Teknologi bagi Tuna Netra (diupdate 16 Maret 2007)

[posting di milis SoftComputing : sc-ina@yahoogroups.com]
Dear all,
Mas Surya, Mas Yusril. Thanks atas reply-nya. Semoga kelak saat ke Yogya/ITS, saya diperbolehkan main ke lab.nya ya.
Pada posting ini saya mencoba mengangkat tema yang mungkin tidak terlalu populer di Indonesia: teknologi untuk mereka yang mengalami gangguan penglihatan. Saya ikut di milis mitra-jaringan, yang anggotanya banyak berasal dari kalangan tuna netra. Kawan-kawan ini rata-rata memiliki kemauan yg tinggi untuk belajar. Para tuna netra ini bisa berkomunikasi lewat email, membaca web, dengan dibantu JAWS, software screen reader. Tetapi informasi yg mereka serap tentunya terbatas. Sering saya dengar presentasi dari peneliti di bidang computer vision, “80% informasi yg diterima orang berasal dari informasi visual”, maka gangguan pada indera penglihatan membuat banyak sekali porsi informasi yang hilang. Kesan saya, sepertinya di Indonesia perhatian peneliti terhadap teknologi yg dibutuhkan oleh kawan-kawan kita tsb. masih kurang. Di sini saya coba mengulas, teknologi apa yang sudah dikembangkan di Jepang, yang barangkali bisa sebagai ide awal jika kelak ada dari kita yang bekerja di bidang ini. Saya kutip dari paper saya beberapa tahun yll. yang mungkin sudah banyak informasi yg out of date. Silakan rekan-rekan memberikan masukannya
_______________________________________________________________

Anto Satriyo Nugroho, Dr.Eng
Email : asnugroho at gmail dot com
URL : http://asnugroho.net Tel. +62-21-316-9829
Center of Information & Communication Technology,
Agency for the Assessment and Application of Technology (PTIK-BPPT)
Jalan MH.Thamrin No.8 Jakarta, Indonesia 10340

_______________________________________

Teknologi bagi para tuna netra
oleh Anto Satriyo Nugroho

1. Pendahuluan

Indera penglihatan adalah salah satu sumber informasi yang vital bagi manusia. Tidak berlebihan apabila dikemukakan bahwa sebagian besar informasi yang diperoleh oleh manusia berasal dari indera penglihatan, sedangkan selebihnya berasal dari panca indera yang lain. Sebagai konsekuensnya, bila seseorang mengalami gangguan pada indera penglihatan, maka kemampuan aktifitas ybs. akan sangat terbatas, karena informasi yang diperoleh akan jauh berkurang dibandingkan mereka yang berpenglihatan normal. Apabila tidak mendapat penanganan/rehabilitasi khusus, hal ini akan mengakibatkan timbulnya berbagai kendala psikologis, seperti misalnya perasaan inferior, depresi, atau hilangnya makna hidup, dsb.

Dalam survey di Jepang pada th.1981, diketahui bahwa penderita tuna netra di negara ini berkisar pada angka 353.000 orang. Sebagai negara maju, Jepang telah melakukan serangkaian langkah untuk membantu para penduduknya yang mengalami gangguan pada indera penglihatan. Pertama-tama, bagi para tuna netra, setelah melewati prosedur pemeriksaan formal mereka akan mendapat buku/kartu pengenal penyandang cacat (termasuk di dalamnya gangguan visual sebagai salah satu kategori). Dengan kartu/buku pengenal ini, penyandang tuna netra akan memperoleh berbagai fasilitas kesejahteraan maupun pelayanan khusus yang
disediakan oleh pemerintah Jepang. Misalnya mendapat keringanan biaya saat membeli piranti pendukung a.l. voice watch, tape recorder maupun fasilitas-fasilitas sosial yang lain. Adapun alat pembantu berjalan seperti stick putih, papan Braille (“Tenjiban”) dapat diperoleh langsung di loket pelayanan khusus yang tersedia di bagian kesejahteraan kantor kelurahan atau kecamatan setempat.

