Mengurus pengiriman jenazah ke Indonesia

Saya jadi teringat untuk menuliskan prosedur pengiriman jenazah ke Indonesia, berdasar apa yang pernah kami lakukan. Barangkali saja informasi ini bermanfaat. Dulu puteri pertama kami meninggal dunia di Nagoya, saat masih dalam kandungan setelah dirawat di RS selama lebih kurang dua bulan. Usia puteri kami saat itu sekitar 35 minggu dalam kandungan. Terlahir dan meninggal pada 5 Juni 2001. Kami berikan nama Sarah Sekar Kinanti. Proses pengurusan dokumen dan pengiriman jenazah ke Indonesia adalah sbb.

  1. Pihak RS akan menerbitkan “SHIZAN-TODOKE” (死産届 : Surat Keterangan Kelahiran dalam keadaan meninggal). Shizan-todoke ini sebagai pengganti akte kelahiran maupun surat kematian.
  2. Dengan Shizan-todoke ini, kita harus melaporkan ke Kuyaku-sho untuk mendapat pengesahan. Kuyakusho akan memberikan keterangan bahwa jenazah akan dibawa ke Indonesia untuk dimakamkan di sana. Biasanya untuk orang Jepang, keterangan ini berisi lokasi kremasi). Untuk kota besar spt. Nagoya, pengurusan ini tidak perlu ke balaikota (shiyaku-sho), melainkan cukup sampai di kantor kecamatan. (Pada kasus yang lain, yaitu putera ibu X, pengurusannya ke Shiyaku-sho, karena berdomisili di kota yang lebih kecil). Dokumen asli akan disimpan oleh Kuyaku-sho, sedangkan kami mendapat salinan yang disahkan.
  3. Kami dan pihak RS melakukan kontak dengan perusahaan peti jenazah (“Hitsugi”), untuk membuat peti, dan menerbitkan surat keterangan isi peti, cara pengawetannya, dan ukuran peti tsb. Peti yang paling kecil berukuran : panjang : 50 cm lebar : 35 cm tinggi : 35 cm
  4. Kami minta beberapa salinan, untuk sewaktu-waktu kalau diperlukan.
  5. Di kuyakusho kami sekaligus mengurus uang shussan oiwai (syukuran kelahiran: ini istilah formal dana tsb.) dari Kuyakusho berdasarkan dokumen tsb. Uang shussan oiwai ini biasanya diberikan kepada keluarga yang melahirkan bayi, dari asuransi. Walaupun puteri kami dilahirkan dalam keadaan meninggal, tetapi uang ini masih merupakan hak kami.
  6. Jenazah akan dimasukkan ke almari pendingin, karena di Jepang tidak ada kamar jenazah. Menurut dokter penyimpanan ini dapat sekitar 2 sampai 3 hari.
  7. Shizan-todoke harus segera diterjemahkan ke bahasa Indonesia dan dikirim ke KBRI, untuk mendapat surat pengantar resmi. Dokumen yang diperlukan selain Shizan-todoke adalah surat keterangan isi peti jenazah. Hanya saja surat keterangan ini akan diterbitkan oleh pihak RS.
  8. Setelah itu kami kontak dengan pihak Konsulat Jenderal/KBRI untuk menerbitkan surat pengantar perjalanan. Untuk itu diperlukan surat dari perusahaan peti jenazah, mengenai isi peti jenazah, dan juga selain itu perlu shizan todoke.
  9. Semua dokumen tsb. selain versi yang asli dalam bhs. Jepang, kita juga harus memiliki versi yang diterjemahkan ke bhs. Indonesia untuk dilegalisir oleh KBRI/Konjen.
  10. Setelah itu kontak dengan perusahaan penerbangan. Saat itu pakai kami memakai pesawat Garuda. Garuda telah memiliki standard, bagaimana cara pengangkutan “human remains” (istilah untuk kategori jenazah). Yang diperlukan, kalau tidak salah surat keterangan dari KBRI/Konjen dan juga surat keterangan peti jenazah dari perusahaan peti jenazah.

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di living in Japan. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Mengurus pengiriman jenazah ke Indonesia

  1. abu_ahja berkata:

    total biayanya berapa ya???
    karena ada kasus orang tua temen yg lagi liburan di jepun n meninggal di sana, dapat kabar katanya sampai > 200 jt-an

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s