Setelah satu tahun mengidap hipertensi, saya mulai mengetahui kapan dan pada situasi apa saja kepala saya pusing dan tekanan darah saya berpeluang naik.
- Saat menunggu rapat atau kegiatan yang tidak berjalan tepat pada waktunya. Kalau molor 10-15 menit masih bisa ditolerir. Tapi kalau satu jam…wah, kepala mulai nyut-nyut.
- Jika deadline paper, laporan sudah semakin dekat dan saya belum siap. Kalau udah gitu saya sering uring-uringan, menyalahkan diri ini yang tidak bisa memanage waktu dengan baik.
- Jika ada undangan atau tugas mendadak, dan bentrok dengan kegiatan yg sudah lama diagendakan
- Makan daging kambing, hidangan yang ber-vetsin.
- Makan indomie, langsung terasa efeknya dalam 1 jam. Kepala jadi berat. Padahal 10 tahun yll. saya kuat banget makan indomie goreng. Sekali terjang langsung 4 bungkus indomie goreng. Sampai-sampai mas Kusnanda bilang “To…perut kamu kayaknya bukan berisi cacing deh…tapi naga…” hi hi hi
- Kecapekan & kurang tidur
- Salah posisi saat tidur
- Porsi makan pagi kurang. Untuk amannya lebih baik makan nasi, karena di Indonesia perlu energi lebih untuk bisa beraktifitas baik di pagi hari.
- Terlambat makan. Kebiasaan saya sekarang makan pagi pk.7, makan siang pk. 11, makan malam pk.17.
- Minum captopril. Yang ini aneh. Mestinya captopril itu untuk menurunkan darah. Tetapi belakangan setelah minum captopril, kepala saya jadi agak berat. Kenapa ya ? Saya lihat penjelasan mengenai efek samping captopril, tetapi tidak ada side effect seperti itu. Sementara saya stop dulu, dan ganti ke extract bawang putih. Minum bunga Rosella juga ternyata nggak mempan. Perut saya nggak nerima.
Aduuuh..manja benar nih badanku….