Selain berbagai macam fasilitas sosial sebagaimana tersebut di atas, pemerintah Jepang juga menyelenggarakan pelatihan rehabilitasi bagi para tuna netra. Pada situs VIRN (Vision Impairments’ Resource Network), diterangkan ada 3 jenis rehabilitasi sbb.

  1. Rehabilitasi medis
    Diselenggarakan oleh beberapa klinik atau rumah sakit (low vision clinic, rumah sakit mata)
  2. Rehabilitasi Psikis dan Sosial
    Adalah tahap pelatihan agar penyandang tuna netra dapat beradaptasi dengan lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Termasuk dalam kategori ini adalah training pengenalan huruf Braille, pelatihan cara berjalan dengan memakai stick putih. Dengan pelatihan ini diharapkan para tuna netra dapat memiliki kemampuan berdikari dalam hidup bermasyarakat, sehingga pada gilirannya akan meningkatkan rasa percaya diri dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

  3. Rehabilitasi lingkungan kerja
    Rehabilitasi ini bertujuan memberikan pelatihan ketrampilan kepada penyandang tuna netra, agar dapat memiliki keahlian dan ketrampilan untuk melakukan pekerjaan di masyarakat. Rehabilitasi jenis ini diwujudkan dengan adanya lembaga pendidikan bagi
    tuna netra.

Pada awalnya alat penuntun bagi tuna netra di Jepang adalah tongkat putih atau anjing penuntun yang telah dilatih secara khusus. Akan tetapi kedua alat ini memiliki berbagai macam keterbatasan, sehingga hanya sebagian kecil saja porsi informasi yang dapat difahami dari lingkungan dimana tuna netra tsb. berada. Seiring dengan semakin majunya teknologi modern, serangkaian penelitian telah dilakukan oleh universitas maupun R & D perusahaan di Jepang. Penelitian ini bertujuan memberikan kontribusi bagi rehabilitasi penyandang tuna netra, agar mereka dapat memanfaatkan kemajuan teknologi modern untuk meningkatkan
tingkat adaptasi dengan lingkungannya.

2. Teknologi yang dikembangkan di Jepang
Perkembangan teknologi di bidang IT, medical engineering maupun biological engineering telah memberikan peluang pengembangan berbagai alat bantu yang ditunjang oleh teknologi modern. Serangkaian penelitian telah dilakukan melibatkan berbagai aspek teknologi, yang antara lain dapat disebutkan sebagai berikut.

  1. Guide Device for the Visually Handicapped
    Sistem ini merupakan hasil proyek kerja sama antara Kementrian Perdagangan & Industri dengan Kementrian Kesehatan dan Kesejahteraan [1]. Sistem ini dikembangkan dengan memadukan teknologi photoelectric & ultrasonic, untuk mendeteksi obstacle. Data ini kemudian ditransmisikan kepada user lewat micro-computer. Output dari transmisi berupa suara/bunyi yang akan diteruskan ke pendengaran pemakai (user). Dengan demikian, mereka akan dapat memahami situasi lingkungan di mana dia berada. Mereka pun dapat mengenali jenis obyek yang menjadi penghalang di depannya, sehingga dapat berjalan dengan aman.

  2. Mesin foto copy Braille
    Sistem ini dilengkapi dengan OBR (Optical Braille Character Reader). Pertama-tama draft yang tertulis dalam huruf braille akan mengalami proses “Braille Character Recognition”, dan hasil dari proses ini akan ditampilkan di CRT berupa huruf braille
    ataupun huruf alphabet, katakana pada umumnya. Kemudian user akan mengoreksi sekiranya ada kesalahan pada hasil baca OBR tsb. dan kemudian, hasil editing ini akan diteruskan ke Braille I/O typewriter. Sebagaimana no.1 di atas, proyek ini juga merupakan hasil proyek kerja sama antara Kementrian Perdagangan & Industri dengan Kementrian Kesehatan dan Kesejahteraan.

