- Ibu: “Ka, ibu boleh kerja ? Berangkatnya pagi-pagi”.
Tika: “Tika ikuut !”
Ibu:”Lho, Tika kan sekolah”
Tika: “Huaa….(nangis). Ikuut…Tika ikut !”
Ibu: “Kalau Tika ikut, ibu kerja apa dong ?”
Tika: “Ibu kerja sama Tika.”
Ibu: “Kerja apa ?”
Tika:”Beli donat”
Kata Tika, kalau ibu kerja, bapak harus ada di rumah, jaga adik. “Satu kerja, satu di rumah”, kata Tika. Koq bisa dia kepikiran gitu ya ? Barusan juga tanya ke ibunya, “Bu, makan ati itu apa ?” Ibu kaget, darimana Tika memperoleh kosa kata itu ? - Tika: “Kalau Tika marah, ibu adek bapak distrap ! Hayoo…ibu distrap !”
Ibu: “Lho…kenapa ibu distrap ? Ibu salah apa ?”
Tika : “salah sendiri” (sambil ngeloyor pergi)
Arsip untuk Maret, 2008
Ibu boleh kerja ?
Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada Maret 30, 2008
Ditulis dalam keluarga | Leave a Comment »
Hukuman bagi anak yang nggak mau makan telur
Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada Maret 27, 2008
Tika sampai sekarang sangat sulit makan telur dan sayur. Sudah bermacam cara dicoba, bermacam teori dipraktekkan, konsultasi ahli gizi sejak di Jepang pun sudah dilakukan. Tetapi hasilnya nihil. Saya juga bersalah sih sebenarnya, mengajak Tika senda gurau tentang telur lewat nyanyian, sehingga Tika keterusan nggak suka telur. Lagunya mirip lagu “Macam rasa”. “Siapa tahu apa rasa gula. Manis manis manis itu rasanya !”. Naah, lagu itu saya modifikasi jadi “Siapa tahu apa rasa telur. Bau bau bau, aku tak suka”. Awalnya sih buat bergurau sama Tika, tapi keterusan rupanya. Tika sangat senang dengan lagu yang saya buat itu, dan repotnya nggak mau makan telur sama sekali. “Bau”, gitu katanya. Wah, bapak jadi merasa berdosa nih.
Sore tadi, akhirnya dikasih peringatan sama ibunya, “Tika ayo makan telur dan sayur. Kalau nggak mau makan telur, Tika tidur di dapur aja, ya”. Tika akhirnya mau juga makan telur, tapi sambil nyletuk “Ibu, kalau nanti Tika marah, ibu tidur di dapur ya ?” hahahaha…koq bisa ya dibalik gitu. Jawab ibu: “Iya, ibu tidur di dapur, tapi adik Alya juga tidur di dapur. Tika di dalam rumah sendiri saja mau ?” “hihihi…nggak mau, bu”, kata Tika sambil nyengir. Terus nyletuk lagi “Ibu pingsan aja yaa….”. Waduh, masak ibunya disuruh pingsan. Lha wong kemarin saja, saat ibu saat tertidur dan sulit dibangunkan, Tika nangis mingsek-mingsek (terisak-isak), apalagi kalau ibunya pingsan
Ditulis dalam keluarga | 1 Komentar »
Pak ketipak ketipung
Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada Maret 27, 2008
Kamis dini hari pk 3 am. Saya baru saja selesai mempersiapkan slide untuk presentasi besok siang di hotel Sahid. Senang rasanya bisa bekerja di malam hari seperti ini. Jadi ingat saat masih kuliah dulu, saya sering bangun malam buat melanjutkan pekerjaan. Kadang bersepeda pergi ke lab. tengah malam dan pulang esok-nya. Suasana hening dan sepi di malam hari sangat pas untuk berkonsentrasi.
Saya jadi ingat cerita heboh Ine semalam. Dia sedang kerja keras ngasih minum Alya, sedangkan Tika berjoget ria ke sana sini, loncat-loncat di bed, sambil menyanyi pak ketipak ketipung suara gendang bertalu-talu. Hohohoho…..dari mana ya Tika tahu lagu itu ya ? Saya cari di youtube, ketemu juga videonya, yang dinyanyikan Emilia Contessa. Wuah…jadul amat ! Ya udah, saya harus ikut latihan menghafal agar nanti sampai rumah bisa joget bareng Tika.
Pak ketipak ketipung, suara gendang bertalu-talu.
Serentak hati bingung, Hati di dalam siapa yang tahu.
Pak ketipak ketipung, suara gendang bertalu-talu.
Serentak hati bingung, Hati di dalam siapa yang tahu.
Jangan termenung, jangan menggoda
Kisah yang lain, banyak menanti
Jikalau aku tiada siapa
Jangan dibawa bersusah hati
Ditulis dalam keluarga | 2 Komentar »
Bakat Tika : menari dan melawak
Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada Maret 25, 2008
Sejak lama saya perhatikan, anakku yang satu ini memang punya bakat menari dan melawak. Kemarin saat sekolah, ada pelajaran menari dengan lagu iringan cublak-cublak suweng. Semua anak cuma bengong saja, melihat gurunya koq berjoget demikian lincah. Semua bengong, kecuali Tika. Tika begitu mendengar lagu cublak-cublak suweng, langsung goyang sendiri, joget “pethakilan” belok ke kiri- belok kanan, tangan diacung-acungkan…wah…persis orang berjoget ria saat ada pentas dangdut di kampung, tapi joget tika nggak sesuai dengan contoh gurunya. Oleh bu Guru kemudian Tika ditarik ke paling depan, buat contoh agar anak-anak lain juga mau joget. Walau demikian, anak yang lain tetap bengong, dan Tika terus aja, joget goyang sendiri. Mama no idenshi dane …
Melawak ? Oh tentu saja. Tiap hari saya menunggu kiriman SMS dari Ine. Hal lucu apa yang terjadi di hari itu. Hari ini Ine cerita. Tika semangat menyanyi lagu Indonesia raya, keras-keras. “Indonesia raya, merdeka…merdeka..hiduplah Indo…”, dia berhenti saat sampai Indo, dan bertanya “Indo itu apa bu ?” “Yang lengkap dong harusnya Indonesia Raya”, jawab emaknya. “Heee….bukaaan ! Indo tuh Indo-maret”. (Tika emang paling suka kalau diajak mampir ke Indo-maret).
Ditulis dalam keluarga | 1 Komentar »
Ternak sepeda
Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada Maret 25, 2008

Senin kemarin saya ternak sepeda, menganter sekolah Tika pakai sepeda (ternak = nganter anak. ternak teri = nganter anak nganter istri). Kebetulan bapak-ibu sedang flu, dan Ine belum berani membawa Alya keluar rumah, karena walaupun demamnya sudah sembuh, tapi khawatir kalau masih kecapekan. Dari rumah sampai sekolah Tika tidak terlalu jauh, hanya sekitar 3 atau 4 km. Sepanjang jalan Tika asyik melihat kambing, domba, mobil, dll. Rute-nya pun saya cari yang agak sepi, dan lewat sawah-sawah, jadi agak segar. Sampai di sekolah, ibu-ibu ketawa. Satu-satunya anak yang ditungguin bapaknya hanya Tika, dan mungkin juga satu-satunya anak yang diantar orang tuanya pakai sepeda. “Wah, kayak di Jepang ya. Sekolah di antar pakai sepeda”, begitu komentar seorang ibu..he he he. Niat saya naik sepeda kemarin memang sekaligus berolah raga. Tapi ibu saya rupanya jadi kasihan, koq saya mengantar anak ke sekolah masih naik sepeda, nggak pakai sepeda motor atau mobil. Ha ha ha.
Nggak apa apa, koq bu. Saya nggak malu mengantar anak pakai sepeda. Selain sehat juga mengurangi polusi
Toh Tika-nya juga senang saja saya bonceng pakai sepeda. Barangkali kelak kalau sudah besar, dia justru akan punya kenangan manis: Aku dulu pernah diantar bapak ke sekolah naik sepeda lho
Note: gambar di atas bukan diambil kemarin saat ngantar Tika sekolah, tapi diambil 22 Januari 2008 yll.
Ditulis dalam keluarga | 2 Komentar »


