Masalah Pendidikan di SMA Jepang (2)

Kemarin malam di NHK, masalah mata pelajaran Sejarah (Dunia, Nasional) & Geografi diulas kembali. Hari ini (10/27) adalah deadline laporan kondisi lapangan terakhir kepada Monbukagakusho. Di media massa hal ini juga diulas [2][3]. Berikut adalah beberapa point yang sempat saya catat dari sumber tsb.

  1. Di NHK semalam diberitakan, bahwa hasil pendataan sementara sekitar 194 SMA di seluruh Jepang yang ternyata tidak mengajarkan mata kuliah tsb. secara lengkap [1]
  2. Mata pelajaran Sejarah Dunia ini wajib (必修科目, baca:”hisshu kamoku”). Kalau tidak terambil, resikonya tidak dapat lulus SMA. Diberitakan sekitar 36 ribu siswa terancam tidak dapat lulus tahun ini, kalau tidak kewajiban itu tidak dipenuhi.
  3. Salah satu solusinya adalah menambah jam pelajaran khusus sejarah bagi siswa kelas III, agar memenuhi kriteria kelulusan. Jika demikian, maka siswa harus mengikuti tambahan pelajaran 70 x pertemuan. Bahkan di sekolah lain ada yang sampai harus menambah 350x pertemuan. Hal ini sangat memberatkan siswa, karena waktu terbuang “percuma” untuk mata kuliah yang tidak diujikan di “senta-shiken” (National Center Test for University Admissions).
  4. Siswa SMA, guru dan orang tua jadi panik, karena “senta-shiken” sudah dekat, yaitu bulan Januari 2007 yad. Di wawancara, terlihat siswa menuding sekolah sebagai pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya kasus ini.
  5. Mengingat resiko ketidaklulusan siswa yang sangat besar, PTA (Parent Teach Association) mengajukan usul kepada Monbukagakusho agar ada kebijaksanaan khusus pemerintah, untuk menenangkan siswa kelas III, khusus untuk angkatan tahun ini karena waktunya sudah sangat mepet.
  6. Saya lihat sepertinya masalahnya mengerucut ke gap antara kewajiban mata pelajaran yg diajarkan dengan mata pelajaran yang diujikan di senta-shiken. Saya tidak tahu, mengapa ke-tidak-match-an ini terjadi.
  7. Mendikbud Ibuki (Monbukagakusho-daijin) menegaskan bahwa tidak boleh terjadi ketidakadilan terhadap mereka yang sudah mengikuti matapelajaran sejarah & geografi menurut aturan yg berlaku. Karena itu siswa tetap diharuskan untuk mengambil mata kuliah sejarah dan geografi ini sebelum mereka lulus pada bulan Maret yad. Lebih lanjut lagi ditegaskan bahwa tanggung jawab kasus ini sepenuhnya berada pada pejabat guru di sekolah (教委のトップ) yang membiarkan hal ini terjadi. Terhadap permintaan no.5 di atas, mendikbud menyatakan kalau untuk kasus ini, sulit untuk membuat solusi darurat. Hal itu dikarenakan akan mengabaikan aturan yang telah ditetapkan. Menurut beliau, mata pelajaran ini masih bisa diajarkan saat libur musim dingin atau memakai jam setelah sekolah selesai (放課後).

