Corat-coret Anto S. Nugroho

Catatan kehidupan

  • Corat-coret Terbaru

  • September 2008
    S S R K J S M
    « Agu   Okt »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    2930  
  • Kategori

  • Arsip

Arsip untuk September, 2008

Sedikit catatan untuk novel laskar pelangi

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 30, 2008

Saat membaca novel laskar pelangi, ada sedikit hal yang meragukan. Saat acara cepat tepat, pertanyaan yang diajukan oleh jury, terutama matematika, apakah levelnya tidak terlalu tinggi untuk SMP ? Saya tidak tahu mata pelajaran SMP pada tahun 70 80-an seperti apa. Yang jelas pada saat saya SMP (1983-1986), kami hanya diajarkan trigonometri, aljabar dan aritmatika. Selisih usia saya dengan tokoh-tokoh di novel tsb. mungkin hanya terpaut 3 tahun, jadi mestinya tidak ada perbedaan signifikan kurikulum di SMP. Calculus seingat saya baru diajarkan di bangku SMA. Khusus mengenai hal ini, versi film novel ini lebih realistis dalam menggambarkan tingkat pendidikan SD/SMP. Soal-soal yang diajukan di cepat tepat (tidak sama dengan versi novel) sangat wajar untuk level SMP.

Kemudian soal pertama yang diajukan oleh jury (halaman 370): luas bidang di bawah y=2x dengan batas 0 dan 5, disebutkan jawaban yang benar adalah 12.5. Jawaban ini tidak tepat, karena integral dari 2x adalah  x^2. Dengan batas 0 dan 5, luas area di bawah y=2x adalah 25. Kemungkinan kedua adalah salah ketik. Kalau melihat jawaban Lintang di kalimat-kalimat berikutnya, sepertinya pertanyaan itu seharusnya tertulis “y=2x-x”. Kalau pertanyaannya seperti ini, maka kalimat2 berikutnya termasuk jawaban 12.5 adalah benar.

Ditulis dalam gado-gado | 5 Komentar »

Buku-buku sastra menarik

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 29, 2008

Liburan di minggu lebaran ini saya menikmati kebersamaan bersama keluarga. Satu hal yang langka, dimana saya bisa menemani keseharian mereka lebih dari 1 minggu. Tapi walau liburan, ternyata pekerjaan tetap menanti saya. Pertama menyelesaikan paper untuk seminar di Bali yad., kemudian mengerjakan order terjemahan dari nihonggo ke Indonesia-go. Beberapa buku untuk saya baca di Solo juga saya bawa, a.l. berkaitan dengan bioinformatika dan kernel based learning. Ternyata waktu di bandara Sukarno Hatta kemarin saya nggak bisa menahan hati untuk menambah koleksi buku saya dengan tulisan pak Habibie : Detik-detik yang menentukan. Sudah lama sejak di Jepang saya mengincar buku ini. Baru kemarin keinginan itu terwujud. Mengasyikkan membaca buku beliau, di tengah detik-detik yang menegangkan bagi bangsa Indonesia. Belum habis buku pak Habibie, siang tadi saya membeli buku Laskar Pelangi. Sejak siang tadi, saya baca dengan cepat, dan memang mengasyikkan sih. Mungkinkah buku ini kelak jadi karya sastra monumental di Indonesia, sebagai penerus master piece tempo doeloe: Siti Nurbaya, Salah Asuhan, Tenggelamnya kapal Van der Wijk, dsb.  

Semoga saja anak-anakku kelak juga hobby baca, nggak sekedar hobby liat VCD. Saya setuju dengan pendapat Negroponte di “Being Digital”, bagaimana pun juga buku memberikan pengalaman yang lebih kaya daripada informasi  yang disajikan secara visual.

Beberapa buku yang pengin saya baca :

  1. Rich Dad Poor Dad (Robert Kiyosaki)
  2. The world is flat (Thomas L. Friedman)
  3. Hackers and Painters (Paul Graham)
Buku yang pengin saya baca, tapi belum terbeli: The History of Java (Sir Stamford Raffles)

Ditulis dalam Indonesiaku | Tinggalkan sebuah Komentar »

Menonton “Laskar Pelangi”

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 29, 2008

 

Kemarin siang, saya ke gedung bioskop di Solo Grand Mal bareng dengan Andut-Rusma. Kami nobar (nonton bareng) film Laskar Pelangi yang diangkat dari karya Andrea Hirata. Awalnya saya ogah, karena belakangan agak muak dengan judul-judul sinetron/film Indonesia yang latah dg Ayat-Ayat Cinta, padahal setelah dilihat isinya gak bermutu dan kualitas ceritanya jelek. Tapi, setelah melihat trailernya di youtube, saya jadi tertarik. Ah, kayaknya menarik, dan saya harus liat film ini. Mumpung ada teman yang ngajak nonton bareng. Dan jadilah saya ke bioskop, setelah hampir 20 tahun nggak pernah ke gedung bioskop Indonesia (terakhir ke gedung bioskop di Indonesia adalah th.1989, waktu lihat film Cut Nya Dien). Antreannya panjang banget, kata Andut.  

Sebelumnya saya nggak pernah membaca versi novel film ini. Jangankan baca novel LP, nama Andrea Hirata sebagai penulis novel itu pun saya nggak pernah dengar. Mungkin karena saya tidak mengikuti perkembangan novel di Indonesia. Jadi saya melihat film ini dengan pengetahuan awal nol. Mungkin hal ini lebih baik, karena saya tidak akan membandingkan dengan versi novel-nya. 

Setelah melihat film itu, wah…macam-macam deh perasaan yang mengaduk hati saya. Ada rasa haru, tapi juga terbersit rasa semangat melihat anak-anak miskin itu demikian besarnya keinginan mereka menuntut ilmu. Saya percaya, banyak sekali anak-anak seperti mereka di berbagai belahan bumi nusantara. Kebetulan dulu waktu masih di Nagoya, saya turut mengurus program beasiswa untuk anak-anak yang kekurangan di Indonesia, dan memang ternyata banyak sekali anak-anak yang memerlukan bantuan yang bagi saya besarnya tidak seberapa, tapi bagi mereka ternyata sangat berarti buat meneruskan  studinya. Saya kagum juga dengan semangat bu Mus dan pak Harfan yang mencintai profesi mengajar walau gaji tak dapat diharapkan. Mereka guru-guru idealis yang penuh dedikasi, yang pasti terdapat di berbagai pelosok Nusantara, walaupun mungkin namanya tak pernah dikenal orang, tapi jasanya besar tanpa pamrih.  Film seperti ini memang karya seni indah yang saya rasa sangat langka, dan sudah sewajarnya jadi primadona di gedung bioskop di Indonesia. 

Links: 

  1. Blog film Laskar Pelangi
  2. Blog Laskar Pelangi 

Note:

  1. waktu adegan si Harun menggambar kambing (kalau nggak salah) di kertas ujiannya, saya jadi ingat pengalaman sendiri. Waktu masih mengajar di Chukyo Univ., ada seorang mahasiswa yang karena nggak bisa mengerjakan soal ujian matakuliah saya (struktur data), di kertasnya dia menggambar sepeda motor :D
  2. Senin siang, saya beli juga akhirnya buku Laskar Pelangi di Gramedia. Saya baru baca sekilas tapi rasanya nggak mau berhenti. Benar-benar karya sastra yang bagus, deh. 

Ditulis dalam Indonesiaku | 3 Komentar »

Kena hukuman lagi

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 26, 2008

Sore hari Tika dengan riang gembira memperlihatkan “hasil karya”-nya : orek-orek di dinding ruang tamu, ke bapak-ibu. Hoaaaa….ibu histeris, dan keluar tanduk ! Langsung Tika dikasih hadiah hukuman: temboknya harus dibersihkan lagi sampai bersih. Kalau nggak mau bersihin, Tika nggakboleh masuk rumah. Tunggu di luar aja. Jadi deh…sore ini kena hukuman bapak-ibu. (^^^;

Ditulis dalam keluarga | 1 Komentar »

