Corat-coret Anto S. Nugroho

Paper survey, Trip Report, Summary

Arsip untuk April, 2008

Gigi skubidu putih cantik loh !

Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada April 30, 2008

Tika sangat nge-fan dengan Gita Guttawa. Memang suaranya bagus banget sih. Karena itu, kami sering pakai nama Gita Guttawa waktu ngajak Tika gosok gigi. Ayo Tika, gosok gigi, biar giginya putih kayak Gita Guttawa. Baru dia mau.

Kemarin Ine cerita di sms. Tika bilang, kalau skubidu itu giginya putih bersih ya, bu. Naah, habis sikat ggi, emaknya bilang “Naah..gitu kan jadi cantik putih”. Jawab Tika: “Kayak skubidu ya bu ?”. Kayaknya sekarang ganti nge-fan ke Skubidu, bukan Gita Guttawa lagi. Skubidu bidu….auuuuuuww………

Tika takut jam weker:
Tika cerita ke emaknya kalau nggak suka dengan jam weker yang ditaruh ditempat tidur. Katanya bisa jalan, karena ada baterey-nya (hm…mesti memory-nya kecampur dengan robot saya). Karena ituu jam itu sering diinjak Tika, atau disingkirkan dari tempat tidur.

Ditulis dalam keluarga | Leave a Comment »

Tips bertanya lewat email

Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada April 29, 2008

Posting di milis komunitas datamining Indonesia (indo-dm@yahoogroups.com)

Di beberapa milis yang saya ikuti, kadang ada pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa/i yang mengerjakan tugas akhir. Misalnya ingin mencari informasi tentang SVM, GA, atau topik lain. Memanfaatkan milis untuk mencari informasi tentunya sah-sah saja dan sangat baik. Justru di situ manfaatnya ikut sebuah milis. Agar pertanyaan itu mendapat tanggapan/respon baik dari anggota milis yang lain, ada baiknya memperhatikan hal-hal sbb.

  1. Pakailah bahasa yang baik, sopan, tanpa kesan menyuruh orang lain. Kelemahan email sebagai alat komunikasi adalah kita tidak bisa melihat roman muka penulis email itu. Kalau tidak hati-hati, adakalanya menimbulkan kesan sok menyuruh, seenaknya dan kesan tidak baik lainnya. Untuk menghindari hal tsb. ada baiknya pada kesempatan pertama saat bertanya memakai bahasa yg formal. Ada kalanya saat membaca email yang memakai bahasa “gaul” untuk bertanya, orang langsung malas menanggapinya. Agar hal yg merugikan ini tidak terjadi, mari kita pergunakan bahasa yg sopan, apalagi pada kesempatan pertama mengajukan pertanyaan.
  2. Perlihatkan bahwa anda telah melakukan berusaha keras mencari informasi tsb. Misalnya dengan menjelaskan apa saja yang sudah dicapai, baru kemudian tanyakan sisi mana yang belum jelas, atau belum terjawab. Jangan langsung bertanya “tolong carikan informasi A, B, C”. Tugas anda adalah tanggung jawab anda sendiri, dan anggota milis lain hanyalah partner diskusi.
  3. Tidak semua masalah selalu dapat terjawab. Adakalanya karena memang tidak ada yang mengetahui masalah yang ditanyakan, tapi bisa juga karena tidak sempat mencarikan informasi yang diperlukan. Kadangkala untuk menjawab sebuah email, perlu waktu 30 menit atau lebih. Jadi bisa dibayangkan kalau seseorang menerima cukup banyak email yang bersifat konsultasi. Untuk membalaspun kadang kekurangan waktu. Dalam hal ini, janganlah berkecil hati, dan cobalah tanya sekali lagi, atau tanya ke forum/milis yang lain yang mungkin bisa membantu anda.

Tanggapan dari mas Iko Pramudiono (peneliti NTT Jepang)

Terima kasih Mas Anto utk tipsnya. Di dunia maya memang perlu juga etika2, tdk hanya spy komunikasi berjalan lancar tp juga spy silaturahmi dlm komunitas bisa terjalin.

