Corat-coret Anto S. Nugroho

Catatan kehidupan

  • Corat-coret Terbaru

  • Januari 2009
    S S R K J S M
    « Des   Feb »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • Kategori

  • Arsip

Dicari: teknik mengalihkan perhatian anak dari TV

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Januari 18, 2009

Tika pagi ini menangis keras-keras, karena TV saya matikan. Dia sudah terlalu lama melihat Disney, padahal kami tidak suka kalau anak kecanduan dengan TV (walau acara edukasi sekalipun). Saya berfikir untuk memberikan pekerjaan atau permainan yang mengasyikkan. Akhirnya saya teringat tugas waktu masih SD dulu, yaitu menempel perca kain ke kendi. Tetapi karena kendi, perca kain dan lem tidak ada, akhirnya diganti dengan guntingan kalender yang berwarna-warni, dan ditempelkan  ke baskom dengan “lem” nasi. Tika kelihatan asyik dan menikmati “mainan” barunya. Alhamdulillah, dia bisa lupa dengan Disney-nya. Saya masih mencari ide-ide mainan anak dengan kriteria sbb.

  1. Murah. Anak itu cepat pembosan. Nggak ada manfaatnya membelikan mainan mahal.
  2. Bahan mudah diperoleh dari sekitar rumah, tidak perlu beli. Ini akan merangsang kreatifitas anak untuk memanfaatkan barang sekitarnya untuk sebuah ide yang baru dan menarik. 
  3. Kegiatan itu lebih ke arah pekerjaan tangan, kaki. Intinya saraf motorik yang dirangsang, bukan otak.
  4. Mengasyikkan, menyenangkan dan syukur bisa dikerjakan beberapa orang (dg orang tua, teman, adik dsb), karena menjadi sarana untuk komunikasi

Di NHK ada acara serupa ini, memanfaatkan kaleng bekas, kertas warna-warni, dan berbagai bahan lain yang ada di dalam rumah. Sayang, di Indonesia acara edukatif untuk anak yang seperti ini tidak ada, CMIIW.

Adakah ide untuk mainan yang memenuhi kriteria di atas ?

About these ads

7 Tanggapan to “Dicari: teknik mengalihkan perhatian anak dari TV”

  1. singgihs berkata

    Pak, Kalo rumah njenengan luas, dan tumbuh rumput, maka ajak anak2 main cabut rumput. kalo di rumah saya, kami main2 dengan siput. mencari siput dan mengumpulkannya.
    Atau berburu ulat yang ada di pohon mangga …
    dijamin murah… karena bahan baku dari alam.

  2. murniramli berkata

    Pak Anto,

    Tanya Mba Ine, beliau pasti inget pas kecil dulu mainan anak perempuan banyak, kayak ngocok sabun sampe busanya ngentel,
    masak-masak pake genting, potongan daun trus diberi bumbu serbuk bata yg ditumbuk, trus ada juga main tamu-tamuan di tanah yg dibuat petakan kamar-kamar kecil (saya paling suka ini, krn bisa niruin emak2 kalo lagi tamu2an) hehehe…
    tanam2 biji-biji juga boleh, Pak :-)

  3. Mbak Murni & mas Singgih,
    Terima kasih atas saran-sarannya. Idenya menarik. Tapi kalau mencari siput, sepertinya Tika nggak berani deh. hi hi hi.

  4. Daniel Setiawan berkata

    Pak ,ada tips mengalihkan perhatian temen dari main game komputer (DOTA) ga?? Soalnya saya ga habis pikir ni ma temen saya..Pagi siang sore kerjaannya main game terus.. Sampe2 TA nya terbengkalai..

  5. %Daniel
    Wah..yang ini lebih “mudah”. Kalau saya jadi dosennya dan kondisinya sudah separah demikian, cuma satu hal yang saya lakukan: tidak diluluskan. Apaboleh buat sih ya ? Tapi saya tidak melihat jalan keluar yg lain. Dengan kegagalan, semoga dia bisa belajar lebih baik, kapan waktu untuk game, kapan waktu untuk mengerjakan TA.

  6. singgihs berkata

    Untuk yang TA bermasalah karena game … saya pikir nggak perlu tidak diluluskan … karena pasti tidak akan lulus dengan sendirinya … jadi nggak perlu solusi :D

  7. Hermawan berkata

    buat sendiri playdoh dari tepung dan dikasih warna warni

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 81 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: