Antara Huruf Jepang dan Romawi

Jepang memakai huruf Kanji yang terdiri dari ribuan huruf, dan juga katakana, hiragana dan romawi sekaligus. Sedangkan di Indonesia memakai huruf romawi yang terdiri dari 26 huruf. Hal ini menyebabkan orang Indonesia mengalami kesulitan untuk mempelajari bahasa Jepang, karena kemampuan membaca kanji merupakan syarat mutlak yang pertama harus dipenuhi. Kamus Jepang-Indonesia tidak akan bermanfaat bagi orang Indonesia, karena terbentur pada masalah awal : tidak dapat membaca huruf kanji. Saat belajar bahasa Jepang dulu ada seorang teman mengajukan pertanyaan : mungkinkah kami menulis laporan memakai hiragana dan katakana saja ? Bagi orang Indonesia hal ini dianggap wajar dan lebih praktis. Tetapi ternyata tidak, kata sensei. Beliau menceritakan kalau pernah seseorang menulis paper memakai hiragana semua, tapi akhirnya tidak dapat dibaca oleh Jepang. Awalnya saya tidak faham dengan penjelasan sensei. Tapi baru kemudian saya tahu kalau itu terjadi karena perbedaan budaya huruf antara Jepang dan Indonesia. Huruf Romawi yang dipakai di Indonesia : satu huruf mewakili satu phoneme, dan tidak memiliki arti khusus. Lain halnya dengan huruf Kanji. Satu huruf mewakili satu makna. Apabila kita membaca tulisan Jepang dalam huruf Kanji, kita akan segera menangkap makna yang ingin disampaikan. Tetapi jika itu ditulis dengan hiragana, makna yang disampaikan kadang kabur kalau tidak membaca konteks kalimat tersebut. Misalnya saja “atsui” kalau ditulis hiragana hanya 3 huruf : あつい (a-tsu-i). Tetapi sebenarnya ada 3 jenis makna yang bisa difahami dari kata “atsui” tersebut :
1) atsui (暑い) berarti cuaca panas, lawan katanya : 寒い (“samui”)
2) atsui (熱い) berarti benda panas, lawan katanya :冷たい (“tsumetai”)
3) atsui (厚い) berarti tebal, lawan katanya : 薄い (“usui”)
Dalam percakapan kita akan dapat membedakan mana yang berarti panas dan tebal dari konteks maupun intonasinya. Atsui yang berarti “panas”, dibagian akhir “i” intonasinya akan menurun terhadap “tsu”, sedangkan yang berarti”tebal” intonasinya mendatar: “i” sama tinggi dengan “tsu”. Hal ini tidak mungkin diketahui kalau hanya ditulis dengan hiragana. Tetapi jika ditulis dalam huruf kanji, tidak akan terjadi kesalahan, karena ketiga makna tsb. dilambangkan dengan tiga huruf yang berbeda-beda. Karena satu huruf Kanji itu melambangkan makna, sedangkan satu huruf Romawi itu melambangkan fonem, biasanya buku berbahasa Jepang lebih tipis daripada buku berbahasa Inggris, karena satu huruf kanji kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris akan menjadi beberapa huruf (lebih dari satu). Hal lain yang mendapat pengaruh dari perbedaan karakteristik ini adalah pada riset “text segmentation”. Segmentasi text berbasis huruf Kanji pada scene image memiliki dimensi kesulitan yang lebih rumit daripada yang berbasis huruf romawi [1].

Ada hal menarik yang terjadi dari perbedaan budaya huruf ini. Koran berbahasa Jepang, buku sastra Jepang letak sampul depannya berkebalikan dengan buku bahasa Inggris/Indonesia, jadi sepintas mirip Al Quran. Jadi kalau kita melanjutkan membaca dari halaman 1 ke 2 atau dari 2 ke 3, maka halaman akan kita buka ke kanan, sesuai arah jarum jam. Kalau huruf Arab ditulis dari kanan ke kiri mendatar, maka huruf Jepang ditulis dari atas ke bawah vertikal. Dalam membaca buku sastra Jepang kita mulai dari sudut kanan atas, bergerak ke bawah, dan kalau sudah selesai kolom pertama kita akan berpindah ke lkolom berikutnya yang terletak di sebelah kirinya. Paling akhir terletak di kiri bawah. Karena itu saat naik kereta, kalau diperhatikan kadang orang melipat koran, lipatannya bukan mendatar seperti di Indonesia, melainkan lipatan vertikal, karena cara bacanya dari atas ke bawah, naik turun.

Referensi:

[1] A.S. Nugroho, S. Kuroyanagi, A. Iwata: An algorithm for locating characters in color image using stroke analysis neural network, Proc. of the 9th International Conference on Neural Information Processing (ICONIP’02), Vol.4, pp.2132-2136, November 18-22, 2002, Singapore

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di japanology. Tandai permalink.

3 Balasan ke Antara Huruf Jepang dan Romawi

  1. arif berkata:

    wah… menarik sekali ya..
    yang saya tanyakan…menurut anda sulit mana belajar bahasa jepang dengan english?perbedaan grammer nya, partikel2 nya,dll, mohon penjelasan.
    arigato gozaimasu

  2. Keduanya memiliki kesulitan, tetapi terletak pada sisi yang berbeda. Kesan saya, untuk masalah grammar, bahasa Inggris lebih sulit daripada Jepang. Terutama sekali pelafalannya yang kadang tidak bisa dirumuskan dengan mudah. Adapun bahasa Jepang, dari sisi grammar, seperti tenses misalnya, cukup sederhana. Hanya ada past tense, present continuous tense, present tense, future tense. Kesulitannya terletak pada pemakaian partikel, misalnya antara “ha” dan “wa”, “wo”, dsb. Kesulitan utama dari bahasa Jepang adalah karakter dan intonasinya. Karakter Jepang yang jumlahnya ribuan jelas merupakan kendala tersendiri. Sedangkan intonasi, walau tidak serumit bahasa Cina, tetapi adakalanya salah intonasi mengakibatkan artinya berubah. Dulu saat kursus, kami mendapat pelajaran tersendiri mengenai intonasi dalam bahasa Jepang. Seperti misalnya mengucapkan “sensei”, intonasi yang benar adalah 1 2 2 1 (do re re do). Maksudnya waktu mengucapkan “sen”, nadanya agak naik kemudian mendatar. Setelah itu agak menurun saat melafalkan “sei”.

  3. Novita berkata:

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Bapk Anto Yth.
    Saya mau nanya, bagaimana tips yang paling mudah untuk m,enghafal kanji? kalau boleh saya tahu, saat tinggal di Jepang untuk pertama kali bgm anda mensikapi huruf2 kanji di setiap instruksi n petunjuk di tempat2 umum? Berapa banyak kanji yang telah anda kuasai baik baca n menulisnya.
    Terima kasih atas jawabannya.

    SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA ROMADHON 1428H, SEMOGA KITA BERHASIL DALAM MENJALANI BULAN SUCI DENGAN KEIKHLASAN N KESEJUKAN HATI.AMIIN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s