  3. Book-reader for the Visually handicapped
    System ini terdiri dari : alat otomatis untuk mmembalik halaman, scanner, character recognizer, sistem untuk analisa kalimat, speech synthesizer, dan recording unit. Cara kerja sistem ini adalah sbb. Buku ditempatkan di posisi terbaca oleh scanner, dan kemudian scanner akan mengubah tampilan ke bentuk image. Selanjutnya character recognizer (OCR) akan melakukan transformasi image-character, dan sehingga didapat text-based information. Hasil proses ini akan melalui analisa gramatikal, sehingga didapat kalimat yang benar secara grammar dan dapat difahami. Selanjutnya speech synthesizer akan mengubah kalimat ini ke dalam media suara, sehingga dapat dipahami oleh penderita tuna netra[1].

  4. Three-dimensional Information Display Unit
    Display ini dibuat dari banyak pin 3 dimensi. Alat ini ditujukan khusus untuk para tuna netra, sehingga informasi lingkungan yang berada di depannya akan diterjemahkan ke dalam pattern tertentu yang ditunjukkan oleh komposisi pin pada display [1].

  5. Sistem Navigasi menggunakan Optical Beacon (Tokai University) [2]
    Sistem ini ditujukan untuk membantu membimbing user (= tuna netra) di dalam ruangan, agar bisa menuju lokasi yang diinginkan dalam suatu bangunan. Dibandingkan dengan sistem navigasi yang memakai GPS, sistem yang ditunjang oleh optical beacon ini memiliki keunggulan dalam pemakaian dalam ruangan. GPS memang memberikan informasi yang cukup handal untuk pemakaian di outdoor environment, akan
    tetapi kurang tepat untuk pemakaian indoor. Sistem yang dikembangkan oleh team Tokai University ini diuji dalam suatu ruangan yang dilengkapi dengan optical beacon yang berfungsi sebagai transmitter sinar infra merah. User membawa sebuah receiver yang
    menerima signal dan informasi yang dipancarkan oleh optical beacon tsb. Selanjutnya dari signal ini, system akan menghitung posisi dimana user berada. Informasi posisi ini akan dipancarkan ke user, dan receiver akan meneruskannya ke processing unit (notebook
    computer) yang dibawa oleh user tsb. Informasi posisi ini akan berfungsi sebagai input bagi processing unit, dan outputnya adalah informasi berupa suara dari speaker, yang menuntun user ke arah tujuan yang diinginkan.

  6. Pengembangan sistem transfer informasi visual 3 dimensi ke dalam informasi dimensional virtual sound. (Tsukuba University).
    Informasi visual disekeliling user diperoleh melalui stereo kamera, untuk memperoleh gambaran 3 dimensi posisi dan situasi dimana user berada. Kemudian informasi ini diterjemahkan dan disampaikan kepada user dengan memakai 3 dimensional virtual acoustic display. Dengan demikian user akan memperoleh informasi benda apa saja yang disekitarnya dan bagaimana pergerakan masing-masing object tsb. [3]

3. Rehabilitasi Tuna netra di Indonesia
Walau terbilang langka, tetapi penelitian dan pengembangan sistem rehabilitasi tuna netra telah mulai dilakukan juga di Indonesia. Pada tahun 1991, telah didirikan Mitra Netra Foundation sebagai salah satu lembaga yang memberikan pengabdian bagi rehabilitasi tuna netra [4]. Beberapa tahun yll. lembaga ini melakukan kolaborasi dengan BPP Teknologi, dan dalam kerjasama tsb. direncanakan
pengembangan teknologi text to speech synthesizer, yang mengubah tampilan pada monitor komputer ke dalam informasi berupa suara. Beberapa tema penelitian yang barangkali dapat dirintis untuk dikembangkan di Indonesia antara lain sbb.

