Corat-coret Anto S. Nugroho

Catatan kehidupan

  • Corat-coret Terbaru

  • Agustus 2011
    S S R K J S M
    « Jul   Sep »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  
  • Kategori

  • Arsip

Arsip untuk Agustus, 2011

Award Satya Karya Teknologi Tingkat I Utama 22 Agustus 2011

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Agustus 22, 2011

Seiring dengan peringatan hari ulang tahun BPPT pada 22 Agustus 2011 yll. saya mendapat penghargaan Pegawai Berdedikasi Satya Karya Teknologi Tingkat I Utama. Alhamdulillah, suatu hal yang tidak saya sangka sama sekali, karena karya saya selama menjadi staf sejak 1989 yang lalu relatif masih minor. Semoga ini menjadi doa, agar bisa berbuat lebih baik lagi sebagai PNS.

Ditulis dalam catatan kerja | 1 Komentar »

Genap vs Ganjil: mungkinkah rumput yang bergoyang itu dapat menjawabnya ?

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Agustus 6, 2011

Alkisah di suatu siang, saya pernah menguji CPNS, yang tentu saja pesertanya sudah bergelar sarjana. Teman saya yang turut menguji memberikan pertanyaan: “jelaskan algoritma sorting”, “jelaskan algoritma untuk menentukan apakah x bilangan prima atau bukan”. Peserta tsb. tidak dapat menjawab dengan baik. Akhirnya saya turunkan level kesulitan pertanyaan: “jelaskan algoritma untuk menentukan apakah x bilangan genap atau ganjil”. Ini pertanyaan “haram” untuk menguji sarjana. Tapi, peserta tsb ternyata tidak dapat menjawab juga. “Baiklah, kalau demikian, bisakah saudara jelaskan ke saya, definisi bilangan genap itu seperti apa, definisi bilangan ganjil, itu seperti apa.” Saya jadi shock, ketika peserta ujian itu tidak dapat menjelaskan, apa beda genap dan ganjil. Ya, Tuhan. Bagaimana kalau sarjana yang mau masuk jadi PNS seperti ini ? Saya tidak tahu, apa yang salah dengan pendidikan kita. Masak di era ketika anak SD sudah main facebook, seorang sarjana tidak dapat menjelaskan beda genap & ganjil. Mari kita tanyakan pada rumput yang bergoyang.

Dua puluh lima tahun yll. saat saya masih SMA, sering mendengar “Pak Habibie merekrut putra putri terbaik Indonesia, untuk disekolahkan ke luar negeri, sehingga kelak dapat membangun negeri ini”. Saat itu, menjadi PNS karyasiswa merupakan prestise yang diperebutkan putera-puteri terbaik di Nusantara. Di luar negeri pun, mereka mengukir prestasi gemilang, menjadi tulang punggung professor di LN dalam melakukan penelitian. Itu 25 tahun yang lalu. Tetapi sekarang jaman sudah berubah. Kalau sekarang saya tanyakan ke murid-murid saya yang cemerlang, sangat jarang dari mereka yang tertarik untuk melamar pekerjaan sebagai PNS. Rumput tetangga memang lebih hijau, dan saya memahami posisi mereka.

Tak salah kalau saya pun berangan-angan, kapankah kiranya, posisi PNS akan kembali dilirik & diperebutkan oleh anak-anak muda Indonesia yang cemerlang ? Mari kita tanyakan pada rumput yang bergoyang.

Jaya Indonesia-ku, Jaya PNS-ku.

Ditulis dalam living in Japan | 4 Komentar »

