Rinkoh : cara efektif mempelajari satu ilmu baru

Setelah beberapa kali mengajar, terbetik niat saya untuk menerapkan sistem rinkoh di perkuliahan. Sistem rinkoh sangat efektif diterapkan dalam kelas kecil, terutama untuk mempelajari secara cepat materi sains yang sifatnya baru.

  1. Pertama-tama pilih terlebih dulu materi apa saja yang akan dibahas. Bisa berupa topik lepas, tetapi bisa juga mengambil chapter-chapter dari sebuah buku (terutama buku terbitan terbaru, yang berbobot tinggi)
  2. Tiap siswa ditugaskan untuk mempelajari topik tertentu, atau chapter tertentu (kalau berasal dari buku), untuk dipresentasikan di depan kelas. Siswa tsb. diberikan tanggung jawab mencari informasi pelengkap untuk menjelaskan konsep yang sulit dimengerti pada materi tsb.
  3. Dosen bertugas mengarahkan dan memotori agar diskusi berlangsung dengan aktif

Di lab. tempat saya belajar dulu, kami memakai sistem ini untuk mempelajari materi-materi dasar dalam neurocomputing. Sensei menentukan tema-tema yang harus dijelaskan oleh tiap siswa, dan selanjutnya kami mencari sumber wacana untuk dirangkum dan dipresentasikan. Ada kalanya materi yang dibahas berasal dari buku.

Saat kuliah dulu saya pernah mengikuti kuliah ttg artificial neural network, dan professornya memakai sistem rinkoh. Saya ikut dua kali, karena tertarik belajar isinya. Buku yang dipakai :

  1. Simon Haykin, Neural Networks: A Comprehensive Foundation (2nd Edition), Prentice Hall, 1998
  2. Anderson, Pellionisz & Rosenfeld, Neurocomputing 2: Directions for Research, MIT Press, 1993

Buku yg pertama disusun secara sistematik, dan bahasannya menarik. Sedangkan buku kedua merupakan kompilasi paper utama di bidang neural network sejak abad 19, bahasanya sulit dan sangat advanced, dan berupa tema lepas. Hasil kedua rinkoh beda jauh. Mahasiswa keliatan lebih enjoy dengan buku yang pertama. Saya juga rasakan demikian. Sampai sekarang masih agak ingat isi dari buku No.1. Tapi kalau buku No.2, rinkoh-nya banyak yang macet. 😀

Saat di Chukyo University, saya mengikuti diskusi rinkoh yang diselenggarakan di zemi-nya Prof.Hasegawa. Buku yang dibedah saat itu adalah image processing tulisan Prof.Junichiro Toriwaki. Bagi mereka yang pernah belajar image processing di Jepang, tentu tahu betul siapa beliau, yang boleh dibilang sebagai sesepuh-nya gazou shori di Jepang. Kebetulan Toriwaki sensei juga bergabung di zemi tsb. diskusi bedah buku itu langsung dipandu oleh penulis-nya.

Di milis teknologia kami pernah juga mendiskusikan pelaksanaan rinkoh di ruang kuliah. Kesan saya, cara rinkoh ini sangat efektif dan bermanfaat untuk memahami satu ilmu secara cepat, karena adanya pembagian tugas dan kerjasama dalam sebuah team. Selain itu cara ini juga membuat siswa dan dosen aktif dalam proses belajar-mengajar.

Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di kuliah, living in Japan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s