  1. OCR : Roman Alphabets-Braille Converter System
    System ini merupakan pengembangan software OCR, sehingga hasil scanning terhadap buku, dokumen,suratkabar dsb. akan diubah format penyajiannya ke dalam braille-based output. Selain itu terbuka juga kemungkinan untuk memadukannya dengan text to speech synthesizer sehingga didapat output berupa suara.

  2. Pengembangan perpustakaan CD yang dikhususkan bagi para tuna netra, sesuai dengan standar internasional DAISY (Digital Audio-Based Information System) [5].
    Di Jepang, sistem ini telah berkembang dengan baik, dan dengan memanfaatkan teknologi kompresi, sebuah CD dapat menyimpan rekaman sepanjang 50 jam.

  3. Pengembangan software voice recognition system khusus untuk bahasa Indonesia, sebagai media input bagi komputer.
    Dengan demikian, pihak pemakai (dalam hal ini tuna netra) dapat menulis makalah, mengedit dsb. tanpa (atau meminimisir) menggunakan keyboard,dan sebagai gantinya memakai software tsb. untuk merubah suara ke dalam text.

  4. Pengembangan dan pengadaan software komputer yang diperuntukkan khusus bagi tuna netra.
    Hitachi dan Tokyo Denki University telah mengembangkan soft yang merubah informasi visual pada layar display ke dalam suara

Beberapa tahun yll. salah satu tema penelitian yang saya lakukan adalah pengembangan metode untuk mengekstrak secara otomatis huruf dari citra berwarna, dengan memakai metode jaringan saraf tiruan (artificial neural networks) [6]. Kamera berfungsi sebagai sensor yang menangkap gambar lingkungan dimana seseorang berada. Selanjutnya sistem ini akan menganalisa ada tidaknya informasi berupa tulisan. Seandainya pada citra tersebut terdapat bagian yang memuat text atau huruf, maka bagian tersebut akan dipisahkan dari informasi yang lain, dan diteruskan kepada sebuah character recognition system untuk dikonversikan
ke dalam kode huruf (image to text conversion). Jika sistem ini akan dipadukan dengan TTS (Text to Speech) synthesizer, diharapkan dapat dikembangkan sistem yang mentransfer output berupa teks menjadi dalam suara yang dapat difahami oleh tuna netra. Detail dari metode ini Insya Allah akan saya presentasikan saat e-kolokium yad.

Referensi

1. Medical, Welfare, Ergonomics Technology Development Dept. :
http://www.nedo.go.jp/iry/PROJECT/ ENGLISH/e_index.html (situs ini sudah tidak ada lagi)
2. K.Sawa, K.Magatani, K.Yanasima, “The Navigation System by Using Optical Beacon for The Visually Impaired”,
Proceedings of the 40th Conference The Japan Society of Medical Electronics & Biological Engineering, Nagoya, pp.293, May 2001
3. Yoshihiro Kawai, et.al “A Support System for Visually Impaired Person Using Three Dimensional Virtual Sound”,
ICCHP 2000, pp.327-334
4. Situs MitraNetra http://www.mitranetra.or.id/
5. DAISY http://www.dinf.ne.jp/doc/daisy
6. Nugroho, A.S., Kuroyanagi. S, Iwata A, “An algorithm for locating characters in color image using stroke analysis neural network”, the 9th International Conference on Neural Information Processing (ICONIP’02), November 18-22, 2002, Singapore (paper)

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di research. Tandai permalink.

35 Balasan ke Teknologi bagi Tuna Netra (diupdate 16 Maret 2007)

  1. intan sari berkata:

    halo,
    saya sedang mencari bahan-bahan tentang pemanfaatan komputer bagi tuna netra, bolehkah kalau saya meminta (meng-copy) tulisan ini sebagai salah satu referensi tanpa ada pengubahan credit?