Sahur di Stasiun Tugu

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Agustus 6, 2011

Sejak minggu kemarin, saya naik kereta Senja Utama Yogyakarta saat pulang ke Solo. Kereta Senja Utama Yogya berangkat dari St.Senen pk 19.30, lebih awal 45 menit dibandingkan kereta Senja Utama Solo yg berangkat 20.15. Walau terpaut hanya 45 menit, tapi saya bisa tiba di Solo sekitar 06.30am dengan ganti kereta Prameks sesampai nya di St Tugu. Sedangkan kalau naik Senja Utama, biasanya sampai Solo pk.7.15 atau 7.30. Bagi saya, pk 7 menjadi batas psikologis, pagi atau siang. Kereta Senja Yogya sampai di St.Tugu sekitar pk 04.30. Bahkan pagi ini sampai Yogya, pk 04.15. Karena Subuh masih sekitar 15 menit, saya masih sempat menikmati sahur dengan gudeg jogja dan teh hangat di stasiun. Masih bisa sholat Subuh di Musholla Stasiun yg bersih. Perut kenyang, ibadah tenang :) . Kalau naik Senja Utama Solo, saya harus sholat di dalam kereta, wudlu di WC yg sempit.

Kalau naik Senja Utama Yogya, sampai sekitar Wates selalu ada pengamen banci yang melagukan lagu sama “…ewer-ewer-ewer…” Begitu penggalan lagunya. Yah, anggap saja sebagai alarm, sudah sampai Wates. Harus siap-siap karena sekitar 10 menit lagi, perjalanan berakhir sampai Stasiun Tugu Yogyakarta.

Untuk meneruskan perjalanan ke Solo, cukup dengan Rp 10 ribu beli tiket Prameks (Prambanan Ekspres). Kereta Prameks pertama, berangkat pk 05.35. Dua perjalanan terakhir selalu kereta dengan warna ungu.

Yah, walaupun kenyamanannya jauh kalau dibandingkan dengan Moonlight Nagara yang dulu suka saya pakai untuk perjalanan malam Nagoya ke Tokyo, tetapi saya tidak perlu pusing cari tempat shalat di stasiun. Kalau di stasiun Tokyo, saya harus wudlu sembunyi2 di WC (agar tidak menaikkan kaki ke wastafel), mencari pojok yg tidak menyolok, mencari arah kiblat & menggelar tikar sajadah. Tetapi kalau di sini, musholla bersih sudah tersedia. Tiap perjalanan pasti ada kesan dan cerita masing-masing yah ?

Ditulis dalam living in Japan | 1 Komentar »

Anak-anakku sudah besar

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Agustus 5, 2011

Waktu berlalu dengan demikian cepat, tak terasa anak-anak kami sudah besar. Tahun ini, Tika sudah masuk SD, sedangkan Alya masuk playgroup. Celoteh mereka tetap lucu dan khas anak-anak, tapi sudah berkembang dibanding sebelumnya. Rasanya sayang kalau tidak dicatat.