Sup kacang merah

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 25, 2008

Siang tadi saat ke hypermart, terbetik niat untuk membuat sup kacang merah buat sahur malam ini. Nggak ada salahnya kan, kalau sekali-sekali bikin masakan. Bahannya kacang merah, wortel, bunga kol, brokoli, tomat, ayam dan seledri. Sampai di rumah, kacang merah dan ayam direbus dulu pakai slow-cooker. Setelah 3 jam, akhirnya kacang merah dan ayamnya sudah empuk. Baru kemudian bunga kol, brokoli, wortel diiris-iris dan dimasukkan ke panci, dan direbus bersama kacangmerah dan ayamnya. Sledri dan tomat dimasukkan agak belakangan karena mudah hancung…eh..hancur. Bumbunya cuma merica, garam dan dikasih sedikit mentega. Sebenarnya pengin ditambahkan kaldu, biar rasanya agak mantap. Tapi khawatir kalau kebanyakan bumbu buatan, entar nggak sehat. Sebenarnya saya kurang puas, rasanya kurang manstab. Kaldu ayamnya kurang terasa, dan kebetulan di rumah nggak ada pala. Selain pala, mestinya dikasih sedikiiit aja kanji. Tetapi Ine sudah cocok dg rasanya, dan Tika juga menyukainya. Jadi ya udah…nggak saya tambahkan apa-apa lagi. Lumayan, buat sahur sudah ada menu. Entar tinggal ngangetin aja…atau kalau mau dibuat hutspot, tinggal dihancurleburkan :-)

Ditulis dalam keluarga | 1 Komentar »

Originality dan teamwork dalam penelitian

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 25, 2008

diupdate : 19.49 WIB 25 September 2008

Saat mengajar matakuliah Research Methodology, satu topik crucial yang saya sampaikan ke siswa adalah pentingnya originality dalam riset, sekalipun untuk riset level S1. Tidak cukup satu penelitian dilakukan tanpa mempertimbangkan kontribusi original terhadap sains dan iptek. Fase yang mutlak harus ditempuh adalah lewat membaca dan mengkritisi penelitian yang sudah dilakukan orang lain, lewat literature survey yang memadai. Seorang siswa saya mengeluh, karena paper tidaklah mudah dibaca dan ditelaah. Jangankan untuk mahasiswa S1, untuk mahasiswa  S2 dan S3 atau dosen sekalipun, membaca dan mengkritisi paper tidaklah mudah. Tapi mau tidak mau itu harus dilakukan agar penelitian yang dilakukan benar-benar original, bukan duplikasi dari penelitian lain orang. Bagaimana kalau sudah berusaha membaca paper tapi tidak kunjung faham dan tidak kunjung mendapat ide original ? Di situlah peranan kolega dalam sebuah laboratorium. Proses pencarian ide riset, selain harus dilakukan secara aktif oleh siswa perlu mendapat masukan dari kolega lain, terutama yang lebih senior. Saat di Jepang dulu, kami bergiliran secara rutin mempresentasikan hasil survey literatur yang dilakukan, dalam pertemuan mingguan di lab (kentokai). Siswa berusaha mengkritisi paper yang dibaca, dan kolega yang lain turut membantu upaya tsb.  Kolega yang senior biasanya lebih bisa melihat sisi mana yang lemah, dan sisi mana yang dapat diperbaiki.  Dengan rutin melakukan kegiatan seperti ini, proses pencarian tema original akan berjalan efektif. Di situlah manfaatnya team work.

Bagaimana kalau tidak punya team work, atau tidak tergabung dalam satu laboratorium ? Nah, inilah kesulitan khas di Indonesia. Sejauh ini, saya baru beberapa kali saja menemukan laboratorium yang dikelola dengan team work dan strategi riset yang bagus.  Mungkin ini yang menyebabkan di mailing list sering saya baca posting mahasiswa yang ingin dicarikan tema buat tugas akhir (kadang-kadang dengan pesan sponsor: “klo bisa jangan yang terlalu sulit soalnya deadline saya tinggal 2 bulan.” ). Hal ini terjadi karena tema penelitian di Indonesia cenderung sering dilepaskan, diserahkan kepada mahasiswa untuk mencari sendiri tanpa kontrol ketat dari dosen pembimbing, dan juga bukan bagian dari skenario besar penelitian seorang dosen peneliti. Senada dengan hal ini, di mailing list biotek, ada posting seorang anggota, yaitu Pak Khrisna P. Candra sbb.

