Corat-coret Anto S. Nugroho

Catatan kehidupan

  • Corat-coret Terbaru

  • November 2011
    S S R K J S M
    « Okt   Des »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • Kategori

  • Arsip

Arsip untuk November 25th, 2011

Ritual Jumat Pagi

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada November 25, 2011

Pagi ini saya mengikuti lagi ritual Jumat pagi yang sudah lama sekali tidak saya lakukan, yaitu lari/jalan mengelilingi Monas. Bersama mas Made, mbak Vitri,  mas Hari dan Yuki, kami jalan kaki menuju Monas dan kemudian olah raga jogging mengelilingi Monas. Karena lama tidak berolah raga, pagi ini saya baru berani jalan cepat mengelilingi Monas sekali, dan selanjutnya lari-lari kecil mengelilingi Monas sekali lagi. Biasanya kami lari di lingkaran tengah. Tetapi karena pagi ini bertepatan dengan hari guru, lapangan tengah dipakai untuk upacara peringatan hari guru. Akhirnya kami memakai lintasan paling luar, yang lumayan panjang radius-nya. Usai lari pagi, kemudian memijat telapak kaki dengan berjalan di atas batu-batu yang tersedia di area yang teduh oleh pohon. Pulangnya saya makan bubur ayam Cianjur dan es kelapa muda di gang kecil dekat BSM. Olah raga seperti ini sangat penting, terutama bagi saya yang sudah usia lewat 41 dan punya hipertensi.  Sebelumnya saya rutin berenang di Sari Pan Pacific, tetapi karena belakangan tarifnya naik, saya tidak memperpanjang membership. Tak mengapa, tak ada air, tanah pun jadi. Tak dapat berenang, jogging pun jadi. Semoga minggu-minggu depan bisa lebih sering jogging, karena tugas mengajar semester ini sudah selesai.

Ditulis dalam gado-gado, kesehatan | Tinggalkan sebuah Komentar »

Mainan lampu dari bapak

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada November 25, 2011

Kemarin sore saat  jalan-jalan di Glodok Elektronik, saya tertarik saat melihat bola lampu kecil. Lampu ini mengingatkan saya akan kenangan manis saat masih kecil dan tinggal di Badran (Solo), ketika usia saya masih sekitar 5 atau 6 tahun. Bapak sering membawakan oleh-oleh berupa bolam lampu kecil, kemudian dirangkaikan dengan battery sehingga menyala. Baterey-nya disambung-sambungkan dan dibungkus dengan kertas kemudian diikat dengan karet gelang. Kabel disambungkan kedua kutub dan disambungkan ke lampu. Masih ingat betapa kami kegirangan saat melihat lampu itu menyala. Mainan yang sederhana tapi mengingatkan kami akan kenangan indah, kasih sayang dan perhatian dari bapak dan ibu. Bapak adalah orang Jawa asli dengan gaya berfikir khas orang Jawa yang suka dengan simbol dan tirakat. Kalau melakukan sesuatu sering diikuti dengan niat dan doa. Mungkin saja beliau saat itu memilihkan mainan lampu itu dengan niat dan doa agar kelak hidup kami terang benderang di masa depan. Ya Allah, terima kasih telah kau anugerahkan kami kenangan indah di masa kecil dari kedua orang tua kami. Ampunkanlah mereka dan lapangkanlah kubur mereka. Terimalah amal ibadah orang tua kami, dan kasihilah sebagaimana mereka mengasihi kami sejak kami masih kecil. Amiin.

Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

Indahnya Senja Syahdunya Maghrib di kampus kami

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada November 25, 2011

Kemarin sore saya selesai mengajar matakuliah Datamining di Universitas Al Azhar Indonesia sekitar saat Maghrib. Kebetulan saya berada di halaman depan masjid saat Adzan berkumandang. Sejenak saya terpana menikmati indahnya saat Maghrib tiba. Di saat matahari mulai tenggelam di ufuk barat, kita dipanggil untuk bersujud kepada-Nya. Hayya Alash Sholah, Hayya Alal Falah…Marilah kita sholat, Marilah kita menuju kemenangan. Makna yang indah dari sebuah adzan. Sesibuk-sibuknya kita dengan urusan dunia, entah kebahagiaan, entah kesedihan, entah kesuksesan, entah kegagalan, tapi kita diingatkan pada waktu-waktu tertentu agar kembali tersungkur dan bersujud di hadapan-Nya. Kita diingatkan bahwa ibadah itu adalah awal dan modal untuk mengarungi kehidupan. Kita diingatkan bahwa setiap kesulitan pasti ada solusinya. Allah telah memilihkan waktu-waktu yang tepat dan mengandung makna bagi kita untuk menunaikan ibadah sholat. Maka, di saat kita lelah dari bekerja, belajar, mencari nafkah, menunaikan kewajiban sehari-hari, Dia pun memberikan pemandangan yang indah. Matahari mulai tenggelam, senja pun datang, Adzan pun berkumandang.  Subhanallah.

Ditulis dalam Indonesiaku | Tinggalkan sebuah Komentar »

Eksploitasi Anak: sampai kapan akan berakhir ?

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada November 25, 2011

Petang hari kemarin saya lewat jembatan di depan Sarinah, dan terhenti saat melihat anak ini. Saya mencoba menyelami jalan pikiran dan perasaan anak ini, dan merasa iba. Di saat anak-anak seusia dia dapat tersenyum, bercanda ria dengan kawan-kawannya, entah di rumah atau di sekolah, anak ini duduk di atas jembatan mengumpulkan recehan uang yang diberikan kepadanya. Di saat anak-anak saya bisa tertawa riang dalam canda dengan ibu bapaknya, anak ini melewatkan petang sendirian di atas jembatan di jalan utama ibu kota. Kadang terserang angin dingin, hujan, bermain-main di pinggir pagar jembatan yang sangat berbahaya. Seringkali ada pemberitaan bahwa anak seperti ini memang sengaja dieksploitasi untuk mendapatkan sedekah dari orang yang merasa iba kepada-nya. Dalam bentuk lain, kadang saya lihat anak usia 4 tahun berjualan mainan seharga Rp 10 ribu. Kasihan engkau, Nak. Kehilangan masa kecilmu, karena eksploitasi orang-orang dewasa yang tega membiarkan anak usia balita untuk melewatkan malam kejam di jalan raya. Entah sampai kapan nasib mereka akan berubah ke arah yang lebih baik ?

Related Links: http://asnugroho.wordpress.com/2011/10/06/stop-eksploitasi-anak/

Ditulis dalam potret Indonesiaku | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 75 pengikut lainnya.