Corat-coret Anto S. Nugroho

Catatan kehidupan

  • Corat-coret Terbaru

  • Agustus 2009
    S S R K J S M
    « Jul   Sep »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Kategori

  • Arsip

Mengajar anak berhitung itu ternyata tidak mudah

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Agustus 24, 2009

Saya mencoba mengajar Tika berhitung, tetapi ternyata tidak semulus yang saya kira. Jalan fikiran anak-anak ternyata kadang di luar dugaan.

PEMBAGIAN
Bapak: “Tika, bapak punya Nugget 4. Kalau dibagi untuk dua, untuk bapak dan Tika, mbak Tika dapatnya berapa buah ?
Tika:”Tika dapat dua”
Bapak:”Pinter…Nah, sekarang kalau 4 nugget itu mau bapak bagi untuk mbak Tika, adik Alya, Ibu dan Bapak. Mbak Tika dapat berapa ?”
Tika: “Dua buah, pak. Bapak dua buah, ibu dan adik berbagi yaa…”
Bapak: “Lho…koq Tika dapat dua ?”
Tika: “Iya..Soalnya aku biasa makan dua buah, pak”

PERKALIAN

Bapak: “Tika…bapak mau membagi nugget nih. Dua buat Tika, dua buat dik Alya, dua buat ibu dan dua lagi buat bapak. Jadi semuanya berapa buah hayoo ?”
Tika: sibuk mengacungkan dua jari telunjuk dan tengah, tangan kiri dan kanan, terus teriak “Bapak….mana jari bapak ?”

Ehm…mengajar berhitung anak memang tidak semudah yang dikira.

About these ads

2 Tanggapan to “Mengajar anak berhitung itu ternyata tidak mudah”

  1. Ika berkata

    :D …. lucu sekali ya mba tika !!! Terus berbagi tulisan mengenai Tika dan Alya ya Pak Anto :) .

  2. agus berkata

    Mas/Mbak, walah2 makasih atas inputannya nih…aku sampe kebingungan cari akal untuk ajari anakku berhitung…inputan dari anda saya coba deh, moga2 berhasil…wish me luck yah…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 75 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: