Beberapa hari yang lalu Tika protes ke ibu karena tulisannya dibilang jelek. Tetapi protes itu dibuat secara tertulis, dan tidak mau dijawab secara lisan oleh ibu. Tika minta ibu agar menjawabnya tertulis juga *tepok jidat*
Arsip untuk September 4th, 2011
Protes tertulis Tika: Ibu tidak boleh bilang “Tulisanmu jelek”
Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 4, 2011
Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »
My CLass in Odd Semester 2011-2012 (August 2011-January 2012)
Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 4, 2011
1. Introduction to Datamining (Swiss German University ICT-7 & Univ. Al Azhar Indonesia T-Informatika Smt.7)
Textbook: Introduction to Data Mining, Pang Ning Tan, Michael Steinbach, Vipin Kumar, Addison Wesley, 2006
Agenda:
- What is Datamining ?
- Data
- Classification (Decision Tree, Nearest Neighbor, Bayesian, Artificial Neural Network & Support Vector Machines)
- Association Analysis
- Cluster Analysis (k-Means, Agglomerative Hierarchical Clustering, DBSCAN)
- Anomaly Detection
Class Project: Social Network Mining from Twitter (tentative)
2. Image Processing (Swiss German University, ICT-7)
Textbook: Digital Image Processing (3rd edition), Rafael C. Gonzales, Richard E. Woods, Prentice Hall, 2008
Agenda:
-Fundamental
- Intensity Transformation & Spatial Filtering
- Morphological Image Processing
- Image Segmentation
- Representation & Description
- Filtering in the Frequency Domain
- Color Image Processing
Class Project: Biometrics (tentative)
3. Bioinformatics (Swiss German University, BE-7)
Textbook: An Introduction to Bioinformatics Algorithms, Neil C. Jones, Pavel Pevzner, Bradford Books, 2004
Agenda:
- Algorithms & Complexity
- Exhaustive Search (Restriction Mapping, Motif Finding Problem)
- Greedy Algorithms
- Dynamic Programming Algorithms (Sequence Alignment)
- Datamining in Bioinformatics
- Protein Structural Prediction
4. Information Technology (Swiss German University, LS-1A & LS-1B)
Textbook: C for Engineers & Scientists: An Interpretive Approach, Harry H. Cheng, McGraw-Hill, 2010
Agenda:
- Introduction
- Number Systems, Scalar Types & I/O
- Operators & Expressions
- Statements & Control Flow
- Functions
- Preprocessing Directives
- Storage Classes & Program Structure
- Formatted Input & Output
- Arrays
Ditulis dalam kuliah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Yang unik dan menarik dalam komunikasi sains
Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 4, 2011
- Salah satu cara membuat reader penasaran untuk membaca paper adalah membuat judul dalam bentuk pertanyaan. Relatif jarang ditemukan. Misalnya (1) “What size test set gives good error rate estimates?” I. Guyon, J. Makhoul, R. Schwartz, and V. Vapnik., PAMI, 20 (1), pages 52–64, IEEE. 1998. (2) “How good are support vector machines?”, Raudy, Neural Networks 13 (2000) 17–19. Sepertinya secara psikologis, judul dalam bentuk kalimat tanya akan lebih membuat orang menaruh perhatian.
- Pada th.1963, Bogert, Healy dan Tukey mempublikasikan satu chapter dengan judul yang tidak lazim “The Quefrency Alanysis of Time Series for Echoes” di chap.15 “Proc.Symp. on Time Series Analysis”, Rosenblat Eds. Dalam makalah tersebut, penulis memaparkan bahwa logaritma dari Fourier spectrum suatu signal dan echo terdiri dari logarithm signal spectrum dan komponen periodik yang ditimbulkan oleh echo. Analisa Fourier dari log spectrum dapat dipakai untuk mengidentifikasikan terjadinya echo. Untuk memperkuat penjelasannya, mereka sengaja memakai istilah “cepstrum” yang merupakan kebalikan “spectrum” untuk mendefinisikan power spectrum dari logarithm power spectrum suatu signal. Bogert juga mengenalkan beberapa istilah dengan teknik serupa di papernya: “quefrency” sebagai kebalikan “frequency”, “alanysis” sebagai kebalikan “analysis”, “liftering” sebagai kebalikan “filtering”, “rahmonic” sebagai kebalikan “harmonic”. Ulasan ini berasal dari tulisan terbaru Rabiner-Schafer “Theory and Applications of Digital Speech Processing”, Pearson, 2011
- Jumlah penulis paper adakalanya lebih dari 200 orang. Silakan lihat ttp://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11237011 dan http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11181995
- Urutan penulisan author adakalanya berdasarkan urutan alphabetik. Misalnya konvensi yang berlaku jurnal Physical Review D.