Saya tambahkan sedikit tips nya :

  1. politely introduce yourself
    Orang akan lebih dihormati ketika dia dengan sopan dan jelas memperkenalkan dirinya seperti namanya, tempat dia sekolah, tema penelitian dsb. Saya sendiri merasa lebih senang bisa berhubungan dg orang yg jelas jatidirinya drpd org yg kesannya “hit and run”. Selain itu, kalau kita kenal secara personal kan bisa jadi akan berlanjut ke silaturahmi jangka panjang. Siapa tahu dari kenalan di milis nantinya bisa penelitian bareng atau direkomendasikan utk beasiswa dsb.
  2. do your homework
    Seperti Mas Anto jelaskan juga, paling tidak search dulu di arsip milis sebelum bertanya. Siapa tahu sudah ada pertanyaan serupa dan jawabannya.
  3. contribute to the community
    jangan hanya “fire and forget”, tp juga berusaha utk menjadi bermanfaat utk anggota komunitas lainnya.

Selain turut berkomentar thd topik2 lain, juga dg bercerita ttg apa yg sedang dikerjakan bisa menjadi tambahan ilmu buat yg lain. Sering kali jawaban pertanyaan hanya berupa pointer2 atau URL2, pemberi jawaban akan juga merasa senang bila dibuatkan rangkuman dari hasil pencarian misalnya atau sekedar laporan bila ada kemajuan setelah mendapat jawaban.

in short, be a respectable community member

Ditulis dalam gado-gado | 2 Komentar »

Rangkuman diskusi pembentukan institusi/lembaga riset

Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada April 28, 2008

Posting di milis komunitas softcomputing Indonesia (sc-ina@yahoogroups.com)

  1. Diskusi beberapa hari terakhir mengerucut ke satu pendapat bhw. diperlukan satu institusi/lembaga/grup riset yang berfungsi sebagai “ujung tombak” menangkap peluang- peluang kerjasama dengan pihak luar, maupun mewadahi kolaborasi internal komunitas untuk merealisasikan berbagai inovasi penelitian agar bisa dirasakan manfaatnya.
  2. Peb
    Bagaimana kalau dibentuk semacam lembaga/institusi riset (center of excellence) non-universitas yang bersifat aplikatif (menghasilkan produk komersil) yang berdasarkan riset. Pengisinya adalah mahasiswa S2, S3, maupun postdoc yang sedang melakukan tesis/disertasi.
  3. Paul
    barat pedang bermata dua, lembaga/institut riset itu harus mampu menghasilkan produk komersil (mendatangkan finansial), sementara hasil2 riset yang dikembangkan selama pengembangan produk tersebut dapat dipertanggungjawabkan dalam forum akademik. Mahasiswa S2 boleh mengambil tugas akhir yang berhubungan langsung dengan riset semacam ini. Sementara S3 sudah terlibat praktis di dalam riset. Bisa dikatakan, nyaris sudah tidak ada lagi S3 yang murni hanya mengerjakan riset literatur dan duduk-dengar di bangku kuliah tanpa melakukan riset praktis. Tapi penanggung jawab proyek di institut/lembaga riset tersebut tetap di tangan orang2 tertentu yang berkualifikasi dan berpengalaman, levelnya mulai tamatan S2.
  4. Azhari
    Upaya merealisasikan ide di atas mungkin memerlukan perjalanan perjalanan panjang, spt. penyusunan proposal, pendanaan dsb. Bagaimana kalo kita beraliansi dulu dengan lembaga riset non pemerintah yang sudah ada dinegara manaju. Misalnya sebagai kecil, 1/4, atau 1/2 dari ambisi mereka itu kita wujudkan oleh tim-para pakar dari soft computing kita disini. Hingga kita mampu membesarkan dan membentuk lembaga sendiri yang sama seperti mereka dan non pemerintah.
  5. Putu
    Kita bisa mulai dari membuat library/modul/toolbox dari algoritma2 soft-computing (SVM, LDA, NN, dsb). Mungkin diluar sana banyak sekali tool/library yang sejenis, baik yang free maupun komersial, tapi saya yakin kalau kita koding sendiri, akan lebih menambah pemahaman. Jika sudah punya modul/library selanjutnya kita tingkatkan lagi untuk merealisasikan sebuah produk.

