Kenangan masa SMA tahun 1989: IMO, ITB dan STMDP-2

Tahun 1989, saat saya masih duduk di bangku kelas III SMA (SMA Negeri 1 Surakarta), mendapat berita yang mengejutkan. PMDK (Penelusuran Minat, Bakat dan Kemampuan) dihapus ! Pupuslah sudah harapan untuk dapat masuk perguruan tinggi tanpa ujian, padahal saya sudah berusaha sejak kelas I SMA agar nilai rapor memenuhi syarat memperoleh PMDK. Apaboleh buat. Saya harus belajar keras mengikuti ujian UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Pilihan pertama saya saat itu Teknik Informatika ITB, dan yang kedua adalah Farmasi UGM. Yang paling saya khawatirkan adalah faktor X yang membuat gagal di ujian UMPTN. Faktor X ini saya maksudkan faktor non-teknis seperti misalnya terlupa mengisi nama, salah mengisi nomer peserta, salah melingkari jawaban, dsb.
Selain persiapan ujian UMPTN saya diminta mewakili SMA 1 mengikuti ujian seleksi IMO (International Math Olympiad) ke 30 yang akan diadakan di Braunscweig. Saat itu IMO belum populer di Indonesia. Saya mengikuti ujian seleksi nasional di SMA 1 Semarang. Selesai seleksi tahap I, saya kembali ke Solo dan konsentrasi lagi ke UMPTN. Tak saya duga bahwa saat diumumkan, ternyata saya menempati peringkat 1 Nasional seleksi awal, dan masuk ke calon yang akan dikirim mewakili tanah air berlaga di Jerman.


Di PPPG Matematika Condong Catur, Yogyakarta.

Sepuluh anak yang menempati peringkat 1 sampai 10 dikumpulkan di PPPG Matematika, Yogyakarta. Selain saya, peserta lain adalah ada “Tras” Rustamaji dari SMA8 Jakarta, I Wayan Wira Saputra dari SMA Kanisius II Jakarta, Seno dari SMA 1 Yogya, Arnold dari de Brito Yogya, Hanif dari SMA 1 Kudus, Hermanto dari SMA 10 Palembang. Saya tidak ingat nama yang lain. Dari 10 anak kemudian diuji lagi untuk diambil enam yang dikirim ke Braunschweig. Tahun 1989 kami ber-enam diberangkatkan ke Jerman. Ini adalah pertama kali Indonesia turun dengan full team. Tahun sebelumnya, saat pertama kali berpartisipasi dalam IMO, Indonesia hanya mengirimkan tiga orang.

Di Jerman tak terduga kami bertemu dengan pak Habibie (waktu itu beliau masih menjabat sbg. Menristek). Saat itu Pak Habibie tengah ada kunjungan dinas ke Jerman, dan menyempatkan diri beramah tamah dengan PPI Jerman. Kebetulan pertemuan diadakan di kota Braunscweig. Mendengar hal tsb. kami diajak mas-mas PPI Jerman untuk turut hadir. Waah…menyenangkan sekali, apalagi bisa ketemu masakan Indonesia. Selama di Jerman, kami sempat sengsara, karena sehari-hari harus makan menu Jerman yang tidak mengenal nasi. Maklum lah, kami anak-anak daerah yang belum pernah ke LN, masih sulit untuk beradaptasi dengan citarasa yang aneh.

Dalam pertemuan tsb. saya diminta duduk sebelah pak Habibie, dan ditanya beliau macam-macam, tentang soal ujian IMO dsb. Rasanya seperti mimpi, bisa ketemu idola saya sejak dulu. Beliau sangat ramah. Itu kesan pertama saya. Yang kedua, beliau terlihat sangat cerdas dan pandai berorasi. Dalam pidato sambutannya, pertama-tama pak Habibie cerita panjang lebar pakai bahasa Jerman. Sepertinya ceritanya lucu dan menarik shg membuat orang-orang Jerman di ruangan tsb. ketawa semua dan suasana jadi meriah. Kemudian pak Habibie pidato dalam bahasa Indonesia ke PPI. Saya tidak ingat lagi isi pidatonya. Yang jelas setelah itu beliau diajak foto bareng ramai-ramai “ala PPI”. Yah, serba semrawut lah. he he he. Kata Rustamaji (“Tras”), dia masih punya foto-foto di Jerman dan akan diupload di blog-nya. Saya tunggu ya, Tras. Thanks. 😀

