(Ginkakuji Kyoto, March 1, 1999)
Saya ketemu dengan Ine pertama kali di acara welcome party PPI Nagoya, 11 April 1998. Tak lama kemudian kamipun dekat dan jalan bersama. Dua tahun kemudian kami pun menikah, tepatnya 5 Maret 2000. Usia pernikahan kami tepat sewindu di hari Rabu ini. Suka dan duka telah kami lalui bersama. Allah mengaruniakan kepada kami 4 anak, dan dua diantaranya (Sekar & Puspa) telah mendahului kami bercengkerama di surga-Nya. Dua adiknya (Tika & Alya) diperkenankan-Nya kami asuh, dan menjadi sumber kebahagiaan kami sekeluarga. Happy anniversary chayang-ku. Semoga kita senantiasa bahagia fiddunya wal akhirat. Amin.
Update kabar Tika:
- Ibu membaca Pancasila, dan Tika menirukannya. Tapi karena kata-katanya sulit, jadi sering macet dan banyak kata sambung “yaaang”. Kalau cuma 2 kata, Tika bisa menirukannya dengan lengkap. Tapi kalau 3 kata atau lebih, yang diulang hanya kata terakhir. Yang paling sulit ditirukan adalah “permusyawaratan”.
- Ine baru nyanyi Indonesia Raya. Tika tanya “Bu, tumpah darah itu apa ? sakit ya ?”
- Saat lihat TV, volumenya dipelankan Ine. Tika kemudian tanya :”Bu koq sibik-sibik itu ?” (sibik-sibik=bisik-bisik)