Tambahan Anto:

  1. Saat ini formalisasi komunitas sc-ina tengah dilakukan. Kalau organisasi formal ini telah terbentuk, lembaga riset di atas saya rasa bisa saja diwujudkan dalam payung keorganisasian.
    Anggota tim task force

    1. Soesianto Fransiskus (Univ. Atmajaya Yogyakarta)
    2. Son Kuswadi (Politeknik ITS)
    3. Anto Satriyo Nugroho (PTIK-BPPT)
    4. M. Rahmat Widyanto (Fasilkom Univ. Indonesia)
    5. Chastine Fatichah (T.Informatika ITS)
    6. Budi Santoso (T.Industri ITS)
    7. Denny Hermawanto (LIPI)
    8. Pitoyo Hartono (Future University, Hakodate, Japan)

    dengan agenda kerja

    1. Merumuskan AD/ART untuk mendapatkan persetujuan anggota lewat milis
    2. Mengurus akta notaris
    3. Merancang rencana jangka pendek / panjang organisasi ini untuk mendapatkan persetujuan anggota lewat milis
    4. Melaksanakan pemilihan ketua/wakil ketua melalui voting online
  2. Beberapa upaya telah dirintis, a.l web sc-ina. Silakan rekan-rekan akses ke http://soft-computing.org Terima kasih kepada rekan-rekan tim web (Pak Ronald Saragih, pak Tri Basuki, pak Philips, pak Yusro, pak Akeda Bagus, dll) Mungkin kerjasama kita bisa dimulai dari turut membantu tim web dalam pengelolaan konten, sebagai media publikasi keberadaan kita ke pihak luar.
  3. Jika rekan-rekan setuju, bisa saja kita agendakan kopi darat (ke-3) apakah di Jakarta, Jogja, Bandung, Surabaya atau kota lain, untuk bersilaturahmi dan mendiskusikan agenda-agenda yg telah kita bicarakan di milis. Tentunya kendala geografis tidak memungkinkan kehadiran semua anggota. Jadi hasil diskusi itu nanti dishare lagi ke milis untuk kita bicarakan bersama.

Demikian resume dari diskusi yg berkembang. Silakan rekan-rekan menanggapinya.

Anto S. Nugroho

Ditulis dalam gado-gado | 2 Komentar »

Lagi-lagi plagiat

Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada April 28, 2008

Saat berkunjung ke blog mas Romi, saya jadi prihatin. Artikel “Mengkritisi budaya plagiat kita” membahas perilaku tak terpuji dalam dunia sains : plagiat. Masalahnya hal itu dilakukan oleh seorang petinggi sebuah perguruan tinggi di Indonesia dan dikirim ke majalah Biskom. Aduh aduh…sangat memprihatinkan.

Dulu saya pernah tuliskan pemuatan artikel saya dan juga artikel pak Sany di sebuah mass media tanpa izin terlebih dahulu. Mungkin saja si wartawan belum tahu etika pengutipan/pemuatan artikel shg. melakukan hal tsb. Tapi kasus yang terjadi pada mas Romi lebih payah. (^^;

Link ke plagiarism yang lain:

  1. blog pak Iman Brotoseno (tulisan di blog dijiplak & dibuat buku)
  2. semoga list ini tidak bertambah (^^;

Ditulis dalam gado-gado | 3 Komentar »

