Corat-coret Anto S. Nugroho

Catatan kehidupan

  • Corat-coret Terbaru

  • Mei 2013
    S S R K J S M
    « Apr    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
  • Kategori

  • Arsip

Arsip untuk ‘keluarga’ Kategori

Berenang berempat

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada April 28, 2013

Berempat berenang, ngajarin AlTik agar bisa berenang. Hari ini sudah berani mencelupkan kepala, sdgkan Tika belajar meluncur. Dua hari per minggu hrs dimanfaatkan dg efektif.
BTW, berenang itu membuat hati nyaman, karena perut tidak terlihat buncit, menahan nafas di air. Begitu selesai, lenyaplah kebanggaan itu, krn perut kembali spt semula. Apalagi saat pesan makanan…wah… *tepok perut*

Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

Puisi Alya di Hari Kartini 2013

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada April 20, 2013

Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

Alarm paginya Alya-Tika

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada April 15, 2013

Agar Tika dan Alya mudah bangun pagi, ibu merekam suara mereka, dan dipasang sbg alarm. Begini rekamannya:

Ibu: “Tika besok bangun jam berapa ?”
Tika: “aku besok mau bangun jam empat tiga puluh”
Ibu: “Ya sudah, sekarang bilang keras-keras”
Tika:”Aku mau bangun jam empat tiga puluh…banguuun….banguuuun…banguuuuuuuuuun” (teriak keras, membangunkan diri sendiri)
Ibu: “Mbul mau bangun jam berapa ?”
Alya: “mmm..jam satu”
Ibu & Tika : “waaaaaaaaaaaaaaaa……”

Rekaman itu jadi alarm, tiap jam empat tiga puluh pagi bunyi keras & berisik, sampai sekarang….tapi anak-anakku masih terlelap dg nyenyaknya :D

Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

Happy birthday, Mom

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada April 11, 2013

Hari ini almarhumah Ibu tepat berusia 70 tahun. Bapak dan Ibu mewariskan banyak kenangan, yang kalau kami teringat suka senyum-senyum sendiri. Kontras dengan Bapak yang pendiam, Ibu ramai ceritanya. Ibu juga hobby mencoba berbagai makanan kecil. Kalau kami datang, ibu akan menghidangkan beragam jajanan (makanan kecil), dan tak henti membujuk kami untuk mencoba yang ini dan yang itu. Kalau kami pamit pulang, Ibu dan bapak mengantar kami sampai ke pinggir jalan dan sabar melambaikan tangan sampai kami menghilang dari pandangan. Ibu juga dulu sabar menunggui saya saat sekolah di TK, walau datang ke sekolah selalu terlalu pagi. Di saat-saat terakhir ibu, karena sakit yang semakin berat, kadang beliau tidak ingat siapa saya, dan setelah bercakap-cakap lama, baru kemudian ingat kembali. Waktu saya lahir, masih lemah, tangan saya digenggam dan ditimang ibu. Saat beliau sakit, ganti saya yang menggenggam tangan ibu, memijat kaki beliau dan menjadi imam sholat. Cinta dan kasih sayanglah yang menyambungkan kami dengan ibu dan bapak. Sejak kami lahir, saat mereka berusia lanjut, dan juga setelah beliau berdua mendahului kami. Rumah berdinding anyaman bambu, lampu teplok dan petromax, jadi kenangan manis kami saat masih kecil. Rumah sederhana yang selalu ramai, jadi kenangan kami di hari tua mereka. Alhamdulillah, warisan mereka berdua masih kami nikmati hingga saat ini dan sampai sepanjang hayat. Yaitu cinta kasih dan kenangan manis dari mereka berdua. Ya Allah, sampaikan pada kedua orang tua kami salam dan tempatkanlah mereka di sebaik-baik tempat di sisi-Mu. Happy birthday, Mom…

Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

Being Digital dan Senyum Istriku

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Maret 3, 2013

Membaca tulisan “Being Digital”-nya Negroponte, memang menarik. Dalam kehidupan, kompresi informasi itu adalah suatu hal yang lazim, terutama kalau object-nya sudah sehati. kadang-kadang 1 bit bisa merepresentasikan kalimat yang panjang. Kedipan (1 bit) di antara suami istri saat menghadapi argumentasi anak, bisa berarti “sst, jangan diprotes dulu. kita dengarkan apa yang dia mau”, yang kalau ditulis dengan ASCII code bisa lebih dari 20 byte (160 bits).
Nah…saat masih pacaran dulu, senyuman sang pujaan hati, bisa berarti “I love you.”. Tapi seiring dengan usia pernikahan,yang dua hari lagi akan genap menjadi 13 tahun, arti sebuah senyuman mengalami evolusi. “Udah ya mas….aku mau keluar dulu sama anak-anak”, dan istri saya memasang senyuman, termanis yang pernah saya lihat. Saya jawab, “iya dik. hati-hati ya..” tapi senyuman itu masih terpasang. Saya fikir mungkin apa hari ini saya terlihat begitu mempesona ya ? Oh ternyata bukan. Istri saya menyambung senyuman dengan tafsirnya… “maksudnya itu…..minta dikasih uang sakunya, dong….” * tepok jidat

Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

Akhir pekan di Solo

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Februari 25, 2013

Cerita harus pakai buku

Bapak: “Nduk…ayo bobok ditemani bapak. Nanti bapak cerita deh”
Alya : “iya pak…tapi ceritanya pakai buku ya…”
Ibu: “tuh…harus pakai buku, supaya tidak ngarang cerita sendiri, terus tidur…”

Ajaran “sesat” dari bapak

Emak cerita. Beberapa hari yang lalu, Tika nggodain Alya sampai nangis. Saat ditegur emaknya, Tika menjawab “bapak ngajarinnya gitu koq bu. Kalau nggodain itu sampai nangis…” Wooo…. (^^;

Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

Alya kumat asma

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Februari 24, 2013

Minggu siang 14.45. Deru nebulizer masih terdengar dari kamar besar. Kutengok ke kamar kecil. Rupanya emak tertidur sambil memegang nebulizer, mengasap Alya yang kumat asmanya. Perlahan kulepas nebulizer dari tangan emak, karena obat sudah habis. Tangannya masih memeluk Alya, yang juga tertidur pulas. Tika juga nyenyak tidur di bed bawah. Sepertinya masih kecapaian dari piknik sehari ke Tlatar. Selamat tidur permata-permata hatiku. Aku mulai siap berkemas-kemas, dan dua jam lagi berangkat ke stasiun Solobalapan untuk berjuang di ibukota, mencari ilmu, sahabat dan nafkah halal untuk kebahagiaan kita semua.

Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

Kenangan ibunda di hari ulang tahun bapak, dua tahun yang lalu

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Februari 24, 2013

Hari ini almarhum bapak berusia 71 tahun. Saya terkenang dengan kejadian dua tahun yang lalu, saat ibu sempat tidak sadar.

23 Februari 2011. Ibu belum bangun sejak pagi. Kalau dibangunkan, mata spt merespon, tapi tidak lebih. Saya khawatir, karena bapak dulu saat koma kondisinya seperti itu. Ibu dibawa ke RS Muwardi oleh dik Nunung. Saya menuju bandara Soetta untuk pulang ke Solo. Kondisi ibu memprihatinkan. Ibu dalam kondisi tidak sadar. 13.28 ibu sampai di IGD. Tensi ibu 90/50. 13.30 pindah ke ruang resusitasi yg ada alatnya. ditangani oleh Dr.didik suprayitno. Gula 2, GCS 3. Pk. 15.25 saya pulang ke Solo dengan pesawat Lion. 18.03 mendarat di Solo. Ibu alhamdulillah merespon saat dipanggil dg mencari sumber suara. Dipindah ke ICU, karena kompleks Anggrek dan Cendana full. Malam itu saya jaga di rs.

24 Februari 2011. Tepat dengan hari ulang tahun almarhum bapak ke-69. Dan keajaiban itu terjadi. Sekitar pk.02.45 dini hari, kulihat ibu sadar. Alhamdulillah bisa diajak ngobrol, walau harus pelan-pelan. Allah menunjukkan keajaiban dan kekuasaannya. Mungkin sebagai hadiah ulang tahun almarhum bapak. Wallahu a’lam.

Selamat ulang tahun bapak. Kasih sayang bapak dan ibu selalu menjadi kenangan, pelajaran dan warisan berharga bagi kami semua. Semoga Allah SWT memberikan kasih sayang, rahmat dan ampunan kepada bapak dan ibu, yang Insya Allah tenang dan damai di sisi-Nya. Miss you, Dad & Mom.

Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

My Dad is digital alien

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Februari 18, 2013

Menjelang Subuh saya sudah sampai stasiun Senen. Biasanya saya sholat Subuh dulu, baru naik ojek 25 ribu ke St.Tanah Abang & melanjutkan perjalanan ke kantor Serpong. Sesekali coba ganti rute, ke McDonald perempatan Sarinah. Sholat Subuh di Musholla terus beli kopi. Ah, enak kalau di Indonesia mudah cari musholla. Dulu di Jepang saya kalau mau sholat di McDonald, cari meja yang agak mojok & minta pacar saya (emaknya AlyaTika) menutupi saya. Susah cari tempat sholat kalau di Jepang. Pagi langsung telpon ke Solo, tanya ttg buah hati kami. Bagaimana tidur semalam, dll. Sehari saya bisa telpon lebih dari 10x. Mungkin kalau anak-anak sudah besar, hrs pakai skype untuk menemani keseharian mereka. “My Dad is digital alien”…mungkin begitu kelak komentar Alya-Tika. Yang penting kalian tumbuh di lingkungan yg baik untuk pendidikan, Nak.

Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

Jangan makan tahu, karena bikin lemas

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Februari 12, 2013

Semalam terjadi sdikit kericuhan di keluarga Faya, anak playgroup skolah Alya. Penyebabnya Faya ngga mau dan melarang ayahnya makan tahu masakan ibunya “Jangan, ayah jangan makan tahu! Itu makanan ngga bergizi, bikin lemes!” Ayahnya tanya siapa yg bilang begitu. Faya njawb “Kakak2 TK yg ngasih tau..” Lalu ibunya jd ingat kl Jumat lalu, saat makan bersama di skolah, lauknya semur telur+tahu. Ada kakak TK yg ga mau makan tahu. “Aku ngga mau tahu. Tahu itu bikin lemes!”, begitu katanya. Si kakak TK itu bernama Alya binti Anto Satriyo Nugroho.

Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

Mata kemasukan pasir

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Februari 10, 2013

Alya: “Ibu…Ibu..kalau pasir buat mandi hamster itu masuk mata, jadi gimana bu ?”
Ibu:”Ya bisa mati dong (hamsternya)…”
Alya: *panik* “haaa…jadi mati ya bu… “
Ibu: “Iya lah. Emangnya kena matanya ?”
Alya: “kena mataku bu….huaaaaa….huaaa….”

Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

Ibu jangan suka meremehkan ya

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Februari 9, 2013

Emak cerita, kalau ada tawaran kursus bahasa Inggris di Kumon-nya Tika. Tika pengin banget ikut les Inggris. Setelah diteliti syllabus-nya, ternyata latihannya hanya sebatas Inggris pasif. Bisa memahami bacaan + listening. Padahal yang susah sebenarnya ngomong-nya. Ibu: “wah,…kalau cuma seperti ini, Ibu aja bisa ngajarin kamu, Tik.”
Tika: “Eh…ibu jangan sembarangan, begitu. Jangan suka meremehkan. Emangnya ibu bisa ?” (Waduh…ini kalimatnya meniru kalau ibu sdg marah ke Tika karena meremehkan pelajaran)
Ibu:”Eh..bisa dong. Daripada ibu bayarin kamu ratusan ribu untuk les, lebih baik Tika membayar ibu 50 ribu. Nanti ibu yang ngajarin deh”
Tika:”50 ribu ya bu ? Bener ?”
Dan Tika masuk kamar, membuka tabungan. Kemudian mengulurkan selembar limapuluhan ribu ke Ibu.
Tika: “Ini bu. Dulu bapak pernah ngasih Tika buat ditabung. Tapi Ibu beneran lho ngajarnya…”
Wkwkwkwkwkwkwk :D

Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

Dedek sekolah dimana ?

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Februari 5, 2013

Tika cerita ke Ibu kalau wktu nonton konser, bapak kenalan dengan mbak2 yg nutupi pandangan panggung. Katanya bapak tanya ke mbaknya “Dik namanya siapa?” Trus mbaknya nyebut nama, tapi tika udah lupa. Trus bapak nanya lagi “Dedek sekolah di mana?” Dijawab mbaknya, “Sudah kuliah..” Ibu kaget & bilang ke Tika,”Hah? Masak sih bapak nyebut mbaknya itu DEDEK?”

Aduuuh…..Tika ngawur nih * tepok jidat *

Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

Kenangan dengan almarhum Bapak

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Februari 1, 2013

164365_10150089684229477_4939347_n
Tepat hari ini, dua tahun yang lalu bapak tercinta berpulang kembali ke Al Khaliq. Bapakku sangat sayang pada keluarga.

Saat masih kecil, pernah diajak Bapak berdua ke Surabaya, menjemput eyang Suryo putri. Malam-nya kami bermalam di rumah saudara. Karena gelisah, saya mengajak bapak pulang saat itu juga ke Solo. Bapak menghibur dengan mendongeng tentang burung yang ingin minum air dari botol, dan satu cerita lagi entah apa aku lupa. Tapi akhirnya aku pun tertidur pulas.

Sekitar tahun 76, tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depan rumah kami (saat itu bertempat di Badran Gang Kantil, nomer 269 (?) ). Ibu tergopoh-gopoh keluar rumah dan menanyakan. Ada apa ? Kaget, nggak biasanya ada mobil masuk ke pekarangan kami. Ternyata petugasnya kemudian mengeluarkan sebuah TV hitam putih. Bapak memberi kejutan kepada kami, dengan diam-diam membelikan TV hitam putih yang saat itu masih termasuk barang mewah bagi kami sekeluarga.

Tahun 95 an saat saya sudah bekerja di BPPT Thamrin. Bapak kalau sedang dinas ke Jakarta, kadang saya diajak bermalam di hotel langganan beliau di Senen. Saat mau pulang, saya sering diselipi uang saku tambahan, padahal saya sudah bekerja.

Kalau ada anggota keluarga yg berulang tahun, pagi-pagi habis Subuh bapak dan ibu menelpon, mengucapkan selamat pagi. Mungkin ini meneruskan kebiasaan Eyang Karto. Dulu kalau saya dan adik-adik ulang tahun, Eyang berdua naik becak dari Gondowijayan ke Badran, memberi hadiah, kadang anggrek yang beliau petik dari kebun sendiri. Kebiasaan kami di rumah, kalau ada yg ulang tahun, ibu selalu membuatkan air teh hangat dan roti tawar. Setelah doa bersama, kami makan bersama roti tawar dan teh hangat itu.
Kebiasaan bapak dan ibu kalau mengantar putra-putri atau cucunya keluar rumah (sekolah, kembali ke rumah masing-masing, dsb) adalah mengantar sampai keluar pagar dan melambaikan tangan sampai anak-cucunya tidak kelihatan lagi. Ini juga meneruskan ajaran/kebiasaan eyang Karto.

Kalau sore hujan lebat, saya telpon ke rumah bapak-ibu. Apakah ada rumah yang bocor, karena seingat saya, rumah Bapak-Ibu beberapa tempat sudah tua dan bocor. Bapak menjawab tenang……ada tapi jangan khawatir, Lik….airnya sudah ditampung dengan ember.

Bapak dan Ibu bagi kami, adalah orang tua yang kaya raya, karena meninggalkan warisan yang luar biasa besar. Bukan berupa harta benda, tapi kasih sayang dan kenangan manis, yang tak terlupakan sampai akhir hayat.

Robbighfirly wali walidayya warhamhuma, kamaa robbayanii soghiiro. Ya Allah, ampunilah dosa kedua orang tuaku. Dan kasihilah mereka, sebagaimana mereka mengasihi waktu kecil.

Ditulis dalam keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

Pentingnya konsistensi dalam penamaan folder

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Januari 16, 2013

Bagaimanakah membuat aturan penamaan file dan folder agar tetap bisa konsisten sampai 10 atau 20 tahun yad ? Itu salah satu masalah saya yang belum terpecahkan. Saya terfikir hal tersebut saat kemarin mengatur kembali file-file yang saya miliki di arsip, sejak th.97. Saya rasakan, ketidakkonsistenan dalam penamaan file dan folder sangat berpengaruh terhadap kemudahan akses file yang diinginkan. Padahal pekerjaan saya menuntut saya untuk mempertahankan data atau source code yang dibuat saat ini, agar tetap bisa diakses dan dipakai 10 atau 20 tahun kedepan.

Saat masih mahasiswa, saya biasanya memberikan nama pada folder sesuai dengan nama kegiatan: “class”, “research”, “mail”, dst. Di bawah folder “research”, saya membuat folder sesuai dengan teknik/algoritma yang dipakai. Misalnya “mlp” untuk source code multilayer perceptron trained by backprop, “Combnet” untuk model neuro yang kami pakai di laboratorium, “som” untuk source code self organizing map,  dst. Ini sangat sesuai saat itu, karena saya hanya mengerjakan satu tema penelitian, dan mencoba menyelesaikan dengan berbagai teknik. Ketika saya masuk jenjang doktoral, beberapa kali saya mengubah tema penelitian, sehingga folder pun makin banyak. Tetapi penamaan berdasarkan algoritma masih tetap valid. Untuk menyimpan berbagai hasil eksperimen yang dilakukan pada tema yang berbeda, saya mulai membuat folder dengan nama yang mencerminkan tema penelitian tsb. Ada bioinformatics, character recognition, dan beberapa tema yang kebetulan saya saat itu ikut terlibat membantu professor.