Kiri: liputan harian SuaraKarya 15 Juli 1989 (ada yang tertulis salah: saya disebutkan dari SMAN 1 Jakarta, mestinya Surakarta). Tengah: bergambar bersama Pak Mendikbud alm. Fuad Hassan. Dari kiri ke kanan: I Wayan Wirasaputra (SMA Kanisius Jakarta), Anief Wiharto (SMAN 1 Kudus), Pak Ismu Basuki (berdiri dibelakang), Hermanto (SMAN 10 Palembang), alm.Pak Fuad, Anto (SMAN1 Solo), Rustamaji (SMAN 8 Jakarta), Arnold Soepriyadi (SMA Kolese de Brito Yogyakarta). Kami tim ke-2 yang dikirimkan Indonesia untuk mengikuti IMO, dan pertama kali turun dengan full team (6 siswa). Keikutsertaan Indonesia yang pertama adalah tahun sebelumnya (1988), tetapi hanya mengirimkan 3 siswa.

foto saat di Braunschweig dengan peserta IMO yang lain (17 Juli 1989).

Setelah selesai acara, beberapa orang menyesalkan kenapa saya tidak minta langsung ke Pak Habibie agar disekolahkan ke LN. Kesempatan bagus sebenarnya karena bisa ketemu langsung beliau, dan katanya pak Habibie sangat care dengan masalah pendidikan. Wah, saya nggak enak dong. Masak baru ketemu langsung minta sesuatu ke beliau.

Kami pulang ke Indonesia setelah sempat was-was tidak dapat pesawat, karena lupa reconfirm. Routenya saat itu dari Braunschweig naik taxi ke Hannover, dan terus naik pesawat ke Frankfurt, Abu Dabi, Changi dan baru sampai ke Cengkareng. Perjalanan panjang yg melelahkan. Sayang kami belum berhasil meraih medali. Saat di Jerman, score Rustamaji terbagus di antara kami berenam, dan hampir dapat perunggu. Kalau mendengar kabar sekarang bahwa tim Indonesia berhasil mendapat medali, saya sangat bersyukur. Alhamdulillah sudah banyak kemajuan yang dicapai. Sampai di Indonesia, saya mendapat kabar kalau diterima di Informatika ITB. Alhamdulillah, saya bisa meneruskan studi ke Bandung.

Selain ujian IMO, saat itu saya juga mengikuti ujian beasiswa STMDP-2 (Science & Technology Manpower Development Program). Saat itu kami tidak punya gambaran sama sekali seperti apa program tsb. Informasi yang sampai ke daerah masih minim. Jangankan internet, yang pernah pegang komputer saja rasanya masih bisa dihitung dengan jari. Saat masih di SMA dulu ada seorang staf BATAN yang datang ke sekolah-sekolah, dan kami diberi penjelasan kolektif di SMA 3 Surakarta, apa dan bagaimana program STMDP-2 itu. Foto klipingnya kebetulan masih ada (Thanks to Dr. Arief B. Witarto@LIPI yang mengijinkan saya memuat potongan kliping tsb. di sini).

Ujian seleksi STMDP-2 diselenggarakan serentak secara nasional di berbagai daerah di Indonesia, dengan sistem gugur. Kalau di Jakarta diselenggarakan di Senayan. Karena tinggal di Solo, tempat ujian saya di Surabaya. Kalau tidak salah ingat, di sekitar pelabuhan Tanjung Perak. Karena tidak punya keluarga di Surabaya, saya dititipkan bapak untuk bermalam di rumah kenalannya, yaitu keluarga Pak Santosa. Ibu Santosa adalah guru di SMA 5 Surabaya.

Ujian untuk program beasiswa ini terdiri dari :
1. Ujian kemampuan akademik (Matematika, Fisika, Kimia)
2. Ujian Psikologi Tertulis
3. Ujian Psikologi Wawancara
4. Ujian Kesehatan
5. Ujian Screening tertulis (bersih diri)
6. Ujian Screening wawancara (bersih diri)

Saya mengikuti ujian kemampuan akademik sebelum mengikuti IMO. Pengumuman hasil ujian tahap I hampir bersamaan dengan pengumuman UMPTN.