    ~terima kasih

  2. Silakan mbak Intan.
    Semoga saja ada manfaatnya. Penulisan referensi mohon agar merefer ke sumber asli tulisan :
    A.S. Nugroho: “Rehabilitasi Tuna Netra di Jepang: Survey penelitian dan kemungkinan aplikasinya di Indonesia”, Prosiding Temu Ilmiah Persatuan Pelajar Indonesia Jepang, Nagoya, Dec. 21 2002

  3. weeta berkata:

    Hallo,
    Saya adalah mahasiswa arsitektur di salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Saya sekarang sedang melakukan Tugas Akhir tentang perancangan sekolah luar biasa bagi tunanetra. Bolehkah saya meminta data-data tentang penerapan aplikasi elemen material pada bangunan bagi tunanetra dan contoh material yang dapat saya gunakan sebagai referensi.

    terima kasih

  4. dita berkata:

    Halo,
    Saya adalah mahasiswa arsitektur di salah satu perguruan swasta di Yogyakarta. Saya sekarang sedang melakukan Tugas Akhir tentang perancangan sekolah luar biasa tunanetra. Bolehkah saya meminta data-data tentang aplikasi elemen material pada bangunan tunanetra dan contoh material yang dapat saya gunakan sebagai referensi

    Terima kasih

  5. dessy berkata:

    maaf mas, saya dessy mahasiswa komputerisasi akuntansi. saya mempunyai tugas tentang teknologi IT yg memudahkan penggunanya, namun tidak umum dibicarakan. saya tertarik dengan teknologi IT bagi tunanetra. yg lebih membuat saya makin t’tarik krn t’nyta penyandang tunanetra ada yg m’buat website sendiri. untuk itu, bolehkan saya mengambil paper mas anto tanpa saya edit. terimakasih sblmnya.

  6. Listi berkata:

    saya, adalah mahasiswa di bidang sistem informasi. saya tertarik dengan teknologi informasi bagi tuna netra. bolehkah saya meminta data-data mengenai aplikasi yang dipakai oleh para tuna netra, baik dalam bertukar pesan elektronik maupun membuat dokumen beserta gambar-gambar para tuna netra yang sedang berkomunikasi dengan komputer.

    Terima Kasih

  7. Listi,
    Senang mendengar ada mahasiswa yang tertarik riset di bidang ini. Sayang saya tidak memiliki gambar dan data yang anda perlukan. Ada baiknya Listi bergabung dengan milis mitra-jaringan@yahoogroups.com Anggota milis tsb. selain peminat dan pemerhati teknologi bantu bagi tuna netra, juga banyak diantaranya saudara-saudara kita yg tuna netra. Semoga sukses.

  8. Dessy,
    Silakan kalau akan mengambil paper saya untuk keperluan riset tsb. selama disebutkan bibliografi-nya (sumber aslinya dari mana).
    Semoga sukses.

  9. anjaRahmat berkata:

    Halo….saya nggak punya pendapat apa-apa nih….tapi cuma sekedar mampir nongol doank….
    he…he…he….1000000000X

  10. rickie berkata:

    saya mahasiswa elektro, tertarik dengan teknologi Guide Device for the Visually Handicapped, yang bisa mengetahui obyek apa yg ada disekitar penyandang tuna netra. kalu bisa saya minta data-data tentang alat tersebut untuk melakukan penelitian. pak anto ada gk data jumlah penyandang tuna netra di indonesia???? kalau ada saya boleh minta???

  11. Didi Tarsidi berkata:

    Halo Pak Anto, “80% informasi yg diterima orang berasal dari informasi visual”, itu hanya berlaku bagi orang awas. Ini tidak bisa diartikan bahwa orang tunanetra hanya menerima 20% informasi. Bagi orang tunanetra, indera-indera nonvisual sering kali dapat menggantikan indera penglihatan untuk menangkap informasi.