  1. “Bu, tgl 21 agsts aku pgn ke Jkt”. Bpk kan kerja, blm libur.. “Kan ulang taun BPPT bu! Aku mau merayakan ulang taun BPPT di kantr bapak!” *Dikiranya ada tiup lilin, bagi2 kue spt ultah anak2* (4 August 2011)
  2. Ikan pun punya nama (5 Aug 2011)
    Ibu: “Ka, ikannya mati satu”.
    Tika “Yg namanya siapa?”
    Ibu: “Ibu ngga tau namanya, kepalanya pink.”
    Tika: “Oh, itu Nia..”
    Ibu: “Lainnya punya nama jg?”
    Tika: “Iya..Lainnya tuh Nira, Isabel, dan Bella. Nanti tolong Nia dimakamkan ya Bu. trus Nira, Isabel, Bella jgn lupa diberi mkn pagi 3X !”
    *waaahhh..*
  3. “Alya nyanyi chayya-chayya pegangan spion sambil goyang kiri-kanan, jadi zigzag deeeh laju motorku” (catatan ibu, 4 Aug 2011)
  4. Tika pamit ke toilet bersama seorang temannya. Waktu masih di toilet, datang satu temannya lagi. Lalu mereka sepakat menunggu. Terus datang lagi seorang. Lalu merek kembali ke kelas muter lewat kantin, toilet lain, kelas2 lain. Sampai kelas, ditegur bu guru “Pipis kok lama sekali!” Mereka beralasan,”Kasihan Aya Bu, ngga ada yg nungguin..” (28 July 2011)
  5. Alya main sambil berdendang,”Saya bundar.. saya bundar.. di jendela..” Nadanya perpaduan lagu Topi Sy Bundar n Burung Kakatua :) (28 July 2011)
  6. “Bu, tyt sekelas yg tdk bawa buku ilmu pengetahuan sosial tu aku n Jalu” Lho, bukannya Tika tau hari ini jdwlny IPS? “hari ini ilmu pengetahuan sosial! Bukan I-P-S Bu..” *wealaa..h* (26 July 2011)
  7. PR: gambarlah 11 mangga, ditulis lambang bilangannya. Tika gambr mangga, lalu nulis pancasila. Kok nulis Pancasila? Ini PR math atau PKn? Tika balik tanya, “Lambang bilangan tuh apa to Bu?” (25 July 2011)
  8. Alya melihatku di depan cermin sambil nutul2 obt jerawat. “Bu..kulit adekku halus ya?” Iya, jawabku. “Hhmm..adekku suka punya kulit halus seperti ini”, katanya kmd sambl ngelus2 pipinya sendiri. Nyindiiiiirrr… (22 July 2011)
  9. Blm ada 2 mgg jd murid SD, Tika disetrap di depan kelas krn ngobrol wkt pelajaran *kok bisa ya?* Alya masih blm mau bicara, tepuk tangan, ngikuti gerakan di playgroup. Pdhl di rumah, bicara tiada titik, nyanyi-nari ngga kehabisan gaya *kok bisa ya?* (21 July 2011)
  10. biasanya kl Alya nangis, Tika akan menghibur dg tebak foto. kmrn Tika kehilangan cincin, trus cemberut sj. Alya ambil foto,”mba Tikaa…coba nih siapa??” Tika berbisik, “Pasti adek mau menghiburku, Bu!” Lalu mrk main tebak foto. (18 July 2011)
  11. Tika: “Polisi bobok” itu dulunya temp polisi kerja trus meninggal, dikubur di situ? Ibu: “Polisi tidur” Tika: “maksudnya?” Ibu: “Itu spy org ngga ngebut. Kl jlnnya alus, org jd ngebut.” Tika: Oo.. Jd isinya itu polisi tidur trus dikubur di situ jd polisi tidur ya Bu ?” (15 July 2011)
  12. “Ibu lain kali kalau capek tunggu aku datang ya.. ntar aku aja yg belanja!” kt Tika. Kelihatan senang senang sekali stelah membelikan bahan makanan di ujung gang dg bersepeda. (13 July 2011)
  13. Pagi2 Tika berbisik,”Bu, aku ga mau kasih mkn ikan skrg, takut mengganggu mrk tidur”. Kok tau kl ikanny tidur? “Ibu lihat sndiri deh, ikannya telentang”. Telentang? Ini bukan tidur, tp sdh mati, Ka! “Bukan tidur bu?” Saat itu Alya menyanyi. Tika: “Adek jgn bernyanyi riang!!! Hari ini hari berduka. Ikan mb Tika mati deekk..!” (27 June 2011)

Ditulis dalam keluarga | 1 Komentar »

Untuk Siswa yang berminat mengerjakan Thesis di bawah Supervisi saya

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Agustus 4, 2011

Untuk mahasiswa yang semester depan berminat untuk mengerjakan TA di bawah bimbingan saya:

