Sinetron Hikayah

Selasa kemarin, dalam perjalanan bus, ditayangkan di TV sinetron Hikayah yang judulnya kalau nggak salah “Jalan yang terjal dan berliku”. Inti ceritanya, ayah dan anak perempuannya adalah orang-orang yang saleh dan bertakwa, walaupun pekerjaannya hanya berjualan buah di gerobak dorong. Sedangkan istri-nya tidak memiliki akhlak yang baik, dan selingkuh dengan teman kerjanya di lapangan. Akhirnya sang ayah dan anak diusir dari rumah oleh sang ibu, dan mereka terlunta-lunta menyusuri jalanan sambil berjualan buah di gerobak. Malangnya, saat sedang diparkir untuk beli minum, gerobaknya kena angkut petugas razia pedagang kaki lima. Hilang sudah alat satu-satunya untuk mencari nafkah menyambung hidup ayah dan anak itu. Mereka berjalan dari satu tempat ke tempat yang lain, di tengah panas terik matahari dan hujan lebat. Karena kecapekan, si anak sering digendong oleh ayah-nya.

Walau sinetron dengan tema cerita ini sering muncul di TV, tapi saya tidak pernah bosan mengikutinya. Kalau melihat sinetron seperti ini mata saya sering berkaca-kaca. Sinetron tsb. pandai menampilkan sisi kasih sayang orang tua kepada anaknya di tengah pahit getirnya kehidupan. Orang tua akan rela berbuat apa saja, asal si anak dapat makan. Mereka mau kerja apa saja, asal anaknya bisa makan, atau asal dapat membelikan obat buat anaknya yang sakit. Saya kira di negara kita ini, orang yang mengalami nasib seperti mereka sangatlah banyak. Saat saya menyusuri jalan-jalan kecil di sekitar kantor untuk mencari makan malam, sering saya lihat anak yang ikut orang tuanya berjualan, walaupun di malam hari. Alangkah beratnya bagi mereka untuk mencari nafkah. Demikian juga dengan kisah Pak Supriono yang terpaksa membawa jenazah anaknya menyusuri jalan Jakarta, karena tidak mampu membiayai penguburannya. Semua itu realita di depan mata, yang mungkin lebih memilukan daripada cerita yang ditampilkan di TV.

Saya jadi ingat cerita yang dimuat di koran beberapa tahun yll. saat group penyanyi Bimbo menghibur anak-anak yatim piatu. Mereka menyanyikan lagu “Rasul menyuruh kita”, tetapi tidak mampu meneruskan baitnya sampai selesai. Di tengah-tengah mereka terpaksa berhenti menyanyi, karena tak dapat menahan tangisnya, melihat langsung kondisi anak-anak yang mereka nyanyikan tersebut.

Rosul menyuruh kita mencintai anak yatim
Rosul menyuruh kita mengasihi orang miskin
Rosul menyuruh kita mencintai anak yatim
Rosul menyuruh kita mengasihi orang miskin

Dunia penuh dengan orang yang malang
Dunia penuh dengan orang yang malang

Rosul menyuruh kita mencintai anak yatim
Rosul menyuruh kita mengasihi orang miskin

Mari dengan rata
Kita bagi cahaya matahari
Mari dengan rata
Kita bagi cahaya bulan

Rosul menyuruh kita mencintai anak yatim
Rosul menyuruh kita mengasihi orang miskin
Rosul menyuruh kita

Negara kita adalah negara muslim dengan jumlah penduduk terbesar, tetapi koq rasanya gersang dari tauladan orang yang hatinya dipenuhi dengan kasih sayang kepada mereka yang malang hidupnya. Ah, andaikan Rasulullah berada di tengah-tengah kita…..

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City.Since 2015, I was appointed as Program Director of R&D activities in Intelligent Computing Laboratory (former name: Digital Signal Processing Laboratory). The activities in the laboratory are organized into three groups : (i) Natural Language Processing (ii) Multimodal biometrics Identification (iii) ICT solution for Tropical Disease. I also enjoy to teach the students, as a part time lecturer in Swiss German University Serpong & UNS Sebelas Maret Surakarta. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di gado-gado, Indonesiaku. Tandai permalink.

3 Balasan ke Sinetron Hikayah

  1. yazid habibulloh berkata:

    assalaamualaikum,..sama saya juga kalo melihat film yang menayangkan kisah seperti itu juga tersentuh hati saya. buat mas anto sukses slalu!!! amieeen!!

    Jawab:
    Amiin. Terima kasih Pak.

  2. Ibnu uwais berkata:

    betul juga ya mas…
    di negera kita banyak orang kaya n banyak orang berlomba-lomba untuk jadi orang kaya tp kok banyak juga yang lupa dengan saudaranya yang lain…
    padahal khan rasulullah juga dah memperingatkan kita tentang siapa tuch pendusta agama iaitu orang yang menelantarkan anak yatim dan tidak memberi makan fakir miskin….(Q.S. Al Ma’un)…
    ayo mas kita jadikan rosulullah seolah berada di sekitar kita dengan menghidupkan sunnahnya yang penuh dengan tauladan buat kita….

  3. Arief F Huda berkata:

    memang ada yang salah dalam diri saya (kita) sebagai
    orang Muslim (Indonesia)

    Tapi apa dan dimana kesalahan itu ?

    mungkin saya sadar akan kesalahan itu,

    tapi bagaimana saya harus bangkit untuk merubah kesalahan pada diri saya (kita) hingga sesuai dengan tuntunan Rosul ?

    Semoga Allah memberi hidayah, Amien ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s