  12. ape berkata:

    saya mahasiswa dari PLB (Pend. Luar Biasa)dan wong jogja asli.
    wah aku senang skali bahwasannya tentang teknologi ATN semakin berkembang seiring dengan kebutuhan yang diperlukan ATN untuk menerima informasi dari luar.saya juga berharap dengan ditambahnya lagi refrensi2 tentang teknologi ATN dan segala yang terkait pendidikan, kebutuhan, dan kesulitan bagi tunanetra baik dewasa dan anak2.

  13. arinda berkata:

    wah tulisan ini sangat membantu saya khususnya mahasiswi Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial namdung khususnya jurusan rehabilitasi sosoal tentang info terbatu dalam masalah sosial

    maksih ya …

  14. puji berkata:

    Saya adalah mahasiswa PTN diyogya, saya mengambil jurusan pendidikan luar biasa.Tuna Netra termasuk bidang garapan saya,oleh karena itu saya sangat tertarik dengan teknologi informasi bagi kaum difable terutama Tuna Netra.Dan saya sedang mencari bahan artikel tentang TI untuk Tuna Netra apakah saya boleh minta data -data yang lain tentang Ti untuk para Tuna Netra?

    terima kasih sebelumnya

  15. Haryana berkata:

    Pa, dalam rangka memberikan diklat bagi guru dan kepala sekolah tentang ICT bagi anak tuna netra boleh nggak saya mengambil tulisan bapak sebagai bahan referensi dalam bahan ajar saya. tks

  16. Haryana berkata:

    Pa, saya ingin memperkenalkan ICT dengan lengkap bagi tuna netra, dimana saya dapatkan materi itu?tks.

  17. Yth. Pak Haryana,
    Silakan saja kalau mau mengambil tulisan saya sbg. bahan referensi. Semoga bermanfaat. Sayang saya tidak mengetahui materi pengenalan ICT yang lengkap untuk tuna netra. Coba bapak hubungi rekan-rekan di mitranetra.

    Anto S. Nugroho

  18. BAMPERXII berkata:

    wah luar biasa,sekarang telah banyak yang membicarakan pengembangan teknologi tunanetra,semoga dapat terealisasi dengan cepat

    Hormat Kami,
    BAMPERXII

  19. bayu berkata:

    hai!
    saya Bayu, seorang mahasiswa teknik elektro tingkat 4 awl.
    Sya ingin nanya mengeni teknologi bagi tunanetra yang berkaitan dengan mesin fotocopy braille. Mesin fotocopy braille yng saya maksud di sini adalh mesin yng mem-fotocopy tulisan biasa lalu kelarannya menjdi huruf braille.
    Nah pertanyaanny adalah sudah ada blom siey mesin kaya gini?
    Kalu uda ad, saya ingin tau cara kejanya secara sigkat klau boleh dijelasin sedikit. Mksi banyak y atas jawabannya.

  20. Bayu,
    Saya belum tahu mesin seperti itu ada atau tidak. Tapi konverter seperti itu saya kira sudah banyak, dan tentunya tidak disebut mesin fotocopy. Ada baiknya ditanyakan ke MitraNetra untuk mendapatkan informasi yg terkini.

  21. wahyu berkata:

    assalamualaikum…
    saya seorang mahasiswa teknik elektro ITS sedang dalam pencarian ide untuk membuat sebuah “alat bantu berjalan” bagi tunanetra.Ide awal saya memakai ultrasonic sensor sebagai basis alat.Ada saran lanjut untuk project saya??
    Trmakasih…………..

  22. devi wulandari berkata:

    copi paste lagi pak..terimakasih..

  23. annisa anggraeni berkata:

    saya adalah mahasiswa psikologi tingkat akhir salah satu perguruan tinggi negeri di jakarta. saya berminat dengan penggunaan komputer pada tunanetra.

