Corat-coret Anto S. Nugroho

Catatan kehidupan

  • Corat-coret Terbaru

  • September 2008
    S S R K J S M
    « Agu   Okt »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    2930  
  • Kategori

  • Arsip

Arsip untuk September 11th, 2008

Namaku Anto

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 11, 2008

Saat mengajar di SGU kemarin, seorang siswa saya memanggil dengan nama “pak Asnu”. Hah ? Ternyata dia tahu nama saya asnu dari kakak-kakak kelasnya (yg tahun lalu saya ajar juga). Wah, berabe juga, namaku koq diganti jadi begitu. Saya diketawain Ine “Hahahaha. untung bukan huruf n atau s nya yang hilang”

Waktu di Jepang dulu, di Iwata lab. (saat saya masih student) saya dipanggil “Anto”. Mereka sudah tahu kalau saya tidak punya family name, dan panggilan saya memang Anto. Tetapi saat menulis paper, mau nggak mau saya harus memakai family name. Akhirnya “nugroho” jadi family name saya. Di beberapa paper yang mencantumkan paper saya sebagai referensi, mereka tulis “Nugroho proposed …”.

Karena dalam berbagai kesempatan saya harus menulis dalam katakana, nama saya menjadi “ANTO SATORIYO NUGUROHO”. Waktu saya memiliki lab. sendiri di Chukyo Daigaku, pak Dekan (Prof.Hasegawa) menyarankan agar saya konsisten dengan satu nama saja, agar tidak menyulitkan administrasi. Karena kadang-kadang saya pakai nama “ANTO”, kadang “NUGUROHO”. Akhirnya saya putuskan agar nama “resmi” saya NUGUROHO. Tetapi kata Hasegawa sensei, “NUGUROHO” itu agak sulit dilafalkan. Saya disarankan pakai “NUGOROHO” yang mudah dilafalkan oleh lidah Jepang. Yo wis. Akhirnya namaku jadi NUGOROHO. Kakko warui kedo :D

Ditulis dalam gado-gado | Tinggalkan sebuah Komentar »

Celoteh Tika & Alya

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 11, 2008

  1. Tika akhir-akhir ini punya hobby yang bikin waswas emaknya. Dia suka menggotong-gotong dik Alya. “Bapak..niih…Tika bisa gendong adik”, dan kemudian adiknya dipeluk dan diangkat, dipindahkan ke tempat lain. Saya dan Ine cuma khawatir aja, kalau-kalau nanti jatuh, karena dik Alya masih terlalu berat buat Tika. Alya-nya sendiri gak protes, dan cuma senyum-senyum aja.
  2. Alya gampang banget terbangun, kalau mendenger gemericik air di kamar mandi (belum puas main air ketuban ya dik ?) Emaknya jadi sulit sholat. Kalau sudah bangun, langsung deh menangis dengan keras “hoaaa..hoaa…”. Sepertinya memang baru fase seneng nangis. Kalau dilarang turun dari tempat tidur dengan suara agak keras sedikit saja, Alya langsung menangis tersedu-sedu, seolah tersakiti hatinya. Aduh, nduuk…mbok jangan terlalu sensitif yaa :D
  3. Alya nggak suka kalau ibunya nggak konsentrasi ke dia. Kalau ibu sedang baca koran, Alya jadi marah, teriak-teriak dan korannya ditutup. Kalau emak sedang telpon dan di akhir telpon bilang dadaag, Alya langsung mengangkat tangan dan dadaag ke ibu :D
  4. Saat mengikuti pesantren kilat di play group, Tika nggak mau disuruh pakai kerudung. “Barbie kan nggak pakai kerudung, bu”, katanya. Akhirnya bapak yang ditugaskan ibu mencari boneka barbie yang pakai kerudung, agar Tika mau memakainya.

Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 75 pengikut lainnya.