Saat itu kuliah di ITB mulai berjalan. Di Bandung saya tinggal di Ciheulang, alamat lengkapnya sudah lupa. Kalau dari simpang, masuk ke jalan Tubagus Ismail, ke arah Sadang Serang. Saat jalan mulai menurun, belokan pertama (atau kedua yah ?) masuk ke kanan. Kalau tidak salah ingat, tarif sewa kamar per bulan Rp 25 ribu,-. Saat penerimaan mahasiswa baru, kebetulan bertepatan dengan demo mahasiswa ITB kepada Pak Rudini almarhum. Wah, jadi mahasiswa ternyata heboh juga ya…he he he. Begitulah kesan saya saat itu.

Di ITB saya tidak sempat mengikuti penataran P4 secara penuh, karena harus mengikuti ujian seleksi beasiswa di Surabaya. Saya mengikuti ujian di Surabaya hingga tahap ketiga. Pertanyaannya tidak banyak saya ingat. Salah satu di antaranya, adalah apa yang dilakukan jika sedang homesick di luar negeri. Kalau tidak salah jawab saya saat itu: yang penting ada komunikasi rutin dengan keluarga lewat surat. Pada wawancara tsb. saya ditanya ke negara mana saya pengin meneruskan sekolah. Saya jawab Jerman (mengikuti idola saya : pak Habibie..hehehe 😀 ). Tapi karena pada tahun tersebut tidak ada program pengiriman karyasiswa ke Jerman, saya jawab kalau saya ingin Jepang. Belakangan baru tahu, kalau ternyata negara tujuan pengiriman pada tahun itu adalah ke AS, Kanada, Inggris dan Jepang.

Sebelum mengikuti ujian psikologi, ada beberapa tips yang saya terima dari kakak kelas di ITB. Katanya saya harus pede. Dia mencontohkan jawabannya mas Agus Budiyono (senior saya di SMA 1, bintangnya angkatan 1987), saat ditanya “Bagaimana seandainya anda gagal dalam studi di LN ?”. Jawabnya : “Maaf, Bu. Tidak ada kata gagal di kamus saya !”. Ditanya lagi “Lho..ini seandainya saja, koq”. Dijawab lagi, “Lha iya, bu. Tidak ada kata gagal di kamus saya !”. Ha ha ha 😀 Cerita ini entah benar entah tidak, tapi memang mas Agus Budiyono adalah salah satu “legenda” di SMA 1 angkatan ’87 disamping mbak Kartika (KU-UGM). Di ITB kalau tidak salah juga nilainya juga yang paling atas untuk jurusan teknik mesin. Senang rasanya kalau ketemu orang-orang yang semangat dan percaya diri. Saya ikut terpompa juga. Dengan mas Agus saya hanya sekali saja sempat ngobrol. Katanya saat itu, ujung tombak teknologi saat ini ada dua, dik : teknik mesin dan teknik elektro. Tapi saya sih tetap keukeuh saja, pengin ke teknik informatika. He he 😀 Mas Agus menjadi salah seorang dosen di teknik Mesin ITB. Dengar-dengar mas Agus sudah selesai doktor di MIT. Tapi saya nggak tahu dimana alamat kontak beliau.

Sejak ujian ke-4, seingat saya sudah mulai dilangsungkan di Jakarta. Untuk mengikuti ujian di Jakarta, saya biasa berangkat tengah malam dari kebon kelapa. Wah, jadi natsukashii kalau ingat suasana Bandung di waktu malam. Dari Kebon Kelapa saya tiba di Pasar Minggu saat menjelang Subuh. Saat itu saya takjub melihat bapak-bapak dan ibu-ibu yang sudah mulai sibuk di pasar, sejak dini hari. Sambil menunggu sholat Subuh, saya nongkrong di kedai beli minuman hangat. Rasanya nikmat sekali, di tengah kedinginan pagi hari, menikmati minuman hangat di pasar, sambil menunggu sholat Subuh. Karena saya tidak tahu situasi Jakarta, satu-satunya kekhawatiran saya adalah masalah keamanan. Saat itu saya membawa uang bekal untuk jaga-jaga sekitar 10 ribu – 25 ribu rupiah. Agar tidak kecopetan, saya masukkan ke dalam kaos kaki. Paling sulit jika akan wudlu, karena harus melepas kaos kaki dan berhati-hati agar tidak menyolok. Baunya ? Ha ha ha ha..jangan tanya deh. 😀

