Corat-coret Anto S. Nugroho

Paper survey, Trip Report, Summary

Arsip untuk Mei, 2008

Diproteksi: Jadwal Mengajar, Presentasi & Diskusi Mei 2008

Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada Mei 26, 2008

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:


Ditulis dalam kuliah, research, scheduler | Masukkan kata sandi Anda untuk melihat komentar

Kesalahan pada paper SVM

Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada Mei 26, 2008

Minggu malam saat menyiapkan materi mengajar di STTTelkom, saya coba menurunkan rumus Lagrangian pada paper Tsuda sensei yg diterbitkandi jurnal IEICE. Setelah diutak-atik, ternyata ada kesalahan pada persamaan yang tertulis di paper tsb. yang akibatnya tidak nyambung dengan bahasan yg mengikutinya (^^; Saya rasa kesalahan ini perlu diberitahukan ke beliau, agar diralat. Paper ini sangat bagus sebagai pengantar memahami SVM, sehingga sayang jika kesalahan ini tetap dibiarkan. Perhitungannya:

Ditulis dalam research | 3 Komentar »

Giliran Tika dan Alya jadi cover majalah :D

Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada Mei 24, 2008


Ah, mengedit foto-foto anak-anakku ini emang bisa obat kangen pulang ke rumah. :D   Ine cerita kalau Tika tadinya mengira saya pulang ke Solo akhir pekan ini. Dikiranya hari Jumat kemarin saya pulang, padahal nggak. Sampai-sampai saat Tika masuk rumah, bilang “Assalamualaikum bapaaak”, karena dia berangan bapaknya ada di rumah. Aduuuh..bikin sediih (T_T)

Ditulis dalam keluarga | Leave a Comment »

Suatu siang di Jakarta

Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada Mei 24, 2008

Sabtu siang, saya habis jalan-jalan di Sarinah dan kembali ke kantor. Sambil menjinjing tas plastik isi pisang, saya menyeberang lewat jembatan penyeberangan. Di tengah jalan, ada anak perempuan, mungkin usia 10 tahun, duduk lemas dan berkata ke saya, “Pak, minta pisangnya satu ya”. Aduuh, kasihan benar ini anak. Saya petikkan satu pisang buat dia. “Sudah makan belum ?” Dia menggeleng. Karena nggak tega, saya sisipkan sekedar buat  beli makan siang.

Anak perempuan itu hanyalah satu dari ribuan anak di Indonesia yang terlantar. Mereka tidak tahu sampai kapan dapat bertahan hidup di tengah semakin mahalnya ongkos untuk hidup. Entah kenapa dia bisa terlantar seperti itu. Apakah sudah tidak punya orang tua, ataukah tersesat di jalan, ataukah mencoba mencari nafkah sendiri tetapi belum berhasil.

Belum lama ini, Ine cerita kalau saudara dari mbak yang membantu merawat rumah kami punya anak usia 5 bulan yang kepalanya ada benjolan. Benjolan itu tidak keras, dan kadang-kadang saja menyembul. Mereka tinggal di Wonogiri. Dengan susah payah akhirnya anaknya dibawa berobat ke salah satu RS terkenal di Surakarta. Untungnya mereka terbantu dengan askes, sehingga ongkos dokter bisa gratis. Hanya saja mereka tetap harus membayar sendiri untuk infus, dan obat-obatan yang lain. Sebelumnya mereka mengeluarkan uang 600 ribu untuk ongkos rontgen. Keluarga itu bukanlah keluarga yang mampu, tapi demi kesehatan anaknya, tentu saja dengan jalan apapun berupaya keras agar anaknya tetap bisa disembuhkan. Masalah uang bisa diatur, yang penting sehat dulu. Ah, cinta kasih orang tua memang tak ada batasnya.

Semoga saja Allah SWT memberikan jalan keluar bagi anak-anak yang terlantar, maupun mereka yang kekurangan, di tengah-tengah kehidupan yang makin sulit ini.

Ditulis dalam Indonesiaku | Leave a Comment »

Nongol di majalah :-)

Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada Mei 24, 2008

Ditulis dalam living in Japan | 1 Komentar »