chemistry antara Rika dan Kanchi nya terasa. Iseng-iseng searching di youtube, ada juga yang mengkoleksi scene yang paling menyentuh dari drama itu. Drama ini mengudara saat awal-awal saya datang di Jepang. Hm…sampai sekarang dilihatpun nggak bosan :D Saat itu masih cukup banyak drama Jepang yang bagus, tapi belakangan saya jarang mengikuti lagi. Sepertinya sih, udah jarang banget ada drama Jepang yang menarik.

Kapan ya, ada sinetron yang ceritanya bagus di Indonesia ? Nggak perlu terlalu panjang, tetapi menarik dan …nggak kebanyakan iklannya. he he he :D

Ditulis dalam Indonesiaku | 1 Komentar »

Mereview proposal di UI

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Februari 25, 2008

Hari ini cukup melelahkan. Berangkat dari Solo kemarin malam pk.20.00, kereta saya tiba di Gambir sekitar pk. 6 pagi. Dari Gambir kemudian saya naik bus ke kantor. Tiba di kantor, kemudian meletakkan barang, beberes sebentar dan langsung berangkat ke St. Gondangdia. Pagi ini saya bertugas menjadi salah satu reviewer untuk 6 proposal hibah penelitian S2/S3 dan hibah riset multidisiplin UI. Tempat review berada di Pusat Studi Jepang, kampus Depok.

Saya berada di satu ruang dengan pak Bambang Widyatmoko (LIPI). Beliau menjadi reviewer I sedangkan saya sebagai reviewer II. Ada 6 proposal yang kami evaluasi, 2 diantaranya proposal riset studi S2/S3, dan selebihnya proposal riset multidisiplin. Presentasi pertama adalah mas Rahmat Widyanto, diteruskan oleh Pak Ford Lumban Gaol (bimbingannya Prof.Belawati). Wah, lucu juga karena keduanya teman baik saya, sama-sama teman diskusi di milis softcomputing (sc-ina@yahoogroups.com). Setelah itu diteruskan dengan presentasi bu Nurtami Soedarsono, pak Yulianto Nugroho, bu Mirna Adriani dan bu Betty Purwandari.

Menjadi reviewer seperti ini merupakan pengalaman berharga bagi saya. Pada kesempatan itu, saya bisa berkenalan dengan peneliti institusi lain dan menambah pengetahuan dari presentasi mereka. Acara seperti ini sebenarnya merupakan kesempatan bagi saya untuk belajar, bagaimana dapat mengajukan pertanyaan yang sifatnya konstruktif, bukan pertanyaan yang bersifat menjatuhkan. Mengajukan pertanyaan untuk menjatuhkan, lebih mudah daripada mengajukan pertanyaan yang sifatnya konstruktif, tapi saya kurang menyukai pertanyaan yang bersifat menjatuhkan tsb. Lebih menarik dan bermanfaat, kalau saya bisa mengajukan pertanyaan yang sifatnya membangun. Untuk itu, saya harus turut menyelami alur pikiran para peneliti tersebut, dan mencoba melihat sisi mana yang mungkin terlewat dari pengamatan mereka, ide apa yang barangkali bisa saya sumbangkan untuk penelitian tsb. Walau adakalanya hal ini terasa sulit, apalagi jika materi penelitian itu agak jauh dari kompetensi saya, tetapi mengajukan pertanyaan yang konstruktif itu tetaplah merupakan proses pembelajaran yang berharga.

Ditulis dalam research | Tinggalkan sebuah Komentar »

Buah hati bapak-ibu

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Februari 24, 2008

Ditulis dalam keluarga | 1 Komentar »

Ulang Tahun Yang Kung

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Februari 24, 2008

Hari ini adalah ulang tahun Yang Kung Solo yang ke-66. Pagi hari, kami ke rumah eyang yang cuma terpisah satu gang dengan rumah Tika-Alya. Perayaan ulang tahun dilakukan sederhana saja, sebagaimana biasa, berdoa bersama dan minum teh bikinan eyang uti. Kebetulan kemarin Tika dan Alya membelikan roti taart warna pink (Tika berkeras, maunya yang pink), jadi ada acara potong kue dan nyanyi happy birthday. Sayang keluarga dik Budi dan dik Nunung tidak dapat hadir. Dik Budi saat ini dalam persiapan keberangkatan ke Palembang untuk melanjutkan studi spesialis kandungan, sedangkan dik Nunung sedang bertugas di Banjarnegara. Jadi yang dapat hadir hanya keluarga Anto dan dik Nang. Usai acara tiup lilin dan potong roti, kami beramai-ramai sarapan di warung soto langganan, yang terletak di Sumber. Semoga dengan bertambahnya usia, eyang semakin mendekat kepada Allah SWT. Amiin.





