Bapak, Chay, Wanwan, Mas Anto, Jacobi

Ada berbagai sebutan dari anak untuk seorang ayah & ibu: “ayah-bunda”, “bapak-ibu”, “abi-umi”, “papa-mama”, “papi-mami”, dsb. Di keluarga saya, sebutan yang dipakai “bapak-ibu”, sedangkan di keluarga Ine : “papa-mama”. Setelah kami menikah, saat Sekar-anak kami yg pertama- dulu masih dalam kandungan, dia kami sering ajak “ngobrol”. Kami pakai pasangan : “bapak-bunda” untuk membahasakan orang tuanya. Agak aneh memang, karena biasanya pasangan yang dipakai “ayah-bunda”, atau “bapak-ibu”. Sebenarnya kami pengin pakai “ayah” dan “bunda”, tapi sebutan “Ayah” sudah kami pakai untuk Guru saya & Ine. Jadi agar tidak kacau, sebutan yang kami pakai : “bapak-bunda”. Demikian juga saat anak kami yang kedua : Puspa masih dalam kandungan, kami memakai “bapak-bunda” sebagai sebutan.

Saat kami dikaruniai Tika, sebutan kami ubah menjadi “bapak-ibu”. Sejak kecil Tika memanggil saya “bapak”…ah…sebutan yang indah ๐Ÿ˜€ Setelah agak besar dan mulai bisa meniru, kadang Tika memanggil saya dengan “chay”, karena emaknya memanggil saya demikian juga, singkatan dari “chayank”…hi hi

Sejak sekitar sebulan yang lalu, Tika sangat terkesan dengan “inai-inai-baa” dalam acara NHK “Okaasan to issho”. Setiap hari TV selalu dipakai untuk memutar rekaman “inai-inai-baa”, yang menampilkan 3 tokoh lucu: “Uutan”, “Fuuka” dan “Wanwan”. Uutan adalah boneka yg mirip beruang, Fuuka diperankan seorang anak perempuan, sedangkan “Wanwan” adalah anjing besar yang lucu. ๐Ÿ˜€ . Situs NHK mengenai tiga karakter ini dapat dilihat di sini. Tapi sayangnya sejak April yll. peran Fuuka selama 4 tahun di acara itu sudah selesai, dan digantikan dengan koto-chan.

Tika selalu membayangkan dirinya sebagai “Uutan”, emaknya sebagai “Fuuka”, dan bapaknya sebagai “Wanwan”….hahaha. Karena itu kalau sedang mencari bapaknya, lebih sering memanggil “wanwan”. “Minta gendong wanwan”, “Wanwan kemanaaa ?” Adakalanya Tika memanggil saya “mas Anto”, karena mendengar emaknya kadang memanggil saya begitu. Tetapi kemarin saat pulang, sebutan ke saya bertambah dengan “Jacobi”. Rupanya Tika baru senang melihat bagian “Jacobi, Scoo, Anemu, Suzu”. Tika berperan sbg.Scoo (gambar kanan: Scoo, di NHK Bunka Senta), Emaknya sbg. Anemu, dan bapaknya dapat kebagian peran “Jacobi”. :))

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City.Since 2015, I was appointed as Program Director of R&D activities in Intelligent Computing Laboratory (former name: Digital Signal Processing Laboratory). The activities in the laboratory are organized into three groups : (i) Natural Language Processing (ii) Multimodal biometrics Identification (iii) ICT solution for Tropical Disease. I also enjoy to teach the students, as a part time lecturer in Swiss German University Serpong & UNS Sebelas Maret Surakarta. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di keluarga. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s