  24. triplet's mom berkata:

    salam kenal dari bunda dan balqiz, informasi yang bermanfaat buat bunda. dan dari komen komen yg masuk ternyata sebagian besar adalah para adik adik mahasiswa, sudahkah hasil tulisan mereka dimanfaatkan bagi para tunanetra? tidak hanya sekedar wacana dan wacana serta hanya melibatkan para tunanetra sebagai objek tulisan mereka saja tanpa ada penerapan hasil tulisan mereka,… semoga

  25. kishu berkata:

    Halo, saya rahma, mahaisiwi DKV ITB…kebetulan TA saya mengenai kampanye kerja untuk penyandang cacat. Saya kutiop ya pepernya. thx

  26. wartono berkata:

    Mari Pedulikan Mereka……!
    Kepada siapa anak-anak cacat meminta harta, jiwa dan do’a. Kepedulian kita sungguh lebih berharga dri sejuta kata. Alangkah gembiranya hati kita, apabila anak-anak cacat dapat tersenyum dan tersantuni seperti layaknya teman-teman sebaya mereka, bisa mengenyam pendidikan untuk berkreasi dan berekspresi meraih masa depan. Wahai para pembaca dan para dermawan…….. uluran tangan anda sangat mereka nantikan. Kepedulian anda sangat bermakna bagi mereka. Do’a dan ratapan tangis mereka senantiasa mengiringi kita. Semoga Allah SWT, berkenan melimpahkan kebaikan kepada para pembaca dan para dermawan, sehingga dapat menambah dan meningkatkan amal dengan lebih sempurna. Amin…..bersama kami raih kenikmatan menyayangi sesama. Tunaikan kewajiban Insani melalui Rahmatan Lil alamin.

  27. wayan s berkata:

    ada gak tulisan yang manjelaskan apa manfaat suatu alat atau konsep dasar bagi anak berkebutuhan khusus. mungkin ini bisa membuat kita lebih paham terhadap kebutuhan mereka. terkadang kita tau mereka butuh, tapi kita tidak tau apa yang harus kita lakukan, sehingga kita tidak bisa untuk membantu mereka.
    makasi mas……!

  28. topx_cpoe berkata:

    ijin mengcopy&mempelajari…

  29. Nisa N berkata:

    Saya mahasiswa jurusan Pendidikan Luar Biasa,dengan spesialisasi A (Tunanetra). Memang perlu kerjasama antar disiplin ilmu dalam menangani masalah ini. semoga aksesibilitas bagi penyandang cacat di Indonesia dapat lebih baik lagi. Izin copy ya pak… Terimakasih^_^

  30. GENDRA berkata:

    Mas Anto, saya mahasiswa pada Manajemen Administrasi Pendidikan, dpt tugas untuk menyusun paper tentang tehnologi untuk anak cacat, ijin untuk mengambil sebagian data sebagai referensi ya Mas, boleh ga? sebelumnya thanks ya.

  31. Silakan mas, selama sumber asli dicantumkan.

  32. Selamat malam pak.
    Benar sekali pernyataan di atas, saya merasakannya sendiri.
    Walau bagaimana pun, disfungsi visual mengakibatkan berkurangnya porsi informasi yang dapat diterima.
    Sampai sejauh ini, teknologi screen reader dirasa masih banyak kekurangan. Semisal, dalam aktivitas komputasi, saya masih menemukan menu-menu jendela yang hanya dapat diakses dengan menggerakkan pointer mous. Sementara JAWS bekerja dengan navigasi shortcut.
    Oh ya, saya juga mohon izin jika sewaktu-waktu saya copy paste data dari sini untuk artikel di blog saya. Terima kasih sebelumnya.

  33. lifah berkata:

    lifah-fak teknik medik

    saya mau tanya,tongkat tuna netra yang menggunakan ultrasound, mas anto punya data-datanya.. bleh saya minta?

    pastinya sudah ada yang membuatnya.. bisakah saya mendapat informasi itu????

  34. info lomba berkata:

    terimakasih banyak atas infonya..

  35. sri suharti berkata:

    Assalamu a`laikum
    Pak ajari saya dong, cara merekam suara (buku pelajaran) dengan menggunakan lap top.
    Wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s