Corat-coret Anto S. Nugroho

Catatan kehidupan

  • Corat-coret Terbaru

  •  

    Januari 2012
    S S R K J S M
    « Des   Feb »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
  • Kategori

  • Arsip

Arsip untuk Januari, 2012

Bapak dan TV

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Januari 31, 2012

Sekitar tahun 76, suatu hari saat aku masih kecil (6 th). Kami tinggal di rumah berdinding “gedek” bambu, berlantai semenan, lampu dari petromax atau teplok. Tiba-tiba di depan rumah berhenti sebuah mobil. Ibu terkejut dan buru-buru membukakan pintu. Petugas turun dari mobil dan mengangkut sebuah kotak berisi televisi hitam putih. Ibu kaget dan bertanya, ini dari siapa untuk siapa ? Bapak tersenyum-senyum di belakang. Rupanya itu kejutan dari bapak untuk ibu dan kami. Bapak diam-diam membelikan TV dan di antar ke rumah sebagai kejutan. Melihat TV warna hitam putih, saat itu merupakan kemewahan dan kebahagiaan luar biasa bagi keluarga kami. Walau sudah 36 tahun berlalu, kasih sayang dan kebahagiaan yang kami rasakan dari bapak dan ibu masih tetap jadi kenangan indah. Besok genap 1 tahun almarhum Bapak mendahuui kami menghadap Ilahi. Semoga Allah SWT menerima amal ibadahnya, mengampuni segala dosanya, dan menempatkannya di sebaik-baik tempat bersama orang-orang yang Dia kasihi. Amin.

Kiri: berfoto bersama eyang Suryo. Kanan: aku dan dik Budi digendong Bapak dan ibu di samping. Foto ini sekitar th.73 atau 74 di Badran Gang Kantil.

Dad & Mom

Ditulis dalam Uncategorized | 1 Komentar »

Cium pipi

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Januari 26, 2012

Cium pipi adalah ungkapan kasih sayang. Saya merasa seolah kejatuhan bulan purnama, jika saat pulang, saya dipeluk dan pipi dicium oleh Alya atau Tika sambil bilang “aku sayang sama Bapak”. Dan saya pun membalas dengan mencium pipi mereka, “Bapak pun juga sayang padamu, Nduk”. ….dan cinta pun mewarnai atmosfer udara. Dalam seminggu hanya akhir pekan hari saja saya bisa berkumpul dengan keluarga, berarti tak lebih dari sepertiga dari umur saja, saya bisa berkumpul dengan mereka. Berbahagialah anda yang setiap hari bisa berkumpul dengan keluarga, dan saling cium pipi setiap hari.

Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

Jangan menolak kalau diajak makan ke

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Januari 25, 2012

Pernah satu saat saya pergi ke Nana bantei di jalan Wahid Hasyim. Saya sendirian. Duduk dulu, kemudian bangkit dan mengambil makanan, bawa sendiri ke meja, bakar sendiri makan sendiri, kemudian bangkit dan mengambil makanan lagi, bawa sendiri ke meja, bakar (lagi), makan sendiri (lagi), dan begitu seterusnya. Hening…cuma suara mulut yang sedang mengunyah. Cuma di awasi sama mas yang jaga, yang siap membantu kalau saya perlu bantuan. Akhirnya lama-lama saya tidak tahan, dan segera menyudahi acara makan sendirian. Bete. Mestinya makan seperti ini baru nikmat apabila ada jamaah-nya, ada teman ngobrol, teman yang bantu bakar-bakar…baru seru. Moral of the story: jangan menolak kalau lain kali ada yang mengajak ke Nana bantei, Hanamasa, Paregu dan sejenisnya. :)

Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »

Gudeg….gudeg…gudeg… *baca mantra*

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Januari 21, 2012

Gudeg adalah kegemaran saya. Sampai-sampai urusan istripun saya mencari yg berasal dari kota Gudeg. Keuntungannya beristri orang Yogya adalah, saya bisa sering2 makan gudeg buatan istri. :D Tiap kali pulang ke Solo, saya selalu mengajak “Dik, beli gudeg yuk…” Sampai istri saya pun bosan. “Gudeg Solo nggak seenak gudeg Yogya, mas. Terlalu banyak airnya”. Suatu hari, saya akan berangkat ke Surabaya, menguji mahasiswa. Karena bakalan seminggu pisah dengan kota Solo, siang itu, sebelum kereta berangkat, saya ajak sekeluarga makan siang di warung gudeg dekat stasiun Balapan. *untung istri saya mau* Usai menyantap gudeg, saya pun berangkat ke Surabaya. Tiba di stasiun dijemput murid yang mau saya uji. Dia menawarkan makan malam. “Pak Anto suka makan apa ?” Saya jawab, apa saja mau koq. Putar sana putar sini, akhirnya dia berkata “Pak, ke sini saja…ke rumah makan Solo, Adem Ayem”. Sampai di Adem Ayem, menu andalannya adalah gudeg Solo. Tak mengapa, … Kalau biasanya seminggu sekali aja belum tentu makan gudeg, kali ini Tuhan memberikan kebahagiaan dg dua gudeg dalam sehari. Esok hari saya berangkat ke kampus, dan menguji mahasiswa. Ujian berlangsung seru dan diskusi menarik. Siang harinya saat break, saya dapat nasi kotak. Alhamdulillah…. Setelah dibuka, teman dosen nyeletuk “Wah, ini kayaknya tahu kalau salah satu penguji dari Solo. Menunya gudeg”…astaga… Gudeg ketiga dalam dua hari tsb. Habis itu saya cerita ke istri saya, “Dik…sementara ini aku gak ingin makan gudeg dulu yaa….Tuhan mengabulkan doa saya nggak tanggung-tanggung”. Saya diketawain istri. Itu kejadian beberapa minggu yll. Pagi ini keretaku, Senja utama hampir tiba di Solo. Istri saya akan menjemput di stasiun. Biasanya habis itu kami cari sarapan, dan istri saya menawarkan “Mas, …pagi ini kita ke Adem Ayem yuk…” … Noooooooo (T_T)

Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

2011 in review

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Januari 3, 2012

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The Louvre Museum has 8.5 million visitors per year. This blog was viewed about 110,000 times in 2011. If it were an exhibit at the Louvre Museum, it would take about 5 days for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.