  1. C/C++/Java  on Linux Platform
  2. Tidak diperkenankan memakai software ilegal u/ menyelesaikan thesis.
  3. memiliki kemampuan coding/kemauan kuat untuk belajar coding dari scratch. Saya tidak ingin mahasiswa saya memakai Matlab untuk tugas akhirnya. Anda harus mampu coding dari scratch. Kalau belum bisa, belajarlah. Saya menyukai mahasiswa yang mau belajar keras. Mengapa demikian ? Matlab dan berbagai toolbox memang sangat membantu produktifitas pekerjaan, tetapi lisensinya sangat mahal. Saya tidak mampu membelikan lisensi itu untuk mahasiswa bimbingan saya. Selain itu, berbagai toolbox di Matlab memiliki resiko membuat siswa menjadi manja. Siswa menjadi tidak tertantang untuk mengetahui, bagaimana sebenarnnya -misalnya- algoritma backprop, Otsu thresholding, inverse matrix, karena toolnya sudah tersedia dan tinggal pakai. Hal ini memudahkan, tapi kurang bagus untuk pendidikan. Jangan berikan kalkulator kepada anak kelas 1 SD, dan biarkan mereka berlatih keras untuk menghitung di luar kepala. Saat mahasiswa adalah saat anda belajar. Dengan membuat berbagai routine itu dari scratch, anda akan meningkatkan kemampuan sbg engineer, dan mengurangi ketergantungan terhadap tool proprietary.
  4. Ulet dan menyukai kerja keras. Kalau anda siswa S1, alokasikan sehari minimal 8 jam untuk mengerjakan thesis work. S2 atau S3, tidak ada batasan waktu. Tuhan sudah menyediakan 24 jam sehari bagi anda untuk menyelesaikannya.
  5. Setidaknya sekali dalam seminggu, diadakan “kentoukai”, yaitu pertemuan untuk  mengevaluasi kemajuan tiap siswa. Tiga hal yang harus dilaporkan: apa yang ditugaskan pada minggu sebelumnya, hal apa yang dilakukan dalam seminggu terakhir untuk menyelesaikan tugas itu (hasil eksperimen, hasil kajian literatur, dsb), apa rencana kerja seminggu berikutnya.
  6. Kalau motivasi & performa terlalu mengecewakan, bimbingan terpaksa saya hentikan di tengah jalan, dan saya kembalikan ke jurusan/fakultas.

Research interest saya berkaitan dengan Pattern Recognition/Datamining dan Image Processing.  Project Penelitian yang saya tawarkan sekiranya anda berminat untuk mengerjakan thesis

  1. Biometrics:
    1. Automated Fingerprint Identification System (Fingerprint Feature Extraction, Classification, Matching)
    2. Iris Recognition
  2. Indonesian Automated Document Reader (Automated Speech Recognition, Optical Character Recognition, Text Summarization, Text to Speech Synthesizer)
  3. Computer Aided Diagnosis for Malaria Status & Parasite Species Identification

Diluar ketiga tema tsb. anda boleh mengusulkan tema penelitian, namun demikian saya akan sangat selektif dalam memilih tema, mengingat keterbatasan waktu dan tenaga. List mahasiswa yang pernah saya bimbing: http://asnugroho.net/lecture.html

Ditulis dalam catatan kerja, kuliah | Tinggalkan sebuah Komentar »

Pindah ke Serpong 2012

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Agustus 3, 2011

Ruang kerja saya sampai 2007 (Chukyo Univ., Japan)

Saat di Jepang, ruangan lab. saya cukup luas. Total mungkin sekitar 40m2, sehingga saya bisa menempatkan ratusan buku dan komputer untuk saya dan murid-murid yang akan masuk menjadi bimbingan saya.

Ruang kerja saya sejak 2007 (PTIK-BPPT)

Sesampainya di Indonesia, alhamdulillah masih dapat ruangan yang cukup buat saya bekerja. Awalnya sekitar 2mx2m seperti foto sebelah kiri, tetapi belakangan ada ruang kosong, sehingga saya bisa menempati ruangan yang cukup lapang. Sebagian buku, terpaksa ditaruh di Solo. Walau demikian, alhamdulillah riset saya berjalan dengan baik dan bersyukur memiliki murid-murid yang memiliki semangat tinggi. Dalam rangka tugas kuliah, salah satu siswa saya bertanya “Apa yang membuat bapak bangga sebagai bangsa Indonesia ?”  Saya tidak bisa menjawabnya saat itu. Tetapi, saat ini saya bisa menjawabnya, “Karena saya masih bisa menemukan mahasiswa/i yang demikian tinggi semangat belajarnya seperti kalian”. :)

Ruang kerja saya sejak tahun depan ?

Rencananya tahun depan kami pindah ke Serpong, dan alhamdulillah dapat 1 meja yang dipakai berdua. Berarti ruang kerja saya menjadi sekitar 1mx1.5m. Dengan luas tersebut, saya pikir maksimal bisa menaruh 10 buku saja. Selebihnya dihafal isinya :-) dan ditaruh rumah Solo.

