Disuruh doa, malah tahlil

Kemarin di kelas, setelah pelajaran usai, sebagaimana biasa bu Titik mengajak anak-anak untuk berdoa. “Up your hand”. Tapi Tika cuek saja. Akhirnya dipaksa oleh Ine, untuk mengangkat tangan. Nah, setelah bu Titik membaca doa “Tuhan yang Maha Pengasih, …”, Tika bukannya membaca amin, melainkan langsung baca tahlil “Astaghfirullah…Astaghfirullah….” …hahaha.  Gara-gara keseringan  diajak ibu mengikuti tahlil, nih  😀

Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di keluarga. Tandai permalink.

3 Balasan ke Disuruh doa, malah tahlil

  1. Audi berkata:

    huekeke..kekeke..

  2. novi berkata:

    hahaha .. tika memang pintar! 😉

    btw tempo hari di meglia (di bagian ikan) saya dengar ada musik instrumental, kayaknya sih lagu sakana tengoku. jadi inget tika .. hehehe.
    saya sekali abang irwan gak bisa makan ikan, atama yokunachau deh 😀

  3. m. mathori berkata:

    Suatu saat saya tanya kepada ustadz yang baru saja menekankan bahwa tahlil (dzikir kalimat toyyibah, istighfar, baca fatihah dll) tidak perlu dan tidak sesuai ajaran Rasulullah.
    Kemudian saya tanya:
    Ustadz baik mana kalau saya takziyah, saya datang langsung berdoa agar si mayit diterima amal ibadahnya, diampuni semua dosa-dosanya dan ditingkatkan derajatnya dst. Dibanding: saya datang kemudian saya berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara baca Al-Quran (sesuai kemampuan), Shalawat Nabi, istighfar, tahmid, dst, kemudian saya berdoa.
    Di luar dugaan; ustadz yang baru ngajarin begitu langsung jawab:” lebih bagus yang baca Qur’an, istighfar, tahlil, tahmid dll” tapi jangan hal itu sebagai suatu kewajiban.
    Akhirnya sya jawab, kalau gitu kalau ada orang meninggal, saya akan “tahlil” dulu, baru berdoa, dan akan saya katakan bahwa tahlil ini bukan suatu kewajiban. Wassalam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s