Dalam proses belajar, yang sangat penting adalah interaksi *langsung* guru & murid. Yg namanya berguru tidak hanya di kelas. Yang perlu dilihat & dipelajari adalah bagaimana saat professor/dosen pembimbing menghadapi masalah, menganalisa & menyelesaikannya. Ilmu tidak sekedar apa yg tertulis di buku. di Jepang ada pepatah anak dididik dg melihat punggung org tuanya. Di buku Scientific Attitude-nya Grinnel, dikutip cerita pengalaman seorang penerima nobel selama berguru kepada advisor yang juga pemenang nobel “It’s the contact: seeing how they operate, how they think, how they go about things. (Question: Not the specific knowledge ?) No, not at all. It’s learning of style of thinking, I guess.” (Zuckerman, H. “Scientific Elite: Nobel Laureates in the United States,” McMillan, New York, 2977. Pak Heru Subiyantoro mengomentari sbb. “Dari cerita dik Anto, apa yg saya dengar dan lihat di seluruh college yg ada di University of Cambridge, UK mirip apa yg dikatakan dik Anto itu. Cara dan tradisi belajarnya seperti sistem “mondok di madrasah” dimana selama masa tertentu mahasiswa nggak boleh pulang, jadi makan dan belajar selalu dekat dg gurunya. College yg pertama di universitas ini didirikan th 1289 (Peterhouse College). “