Kreatifitas tidak boleh terbelenggu oleh luasnya ruang. Kalaulah area di real space sangat terbatas, saatnya aktifitas kita pindahkan ke virtual space yang tanpa batas.  Inspired by Negroponte’s”Being Digital”  :D

Ditulis dalam kuliah, research | 1 Komentar »

Kenangan Ibu dan Bapak: senyum ceria di rumah kecil kami

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Agustus 2, 2011

Ramadlan ini pertama kali kami sekeluarga melewatkannya tanpa bapak dan ibu, setelah mereka berdua mendahului kami menghadap Ilahi 1 Februari dan 1 Maret 2011 yll. Saya coba untuk membuat cuplikan kenangan mereka, saat kami masih kecil.

  1. Saat kami masih kecil, ibu kalau menidurkan kami, sambil mendendangkan tembang Jawa. Yang saya ingat waktu itu ada “jin setan kalawan gunung”. Syairnya baru saya temukan pagi ini, dan yang benar adalah “jin setan datan purun”. Ternyata adalah serat Dandang Gula “Ono kidung rumekso ing wengi, teguh ayu luputa ing lara, luputa bilai kabeh, jin setan datan purun, paneluhan tan ana wani, miwah panggawe ala, gunaning wong luput, geni atemahan tirta, maling adoh tan ana mgarah mring mami, guno duduk pan sirno.”
  2. Suatu saat bapak pernah memberi kejutan. Sekitar tahun 76, tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depan rumah kami (saat itu bertempat di Badran Gang Kantil, nomer 269 (?) ).  Ibu tergopoh-gopoh keluar rumah dan menanyakan. Ada apa ? Kaget, nggak biasanya ada mobil masuk ke pekarangan kami. Ternyata petugasnya kemudian mengeluarkan sebuah TV hitam putih. Bapak memberi kejutan kepada kami, dengan diam-diam membelikan TV hitam putih yang saat itu masih termasuk barang mewah bagi kami sekeluarga. Berpuluh tahun kemudian, saya membalas beliau berdua dengan mengirimkan almari es.
  3. Bapak kalau dinas ke Jakarta, kadang saya diajak bermalam di hotel langganan beliau di Senen. Saat mau pulang, saya sering diselipi uang saku tambahan, padahal saya sudah bekerja.
  4. Kalau ada anggota keluarga yg berulang tahun, pagi-pagi habis Subuh bapak dan ibu menelpon, mengucapkan selamat pagi. Mungkin ini meneruskan kebiasaan Eyang Karto. Dulu kalau saya dan adik-adik ulang tahun, Eyang berdua naik becak dari Gondowijayan ke Badran, memberi hadiah, kadang anggrek yang beliau petik dari kebun sendiri. Kebiasaan kami di rumah, kalau ada yg ulang tahun, ibu selalu membuatkan air teh hangat dan roti tawar. Setelah doa bersama, kami makan bersama roti tawar dan teh hangat itu.
  5. Kebiasaan bapak dan ibu kalau mengantar putra-putri atau cucunya keluar rumah (sekolah, kembali ke rumah masing-masing, dsb) adalah mengantar sampai keluar pagar dan melambaikan tangan sampai anak-cucunya tidak kelihatan lagi. Ini juga meneruskan ajaran/kebiasaan eyang Karto.
  6. Waktu kami masih kecil, kalau saya dan dik Budi bertengkar, ibu marah dan mengancam…”wis, tak cekeli penthung siji-siji…kana penthung-penthungan” (udah…kalau masih juga bertengkar, ibu beri kalian pentungan. Sana pentung-pentungan sendiri…).

We miss you Dad & Mom……

Left to right: (i) Foto Ibu menggendong saya waktu masih berumur sekitar 1 tahun (1970an). (ii) Bergambar bersama Eyang Suryo. Saya dipangku bapak, dik Budi dipangku ibu. Karena dik Nunung belum ada, kemungkinan foto ini diambil sekitar tahun 1975.

Ditulis dalam memory | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 75 pengikut lainnya.