Corat-coret Anto S. Nugroho

Catatan kehidupan

  • Corat-coret Terbaru

  • Agustus 2008
    S S R K J S M
    « Jul   Sep »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • Kategori

  • Arsip

Arsip untuk Agustus 13th, 2008

Teman Ine di seminar UGM ?

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Agustus 13, 2008

Sore ini sembari mengetik makalah untuk seminar di UGM, saya ngobrol dengan Ine. Ine tanya, siapa saja pembicara pada seminar di UGM yad. Saat saya sebutkan satu persatu, ternyata ada satu diantaranya yang dikenal Ine, yaitu Dr. Trias Aditya K.M., ST., M.Sc. “Wah, kayaknya itu teman seangkatanku di Padmanaba (SMAN 3 Yogya), mas. Kalau nggak salah dia adiknya mas Sani“. Kalau benar, ya lucu juga. Dunia sempit, kata orang.

Selain saya, ada 3 orang lagi pembicara kunci dari luar UGM, yaitu Prof. dr. Amin Soebandrio, Ph.D, Sp.MK (KMNRT), Prof. Dr. Fedik Abdul Rantau (Unair) dan Ibu Dra. Pingky Saptandari, MA (Asmen Pemberdayaan Perempuan). Di antara ketiga beliau, baru Prof.Amin saja yang saya pernah bertemu, saat rapat di ristek. Deadline paper ternyata hari Senin yad. Masih ada 5 hari lagi. Gambarimasu.

Ditulis dalam talk & seminars | Tinggalkan sebuah Komentar »

Award “Desain Stand Exhibitor terbaik” pada pameran Ritech

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Agustus 13, 2008

Kemarin di kantor ada berita kejutan. Stand direktorat saya (PTIK: Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi) mendapat penghargaan “Desain Stand Exhibitor terbaik” pada pameran Ritech di Kemayoran minggu yll. Wah, alhamdulillah. Sama sekali tidak pernah disangka bahwa hasil kerja kami mendapat penghargaan tsb. Jikai mo gambarimashou ….

Beberapa gambar yang diambil pakai kamera Desi saat kami jaga di hari pertama pameran:

[1] Anto, Made & Vitri sedang nyiapin pameran untuk bagian datamining [2] Stand PTIK-BPPT [3] Seorang tamu yg datang sedang berdiskusi dg Ratih, Vitri dan Made, mengenai riset webmining [4] Anto & Kusnanda baru ngapain yah ? [5] Poto bersama: Anto, Ratih, Vitri, Kusnanda, Eka, Fahry [6] Poto bersama lagi: Bowo, Desi, Ratih, Vitri, Kusnanda, Eka & Fahry

Ditulis dalam research | Tinggalkan sebuah Komentar »

Bachelor thesis defense di Jepang dan di Indonesia

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Agustus 13, 2008

Sebenarnya judul di atas kurang tepat, karena “di Jepang” saya maksudkan terbatas pada yang saya alami saat tinggal di sana, dan “di Indonesia” terbatas pada pengalaman saya mengajar di SGU (Swiss German University, Serpong). Selain itu ulasan ini juga dibatasi pada jurusan teknik, utamanya teknik komputer. Tetapi kalau ditulis lengkap, judulnya bakalan panjaang dan gak menarik. Jadi biarlah judulnya seperti ini.

Di kampus saya (Nagoya Institute of Technology), presentasi siswa satu jurusan dilakukan secara serentak. Dalam satu hari ada puluhan atau ratusan siswa yang presentasi. Waktu yang dialokasikan untuk tiap siswa sangat singkat menurut ukuran Indonesia, yaitu sekitar 8 menit presentasi 2 menit tanya jawab. Ini menyebabkan siswa diharuskan berpandai-pandai menyusun slide dan berlatih presentasi, sehingga dalam 8 menit, pekerjaan selama 1 tahun itu bisa dipaparkan ke forum penguji. Delapan menit apakah cukup untuk presentasi ? Cukup ! Yaitu tunjukkan esensi-nya: latar belakang, metode, eksperimen dan kesimpulan. 10-15 slide sudah cukup. Yang membuat lama biasanya karena berputar-putar dalam pemilihan kata. Karena itu pilihan kata harus tepat, telak, dan mudah dicerna. Sulit, tapi di situlah seninya.

Sistem pengujian yang diselenggarakan di SGU (Swiss German University) agak berlainan. Waktu untuk mengerjakan tugas akhir relatif singkat, hanya 4 bulan dibandingkan dengan di Jepang yang lebih lama. (Di Jepang tugas akhir harus diselesaikan di 2 semester terakhir, sehingga total 1 tahun. Tetapi adakalanya sejak tk.III siswa sudah masuk ke lab. untuk mempelajari materi yang diperlukan dalam mengerjakan tugas akhir). Presentasi dan ujian di SGU dilakukan dengan bahasa Inggris sebagai pengantar. Hari ini dosen penguji ada 5 termasuk saya. Salah satu diantaranya adalah dosen penguji dihadirkan dari Jerman. Sidang dibuka oleh dosen pembimbing, siswa dipersilakan masuk dan memberikan presentasi selama 15 menit. Karena tidak ada timer, saya sekaligus merangkap sebagai timer. Menit ke-10 saya kasih kode dengan dentingan pulpen di gelas, dan menit ke-15 dua dentingan. Usai presentasi, 30 menit berikutnya adalah tanya jawab. Dosen pembimbing diminta untuk mengajukan pertanyaan pertama. Usai tanya jawab, 15 menit berikutnya dosen penguji merundingkan nilai yang diberikan kepada siswa. Saat itu siswa diminta keluar ruangan. Setelah selesai diskusi, siswa dipanggil masuk kembali dan diberitahu hasil ujiannya. Kalau “di Jepang”, alokasi waktu per anak sekitar 10 menit, “di Indonesia” jatah waktu tiap anak jauh lebih lama, yaitu sekitar 1 jam.