Ditulis dalam keluarga | 1 Komentar »

Makan malam di Solomio

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Februari 23, 2008

Semalam kami keluar cari makan malam. Awalnya saya usulkan ke bakmi Pak Dul di kampung baru, tetapi karena gerimis, Ine nggak setuju, kasihan Alya dan Tika. Akhirnya kami putuskan ke Cafe Dika di Mesen, tetapi di tengah perjalanan ganti haluan ke Solomio. Saya tanya ke Andut, apa ada resto Itali di Solo yang rasanya asli, Italian taste. Andut menyarankan ke Solomio, letaknya di seberang hotel Novotel. Agak doki-doki juga, soalnya jangan-jangan resto-nya buat orang yang selevel Andut..hahahaha :D

Sampai di resto, kami kemudian cari tempat duduk di bagian belakang, dekat dengan tempat bermain anak-anak. Wah, memang benar sih. Suasananya dibuat seperti resto Itali. Lampu remang-remang, ada tempat yang atapnya terbuka, sehingga bisa melihat bulan. Menu ditulis pakai kapur di papan tulis. Tapi ada yang kurang. Biasanya di resto Italy, ada stoples2 besar berisi pasta, dan bumbu-bumbu yang lain. Semalam saya nggak lihat stoples tsb.

Untuk makan malam, kami pesan pasta 2 jenis dan pizza. Rasanya ? Ehm…beneran deh. Rasa asli ! Sepertinya nggak dimodifikasi agar sesuai dengan lidah Jawa. Saya sempat ngobrol dengan koki-nya, yang katanya memang dia belajar di Itali. Pemilik restorannya sendiri, katanya orang Belanda. Secara keseluruhan, rasa memuaskan.

Saat membayar di kasir, saya lihat ada satu item : “service” sebesar 7.5% dari harga makanan yang dibeli. Dulu saat di Italy, seingat saya, tips buat pelayannya ditaruh di atas meja. Kalau di Canada, kita yang mengisi sendiri di bon, berapa % mau ditambahkan pada harga makanan yg dibeli. Yah, memang budaya tiap negara berlainan.

Tika sepertinya demen banget dengan arena permainan yang didesain seperti dapur mini, dengan ceret mini dsb. “Pak…Tika kapan-kapan pengin ke sini lagi, yaa”. Waduh, nduk. Ini cuma sekali saja, buat ngobatin kangennya Ibu ke masakan Italy. Kalau sering-sering, bisa bangkrut bapak..hahaha.

Fotonya nggak ada, soalnya kelupaan bawa kamera.

Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

Tulisan di Netsains : Prediksi efektifitas Terapi Interferon untuk Hepatitis C

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Februari 20, 2008

Alhamdulillah, hari ini tulisan saya dimuat di portal netsains.com. Situs tsb. bertujuan mendiseminasikan iptek dengan bahasa populer sehingga bisa difahami masyarakat. Sebenarnya hal ini sangat sulit, karena tidak semua riset bisa dijelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Saya hanya kebetulan saja, pernah melakukan beberapa penelitian pada kategori aplikasi, sehingga bisa disajikan dalam bahasa populer. Tetapi banyak juga penelitian saya yang tidak bisa dijelaskan dengan bahasa populer, karena bahasannya pada tataran teori. Sebenarnya ini satu tantangan, karena bagaimana pun juga ada tuntutan ke arah tsb. Apalagi jika profesi yang dilakoni mengharuskan kita bergaul dengan orang banyak, yang bidangnya berlainan. Jalan keluar-nya adalah melakukan riset dasar dan riset terapan sekaligus. Memang berat, tetapi keduanya diperlukan. Mengatur porsinya juga susah, apakah 50-50, 70-30 atau rasio yang lain. Riset dasar diperlukan untuk memberikan kontribusi ke dunia sains dalam jangka panjang, sedangkan riset terapan untuk memberikan kontribusi dalam jangka pendek, sehingga peneliti tidak kelabakan kalau ditanya : apa sih kontribusi untuk memecahkan masalah di masyarakat secara riil. Terhadap pertanyaan seperti ini, tidak mungkin kita menjelaskan bahwa riset dasar yang dilakukan itu akan bermanfaat, karena term-nya sangat panjang. Umumnya perlu waktu lama agar riset dasar itu kelihatan “manfaatnya secara riil”. Tetapi kalau kita mengerjakan juga tema riset aplikatif, mungkin akan lebih mudah untuk memberikan jawaban yang membuat sang penanya faham (moral : tanin wo nattoku saseru no wa daijina koto ).