Alhamdulillah tahap ujian 4 sampai terakhir bisa berhasil saya lewati. Kalau dari kabar selentingan, yang paling rawan adalah ujian psikologi. Di tahap tersebut banyak sekali yang jatuh. Entah apa parameter-nya saya tidak tahu. Di antara peserta ujian seleksi STMDP-2 di Surabaya, beberapa di antara yang baru saya kenal saat itu, akhirnya lolos sampai tahap akhir. Antara lain: Prima Oky Dicky Ardiansyah, Lydiana, Agung Imaduddin dan Roziq Himawan. Saya tidak tahu pasti berapa banyak peserta ujian pada tahap I. Ada yang bilang sekitar 10 ribu siswa. Yang lolos sampai tahap final sekitar 115 orang, kebanyakan ke Jepang. Dari angkatan saya di ITB ada sekitar 20 an orang yang kemudian mengundurkan diri setelah mendapatkan beasiswa STMDP-2. Sebenarnya sayang sih, karena kalau saya fikir kualitas kuliah di ITB tidak kalah dengan yang saya peroleh di Jepang. Tetapi karena pertimbangan masalah biaya, sehingga saya memutuskan menerima beasiswa studi ke Jepang. Di antara yang mengundurkan diri antara lain Arief B. Witarto, Lukman Salim, Agus Sulistyo Gatot Hendro. Dari Teknik Informatika hanya saya saja. Saya dengar dari teman-teman Informatika, kalau tahun sebelumnya ada juga yang lolos dari T.Informatika, namanya Yani Diyani. Ternyata keluarga mbak Yani ini (istrinya mas Andika Fajar) kelak akan menjadi salah satu teman baik kami sekeluarga di Nagoya. Dengan mbak Yani sendiri saya pertamakali bertemu tahun 1991, saat beliau berkunjung ke Nagoya dan bermalam di kamar 202, Meikodai Kaikan. Saya saat itu tinggal di sebelahnya : kamar 201.

Setelah lulus seleksi, kami digodog selama lebih kurang 8 bulan untuk belajar bahasa Jepang di Japan Foundation (Sumit Mas) dan belajar matematika fisika dan kimia di salah satu bimbingan belajar yang ditugaskan. Kalau tidak salah nama lembaganya “KSM”. Hari demi hari rasanya berat, karena harus menghafal ratusan kanji. Masa paling menyenangkan bagi saya saat itu adalah kalau hari Sabtu. Setelah selesai kursus ada kesempatan jalan-jalan ke Mayestik. Apa yang menarik ya ? Saya koq nggak ingat lagi.

Selama masa persiapan di Jakarta, kami mengikuti ujian khusus dari Monbusho (sekarang namanya monbukagakusho). Saya termasuk yang lulus ujian, dan kelak di Jepang tidak perlu mencari lagi perguruan tinggi. Monbusho yang akan menempatkan tiap siswa ke berbagai perguruan tinggi di Jepang. Jadi kami tidak memilih, bahkan tidak diperkenankan memilih universitas sendiri. Ada sisi baik dan ada sisi yang mungkin terasa kurang memuaskan saat itu. Bagi yang tidak lulus ujian, kelak di Jepang harus mencari sendiri perguruan tinggi. Tetapi mereka memiliki kebebasan memilih perguruan tinggi mana saja yang akan dituju. Selama persiapan di Jakarta, kami mengikuti beberapa pelatihan, termasuk prajabatan dan P4. Setelah lewat berbagai lika-liku jalan panjang, akhirnya sampailah juga saatnya kami diberangkatkan ke Jepang di bulan April tahun 1990, dengan status PNS golongan IIA.

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City.Since 2015, I was appointed as Program Director of R&D activities in Intelligent Computing Laboratory (former name: Digital Signal Processing Laboratory). The activities in the laboratory are organized into three groups : (i) Natural Language Processing (ii) Multimodal biometrics Identification (iii) ICT solution for Tropical Disease. I also enjoy to teach the students, as a part time lecturer in Swiss German University Serpong & UNS Sebelas Maret Surakarta. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di gado-gado. Tandai permalink.

20 Balasan ke Kenangan masa SMA tahun 1989: IMO, ITB dan STMDP-2

  1. Budi berkata:

    Berarti mas Anto ini orang SMA 1 Surakarta pertama yang ikut IMO ya…
    Saya dulu bercita2 ikut IMO,,tapi tidak kesampaian mas…
    Dapet foto SMA 1 darimana mas?Terakhir mengunjungi SMA 1 SOlo kapan mas?