Sistem penelitian di lembaga/pusat penelitian dan universitas negara maju sepertinya hampir sama, yaitu (1) dilakukan oleh grup peneliti yang dipimpin oleh professor dengan kewenangan dan tanggung jawab yang pimpinan yang jelas, (2) penelitiannya fokus, (3) dananya cukup, (4) jaringan peneliti di bidang yang sama kuat, (5) sumberdaya peneliti tangguh.
Keterangan:

  1. Prof di Negara maju adalah professor peneliti atau memanajemi penelitian, di kita professor adalah gelar dan berbau karir mengajar. Penelitian di Negara maju di lakukan oleh grup penelitian (Arbeitsgruppe, AG bhs jermannya), dikita masih individu, tidak ada system yang jelas dalam mengatur kewenangan, hak (gaji, tunjangan, dll) dan kewajiban seorang professor. DIKTI menetapkan beban mengajar yang terlalu berat (12 SKS per semester sama dengan 4 mata kuliah, yah karena mata kuliah di universitas kita terlalu banyak dan nggak fokus, banyak minor-minornya).
  2. Di Negara maju, penelitian dibidangnya sudah ditekuni sejak lama mula dari S1, S2, S3, sampai postdoc. Dikita tidak banyak peneliti yang menekuni bidang yang sama dalam pengalaman studinya. Adanya AG memfasilitasi sector swasta/industry lebih mudah menjalin hubungan riset.
  3. Supporting dana langsung ke AG melalui Prof., yang tentunya sudah mempunyai penelitian payung tunggal sampai masa pensiunnya. Di kita masih per individu peneliti, Prof. tidak diberdayakan atau tidak berdaya karena (lebih suka) dibenani urusan administratif.
  4. Para punggawa peneliti (Prof.) dalam satu bidang saling kenal dan terus menjalin hubungan sehingga AG-nya tidak melakukan penelitian duplikasi
  5. Penelitian S1, S2 atau S3 adalah bagian dari ide AG, bukan ide mahasiswa (baru memulai benang merah penelitian) yang tiba-tiba “nyelonong” minta dibimbing penelitiannya. Di kita syarat pembimbing penelitian bagi mahasiswa masih belum ketat. Sebuah AG mempunyai peneliti-peneliti tangguh (tentara) yang selalu fresh. Prof. dikita kesulitan untuk mendapatkan tentara-tentara itu, bagaimana mungkin kalau penelitian hanya dilakukan sendirian? Atau berempatan? Kalai berempatan adalah 1 Prof., 3 postdoc dengan masing-masing post doc mempunyai bimbingan 4, maka prof tersebut mempunyai 12 prajurit siap tempur.

Kalau kita ingin memajukan penelitian di perguruan tinggi, sistem lab. semacam ini mau tidak mau harus diadopsi, walau tentunya dengan penyesuaian di sana sini agar cocok dengan sikon di Indonesia. Seorang dosen/pembimbing penelitian haruslah memiliki long term goal penelitian yang mencerminkan ketajaman visi dan pandangannya terhadap masalah keilmuan yang digelutinya, dan mahasiswa-mahasiswa itu dikelola dalam satu team work yang baik untuk menyelesaikan short objective yang merupakan hasil break-down dari long term objective tadi. Dengan demikian penelitian yang dilakukan siswa bukan sekedar memenuhi syarat kelulusan saja, tetapi merupakan bagian dari  tema besar sang dosen dalam memberikan kontribusi riil terhadap sains dan iptek.

Diskusi

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam persiapan pulang, scheduler | 1 Komentar »

Satogaeri (mudik) lebaran 2008

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 25, 2008

Mudik lebaran tahun ini saya memilih memakai pesawat. Belajar dari pengalaman tahun lalu betapa sulitnya mencari tiket kereta pulang (yang baru dijual 1 bulan sebelumnya), saya putuskan memakai pesawat, karena bisa dipesan jauh hari sebelumnya. Kalau tidak salah bisa dipesan 1 tahun sebelumnya). Saya beli tiket pd. tanggal 7 Juli yll. dengan harga Rp 628 ribu. Entah kalau sekarang. Barangkali sekitar 1 jutakah ?  Dari mbak Andrari, saya dapat informasi bahwa kondisi mudik di jalan dapat dipantau secara life lewat streaming di http://124.81.82.136/ltmc2008/index.php Hm…menarik juga informasi seperti ini. Selamat mudik. Semoga selamat di perjalanan dan berkumpul kembali dengan keluarga dan handai taulan di kampung halaman.