Catatan akhir pekan

Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada April 27, 2008

  1. Jumat berkutat dengan nilai mid semester anak-anak, dan disambung maraton menyelesaikan laporan kerja (Technical Report). Akhirnya kelar juga….(^^; Minggu ini saya nggak pulang ke Solo.
  2. Ine-Tika-Alya di Solo: Sabtu pagi, saat pulang dari play group, Tika merengek-rengek ke ibunya agar dibelikan cakue (satu jenis makanan). Karena lokasinya fuben (nggak praktis) nggak dituruti ibunya. Eh, Tika terus ngancam “Ya udah. Kalau gitu Tika mau ke tempat eyang. Tika mau tidur di tempat eyang”. Sampai di rumah, Tika ternyata emang benar, main-main di rumah eyang. Ditelpon ibunya agar pulang, Tika nggak mau. Wah, sepertinya pola saya dan Ine dalam mendidik Tika pakai “ancaman” ditiru sama Tika. Kadang saya ancam, kalau nggak mau makan, entar nggak akan dibelikan ini dan itu, atau nggak boleh tidur di dalam, harus tidur di dapur sama cicak. :-) Ternyata cara ini sudah tidak pas lagi, karena dipelajari dan ditiru oleh Tika. Repotnya nanti kalau itu berkelanjutan. Sepertinya sudah harus diajak diskusi, sih. Tapi perlu kesabaran emang. Kata Ine, kalau sedang deal dengan Tika bisa makan waktu lamaaaa banget, sampai Tika mau. Saya diminta Ine gantian telpon ke Tika di rumah eyangnya, agar pulang. Kali-kali aja kalau bapaknya yang nyuruh, Tika nurut. Eeh…ternyata Tika nggak mau nerima telpon dari saya. Mungkin takut disuruh pulang. Malamnya saya dikasih tau Ine, Tika laporan ke emaknya kalau bapaknya jelek kalau lagi kangen, karena itu tadi dia nggak mau terima telpon bapaknya. Waduh, aku dibilang jelek kalau lagi kangen…emangnya kayak apa ya ? :(
  3. Sabtu malam datang di kondangan teman kantor, diselenggarakan di taman mini. Wah, natsukashii. Terakhir ke TMII waktu masih SD dengan bapak. Saat pulang, giliran mengambil souvenier. Wah, souvenirnya ternyata tanaman-tanaman, a.l. klengkeng, matoa, salam, rambutan, sirsak, jarak pagar, dsb. Baru sekali ini saya datang di resepsi dan sovenir-nya berupa tanaman. Satu kreatifitas yg saya rasa sangat bagus dan unik.
  4. Sejak Sabtu s/d Minggu sibuk coding. Lama nggak coding ternyata tangan kaku-kaku juga. he he he :-)
  5. Minggu pagi car free day. Sepanjang jalan Thamrin Sudirman nggak boleh ada mobil lewat kecuali trans jakarta. Senang ngeliatnya. Saya dan dua teman yg lain jalan-jalan ke Carrefour Ratu Plaza, beli kasur tiup. Kebetulan sedang ada diskon jadi sekitar 160 ribu.
  6. Sementara itu di Solo, Tika ikut lomba mewarnai di roti Ganep. Dapat kabar dari Ine : “Tadi hanya Tika yang datang tanpa bapaknya. Yang ngantar, ibu yang bruwet (=wajah kacau) menggendong bayi lucu kehausan. Nenteng tas besar dan meja strika Pooh-san (buat alas nggambar Tika)”. Duuh kasihan anak istriku (T_T)
  7. Dapat cerita dari Ine kalau Tika beberapa kali suka iseng ngagetin emaknya. Setelah bangun pagi dan nggak liat emaknya ada di samping, Tika kemudian mencari-cari ke dapur. Sampai di dapur, langsung ngagetin emaknya, dg teriak “badalaa….”. Entah dari mana dia punya kebiasaan usil gini ya ?
  8. Kadangkala keinginan Tika kalau dituruti cukup merepotkan. Saat malam sudah larut, kami berempat sudah siap-siap tidur, semua anggota keluarga (= tukang kebun, mawar besar, mawar kecil, mawar mungil) sudah berjajar rapi di tempat tidur, lampu sudah mulai dimatikan, mata mulai terpejam, terkantuk-kantuk……tiba-tiba Tika nyletuk “Bu, pengin ayam ABC (nugget)”, atau “Pak, Tika lapar. Pengin shimashiru (sebenarnya sih misoshiru, tapi diplesetin Tika jadi shimasiru)”…waaah….terpaksa sambil ngomel-ngomel saya atau Ine bangun, menyalakan lampu, dan ke dapur bikin nugget atau sup shimasiru…eh misoshiru, dan terus menyuapi Tika. Gimana pun juga nggak tega kalau membiarkan anak kelaparan di malam hari (padahal udah makan malam lho…)
  9. Minggu sore-malam rencananya belajar Spatial Data Modelling…cihuuy… :D

Ditulis dalam keluarga | 1 Komentar »