Sarah Sekar Kinanti

“Puteranya ada berapa, Pak ?” demikian saya sering ditanya. Jawab saya “Tiga Empat, yang dua sudah tidak ada. Alhamdulillah yang ketiga dan ke-empat dapat lahir selamat”. Tiga Keempat puteri kami namanya Sarah Sekar Kinanti, Puspa Adinda Muthmainnah , Kartika Utami Nurhayati dan Alya Kusuma Nurjannah. Namanya Jawa semua, karena bapaknya orang Solo, ibunya orang Yogya, made in Nagoya. Sayangnya kalau di Jepang, saat registrasi anggota keluarga di Jepang, jumlah anak harus ditulis satu. Stilbirth (spt. kasus Sekar) dan miscarriage (Puspa) tidak masuk hitungan. Saya sebenarnya kurang puas. Walaupun lahir dalam kondisi meninggal, mereka kan sudah punya ruh. Masak tidak boleh saya hitung sbg. anak sendiri?




Kasus Sekar dulu dikarenakan adanya tumpukan cairan dalam rongga perutnya yang melebihi kewajaran (ascites). Istri saya kemudian dirawat selama 2 bulan di RS untuk memantau kondisi janin. Dokter sudah berupaya untuk menyedot cairan yg berlebih itu. Yang menyulitkan karena Sekar masih dalam kandungan, proses penyedotan itu harus dilakukan dari luar kandungan. Kami dulu diberitahu, bahwa kalau treatment terhadap Sekar berhasil, napasnya akan terengah-engah sepanjang hidupnya, karena paru-paru tidak berkembang dengan baik. Paru-parunya lebih kecil daripada ukuran normal, karena terdesak oleh jantung (hypoplastic lung). Jantung Sekar membesar(cardio megaly) karena cairan memasuki celah di antara selaput yang membungkus jantungnya (pericardial effusion). Kami shock saat mendengar berita tsb. tapi akhirnya kami pasrahkan kepada Allah SWT. Kalaupun Sekar kelak terpaksa demikian, insya Allah kami tidak akan menyerah. Pokoknya akan berusaha entah dengan jalan bagaimana agar bisa diobatkan, atau dirawat dg baik. I love my daughter.

Beberapa saat sebelum Sekar meninggal, saya bermimpi naik perahu berdua dengan seorang anak kecil menyeberang lautan. Ternyata pada akhirnya saya membawa jenazah Sekar untuk dimakamkan di Indonesia.

Hari Minggu 3 Juni 2001 pagi, saya menerima telepon dari RS kalau Sekar telah meninggal. Dokter kemudian berupaya agar Sekar bisa dilahirkan secara normal (induksi). Alhamdulillah Sekar dilahirkan pada 5 Juni 2001 dinihari. Walaupun telah meninggal, tetap saya azankan dan iqomahkan dia. Kami pun membuat foto keluarga bertiga. Niat saya agar saya adil pada semua anak-anak saya, sebagai ungkapan cinta dan sayang kami pada mereka.

Sempat kami pertimbangkan untuk memakamkan anak kami di Jepang. Tetapi karena biayanya cukup besar, dan juga secara psikologis lebih sreg untuk dimakamkan di Indonesia, akhirnya saya bawa ke Indonesia dan dimakamkan di Solo.

Sekar dan Puspa saat ini tentunya sedang bermain-main di taman bunga, yang senantiasa mekar indah dan abadi, di sisi-Nya. Fisiknya sudah tiada, tapi ruhnya tetap ada. Jadi kami sertakan nama mereka dalam doa. Kasih sayang antara orang tua dan anak tidak akan terputus, walaupun mereka telah mendahului kami kembali ke pangkuan-Nya.

Memandikan Sekar, for the very last time.

Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di keluarga. Tandai permalink.

6 Balasan ke Sarah Sekar Kinanti

  1. kennes berkata:

    Mas Anto,

    Dua kali aku membaca tulisan ini, dan dua kali itu pula, aku selalu mbrebes. Aku selalu membayangkan bagaimana sampeyan membawanya terbang ke Solo, dan kebetulan aku waktu itu juga berada di Solo. Tapi salut….. atas kepasrahan sampeyan karo Sing Ngawe Urip. Semoga kedua anak sampeyan yang sudah “sowan” duluan juga melihat dari sana bagaimana Bapak-Ibunya begitu menyayanginya dulu dan sampai sekarang meletakkannya kenangan indah itu di pojok kiri-kanan hatinya untuk “penyeimbang”. Amin.

    Salam hangat,
    Roni sekeluarga Tulungagung

  2. andi irma berkata:

    Mas Anto,

    Membaca tulisan tentang ananda Sekar dan Puspa, aku teringat dengan kejadian sama yang dialami Pak Ferry dan mbak Mirya di Tokyo th 2002 lalu..
    Aku bisa membayangkan kesedihan mas Anto dan mbak Ine saat itu..

    InsyaAllah mas Anto, mbak Ine, Tika dan Alya akan berkumpul kembali dengan ananda Sekar dan Puspa di surga-Nya kelak..amiin ya Rabbal ‘alamin…

  3. Terima kasih mbak Irma. Yah, memang saat itu masa-masa yg berat dan ujian bagi kami. Alhamdulillah sudah terlewati, dan anak2 kami sudah bahagia di sana. Cinta dan kasih sayang orangtua dan anak Insya Allah selalu tersambung lewat doa.

  4. faifda berkata:

    Merinding aku pak, membacanya.. subhanallah… kalian berdua termasuk orang yang kuat menghadapi ujian itu. Ya, mereka berdua telah menjadi penghuni taman surga. Mudahan-mudahan dua adiknya yang terlihat lucu-lucu di foto itu jadi putri-putri yang sholihah juga.. amiin

  5. niken sesanti berkata:

    Semoga Allah memberik derajat yg lebih tinggi untuk kesabaran kita

  6. Rahmania berkata:

    Subhanallah….hebat sekali mas Anto dan mbak Ine ini…..sudah dibayar Allah segala pengorbanan mas Anto sekeluarga dengan 2 putri yang cantik dan sholehah…insya Allah Sarah dan Puspa akan berkumpul kembali dengan mas Anto sekeluarga di surga yang indah….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s