Catatan :

  1. Judul tulisan saya diubah oleh editor, tetapi maknanya jadi berubah dan tidak konsisten dengan isi tulisan. Istilah yang dipakai seharusnya “meramal”, atau “memprediksi”, bukan “menguji” sebagaimana judul yang dipilih oleh redaksi. Arti keduanya berlainan. Menguji : berarti terapi dijalankan baru kemudian dievaluasi. Meramal : berarti terapi belum diberikan pada pasien.
  2. Kalimat-kalimat pada alinea pertama adalah tambahan dari editor. Sebenarnya saya kurang sreg dengan tambahan kalimat-kalimat tersebut, karena pertanyaannya “terkesan kurang cerdas” (“Komputer bisa sembuhkan pasien Hepatitis C ?” dan “Koq bisa ya komputer melumpuhkan penyakit ?”).
  3. Memang sulit membuat tulisan yang memuaskan semua pihak. Tulisan peneliti adakalanya sulit dimengerti, sehingga perlu sentuhan editor berpengalaman. Tetapi proses mengoreksi ini tidak mudah, karena sebenarnya yang memiliki kemampuan mengoreksi adalah mitra setara (peer, orang yang sebidang). Untuk mengatasi kendala ini, sebaiknya tulisan yang telah diedit dicross check terlebih dulu dengan penulis artikel sebelum dipublikasikan, apakah setuju atau tidak, apakah artinya berubah atau tidak.

Ditulis dalam research | 1 Komentar »

Hoka-hoka bento di Jepang

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Februari 19, 2008

Hoka-hoka bento di Indonesia identik dengan restoran untuk kalangan menengah ke atas. Tempatnya pun biasanya cukup besar dengan kursi dan meja yang banyak. Saat tinggal di Nagoya, saya penasaran mencari-cari, seperti apa sih hoka-hoka bento di Jepang. Setelah mencari-cari, secara kebetulan  aAkhirnya saya temukan satu-satunya hoka-hoka bento di Nagoya, yang terletak di gang kecil sebelah toko buku Maruzen di daerah Sakae. Saya tidak tahu, apakah hoka-hoka bento di Indonesia franchise dari yang di Jepang. Tetapi kalau melihat logo-nya yang dipakai di Indonesia tidak nampak pada gambar di bawah, sepertinya tidak ada keterkaitan bisnis antara keduanya.

(hoka-hoka = panas, bento=bekal makanan saat makan di luar rumah, kantor dsb.)

Ditulis dalam living in Japan | 5 Komentar »

Ujian Mahasiswa (1)

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Februari 19, 2008

Hari ini saya bertugas sebagai observer ujian lisan (OFSE: Oral Final Study Examination) sebuah subject/matakuliah di kampus SGU, sedangkan penguji utamanya adalah dosen yang sebelumnya mengajarkan mata kuliah tsb. Ujian OFSE ini merupakan satu tahapan yang harus dilewati mahasiswa di semester VII, sebelum melanjutkan ke semester berikutnya. Siswa dapat memilih matakuliah yang diujikan dapat dipilih dari beberapa subject yang SKS-nya lebih dari 2. Setelah saya dan dosen penguji masuk ke ruang, seorang staff meminta anak yang dapat giliran pertama untuk masuk ke ruangan. Di meja terletak beberapa amplop tertutup berisi soal yang diujikan. Siswa tsb. kemudian memilih sebuah amplop, dan keluar ruangan untuk mengerjakan soal itu di tempat terpisah. Lima belas menit kemudian, dia masuk kembali dan menjelaskan jawaban dari soal yang diujikan. Total jumlah soal kali ini sebanyak 6 buah untuk tiap siswa. Tanya jawab kemudian berlangsung selama total 30 menit, dan kami memberikan penilaian terhadap jawaban yang diberikan. Nilai akhir adalah rata-rata dari nilai yang diberikan oleh dosen penguji dan observer.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam kuliah | 1 Komentar »

If you leave me now

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Februari 17, 2008

Sabtu pagi, satu jam setelah menelan captopril-si obat hipertensi- saya keluar cari makan pagi di seberang jalan Thamrin. Akhirnya masuk ke King Burger dan pesan set-menu, entah apa namanya udah lupa. Sambil makan, saya teringat dengan ITA (Ine-Tika-Alya). Suasana pagi yang sejuk, agak mendung, bikin hati terharu. Ah, kangen pulang sebenarnya. Apalagi ketika lagu yang diputar adalah “If you leave me now”…Hm…koq kayak lagi patah hati ya…hehehe (^^;

IF YOU LEAVE ME NOW
Chicago
- words and music by Peter Cetera

If you leave me now, you’ll take away the biggest part of me
No baby please don’t go
If you leave me now, you’ll take away the very heart of me
No baby please don’t go

A love like ours is love that’s hard to find
How could we let it slip away
We’ve come too far to leave it all behind
How could we end it all this way
When tomorrow comes we’ll both regret
Things we said today

Cause I need you more than you’ll ever know

Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

Dosen yang disiplin

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Februari 17, 2008

Kata mutiara dari sensei waktu saya masih studi di Jepang :

Guru/dosen yang keras/disiplin dalam mengajar, akan dibenci/ditakuti oleh murid yang diajar beliau. Tetapi saat murid itu sudah lulus,  justru bekas murid tsb. akan sangat berterima kasih dan sangat hormat kepada sang guru. :D

Ditulis dalam kuliah | Tinggalkan sebuah Komentar »

Diproteksi: Etika mengutip artikel

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Februari 17, 2008

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:

Ditulis dalam gado-gado | Masukkan kata sandi Anda untuk melihat komentar.

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 75 pengikut lainnya.