Dicari: teknik mengalihkan perhatian anak dari TV
Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Januari 18, 2009
Tika pagi ini menangis keras-keras, karena TV saya matikan. Dia sudah terlalu lama melihat Disney, padahal kami tidak suka kalau anak kecanduan dengan TV (walau acara edukasi sekalipun). Saya berfikir untuk memberikan pekerjaan atau permainan yang mengasyikkan. Akhirnya saya teringat tugas waktu masih SD dulu, yaitu menempel perca kain ke kendi. Tetapi karena kendi, perca kain dan lem tidak ada, akhirnya diganti dengan guntingan kalender yang berwarna-warni, dan ditempelkan ke baskom dengan “lem” nasi. Tika kelihatan asyik dan menikmati “mainan” barunya. Alhamdulillah, dia bisa lupa dengan Disney-nya. Saya masih mencari ide-ide mainan anak dengan kriteria sbb.
- Murah. Anak itu cepat pembosan. Nggak ada manfaatnya membelikan mainan mahal.
- Bahan mudah diperoleh dari sekitar rumah, tidak perlu beli. Ini akan merangsang kreatifitas anak untuk memanfaatkan barang sekitarnya untuk sebuah ide yang baru dan menarik.
- Kegiatan itu lebih ke arah pekerjaan tangan, kaki. Intinya saraf motorik yang dirangsang, bukan otak.
- Mengasyikkan, menyenangkan dan syukur bisa dikerjakan beberapa orang (dg orang tua, teman, adik dsb), karena menjadi sarana untuk komunikasi
Di NHK ada acara serupa ini, memanfaatkan kaleng bekas, kertas warna-warni, dan berbagai bahan lain yang ada di dalam rumah. Sayang, di Indonesia acara edukatif untuk anak yang seperti ini tidak ada, CMIIW.
Adakah ide untuk mainan yang memenuhi kriteria di atas ?
singgihs berkata
Pak, Kalo rumah njenengan luas, dan tumbuh rumput, maka ajak anak2 main cabut rumput. kalo di rumah saya, kami main2 dengan siput. mencari siput dan mengumpulkannya.
Atau berburu ulat yang ada di pohon mangga …
dijamin murah… karena bahan baku dari alam.
murniramli berkata
Pak Anto,
Tanya Mba Ine, beliau pasti inget pas kecil dulu mainan anak perempuan banyak, kayak ngocok sabun sampe busanya ngentel,
masak-masak pake genting, potongan daun trus diberi bumbu serbuk bata yg ditumbuk, trus ada juga main tamu-tamuan di tanah yg dibuat petakan kamar-kamar kecil (saya paling suka ini, krn bisa niruin emak2 kalo lagi tamu2an) hehehe…
tanam2 biji-biji juga boleh, Pak
Anto Satriyo Nugroho berkata
Mbak Murni & mas Singgih,
Terima kasih atas saran-sarannya. Idenya menarik. Tapi kalau mencari siput, sepertinya Tika nggak berani deh. hi hi hi.
Daniel Setiawan berkata
Pak ,ada tips mengalihkan perhatian temen dari main game komputer (DOTA) ga?? Soalnya saya ga habis pikir ni ma temen saya..Pagi siang sore kerjaannya main game terus.. Sampe2 TA nya terbengkalai..
Anto Satriyo Nugroho berkata
%Daniel
Wah..yang ini lebih “mudah”. Kalau saya jadi dosennya dan kondisinya sudah separah demikian, cuma satu hal yang saya lakukan: tidak diluluskan. Apaboleh buat sih ya ? Tapi saya tidak melihat jalan keluar yg lain. Dengan kegagalan, semoga dia bisa belajar lebih baik, kapan waktu untuk game, kapan waktu untuk mengerjakan TA.
singgihs berkata
Untuk yang TA bermasalah karena game … saya pikir nggak perlu tidak diluluskan … karena pasti tidak akan lulus dengan sendirinya … jadi nggak perlu solusi
Hermawan berkata
buat sendiri playdoh dari tepung dan dikasih warna warni