Ditulis dalam Indonesiaku | Tinggalkan sebuah Komentar »

Mereka sudah bisa bermain bersama

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 24, 2008

Ine cerita kalau Tika sekarang sudah mulai bisa bermain berdua dengan adiknya. Tika beberapa kali menggendong adiknya keluar dari kasur, di saat ibunya tertidur. Saat Ine bangun, rupanya mereka sedang asyik bermain di ruang tengah. Saya jadi nggak sabar pulang, dan pengin lihat, seperti apa sih kalau dua anak itu bermain-main. Lucu juga, soalnya Alya kan belum bisa ngomong. Cuma Ine jadi agak cemas. Khawatir kalau Tika terjatuh saat menggendong adiknya keluar kasur..maklum anak 4 tahun koq nggendong adiknya yang hampir 1 tahun. :-)

SMS Ine 24 Sep 2008 09.18 am: “Kata Tika kemarin mau mugyu (=memeluk) bapak saolnya(=soalnya) udah kangen banget sama bapak ibu dan dek Alya
Waduuh..bapak jadi kangen banget juga nih (Tika kalau mugyu ke saya suka bilang sambil agak manja “tika masih kangen terus sama bapaak“). Insya Allah nanti sore terbang ke Solo ya, nduk…dan bapak sudah siap di-mugyu semuanya (T_T)

Catatan:
Sekitar pk.20.30 alhamdulillah akhirnya tiba di rumah Solo dengan selamat, naik Sriwijaya. Sebenarnya jadwal penerbangan saya pk.09.55 pagi, tetapi sekitar 3 hari sebelumnya ada perubahan jadwal, diubah menjadi 17.45. Jam 2 saya sudah berangkat dari Gambir, mengantisipasi kalau ada kemacetan di jalan, perjalanan bisa makan 2-3 jam. Ternyata lancar, dan hanya makan waktu 1 jam saja. Tetapi saat udah check in, jadwal itu kemudian diundur lagi menjadi boarding 18.15, dan sekitar 18.30 take off. Ya udah, nggak apa-apa. Yang penting bisa mudik dengan selamat dan berkumpul kembali dengan bunga-bungaku yang tercinta. Tika dan Alya begitu melihat saya langsung riang gembira. Kelihatan sekali luar biasa kangennya. Tika memeluk-meluk saya, minta digendong dan pangku, serta bercerita tak kunjung henti, tentang gambarnya, tentang adeknya, sekolah, dsb. Alya juga memandang saya lamaaa, dan merangkak dengan cepat minta digendong. Kemana saya bergerak, Alya segera mengejar, mengikuti dan mengacungkan kedua tangan untuk minta digendong. Ahh…capeknya berjam-jam menunggu di Cengkareng langsung hilang :D

Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

Mereview paper

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 24, 2008

Catatan dari kuliah Research Methodology, yg saya sampaikan di Jur.IT-SGU, 23 September 2008

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat melakukan literature review, adalah sbb.

  1. Jangan pernah percaya bahwa sebuah paper itu perfect. Nasehat yang sering diberikan: terhadap data yang disajikan, mungkin bisa saja 70% anda percaya, tetapi untuk bagian diskusinya, jangan lebih dari 50%.
  2. Bacalah bagian introduction, dan coba cari informasi berikut:
    1. Objective dari riset yang dilakukan
    2. Mengapa author memilih problem itu ? Sisi manakah yang menarik dan signifikan ?
    3. Dimana letak originality penelitian tsb. ? Apakah penelitian itu mengemukakan satu pendekatan baru terhadap masalah yang sudah ada, ataukah memakai metode yang sudah ada untuk memecahkan satu aplikasi baru yang menarik, ataukah baik pendekatan maupun aplikasinya semua baru ?
    4. Masalah apakah yang ingin dijawab oleh author ? (problem formulation)
  3. Bacalah bagian diskusi, dan coba cari informasi berikut:
    1. Solusi apakah yang dipakai oleh author untuk menjawab pertanyaan riset di atas ?
    2. Bagaimana author mendesain eksperimen untuk menguji sistem yang dibuat ?
    3. Apakah eksperimen itu berhasil ?
    4. Apakah ada contoh eksperimen yang tidak berhasil ? (mestinya selalu ada, karena tidak ada penelitian yang sempurna). Bagaimana author membahas penyebabnya ? Ataukah penyebab itu tidak dibahas sama sekali ?
  4. Bacalah bagian conclusion dan coba cari informasi berikut
    1. Apakah kesimpulan itu menjawab semua pertanyaan yang diajukan pada bagian introduction ?
    2. Dimanakah letak kontribusi terbesar dari penelitian itu ?
    3. Apakah ada masalah penelitian yang masih belum diselesaikan ?
  5. Apakah anda memiliki ide lain untuk memecahkan masalah yang sama ?
  6. Dimanakah kelemahan dari paper yang anda baca ? (isi, penyajian, dsb)
  7. Bacalah bagian referensi dan coba cari informasi berikut
    1. apakah referensi yang dipakai uptodate (tahun-tahun terakhir) ? Ataukah paper yang dijadikan referensi sudah terlalu lama ?
    2. Sekiranya anda tertarik untuk mengerjakan riset pada tema yang berdekatan, catatlah paper atau buku penting yang tercantum pada bagian referensi paper tsb.

Ditulis dalam kuliah, research | 1 Komentar »

Tika dan puasa

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 23, 2008

Selama bulan puasa ini Tika mulai mengenal kata-kata “puasa”, “berbuka” dan “sahur”, walau masih agak kacau. Seperti beberapa hari yll. Ine cerita kalau Tika memahami “berbuka” itu “terbuka”. Jadi kalau emaknya nggak mau dikasih Tika snack, Tika bilang “Oo…ibu sedang tertutup ya ?”. he he he. Saat makan siang, Tika berkata “Alhamdulillah…tadi terbukanya penuh”. Maksudnya berbuka puasa …hi hi hi

Usai sekolah, Tika cerita ke ibu : “Bu,…kata bu Titik nanti ada ibu Filtri”. Ibu sempat bingung…tapi akhirnya ngeh, kalau maksud Tika “ibu Filtri” itu Idul Fitri. hi hi hi

Menjelang tidur kemarin Tika berdoa spt ini “Ya Allah. Tika mau jadi yukimura!” terus nyanyi-nyanyi “Naik, naik ke puncak DUNGUN” ha ha ha ha :D

PS: yukimura = tokoh idola Tika di kekkaishi

Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

Paper accepted !

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 22, 2008

「先生、投稿した論文が受理しました」と Febri から先日連絡をもらいました。よかった!彼女は私が初めて指導した学部の学生です。論文の題目は「Evaluation of Feature Subset Selection Algorithms for Biological Datamining」です。学部の学生が国際学会に論文を投稿できることは指導教官として満足しています。残念ながら、彼女は9月上旬にすでにベルギのKU Leuvenへ留学しましたので、変わりに僕が発表しなければなりません。以上の論文はITSのBME Days国際学会で11月11-12日に発表予定されています。その3日後、15日にバリ島で行われたKonferensi Nasional Sistem dan Informasi学会で僕は特別講演をしなければなりませんので、日程の調整はかなり厳しい。当日の講演はSVMの基礎と応用及びこれからの研究動向という内容で予定されていますが、その他にBowo君達と共著で Desain Sistem Analisa Spatio-Temporal Penyebaran Penyakit Tropis memakai Web Miningを題目とした研究の発表もやらなければなりません。発表はBowoがやってくれるので、安心 です(Bowo、何卒よろしくお願い申し上げます)

11月の中旬は研究発表のお祭りになりそうです。

Ditulis dalam research | Tinggalkan sebuah Komentar »

tukang kebun yang gag sabar menunggu saat mudik lebaran

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 21, 2008

Siang-siang seperti ini, saya jadi teringat waktu kami masih tinggal di Nagoya. Kami sering menghabiskan akhir pekan, dengan jalan-jalan, bersepeda, belanja keperluan rumah tangga di supermarket, pasar, atau melihat-lihat sisi kota Nagoya. Sebelumnya kami sarapan dulu di mister donat, menikmati beberapa jenis donat yang kalau diingat bikin kangen pengin kembali ke Nagoya. Kalau sekarang ? Saya menyelesaikan beberapa tugas dan pekerjaan, sendirian lagi, di batavia. Sedangkan Ine dan anak-anak berada di Solo. Kangen banget dengan suasana kehangatan di rumah, dengan tangisnya Alya, kesibukan Ine yang tak kunjung berhenti, atau sekedar menemani Tika naik kirin (jerapah) di Solo Square. Detik-detik bersama dengan keluarga memang indah. Tetapi saat-saat merindukan suasana seperti sekarang ini pun suatu keindahan tersendiri. Alhamdulillah, saya dikaruniai Allah keluarga yang sehat, penuh kehangatan dan cinta kaseeh (aduuh…koq makin lama makin ngedangdut ya bahasanya ?). Di rumah kami, saya adalah si tukang kebun, emaknya Tika-Alya jadi mawar besarnya, Tika jadi mawar kecil, dan Alya mawar mungilnya. Tukang kebun harus rajin menyirami bunga-bunganya dengan kasih sayang, agar mereka tumbuh dan mekar dengan indah. Naah…tukang kebun ini lagi menghitung hari, tak sabar untuk mudik ke desanya, setelah seminggu lebih cari nafkah di batavia. Ini niih..foto yg bikin kangen pulang ke rumah :D