  2. Iya benar,Budi. Tim kami dulu angkatan kedua yang dikirim untuk mengikuti IMO. Partisipasi pertama Indonesia di IMO adalah tahun sebelumnya, IMO ke-29 di Australia. Saat itu yang dikirim 3 orang. Dua putera satu puteri. Saya lupa namanya. Tetapi salah satu diantaranya yang berasal dari Surabaya mendapat beasiswa studi ke Kanada dari program STMDP-1. Yang saya dengar mas tsb. berprestasi juga di Kanada, sehingga perguruan tingginya mengirimkan surat ucapan selamat kepada SMA nya di Surabaya. Begitu yg saya dengar dari salah seorang guru ybs. di almamaternya. Kalau nggak salah SMA 5 Surabaya.

  3. Budi berkata:

    mas,kemaren saya mengirim email ke mas Anto. Menanyakan ttg bioinformatics. Tolong dibalas ya mas.
    Sukses untuk karirnya

  4. Budi, emailnya sudah saya balas via japri. Foto SMA kita itu sudah agak lama. Kalau tak salah sekitar April 2003 saat saya main ke SMA1. Seingat saya bentuk bangunan depan itu tidak berubah, masih sama seperti saat saya masih sekolah di sana (86-89). Hanya saja tulisannnya tentunya bukan “SMU”. Mestinya mengikuti sebutan jaman dulu “SMA” (Sekolah Menengah Atas). Tapi dulu saya juga tidak memperhatikan, apakah memang di bagian tsb. ada tulisan “SMA 1” atau tidak.

  5. Arif berkata:

    Wah,seru banget mas!!
    Pengalaman2 IMOnya yang bkin iri…Pengen sih,tapi dl malah ga ikut olimpiade matematika..hehe..

    Bagi-bagi terus pengalaman seru gini,mas!!Saya juga pengen aktif ngisi blog,kali2 aja ada yang bisa berguna..Tapi sayangnya koneksi masih terbatas,paling bisa nginternet kalo di kampus aja..

    Pak agus budiyono itu masi jadi dosen??Wah,klo misalnya ada dosen kenalan yang juga sama2 alumni smansa,seru!!Bisa bantu2 klo ada masalah..Hehehe..

  6. Nolang Fanani berkata:

    Kulanuwum mas Anto..

    Perkenalkan..saya Nolang..
    Kebetulan saya dari solo jg, kebetulan lulusan sma1solo juga (lulusan 2004), kebetulan ikut IMO jg (IMO 2004 Athena), kebetulan sempet parkir di ITB jg, kebetulan ganteng jg :p
    Bedanya saya ga sejauh mpe ke jepang mas, cm di tetangga Batam di NTU..

    Wah salut banget sama mas Anto ni bisa sampai sesukses sekarang..
    Mohon bimbingannya mas biar suksesnya nular ke saya ;D

    Btw, ada YM/MSN? YM saya bisa di-add di given email, klo MSN di caah_solo@hotmail.com.
    Looking forward to see you soon.. =)
    Maturnuwun..

    Wassalam..
    Nolang.

  7. Vina Revi berkata:

    m’Anto …
    saya sempet ‘terpana’ baca postingan m’Anto ini.
    guess what, saya istrinya Agus Budiyono -yang kata m’Anto- adalah legenda SMA 1 Solo. apa ya bener? … hehehehe …

  8. Mbak Vina,
    Wah…akhirnya bisa kontak nih dg mas Agus. Saya fans-nya mas Agus, mbak. Salam yah, untuk mas Agus sekeluarga. Kami sekeluarga sudah di Solo.

