Hari ini enam tahun yang lalu, saya memutuskan cara pulang ke tanah air, yaitu lewat Osaka memakai pesawat Garuda.
Ketika saya pulang dari Jepang th 2007, saya meninggalkan kesempatan beraktifitas sebagai professor tamu yang sudah dijalani 4 tahun. Saya tinggalkan laboratorium dan ruang seminar yang telah disediakan oleh kampus agar saya dapat mengembangkan bidang penelitian saya, demi komitmen untuk kembali mengabdi di tanah air, dan komitmen yang pernah saya ucapkan ke mas Dwi, atasan saya saat itu, “sewaktu-waktu saya dipanggil, saya akan kembali”. Faidzaa azamta fatawakkal alaLlah…apabila sudah mengambil keputusan, bertawakallah kepada Allah.
Lima tahun telah berlalu. Empat tahun pertama, saya lewatkan dengan mondok di kantor Thamrin. Saat Isya’ tiba, saya berganti sarung dan tetap bisa melanjutkan pekerjaan di kantor. Hidup berpisah dengan keluarga, demi pertimbangan yang mungkin sulit difahami oleh lain orang. Sahabat saya, mas H bilang ke saya “you sacrifice to much mas Anto” Ruang kerja saya di Jepang sekitar 40m2, sedangkan di kantor Thamrin 2x2m. Alhamdulillah…saya tetap bahagia. Seperti yg saya sampaikan di saat presentasi “I am a researcher. A researcher is very happy if he found a research problem. I am happy when I returned to Indonesia, since Indonesia is a country which is very rich …of problem”
Sejak Maret yang lalu kami mulai hidup baru, …maksudnya pindah kantor ke Puspiptek Serpong. Sempat galau dengan kesinambungan aktifitas kami yang karena kepindahan ke Serpong akan membuat sulit akses ke peradaban…eh, maksudnya ke kota. Alhamdulillah hampir setahun dilewati dengan lancar. Saya hidup lebih sehat dan lebih teratur. Pagi makan mie, siang ayam penyet, malam pecel lele….demikian teratur setiap hari. Alhamdulillah berat badan saya pun naik 15 kg dibanding saat masih di Jepang. Riset saya mulai menemukan arah yang lebih fokus. Pattern Recognition saya menemukan aplikasi-nya yang khas dan sesuai dengan kebutuhan di tanah air, yaitu masalah tropical disease dan multimodal biometrics. Satu hal yang disyukuri, sejak tahun ini kami diberikan kesempatan memiliki dan mengelola laboratorium. Peralatan mulai lengkap, grant mulai ada.
Benih mulai ditanam. Tinggal rajin menyiram dan mempertahankan hidupnya dari musim kemarau atau banjir. Faidzaa azamta fatawakkal alaLlah.