Ditulis dalam keluarga | 2 Komentar »

Meri het a littembel (Marry had a little lamb versi Tika)

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 19, 2008

Ine cerita, Tika baru senang menyanyikan lagu “Marry had a little lamb”. Tapi karena tercampur dengan “tinker bell”, akhirnya lagu itu jadi “Marry had a littlembel, littlembel”…hihihi :D  Kalau tinker bell, dia lafalkan sbg “tingkembel”.

Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

Boku no otoosan

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 19, 2008

Ada lagu anak-anak yang bagus tentang otoosan (ayah) dan okaasan (ibu) yang sering disiarkan di acara anak-anak NHK (TVRI nya Jepang). Pagi ini saya temukan lyric lengkapnya seperti di bawah.

Otoosan otoosan, boku no otoosan (bapak, bapak, bapakku)
Kaisha he iku to kaishain (kalau pergi ke kantor, dia jadi pegawai)
Shigoto suru toki kachousan (kalau sedang kerja, dia jadi bos)
Shokudo hairu to okyakusan (kalau masuk ke kantin, dia jadi tamu)

Otoosan otoosan, boku no otoosan (bapak, bapak, bapakku)
Haishani ikuto kanjasan (kalau ke dokter gigi, dia jadi pasien)
Aruite iru to tsuukounin (kalau sedang jalan kaki, dia jadi pejalankaki)

Otoosan, otoosan, boku no otoosan, (bapak, bapak, bapakku)
gakkou ikeba seitousan (kalau ke sekolah (kursus bahasa Inggris), dia jadi murid)
Densha ni noru to tsuukinkyaku (waktu sedang naik kereta, dia jadi orang bepergian kerja)

Otoosan otoosan, uchini kaeru to (bapak, bapak, ketika pulang ke rumah)
Boku no otoosan (dia jadi bapakku lagii)

Lagu yang sederhana dan menggambarkan keseharian keluarga yang “normal” di Jepang. Seorang anak yang selalu mengharap-harapkan ayahnya pulang, menjadi teman main di rumah. Kalau sudah di rumah, bapakku adalah milikku, bukan milik kantor, bukan milik kantin, bukan milik dokter gigi, dan bukan juga murid kursus bahasa. Bapakku adalah milikku, milik adikku, milik ibuku. Ehm..jadi kangen pulang ke rumah (^^;

(kiri: tika waktu masih belum bisa jalan (th.2005) narik dasi bapak, nggak boleh ke kantor……kanan: alya minta gendong bapak)

Ditulis dalam keluarga, living in Japan | 3 Komentar »

Grafik tensi

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 17, 2008


Saya coba memplot data pengukuran tensi saya selama bulan September ini. Sayang, walau saya rajin mengukur, tapi tidak semuanya sempat tercatat dengan baik, sehingga di sana-sini masih blong. Tapi setidaknya selama bulan September ini, systolic saya menuju ke arah normal, levelnya sudah main di sekitar angka 130. Diastolic-nya juga setali tiga uang, dibawah 90. Batas untuk disebut hipertensi adalah 140/90. Dengan kondisi saya sekarang, saya turun dari status “hipertensi” menjadi “pra-hipertensi” (120/80 – 140/90). Saya tanyakan ke Rusma saat buka puasa hari Sabtu yll. katanya kondisi saya sekarang batas atas untuk normal. Pff…lega deh. Berkah puasa barangkali yah. Saat ini saya masih mengkonsumsi captopril 2x sehari, saat buka dan sahur. Nanti kalau sudah di Solo, rencananya mau konsultasi ke Bobo. Seingat saya kalau sudah mulai normal, captopril mulai dikurangi sedikit demi sedikit.

PS: Maap…pada grafik di atas satuan-nya lupa ditulis..hi hi hi

Ditulis dalam kesehatan | 1 Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 75 pengikut lainnya.