Antara Budaya Jepang dan Indonesia

Di posting sebelumnya saya pernah membahas perbandingan budaya Jepang dan Indonesia. Kali ini tulisan saya membahas hal-hal yang tidak sempat dibahas dalam tulisan yang lalu. Sebenarnya hal ini berawal dari diskusi saya dengan seorang teman Jepang yang ingin belajar dan mengetahui budaya Indonesia. Point-point di bawah adalah hasil corat-coret dari obrolan tersebut.

  1. Menengok ke rumah sakit
    Jika ada seorang teman yang opname ke rumah sakit, kami sering janjian untuk menengok teman tsb. bersama-sama. Menengok orang sakit, dalam bahasa Jepang disebut omimai (catatan : jangan salah dengan omiai, yang berarti bertemu dengan seseorang yang diinginkan jadi jodohnya, nontoni kalau dalam bahasa Jawa). Biasanya saat menengok kami datang berombongan, belasan orang, dsb. Bagi orang Indonesia, hal ini wajar saja. Apalagi kami tinggal di luar negeri, yang kalau sakit dan opname, tidak ada keluarga lain yang dapat menengok kecuali teman-teman sendiri. Tetapi omimai dalam jumlah banyak ini terasa janggal bagi orang Jepang. Umumnya mereka kalau menengok teman yang rawat inap, datang dalam jumlah sedikit. Sekitar dua atau tiga orang. Di Jepang umumnya rumah sakit cukup keras menjaga agar suasana dalam rumah sakit tenang. Jam tengok juga diatur dengan ketat dan disiplin, agar pasien dapat istirahat dengan tenang, makan tidak terlambat, dsb.
  2. Menghadiri pesta pernikahan
    Di Indonesia, sangat lazim pesta pernikahan diselenggarakan dengan dihadiri ratusan atau kadang ribuan orang. Di Jepang tidak demikian. Yang diundang teman-teman terdekatnya saja, jadi bisa saja total yang diundang di bawah 100 orang. Saat saya menghadiri teman Jepang yang menikah, yang diundang seingat saya tidak sampai 100 orang, dan resepsi diselenggarakan di gereja. Setelah itu baru kemudian kami pindah ke ruang pesta. Nah, kalau pesta pernikahan di Indonesia tidak ada batasan yang jelas, siapa yang diundang dan siapa yang tidak diundang, di Jepang tidak demikian. Yang datang adalah mereka yang diundang saja. Saat hadir di resepsi, kami menyerahkan sumbangan dalam amplop yang didesain khusus. Amplop ini dapat dibeli di convenient store (Family Mart, Seven Eleven, dsb). Umumnya besar sumbangan per orang 30 ribu yen. Mengenai besarnya sumbangan ini biasanya disesuaikan dengan usia/karir yang menyumbang, kekerabatan atau kedekatan seseorang dengan pengantin, dsb.
  3. Menanyakan keluarga
    Umumnya orang Indonesia terbuka dalam menceritakan keluarganya, walau kepada kenalan baru. Berapa anaknya, sekolah dimana dsb. Tetapi di Jepang, masalah keluarga adalah masalah privasi. Sehingga tidak lazim kalau baru saja berkenalan kemudian saling menanyakan keluarga masing-masing. Hal yang sifatnya privasi seperti ini bisa terbuka diceritakan, kalau benar-benar sudah akrab sebagai teman.

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di japanology, living in Japan. Tandai permalink.

10 Balasan ke Antara Budaya Jepang dan Indonesia

  1. WATI berkata:

    kalau menurut saya, kebiasaan masing – masing negara diseluruh dunia beragam dan dapat terbentuk dari masing – masing nenek moyangnya/ pendahulunya juga perkembangannya didukung oleh kelompok sosial masing – masing negara tersebut. dan saya senag sekali bisa mengetahui adat kebiasaan dari negara – negara lain, selama kita saling menghormati dan menghargai sesama. perbedaan – perbedaan itu sangat indah…

  2. neni yuni berkata:

    sangat bangga klo negara kita punya perbedaan dengan negara lain kn tetapi kita harus pintar mengambil hal yang positifnya saja

  3. Jajuli berkata:

    itulah yang difirmankan Allah swt dalam kitabnya..perbedaan melahirkan keindahan untuk kita saling mengenal satu sama lain..coba kalau sama semua,apa yang akan terjadi?bosan kali ya ga ada perubahan suasana..selain itu juga kita bisa untuk saling belajar…

  4. arzen fitra berkata:

    ass. alhamdulilah saya dapat membaca pendapat kita semuanya .tentang perbedaan budaya kita denagan budaya jepang .mungkin selama ini saya tidak mengenal antara budaya masing-masing negara memang kita fikir negara kita sangat banyak budayanya yang masih terpendam dan tidak di munculkan kepermukaan dari sabang sampai meroke jadi kita tidak tahu semuanya .hanya saya sebagian orang yang ingin menperdalamkan ilmu yng bisa mengetahui semuanya tetapi itu ada juga. diskiptif makasudnya tumpang tindih budaya. anyan kedaerahan seperti kejawaan. kesumatraan .kekalimatanan .ksesualawesian .kepapuaan lain sebagainya. saya ingin menayakan .kepada ms anto s.nugroho. kapan ada penerimaan peserta pertukaran antara buaya untuk tahun ini 2008. tolong cotanck person ke say6a arzrn fitra.emil.arzen_juanda@yahoo.com.
    no hp 085260706572 sekian atas perhatianyan saya ucapkan terima kasih

  5. yuyun daniyati berkata:

    moshi moshi,
    setelah saya membaca pendapat tentang perbedaan antar budaya yang ada yaitu perbeadaan budaya kita dengan budaya jepang tentulah sangat berbeda.hal itu harus kita sadari secara dewasa bahwa suatu tempat itu pasti mempunyai budaya tersendiri.semua dikondisikan dengan alam , tempat tinggal , juga orang – orangnya.semoga saja dengan adanya perbedaan ini kita bisa semakin memperkuat tali persahabatan yang telah terjalin sejak lama bukannya malah mencari cari perbedaan itu untuk permusuhan.Banzai!!!!.Domo Arigato….no.hp:085643766508

  6. muko berkata:

    memang perbedaan itu indah membuat kita terdorong untuk saling mengenal, saya berharap budaya indonesia jg dapat disosialisasikan lebih gencar lagi oleh pemerintah jangan sampai pahlawan seperti gatot kaca harus tersingkir oleh Anime Jepang.

  7. imron berkata:

    jepang adalah negara yang ingin sekali saya kunjungi , tapi sampai sekarang masih terkendala dana, insya Allah ada jalan nanti kesana, BTW saya yang bkin gue ngebet kesana adalah budaya nya , kartun , & tegnologinya yang cangih……

    Arigato gozaimasu.

  8. imron berkata:

    085656502709

  9. pernikahan adat berkata:

    Begitu indah dan kaya Indonesia ini, mari bersama kita lestarikan budaya kita,, salam kenal dari Pernikahan Adat Di Indonesia

  10. ninoto berkata:

    sebagai mahasiswa sastra Jepang, saya suka Jepang tapi saya Cinta Indonesia!! I’ll doing the best for our beloved country~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s