Mengajar Tika membaca
Ditulis oleh Anto Satriyo Nugroho di/pada November 15, 2009
Kemarin waktu ke Gramedia, saya beli buku “Belajar Membaca” tulisan Nur Khoiriyah. Saya lihat bukunya sepintas menarik dan mudah diikuti anak. Kemarin Ine mencoba mengajar Tika belajar mengeja ba-bi-bu-be-bo…sa-si-su-se-so, .. Tetapi kelihatannya Tika tidak tertarik dan keburu capek. Sama alasannya dengan kalau belajar berhitung, yang begitu masuk belasan, Tika langsung bilang “Bu…Tika ngantuk” hahahaha
Pagi ini saya mencoba mengajar Tika, tetapi bagian awal yang sifatnya mengeja dari kombinasi konsonan+vokal saya lewati. Saya coba langsung lompat ke bagian yang membentuk kata-kata. Misalnya “ba-ju”, “ba-ru”, “ba-tu”,
“ca-ri”, “ca-ci”, “co-ro”, dst. Tika kelihatan lebih berminat, karena kata-kata yang dibentuk sudah memiliki makna. Saya amati, ternyata Tika lebih berminat lagi belajar kalau tiap kata-kata diikuti dengan gerak badan yang lucu. Misalnya “ca-ri co-ro”, langsung saya gedubrakan pura-pura mencari coro. Tika terpingkal-pingkal ketawa, dan dia bersemangat meneruskan membaca yang lain.
Mengajarkan membaca tidak perlu di-drill seperti jaman dulu, tetapi disertai dengan gerak, lagu atau cerita, dan hal-hal yang menyenangkan anak. Dengan begitu, dia tidak merasa kalau telah diajak belajar membaca.



Digit Oktavianto berkata
Hehehe. Setuju sekali pak, pendidikan seperti itu sepertinya membuat anak semakin tertarik. Jadi nantinya ga usah di paksa lagi
.