Itadakimasu

Pernah saya ditanya orang Jepang : apa yang diucapkan orang Indonesia sebelum makan ? Maksudnya dia ingin mengetahui salam pembuka makan sebagaimana di Jepang : “itadakimasu”. Tradisi di Jepang adalah sebelum makan, mengucapkan “itadakimasu”. Kadang didahului dengan menyatukan kedua tangan dan membungkuk sedikit saat mengucapkan “itadakimasu”. Kalau diterjemahkan “selamat makan” tentunya jadi menggelikan. Catatan ini sebenarnya berawal dari diskusi hangat di milis ppi-jepang mengenai tradisi Jepang untuk mengucapkan “itadakimasu” sebelum makan. Ada seorang rekan yang berpendapat bahwa salam ini tidak tepat dilakukan/diucapkan oleh seorang muslim. Hal ini karena dia mendapat penjelasan dari teman Jepangnya, bahwa “itadakimasu” ini merupakan ungkapan terima kasih kepada dewa dalam Shinto. Apakah benar demikian ? Tulisan ini tidak bermaksud untuk membahas sisi akidah karena ini pasti akan menimbulkan polemik yang berkepanjangan, tetapi lebih tertarik untuk mencoba memahami budaya Jepang : bagaimana asal-usul ucapan “itadakimasu” ini ?

  1. Dari situs wikipedia didapat penjelasan bahwa ucapan itadakimasu ini merupakan ungkapan terima kasih kepada mereka yang telah bekerja keras dalam rantai proses hingga tersedianya hidangan itu. Yaitu kepada pak Tani yang telah menanam padi di sawah, kepada nelayan yang telah menangkap ikan, dan juga kepada ikan, sapi dan hewan lain yang telah “berkorban nyawa”, demi tersedianya santapan tersebut. Ini merupakan pengaruh ajaran shinto.
  2. Asal usul “itadakimasu” dari sisi etimologi bahasa. Kebetulan ada informasi dari Pak Indra dari situs 語源由来辞典 (kamus etimologi) http://gogen-allguide.com/i/itadakimasu.html Terjemahan bebasnya dalam bahasa Indonesia kira-kira sbb :

Itadakimasu ini adalah salam (aisatsu) yang diucapkan saat seseorang mulai makan maupun menerima barang. Etimologi/asal-usul nya adalah sbb. “itadaki” pada “itadakimasu” adalah bentuk conjunctive dari “itadaku”. Sebenarnya makna asli “itadaku” adalah menempatkan sesuatu di atas kepala, seperti halnya huruf 頂 (onyomi : “cho” kunyomi: “itadaki”) yang dipakai untuk menyatakan tempat tertinggi dari gunung atau kepala. Setelah abad pertengahan istilah “itadaku” ini mulai dipakai sebagai bentuk sopan (謙譲語/kenjogo/merendahkan diri) untuk kata “morau” (貰う/menerima). Hal ini dikarenakan saat seseorang menerima sesuatu dari orang yang hierarkhinya lebih tinggi (上位者/jouisha), barang yang diterima tersebut ditaruh di atas kepala. Kemudian, saat seseorang menerima barang dari “jouisha”, maupun saat makan makanan yang disajikan kepada sang Budha atau dewa agama Shinto, membuat gerakan seolah menaruh barang tsb. diatas kepala dan baru mulai makan, maka lahirlah kebiasaan memakai istilah “itadaku” sebagai bentuk sopan (kenjogo) dari “taberu” (食べる) dan “nomu” (飲む). Karena itu, tradisi Jepang saat mulai makan adalah dengan mengucapkan “itadakimasu”.

Di Indonesia, tiap orang memiliki cara sendiri-sendiri dalam mengucapkan salam sebelum makan. Muslim misalnya mengucapkan basmalah. Penganut agama Kristen mengucapkan doa sesuai dengan agama-nya. Demikian juga Hindu dan Buda. Jadi kesimpulan saya tidak ada terjemahan bahasa Indonesia yang tepat untuk “itadakimasu”.

Komentar:
Sepertinya gesture ini kita lihat terjadi juga saat seseorang bertukar kartu nama, atau menerima satu omiyage/gift. Biasanya saat terima barang/kartu itu mereka menerima dengan kedua tangan, dan diangkat sedikit sebagai bentuk penghormatan kepada yang memberi barang/kartu nama.

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di japanology. Tandai permalink.

8 Balasan ke Itadakimasu

  1. asnugroho berkata:

    Komentar terhadap artikel ini terpaksa saya hapus karena tidak ada identitas asli dari komentator (mautanya@mautanya.ac.jp)

  2. anton berkata:

    makasih om.. jadi tau apa si sebenarnya itadakimaaaaaasssuuuu…
    sering denger di anime/jdrama waktu pada mau makan, saya kira ucapan selamat makan..
    ee.. ternyata banyak banget kegunaannya ya ^^

  3. orangtangkas9 berkata:

    makasih atas keterangannya, saya barusan aja googling eh nemuin arti kata itadakimasu disini

  4. dena berkata:

    trims dah ngasih tau tentang “ittadakimasu”!

  5. miqui... berkata:

    oh…. itu toh. yuk selamat makan,,,,

  6. gearbox berkata:

    wah, malah saya pikir “itadakimasu” itu maksudnya mengucapkan terima kasih atas makanan yang dihidangkan… eh ternyata seperti itu toh…

  7. nirmala berkata:

    salam..
    jadi tambah ilmu. terimakasih.

  8. Praditya berkata:

    Berterimakasih kpd sesama manusia boleh kok (termasuk kpd orang-orang yg berjasa mengolah makanan, mulai dari petani sampai istri kita yg memasak). Berterimakasih kan bukan berarti menyembah tetapi menghargai jasa dan budi…. ada dalilnya..

    “Orang yang tidak berterima kasih kepada manusia, berarti tidak bersyukur kepada Allah SWT.” (HR. Abu Daud dan Imam Ahmad)

    JAdi tradisi mengucap Itadakimasu, sebenarnya tidak masalah dan selaras dengan Islam…….Hanya saja jika utk hewan dll sy belum tahu ya… tinggal di ubah sedikit saja filosofinya…

    Wallahu’alam bisshowab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s