Sepintas ada perbedaan antara ujian di Jepang (NIT) dengan di Indonesia (SGU), yaitu lamanya waktu untuk tanya jawab. Hal ini karena kalau di Jepang, ujian yang sebenarnya adalah saat siswa presentasi kemajuan riset tiap minggu di hadapan sensei. Di situlah dia sebenarnya diuji dan dipantau, sehingga professor bisa menentukan apakah siswa itu sudah layak lulus atau belum. Kalau belum layak lulus, dia tidak akan diperkenankan menulis thesis maupun mengikuti ujian.

Berikut adalah tips yang saya sampaikan ke siswa saya di SGU sebagai persiapan menghadapi thesis defense

  1. Sekompleks apapun riset yang dilakukan, saat presentasi harus pandai meramu, membuat cerita yang bisa difahami oleh pendengar. Tidak perlu diperlihatkan semua eksperimen yang dilakukan, tetapi pilihlah yang representatif, yang bisa dibuat menjadi cerita menarik. Dalam bahasa Jepang sering dinasehatkan “Ki wo misenakute, mori wo miseru”. Cukup kalau anda ceritakan rimba-nya, tidak perlu cerita sampai pohon per pohon.
  2. KISS (Keep it Short & Simple) !!!! Anda harus menyajikan riset yang dilakukan dengan bahasa sederhana dan mudah difahami orang lain, tetapi tetap harus memberikan kesan bahwa anda mengerjakan (bagian dari) suatu pekerjaan besar, sesuatu yang sangat kompleks dan high level !
  3. Percaya diri sangat penting. Saat masuk ke ruangan, jika anda merasa keder, berarti anda sudah kalah 50%. Tidak ada cara lain meningkatkan ke-pede-an anda, dengan mempersiapkan segala sesuatunya sebaik-baiknya, cukup berlatih, perfeksionis dalam menyiapkan slide presentasi, dan percaya bahwa hanya anda satu-satunya yang mengetahui detail pekerjaan yang dilakukan.
  4. Penting memberikan kesan yang baik kepada para penguji. Kemarin saya minta ke siswa yang saya bimbing, agar dia mem-print slide yang dipresentasikan, dan dibagikan kepada para penguji. Ini akan memberikan kesan baik kepada penguji (dan itu penting !), bahwa anda siap menjelaskan materi maupun menerima pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.
  5. Usahakan riset anda dikemas dalam paper dan dikirim ke conference atau jurnal. Setelah itu tampilkan pada slide terakhir, misalnya: “part of this study is submitted to International Conference on …. (status : under review)”. Ini menunjukkan keseriusan anda, bahwa riset yang dilakukan tidak sekedar buat memenuhi syarat kelulusan saja, tapi ada niat untuk memberikan kontribusi pada komunitas iptek
  6. Satu hal yang penting dilakukan, pada bagian akhir presentasi, tulis kembali rangkuman achievements atau academic contributions dari riset yang dilakukan. Adakalanya jury berasal dari orang yang bidangnya berlainan, dan tidak dapat memahami masalah teknis yang dipaparkan. Biasanya hal pertama yang dia tanyakan adalah : apa kontribusi akademis dari riset yang anda lakukan ? Untuk menjawab pertanyaan itulah, perlu ditampilkan di slide terakhir rangkuman kontribusi akademis yang diberikan.

Ditulis dalam kuliah | 5 Komentar »

Selesai satu, yang lain menunggu

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Agustus 13, 2008

Minggu ini jadwal saya sangat padat. Hari Senin saya berada diĀ  ITTelkom Bandung dan jadi penyaji materi tutorial SVM. Senin siang kembali ke Jakarta, kemudian siap-siap untuk thesis defense hari Selasa. Selasa siang kemarin (12 Aug 2008), saya bertugas di SGU sebagai advisor dan sekaligus penguji untuk dua mahasiswa saya yang akan mempertahankan thesis defense. Setelah ikut berdebar-debar juga, Alhamdulillah, dua mahasiswa saya (Febri & Eka) berhasil melampaui ujian thesisnya dengan baik. Semoga apa yang mereka pelajari selama ini dapat bermanfaat untuk masa depannya.

Hari Rabu ini rencananya saya menyelesaikan makalah untuk seminar LPPM di UGM, seputar komputasi dan kesehatan. Kata mbak Diah, kalau bisa makalahnya ditunggu minggu ini. Waaks…. berarti harus selesai Rabu ini. Materinya sudah ada sebenarnya, tinggal dikemas dalam tulisan.

Saya jadi ingat kalau saya masih punya tulisan yang belum selesai, untuk keynote speech di Bali yad. one more paper….

Kemarin mbak Vitri cerita kalau di kompas ada tulisan tentang penyebaran penyakit menular terutama DBD, dan Selasa kemarin ada bantahan dari ibu Menkes. Saya jadi tertarik untuk menulis artikel ke kompas, mengenalkan riset yang kami lakukan di kantor, yang saya rasa bisa memberikan kontribusi untuk masalah nasional di bidang kesehatan. One more paper (^^;

Hari Kamis besok saya harus ke hotel Allson Residence mengikuti seminar sosialisasi peraturan presiden ttg. standar interoperabilitas e-gov.

Setumpuk pekerjaan menunggu. Semoga hari-hariku jadi hari yang penuh makna. Ilaahi anta maqsudi wa ridloka mathlubi.

Ditulis dalam gado-gado | 1 Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 75 pengikut lainnya.