Catatan Tambahan & Komentar

  1. Tanggapan atas pertanyaan no:6 : komite pembuat 学習指導要領 berbeda dengan センター試験 (Murni Ramli, ppichubu-nagoya:#6244)
      Mengenai pertanyaan Bapak di email yang lain ttg komite pembuat “gakusyuushidouryouyou” dan “nyugaku shiken senta”, keduanya memang berbeda. Komite gakusyuushidouryouyou ada di bawah MOE, sedangkan nyuugakushikenn senta adalah lembaga independent yang mulai diberlakukan sejak tahun 1990 (pada era PM Nakasone). PM Nakasone beranggapan sangat perlu menekankan adanya “kompetisi” di semua level sekolah di Jepang. Walaupun pendapat ini pada akhirnya diprotes, tetapi sistemnya masih berlaku hingga sekarang. Member institusi ini sebagian besar adalah para dosen. Jadi memang standart universitas yang dipakai dalam pembuatan soal-soal ujian, bukan berdasarkan kapabilitas lulusan SMA.
  2. Yomiuri shimbun (10/28) memberitakan [4] bahwa lebih dari 86 ribu siswa dari 402 SMA (120 diantaranya swasta) di seluruh Jepang (41 propinsi) harus mengikuti jam tambahan, karena guru tidak mengajarkan mata pelajaran wajib (Sejarah Dunia). Banyaknya jam tambahan bervariasi, tetapi setidaknya ada 5 SMA yang harus menambah lebih dari 200x pertemuan, agar bisa lulus. Bahkan ada satu SMA yang karena tidak mengajarkan beberapa mata pelajaran wajib, beban yang harus dipikul siswa adalah 350 kali. Jelas waktunya tidak akan cukup untuk mengejar target itu. Karena tiap pertemuan makan waktu 50 menit, total 100 menit per hari (2 jam t ambahan) sedangkan sampai akhir Maret hanya ada sekitar 150 hari (asumsinya Sabtu dan Minggu dihitung). Dari hasil survey dari 273 SMA, diketahui bahwa 82% dari SMA telah lama tidak mengajarkan mata pelajaran wajib secara lengkap sejak tahun 2003. Jelas terlihat bahwa hal ini merupakan efek dari diberlakukannya lima hari sekolah (完全学校週5日制) sejak tahun 2002, sehingga pihak SMA merasa khawatir kalau anak didiknya akan mengalami penurunan prestasi.
  3. Tgl.28, monkasho mengumumkan hasil pendataan yang dilakukan, sebanyak 286 SMA dari keseluruhan 3829 SMA di 46 propinsi Jepang. Dari 286 SMA tersebut, 284 di antaranya telah memberikan laporan kurikulum yang tidak benar kepada kyouiku-iinkai. Angka ini agak berbeda dengan survey yang dilakukan oleh yomiuri. Menurut versi mereka, jumlah yang tidak lengkap mengajarkan mata pelajaran tersebut adalah 407 SMA dari 41 propinsi [5].

Glossary

  1. National Center Test for University Admission (センター試験, baca : senta- shiken) adalah ujian nasional untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ujian berlangsung selama 2 hari.
    1. Pada hari pertama, matapelajaran yang diujikan meliputi : kewarganegaraan (100 point, 60 menit. pilihannya : sosiologi modern, ethic, politik-ekonomi), sejarah/geografi (100 point, 60 menit. pilihannya : sejarah dunia A, sejarah dunia B, sejarah nasional A, sejarah nasional B, geografi A, geografi B), bahasa nasional (200 point, 80 menit) , bahasa Asing tertulis (200 point, 80 menit. pilihannya : bhs.Inggris, Perancis, Jerman, Korea dan Cina) , bahasa asing listening (50 point, 80 menit).
    2. Pada hari kedua : IPA (1) (100 point, 60 menit, pilihannya : biologi I, IPA umum B), matematika I (100 point, 60 menit), matematika II (100 point, 60 menit), IPA (2) (100 point, 60 menit. pilihannya : Kimia I, IPA umum A), IPA (3) (100 point, 60 menit. pilihannya : fisika I).
  2. Seleksi calon mahasiswa dilakukan oleh tiap perguruan tinggi dengan tiga tipe :
    1. Hanya memakai nilai senta-shiken saja sebagai bahan evaluasi
    2. Dikombinasikan dengan nilai ujian tahap kedua yang dilakukan oleh tiap perguruan tinggi.
    3. Memakai sistem gugur, dimana hasil senta-shiken hanya dipakai untuk seleksi awal. Diterima tidaknya siswa ditentukan oleh ujian tahap kedua yang diadakan oleh perguruan tinggi itu sendiri.

Sumber wacana :

  1. Berita NHK, pk.21.00 JST, 26 Oktober 2006
  2. [高校「必修」逃れ]「受験偏重が招いたルール無視」 http://www.yomiuri.co.jp/editorial/news/20061026ig90.htm
  3. 必修科目、年度内に必ず履修を・文科相通知へ http://www.nikkei.co.jp/news/main/20061027AT1G2701O27102006.html
  4. 41都道府県で8万人超が要補習、200回以上も5校 http://www.yomiuri.co.jp/national/news/20061028it01.htm?from=top
  5. 必修逃れ公立高校、286に…文科省調査 http://www.yomiuri.co.jp/national/news/20061028i306.htm


Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di living in Japan. Tandai permalink.

3 Balasan ke Masalah Pendidikan di SMA Jepang (2)

  1. Ping balik: Mengintip Sekolah Favorit « A SUNNY DAY

  2. feriyadi berkata:

    mas, boleh minta artikelnya ya…
    mau dipasang di web sekolah saya…

  3. Silakan mas, asal dituliskan sumber-nya (maksud saya URL dari artikel tsb. mohon tetap dicantumkan).
    Terimakasih dan semoga bermanfaat.

    -anto-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s