Tahun 2003, setelah lulus S3 dan mulai mengajar, saya mengubah style penamaan folder. Peraturan perlindungan privasi membuat saya ekstra hati-hati dalam membawa file ke laptop mapun ke rumah. Data-data seperti nilai siswa, nama siswa, file-file berkaitan dengan rapat jurusan, merupakan data yang tidak boleh bocor keluar. Karena itu saya tidak ingin membawa data-data tsb. keluar kantor. File-file seperti ini saya kumpulkan di bawah folder besar dengan nama “level1″. Kemudian saya buat juga “level2″ untuk menyimpan file-file yang ingin saya bawa baik ke kampus maupun untuk belajar di rumah. Misalnya paper, ebooks, file presentasi, dsb. Terakhir adalah folder dengan nama “level3″, yang menyimpan data-data yang justru tidak boleh keluar dari rumah karena sifatnya pribadi. Misalnya foto-foto keluarga, data pengelolaan rumah tangga, dsb.  Jadi ada pergeseran tata cara penamaan/manajemen folder, dari yang berbasis teknik/algoritma pada saat masih students, menjadi berbasis tingkat pengamanan, saat saya sudah menjadi dosen.

Tahun 2007 saya kembali ke Indonesia. Saya akhirnya menambahkan satu level lagi, yaitu “level4″ yang berisi semua file-file yang saya buat setelah sampai di Indonesia. Ini semata-mata demi kemudahan saja. Karena saya tidak sempat lagi untuk mengatur penempatan dan penamaan ribuan file/folder agar sesuai dengan kebutuhan saya di Indonesia. Sampai sekarang kalau saya bekerja, semua file selalu saya taruh di bawah folder besar “level4″. Sampai di sini masih tidak ada masalah. Yang rumit adalah penamaan file/folder di bawahnya. Awalnya saya masih memakai kebiasaan di Jepang, yaitu membuat nama folder berdasarkan teknik yang dipakai. Tetapi pekerjaan saya di Indonesia ternyata sangat beda karakternya dengan pekerjaan saya sebagai dosen di Jepang dulu. Di BPPT, saya terlibat dalam beberapa project yang tidak selamanya memanfaatkan algoritma/teknik yang sama. Seringkali memakai teknik/agoritma yang berbeda, satu sama lain. Dengan pertimbangan tsb. akhirnya saya membuat folder berdasarkan nama kegiatan/project. Sedangkan file yang berkaitan dengan kegiatan di kampus, saya taruh di bawah folder “lecture”, satu level di bawah folder “level4″. Selevel dengannya saya buat satu folder “riset”. Baru kemudian di bawah folder ”riset” saya membuat foler “ektp” untuk menyimpan file berkaitan dengan litbang project ektp di BPPT, folder “malaria” untuk kegiatan riset computer aided diagnosis untuk identifikasi status Malaria, dsb. Sampai di sini timbul masalah baru: untuk kegiatan multi-years, bagaimana cara mengatur foldernya ? Saat ini di bawah folder kegiatan, saya buat folder berdasarkan tahun. Misalnya di bawah folder “ektp”, saya buat folder  2012, 2013. Kalau tidak dibuat pengaturan seperti ini, maka di bawah folder “ektp” akan terdapat ratusan folder yang kemudian akan membuat saya susah mengaksesnya. Untuk penamaan file, saya memakai style yyyymmdd dan diikuti dengan nama file. Selain folder yang berdasarkan kegiatan, saya buat juga folder “presentasi”, “publikasi”, yang mengumpulkan output berupa slide presentasi maupun paper/publikasi dari kegiatan-kegiatan tsb.

Ah, makin lama koq makin ruwet ya. Tapi setidaknya dengan cara seperti ini, saya bisa mudah menemukan file email-email lama dan ketemu email 14 tahun yang lalu yang membuat saya serasa muda kembali :D

From: “Erine Meita Puspitasari Waseso” <markonah00@yahoo.com>
To: <anto@mars.elcom.nitech.ac.jp>
Date: Wed, 20 Oct 1999 23:19:24 -0700 (PDT)
Calon Belahan Jiwaku sayang…
Selamat berulang tahun. Semoga Tuhan, kesuksesan, keluarga, teman, selalu menyertai mas. Maaf ya Mas, aku nggak bisa ngasih apa-apa (Abis…
ngasih borupen aja nggak pernah dipakai.. hi..hi.. becanda lho!).

Ditulis dalam internet, keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 75 pengikut lainnya.