- Dalam dunia sains pun ada humor. Pernah ada seorang peneliti mempublikasikan paper yang penulisan abstract-nya diatur sedemikian rupa, sehingga kalau huruf pertama tiap baris dibaca secara vertical, akan berbunyi “No ribonucleic acid”, ini untuk menyindir kasus yang saat itu tengah hangat, dimana salah seorang peneliti yang claim-nya dapat mewujudkan “sesuatu” tanpa memakai ribonucleic acid ternyata ketahuan bohong (sekitar th.60an). Cerita lengkapnya saya lupa. Sumbernya dari “The Scientific Attitude”-nya Grinnel. Nanti saya tulis kalau sudah di Jakarta, karena buku Grinnel masih di kantor.
Ditulis dalam research | Tinggalkan sebuah Komentar »
Expertise & Publikasi
Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 4, 2011
Expert bukan sekedar dilihat dr banyaknya publikasi, tapi juga dari pemahaman konten papernya. Pernah saya ketemu professor yg publikasi internationalnya banyak. Usai presentasi, saya kritisi konten-nya & sayangnya beliau tidak bisa menjawab. Mahasiswa-nyalah yg jagoan & beliau sekedar nebeng nama. Sulitkah mencari sensei yang benar-benar sensei di Indonesia ? Yang kompetensinya jelas, publikasinya konvergen, benar-benar mumpuni, tidak sekedar nebeng publikasi muridnya ?
Dalam penulisan paper, lazimnya first author diberikan kepada yang kontribusinya paling besar (Walau ada juga yang memakai urutan alphabetic, sebagaimana pernah saya tulis di http://asnugroho.wordpress.com/2010/04/17/jumlah-konvensi-urutan-author-sebuah-paper/). First authorlah yang melakukan eksperimen, dia juga yang harus menulis paper. Karena itu biasanya mahasiswa yang menjadi first author dari paper yang ditulisnya. Second author biasanya diberikan pada dosen yang paling intensif membimbing siswa tersebut (biasanya assisstant professor atau associate professor). Last author adalah professor terkenal yang memimpin laboratorium dimana mahasiswa dan assistant/associate professor itu berada. Tetapi di Jepang pun ada professor yang selalu minta jadi first author di paper yang ditulis muridnya. Salah satu alasannya, “kamu kan mau lulus ? Nanti kalau ada complain apa-apa, kan saya yang bertanggung jawab, jadi saya harus jadi first author”. Ini sebenarnya melanggar etika penulisan ilmiah. Kalau professor itu ingin jadi first author, setidaknya dialah yang harus menulis paper itu, bukan muridnya yang disuruh membuatkan makalah dan professornya menikmati KUM tinggi.
Saya jadi ingat, seorang sensei yang sangat saya hormati & idolakan (Prof.Junichiro Toriwaki). Walau sudah uzur, pensiun, & tidak coding lagi, tapi kalau ditanya detail risetnya, akan dijawab dg memuaskan. Yang saya ingat, beliau pernah berkata di kelas, lebih kurang sbb. “Saya mungkin tidak bisa membantu kalau kalian tanya tentang implementasi. Tetapi kalau latar belakang teorinya, mari saya temani berjam-jam sekalipun “. Beliau adalah sensei yang benar-benar sensei, bukan sekedar mengejar KUM. Ada juga cerita teman di Jepang, kalau senseinya masih rajin coding, bahkan sempat-sempatnya memeriksa codingan bimbingannya. Saat ketemu Prof.Iping Supriana di sela-sela GemasTIK, saya lihat beliau sedang coding. Saya iseng-iseng tanya “Bapak masih coding aja nih”, dan dijawab beliau : “Iya, To. Kalau teknik-teknik standar, saya lepas ke anak-anak untuk implementasinya. Kalau yang sudah unik/spesifik, saya yang coding”. Saya sangat respek dengan professor seperti beliau. Insya Allah dan semoga banyak professor-professor yang benar-benar expert di Indonesia.
Ditulis dalam research | 2 Komentar »
Jadwal Trans Jogja
Posted by Anto Satriyo Nugroho pada September 4, 2011
Ditulis dalam living in Japan | Tinggalkan sebuah Komentar »



