Patah hati
Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada September 1, 2009
Cerita hari Minggu malam kemarin, Sesaat setelah aku berangkat ke Jakarta, Tika membereskan mainan puzzle-nya, sambil berkata ke ibu
“Bu..mainan puzzle-nya nanti saja kalau bapak datang lagi ya…. kalau bapak liburan lagi”, Sambil menahan tangis, dia memasukkan puzzle-puzzle itu ke kotak. Patah hati. Patah hati itu memang menyedihkan. Tapi sekaligus bukti, bahwa memang di situ ada cinta kasih mendalam yang terjalin, antara aku dan anak istriku. Kuangkat tangan dan kupanjatkan doa kepada-Nya “Ya, Allah…jagalah aku dan anak istriku selama aku mencari nafkah. Peliharalah kami. Dan kumpulkanlah kami kembali dalam suasana bahagia dengan naungan kasih sayang Mu di bulan yg suci ini”



ari berkata
Amin, wah …. trenyuh sekali saya baca tulisan dan permohonan doa sampean Cak Anto.Semoga selalu sakinah keluarga sampean.
insani berkata
tadinya cuma isenk2 liat,,
tapi jd sedih pas bacanya..
jd inget sama ayah aku yang kerja d luar kota…
tetap jd ayah yang baik untuk anak2mu yah pak…