  9. oh, m’anto dah di Solo, to? katanya baru mo pulang April 2007 … 🙂
    kami sekarang di Bandung (sejak awal 2004) setelah beberapa taun sempet tinggal di Amerika.

    btw, boleh minta imelnya, mas? tar kontak2an langsung ama m’agus aja, ya.
    sekarang m’agus lagi sibuk ngurus international conference tentang control yang bakal digelar di Bali bulan Oktober 2007 besok.

    berminat join, mas? … huhuhu …

    Vina
    http://revinaoctavianitadr.multiply.com
    http://vina-pages.blogspot.com

  10. Johan Batubara berkata:

    Wah saya senang berhasil menemukan alumni IMO angkatan pertama! Btw, mas masih sering kontak sama teman2 dulu?
    Kalau saya dulu yg benar2 satu angkatan cm 3 orang, dan masih saling kontak, sedangkan yg lain jarang sekali.
    Cuma sayang,entah kenapa banyak alumni angkatan 99 s/d 2002 yg boleh dibilang kelanjutan setelah kuliahnya sangat kurang (ada yg DO, bermasalah dgn kuliah). Boleh tau rekan2 mas sekarang bagaimana?

    regards,
    Johan

  11. Halo Johan, kami angkatan kedua (IMO ke-30, 1989). Angkatan pertama Indonesia di IMO ke-29, Australia, 1988. Saya kehilangan kontak dg teman-teman yg lain, kecuali Rustamaji (link-nya bisa diklik dari tulisan saya di atas). Wayan dulu sekolah ke AS dalam program yg sama dengan saya (kalau saya ke Jepang). Tiga yg lain : Arnold, Hermanto dan Hanif, tidak saya ketahui. Semoga saja satu saat mereka membaca blog ini, dan kami bisa saling kontak. Sekarang saya satu kota dengan Tras (Rustamaji), tapi belum sempat kontak.

  12. Gatot berkata:

    Anto, sensei,
    Ass.wr.wb.
    Saya senang baca tulisan anda. Tapi saya agak kaget mengetahui anda kena tekanan darah tinggi.
    Jagalah kesehatanmu, anda masih muda, perjuangan masih panjang.
    Salam untuk kamu sekeluarga.
    Wassalam,
    Gatot, Rina, Genki & Ghina.

    Mas Gatot, Wa alaikum salam Wr Wb. Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Iya nih, mas. Saya kena hipertensi. Tetapi setiap kali pulang ke Solo, entah bagaimana, jadi membaik. Barangkali ada faktor psikis yang berpengaruh ya. Salam untuk mbak Rina, Genki-kun dan Ghina-chan. Semoga kita bisa ketemu lagi dalam waktu dekat. Wassalam

  13. SUHARTO berkata:

    MAS, MAS ANTO ITU YANG WAKTU SMA KECIL PAKE KACAMATA ITU KHAN? SAYA WAKTU ITU ADIK KELAS MAS ANTO. SEKARANG SY LAGI DI BELANDA ISENG-ISENG NYARI KAWAN-KAWAN YANG DR SMA 1 SOLO. SOALNYA LAGI KANGEN AMA RUMAH DI SOLO. SALAM KANGEN.

  14. Dik Harto,
    Iya benar. Saya waktu SMA memang kecil dan pakai kacamata. Rasanya kalau sekarang jauh lebih gemuk dari dulu deh…hehehe 😀 Sedang studi di Holland ya ? Holland spreken Jou ? Semoga sukses yah.

  15. Sangat Serius dan Sangat Mendesak:

    Dicari 10-15 Programmer Java dengan berbagai Level Keahlian untuk bekerja di PT Imocha (www.imocha.com.my). Suatu perusahaan Teknologi Informasi Malaysia. Kandidat yang diterima akan bekerja di BOGOR, JAWA BARAT (Tepatnya di Jalan Pajajaran Bogor). Perusahaan Imocha Malaysia membuka cabang unit produknya di BOGOR.

    Tanggung Jawab Umum:

    Koding dalam Java menjadi tugas sehari-hari. Area Pengembangan mencakup Teknologi Cutting-Edge seperti: JEE5, GlassFish, Struts2, Teknologi JAX, Apache Service MIx (ESB) dll.
    Berpartisipasi dalam pendesainan kebutuhan fungsi dan kebutuhan teknis.
    Memberikan ide-ide cemerlang pada tim.
    Dapat bekerja dalam deadline yang ketat namun tetap memelihara kualitas software.

    Tanggung Jawab Programmer Senior (Gaji Rp 6jt+Medical+Jamsostek):

    Memimpin satu atau lebih proyek atau produk pengembangan software.
    Bekerja dengan Manajer Produk untuk memastikan semua keperluan dan persyaratan pengembangan terpenuhi.
    Secara terus menerus melakukan penelitian dan evaluasi terhadap teknologi yang akan membawa perubahan di masa depan pada bidang software.
    Membuat keputusan terbaik dengan pendekatan teknik untuk kebutuhan pelanggan/bisnis dengan mempertimbangkan sisi performa, realibilitas dan skalabilitas.

    Tanggung Jawab Programmer Intermediate (Gaji Rp 4,5jt+Jamsostek+Medical):

    Mengembangkan produk perangkat lunak dengan 1 atau lebih programmer di dalam tim.
    Bisa membuat aplikasi dari scratch atau dari aplikasi yang sudah ada.
    Melakukan diagnosa pada koding dan memberikan bantuan teknis dibidang pemrograman pada tim pendukung pada saat aplikasi harus LIVE.

    Tanggung Jawab Programmer FreshGraduate (Gaji Rp 3jt+Jamsostek+Medical):

    Dengan modal penguasaan OOP, dapat belajar secara cepat dan mandiri mengenai teknologi yang dipakai oleh perusahaan.
    Terus menerus melakukan pembelajaran diri.
    Mengembangkan produk perangkat lunak dengan 1 atau lebih programmer di dalam tim.
    Bisa membuat aplikasi dari scratch atau dari aplikasi yang sudah ada.
    Persyaratan(HARUS):
    Berbakat dan Memiliki hasrat pada dunia pengembangan perangkat lunak
    Fast Learner & Self Starter
    Berpengalamn 3-4 tahun dalam pengkodean Java berskala enterprises (posisi senior programmer).
    Memahami framework J2EE (khususnya Struts 2), layar persistence (JPA/Hibernate), teknologi SOAP, webservice, GlassFish dan MAVEN.
    Bisa berbahasa Inggris minimal pasif.

    Nilai Tambah:

    Memahami teknologi cutting-edge seperti : JEE5, EJB3, Apache CXF, Service Mix dan Spring.
    Paham Oracle.

    Peserta yang berminat harap mengirimkan CV via email ke: andriyana.the.mefax@gmail.com sebelum tanggal 13 Maret. Peserta bersedia bekerja di Bogor!!!! atau kontak HP: Andriyana 0859 2052 1972

  16. Priyo Sasmoko (Pak Dhe) berkata:

    Salam jumpa mas Anto,saya iseng cari2 situs smansa ketemu
    blog njenengan, kadang saya kangen sama tmn2 sma dulu,kita dulu pernah 1 kelas di 1-satu (genesis),sy denger dulu njengan ke jerman,trnyt ke jepang to? Aku skarg ngajar T .Elektro di Undip, mbok saya minta email njenengan mungkin lain waktu saya bisa ngangsu kawruh,naturnuwun.

  17. SIHANA GURU FISIKA SMAN 1 SKA berkata:

    Alhamdullilah panjenengan sudah membawa perubahan-perubahan yang sangat bermanfaat bagi semua , meskipun saya tidak sempat bertemu dalam proses pembelajaran saat itu dengan panjenengan, namun kebahagianan dapat saya rasakan karena alumni SMAN 1 Solo banyak yang berhasil. Berita keberhasilan panjenengan selalu saya baca di depan kelas sebelum saya mengajar adik-adik dan ternyata mereka menjadi termotivasi untuk mengikuti jejak keberhasilan panjenengan tanpa harus di nasehati banyak. Saya matur njih: Sman 1 solo masih terbaik dalam prestasi akademik hingga UN-2008 se kota surakarta. Jumlah siswa yang memperoleh nilai 100 pada MTK ada: 30 siswa Th. 2007, dan 24 siswa pada Th.2008, sedangkan untuk Fisika tertiggi berkisar ( 90<nilai mak<100). Kami mohon solusinya atau jika ada buku-buku referensi tentang fisika yang panjenengan tahu, mohon dengan hormat diinformasikan ke Email saya atau jika berkenan kami mohon dikirim sumber-sumber belajar yang dapat kami pakai bersama anak-anak. Nuwun dan mohon maaf jika kurang berkenan njih,
    (Salam dan hormat saya untuk Panjenengan)

  18. bilal berkata:

    maaf, mau nimbrung.. saya masih anak smp.. smp4 solo.. Bisa kenalan? tolong jwab yaa hehehe… oh ya mas saya lagi butuh bantuan buat nentuian mau ke SMA nii!!! tolong bles yaa

  19. Pongki berkata:

    Terima kasih mas Nug.. Hallo Anief aku jadi tahu cerita perjuanganmu dulu. Masih ingat aku?
    Assalamualaikum buat semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s