Sejak beberapa hari yang lalu, kami disibukkan dengan mencari ijazah S1 Ine yang nggak ketemu. Niat kami sebenarnya adalah men-scan seluruh surat-surat penting (ijazah, buku nikah, kepegawaian saya, dsb) agar suatu saat kalau dokumen aslinya rusak (rayap, banjir, gempa, dsb) dokumen tsb. masih ada versi digitalnya. Kami fikir tadinya masih tersimpan di rumah Ine di Yogya, tetapi saat dicari ternyata posisi almari sudah berubah dan pindah ke rumah kakak. Isinya sudah berganti sama sekali. Rumah Ine di Yogya sendiri sempat berantakan karena retak sana sini oleh gempa. Sehingga barang-barang akhirnya dipindah ke sana sini. Kami melacak keberadaan dokumen itu satu persatu. Bukan tugas yang enteng, karena dari Solo pergi ke Yogya cukup sulit dengan keadaan Alya dan Tika yang masih terlalu kecil untuk diajak “lari-lari”. Alhamdulillah akhirnya dokumen penting itu ketemu. Rupanya dulu ijazah itu dibawa ke Jepang, dan dibawa kembali ke rumah Solo. Hanya saja masih jadi satu dengan barang pindahan yang lain. Alhamdulillah (^^;
Catatan Tika :
Kata Ine, Tika tahunya bapaknya bekerja di stasiun Solo Balapan. Karena tiap kali pamitan, bapak kemudian “menghilang” ke dalam stasiun. Jadi dalam benak Tika : “bapak bekerja” = “bapak bekerja di stasiun”